Share

Bab 125. Cemburu

Author: weni3
last update publish date: 2026-08-03 20:00:46

"Marah?"

"Iya kamu marah sama aku? Kenapa pesanku nggak kamu jawab?" cecar Mila membuat kedua alisnya terangkat.

Bejo pun bergerak mengambil ponselnya di dalam tas dan membuka room chat yang menghubungkan pada Mila.

"Oh ini. Nggak marah, Nyonya."

"Tapi itu..."

"Ya memang saya juga harus sadar diri. Saya hanya pekerja jadi hal begini adalah sebuah pekerjaan yang tidak perlu terlalu saya pikirkan. Kalau sudah selesai seharusnya ya sudah, tinggal menunggu hasil 'kan, Nyonya? Jadi ya emang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 142. Puas Atau Tidak

    "Apapun itu, posisikan dirimu di sampingku! Kamu tau aku tidak memiliki siapapun yang akan membelaku." Mila tersenyum miris setelah mengatakan itu kemudian memeluk tubuhnya."Aku tau ini sangat fatal dan aku tidak meminta dibela. Hanya saja aku benarkan apa yang kamu katakan. Aku tidak selalu kuat dan aku membutuhkan dada ini untuk mendekapku kala serangan itu kembali datang."Bejo membalas pelukan Mila dan mendekapnya dengan hangat walaupun air yang mengguyur tak sehangat darah mereka yang mengalir di setiap nadi yang saling bertemu. "Saya tidak berjanji tapi saya akan mengerjakan tugas ini dengan sebaik mungkin, Nyonya. Eh iya, kalau kelamaan malah nanti ada yang bangun lagi Nyonya. Udahan yuk! Demen banget main air. Ayo, Nyonya!"Bejo meraih tangan Mila dan membawanya pergi dari sana. Bejo pun meraih handuk dan menutupi tubuh Mila yang masih polos itu. Matanya, jantungnya, jukinya, jangan ditanya bagaimana kondisinya saat ini. Mereka sudah sangat tegang tetapi Bejo sebisa mungk

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 141. Mau Dibantu

    "Jo jangan hentikan! Aku mohon! Lanjutkan sampai aku Ah! Aku mau sampai lagi, Jo!" Kepala Bejo dijepit oleh kedua kaki Mila hingga terpendam di bawah sana. Wajah Bejo basah kala Mila kembali sampai puncaknya. Bejo bergerilya di bawah sana hingga Mila mengucap ampun dan tak tertahan. "Sudah, Jo! Ampun aku nggak tahan. Lidah kamu nakal banget." Mila meraih kepala Bejo dan segera mengecup bibir basah ulah wanita itu yang sejak tadi dilanda gelombang kencang pada tubuhnya. "Lagi, Nyonya!" Bejo kembali memasukkan si Juki pada milik Mila yang masih berkedut di bawah sana sampai rasanya sangat tidak bisa dinanti-nanti. Kembali dia menyambangi sesuatu yang rasanya sangat hangat sekali, menjepit dan efeknya sampai ke otak hingga ujung kaki. Bejo mendongak kala tubuhnya mulai bergerak lagi menghantam milik Mila sampai terasa mentok ke dalam. Belum mau sudah meskipun si Juki terasa hendak menyemburkan sesuatu ke dalam sana. Sedotan milik Mila begitu sangat kuat dan Bejo akui

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 140. Terlalu Seksi

    Bejo masuk ke tengkuk Mila yang wangi dan menggodanya. Ingin rasanya meninggalkan jejak di sana dan menghisap hingga kuat sampai wanita itu medesah menukikan tubuhnya. Namun Bejo masih menahan. Hanya saja lidahnya memang tidak bisa hanya diam. "Ah! Nakalnya kamu, Jo. Sshh... " Mila menggigit bibir bawahnya saat Bejo begitu liar mengusal leher wanita itu. Tangannya pun tak hanya diam. Tangan itu aktif meremas memberikan sensasi yang membuat Mila mendesah berkali-kali. Dada Mila naik turun karena nafas yang tersengal. Wanita itu kemudian menunduk dan meraih bibirnya hingga mereka saling membelit satu sama lain. Kedua mulut mereka terbuka dan gerakan semakin dalam menyapu setiap inci ruang di sana. Berbalas, menukar saliva hingga saling berdecap dan tubuh semakin terasa panas. Bejo mengerang kala merasakan si Juki semakin gelisah. Juki sudah meminta untuk dibebaskan tetapi masih sangat awal untuk menikmati hidangan inti. "Kenapa minta di kolam, Nyonya? Apa Nyonya tidak takut?" ta

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 139. Suka Nakal

    "Ini kok nggak bisa dihubungin lagi sih! Hiiihhh sebel banget! Udah pasti ada sesuatu ini sama mereka khususnya sama Mila. Besok pagi aku akan ke sana. Aku akan tanyakan sendiri sama si Sri. Lihat saja kalau sampai dia nggak mau melanjutkan informasinya!""Kenapa sih, Mah? Kamu kok marah-marah begitu? Ada apa? Cepat keriput kamu kalau bawaannya emosi terus.""Papah kok doainnya begitu? Jangan bikin Mamah tambah sensi deh! Ini tuh emang lagi emosi banget. Bukan apa, Pah. Si Sri itu...""Sri siapa?""Bibi di rumahnya Saka. Tadi Mamah tuh telepon dia. Tanya-tanya sama dia soal Saka dan Mila, dia tuh udah mau cerita, udah ngomong kalau mereka nggak seromantis keliatannya. Mereka bermasalah, Pah. Cuma ya itu, giliran udah mau cerita, tau-tau nggak aktif nomornya. Hapenya mati, 'kan ngeselin banget, Pah. Pokoknya feeling mamah tuh kuat tentang Saka sama Mila. Nggak bisa dua orang itu tuh bertahan lama. Si mandul itu cuma nyusahin aja jadi perempuan. Nggak guna juga di keluarga kita.""Jang

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 138. Cepu

    "Iya Nyonya besar bagaimana? Maaf Nyonya, saya baru saja dari kamar mandi." "Lama kamu tuh! Nggak tau siapa yang menghubungi. Gimana anak saya dan mantu mandul saya itu? Apa yang kamu lihat dari mereka, Sri?" "Maaf Nyonya besar, