LOGIN"Mom, what if she dies!, then I lose another mate granted to me after three decades, You know how hard it is to find your mate as a Lycan." Every supernatural being has a chance to find who they want to be with. For werewolves, Mates are easier to find than for Lycans. Thousands of Lycans have lived and has being put to rest but never found their mate. The Lycan Prince Reagan Maynard has given up on finding his mate after he lost the first one before he could even meet her. Heartbroken by his loss, He loses hope about any forever after and buries himself in his businesses. A business trip to New York introduces him to the sassy, headstrong human female; Alix Stone. Everything about her infuriates them and also draws him in. What will happen to the most chaotic combination the moon goddess has ever placed? Even if they were to fall heels in love with each other, How will they mate? As the bite of a Lycan kills a human instead of turning them like that of a werewolf. Find out in The Lycan's Bite, Book One of the Claw series.
View MoreSebuah ruangan bercat putih serta tercium bau obat-obatan yang sangat menyengat, dua orang pria tengah memperdebatkan sesuatu, terlihat san kakak memaksa adiknya untuk sementara waktu menggantikan dirinya berbaring di atas ranjang rumah sakit yang seharusnya ditempati dirinya, sedangkan sang adik berusaha untuk menolaknya.
"kak, Fransis, istrimu akan menjengukmu, kenapa kau menyuruhku berpura-pura menjadi dirimu si?" protesnya. Fransis adalah seorang pria dengan ciri rambut hitam, kulit putih , mata setajam elang, hidung mancung, bibir seksi serta garis rahang tegas, dengan tinggi 187 cm. Pria itu mengidap kangker lambung stadium akhir, tak akan ada yang mengira jika dirinya adalah orang sakit karena dia memiliki tubuh yang berotot , dia paling tak suka jika harus berurusan dengan rumah sakit.
"50 jt, aku batalkan," ancamnya. Dia memamerkan cek itu didepan sang adik, membuat pertahan sang adik luntur dan diapun bersedia menggantikan posisi sang kakak untuk sementara.
"jangan! baiklah, aku akan menggantikan posisi kak, Fransis, tapi aku tidak tanggung kalau nanti penyakit kak Fransis semakin parah, aku juga tidak mau tau kalau-." ucapannya terpotong oleh sang kakak.
"Soici .." sebutnya dengan nada memberi peringatan. Soici adalah adik Fransis, pria itu memiliki kulit kuning, mata sendu, hidung mancung, rambut hitam, tinggi 179.
"iya, baiklah. Tapi kuliahku bagaimana?" protesnya. Pria itu masih mencemaskan kuliahnya.
"aku akan mengurusnya," pungkas Fransis.
'baiklah, sku setuju. Sekarang berikan cek itu," tagihnya pada sang kakak setelah dia menyetujui ide gila sang kakak. Fransis langsung melempar cek itu dengan wajah penuh kepuasan. Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok gadis dengan rambut panjang sepinggang, kulitnya putih, mata bulat dan bibir tipis merah alami. Gadis 17 tahun itu berniat mengunjungi sang suami yang mendadak pingsan setelah pernikahan selesai, dia tak bisa membedakan maka suami dan adik iparnya dikarenakan wajah mereka yang bagai pinang dibelah dua, hanya warna kulit dan mata mereka yang membedakan,, namun Fransis lebih suka menggunakan kaca mata hitam hingga tak begitu jelas.
"kak, Fransis, bagaimana kabarmu hari ini?" ucap gadis itu basa-basi.
"b-baik, tentu saja aku baik istriku yang cantik,"jawab Soici berpura-pura sebagai Fransis. Pria itu melirik sang kakak, namun kakaknya hanya datar-datar saja.
"sukurlah kalau begitu," balasnya. Gadis itu mengalihkan perhatiannya pada sosok pria yang berdiri disamping ranjang Soici, matanya terpaku pada sosok itu. Tatapan setajam elang seakan mampu menembus kerelung hatinya yang paling dalam, hingga membuatnya tak mampu beralih darinya. Tak perduli dengan pria yang masih berbaring di atas ranjang yang masih memperhatikan dirinya.
"sepertinya, Sonia benar-benar jatuh cinta pada kak Fransis, lihat saja caranya memandang kak Fransis, seakan dia tidak menghiraukan kehadiranku disini," batinnya nelangsa.
"jangan menatapku!" perintah Fransis dingin. Buru-buru dia mengalihkan pandangannya. Suara datar itu benar-benar menggetarkan hati gadis itu. Soici hanya memandang iba pada kakak iparnya itu diapun berusaha untuk menghibur gadis itu.
"kak, maksudku, Soici," kata Soici meralat ucapannya, saat melihat tatapan membunuh dari kakaknya, hampir saja dia membongkar rahasia mereka.
"Soici, jangan dingin begitu kalau bicara dengan kakak iparmu, dia jadi ketakutan dan gemetar," lanjutnya pura-pura memberi peringatan.
"terserah!" balas Fransis acuh. Setelah itu dia meninggalkan sang istri bersama adiknya dalam ruangan itu.
"Sonia, jangan diambil hati ya? sebenarnya dia orang yang baik, tapi masa remajanya hilang," kata Soici mendadak sendu. Dia brusaha menghibur kakak iparnya, namun ekspresinya mendadak sendu saat mengingat bahwa sejak kecil kakaknya seperti kehilangan masa remajanya. Gadis itu hanya mengangguk.
"aku mengerti, kalau begitu aku berangkat sekolah dulu, ya? "pamitnya. Pria itu mengangguk memberi izin.
"oh, ya, Sonia, "pria itu kembali memanggil kakak iparnya hingga membuat gadis itu mengurungkan niatnya.
"ya, "jawabnya.
"dia satu gedung dengannya, hanya dia di universitas sedangkan kau SMA, "jelasnya. Entah kenapa hati gadis itu merasa berbunga mendengarnya, Soici dapat melihat pancaran kebahagiaan di wajah kakak iparnya tersebut.
"kau kenapa? "tanyanya pura-pura tak tau. Gadis itu hanya menggeleng tak mau memberitahukan yang sebenarnya.
"kau, menyukainya? "tanya Soici memastikan. Sonia mendongak menatap mata pria yang dikiranya adalah suaminya, ia merasa bersalah karena sempat-sempatnya merasa berbunga hanya karena satu gedung dengan pria yang dianggap sebagai adik iparnya.
"aku istrimu, aku tidak akan pernah mengkhianatimu, "janjinya.
"berangkatlah! hati-hati, "ucap Soici penuh perhatian. Gadis itu tersenyum lalu berbalik dan meninggalkan pria yang dikira adalah suaminya itu sendirian.
"kak, Fransis, benar-benar aneh, Sonia, sangat cantik dan juga baik, kenapa dia tidak mau dengannya? memang si, usianya sepuluh tahun lebih muda darinya, tapi,'kan, itu tidak jadi soal, andai saja akulah yang benar-benar menjadi suaminya, "gumam Soici yang menyesalkan sikap kakaknya.
Sonia berada di depan kelasnya hingga sebuah buku melayang dan mengenai kepalanya, akibat terkena lemparan buku yang lumayan keras tersebut membuatnya sedikit meringis kesakitan bahkan dia sempat memegangi kepalanya, "kenapa masih diam?! ambil buku itu, lalu kau kerjakan tugasku! kalau tidak selesai, berikan saja punyamu padaku! "perintah seorang gadis yang berjalan angkuh ke arahnya.
Sonia membungkukan tubuhnya hendak mengambil buku tersebut, namun belum sempat ia mengambil buku tersebut, sebuah jari yang lebih besar darinya sudah terlebih dulu mengambil buku tersebut, gadis itu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik tangan yang telah mengambil buku tersebut, seorang pria yang dikiranya sebagai adik iparnyalah yang ternyata mengambilnya, dia kembali menegakkan tubuhnya dan memperhatikan pria tersebut.
Fransis membolak-balikkan halaman buku yang tadi dilempar pada istrinya, meski dia belum memiliki perasaan apapun terhadap gadis itu, tapi nalurinya sebagai seorang suami yang harus melindungi istrinya tak merelakan sang istri mendapat perlakuan semena-mena dari teman sekelasnya, "jadi, kau tidak bisa mengerjakan soal-soal di buku ini?"tanyanya tanpa memandang gadis itu.
Gadis itu sangat kesal melihat sikap Fransis yang seakan tak merendahkannya, dia tak tau darimana pria itu berasal dan tiba-tiba sudah membuatnya jengkel dengan pertanyaan tersebut, ia juga tidak tau apa hubungan mereka,"siapa kau?! dan untuk apa kau datang kesini?! "sungutnya.
"itu bukan jawaban yang ku inginkan, nona, cantik, "tukasnya. Setelah itu ia menutup buku tersebut dan menatap pemilik buku tersebut dengan tatapan mengejek.
Gadis itu benar-benar sedang diuji kesabarannya, bagaimana bisa ada seorang pria yang bersikap tak memandangnya seperti ini, padahal selama ini semua pria yang dia temui mulai dari yang tingkat SMA sampai bapak-bapak akan segan terhadapnya, baru kali ini dirinya bertemu pria semacam ini, "tentu saja aku bisa, aku hanya malas saja mengerjakannya, "kilahnya.
Fransis menaikkan sebelah alisnya mendengar alasan murahan seperti itu, dia bukan tak tau siapa gadis itu, semua orang bahkan membicarakannya kalau dia suka membully temannya hanya karena dirinya anak pemilik sekolah ini, tapi itu tak berpengaruh untuknya.
Brak...
"kalau begitu, kerjakan sendiri! "perintahnya sambil melempar buku itu kepada pemiliknya, pria itu melemparnya tepat di wajah gadis itu, sama seperti apa yang dilakukan pada istrinya.
Setelah membuat anak pemilik sekolah itu kesal setengah mati, Fransis mengalihkan perhatiannya pada sang istri dan menatapnya tajam, "jangan pernah bersedia diperintah, apa lagi diperintah oleh gadis pemalas seperti itu, ingat itu! "perintahnya.
Cup...
Setelah memerintah sang istri,dia langsung mengecup singkat kening gadis itu membuat gadis itu membeku di tempat akibat ulahnya, dan tanpa merasa bersalah dia langsung meninggalkan sang istri yang masih sock akibat ciumannya yang tiba-tiba.
"apa barusan dia menciumku?"gumam Sonia tak percaya. Dia menyentuh keningnya sendiri, ia merasa seperti mimpi mendapat ciuman dari seorang yang dikiranya sebagai adik iparnya tersebuy. Gadis itu menggelengkan kepala saat menyadari apa yang dilakukan pria itu tidaklah benar, tidak sepantasnya seorang adik ipar mencium kakak iparnya di depan umum.
"ini tidak benar, aku kakak iparnya, dia tidak boleh melakukan ini padaku, aku harus bicara denganya, "monolognya. Saat dia hendak melangkahkan kakinya, bel pertanda kelas dimulai terdengar di telinganya, hingga dia harus mengurungkan niatnya.
"mungkin nanti saja jam istirahat, lagi pula, sekolahku berdekatan dengan kampusnya, "monolognya. Setelah itu, ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelas.
****
Fransis berjalan tegap di koridor, ekspresinya yang datar dan tatapan matanya setajam elang mampu menyita perhatian seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berpapasan dengannya. Seorang gadis cantik berjalan menghampirinya dan langsung menggadeng tangannya dengan manja, membuatnya tak nyaman karena kehadiran gadis itu, "Soici, kamu lama sekali datangnya, tau tidak? aku sudah merindukanmu, "ucapnya manja.
Fransis sangat tidak suka dengan sikap manja gadis itu, tapi dia harus bersikap sabar karena sekarang dia menyamar menjadi adiknya, karena bisa jadi gadis itu adalah kekasih adiknya,"Soici, kenapa kamu diam saja? biasanya akan langsung memeluku dan memberiku hadiah, "ucapnya lagi.
Epilogue Alix Pov"Bye, Zara," I waved at one of the nurses."Bye, Princess," she waved back.I work in the hospital now, and though I did not do much work, I was one of the directors just like I was in my father's hospital.Baby Zack has grown so much now that he is crawling; the same is with baby Drizzle, and they are over at the grandparent's house for the day. Ashlynn also gave birth to a son and named him Kish after his grandfather.Kelly and Kingsley are at the cabin, enjoying their getaway that will only last for today because they will be back tomorrow. Reagan was in his office, and the last time I checked, he was still busy.It was already six in the evening, and I could not wait to be home and soak in the tub.My phone beeped, and it was a message from Reagan.I am home, and I made dinner. Come, let's make magic.He could just have mind-linked me, I thought, but I headed home anyway.When I opened the main door and ent
"You guys wasted much more time than I thought you would, but I guess that's thanks to Alix for knowing how to tempt you, Prince Reagan." The seer said, then pointed at the seat.Hot color blasted on my cheeks because when we woke up this morning and finished breakfast, Reagan wanted to leave immediately, but I cajoled him to a quickie before we came here."These places seem so clean, Merida," Reagan answered, then sat down before pulling me too.She smiled and said, "I cleaned it up because I knew you would be here today. I also did it to save some of my glasses."Reagan smiled. "I know. Your place is never this clean. Alix meets Merida. Merida, this is Alix, my mate.""Good morning, Merida, I am Alix. I wanted to ask you some questions about some things," I said with a smile."You mean some questions about the vision you had yesterday?"I nodded, stunned, then she burst into a loud laugh."You look stunned that I know about some flimsy vision. Don't be so surprised; I see everything
I held my head because it felt like it was breaking into two. I tried to mind-link Reagan, but it felt like something had taken control of my mind.I felt trapped in my head until I was not feeling my body anymore. Instead, it felt like I was in the clouds."I like the necklace, the portrait, the note, and the flower. I love everything." I heard a voice, and when I looked closely, it was my father, Kish Stone, and my mother.He kissed her. "You do not know how happy that makes me. I look forward to these stolen moments, and I wish I could introduce you to my family and my pack.She smiled and said, "Me too, but we can't. Being here with you is already a big risk. I take many measures to be here, so we do not get attacked. My kind has been hunted for ages, so bringing me to your pack will put you guys in danger."He placed his head on her chest and said, "I know, but I would love to show my mate to everyone."She laid on her back and clutched his head. "Me too."He moved over to her, a
Six months after"Wake up, Alix," I heard Reagan whisper in my ear.I wanted to groan and then sit up, but I decided against it. I turned, then pretended to be still sleeping."You are such a bad actor," he whispered, then slapped my ass gently.I turned and rolled my eyes at him. He smiled, then leaned down to kiss me and then my stomach."How is our peanut?"As if on cue, he started kicking.I grabbed his hand and placed it on my stomach."Your peanut is kicking like he is on a football field."He chuckled. "As he should."I grabbed a pillow and hit him on the head. "I don't blame you. Maybe you should try carrying him for some minutes."He grabbed the pillow from me and placed it on the bed before kissing my nose and lips. He pulled away before I could deepen the kiss and stood up.He pulled off his top and opened the drawer to grab another one."We made breakfast. Come have some before it gets cold." He said then put the top on, but I had another thing o
I held my beautiful mate's hand while we walked to my parent's house, while Kelly was on my brother's back. I tried to carry Alix too, but she did not want that.I opened the door, and we entered."Reagan, We have been waiting for you guys forever; where were you?""Sorry, they waited for me because I
I laid her on the bed, then placed my hand on her chest to listen to the sound of her heartbeat. I felt very reassured after almost losing her today. But thanks to the moon goddess and Ashlyn, I got her back. I covered her in the duvet and kissed her head.I walked back outside to see the culprits. W
When I reached the border, I spotted Zack and a woman whose face was covered with a cloak. They were standing with the guards, and none of them were speaking because Father told the guards not to harm them or say anything to them; instead, they should be kept there till I arrived.When Zack saw me, h
The hell, what happened to Ana? I thought that she was the one in charge of the training."I know some of you must be wondering why I am changing her, but it has come to my attention that she is an unmated Lycan, so she has not experienced some of the remaining topics that she would teach. But Rowen
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews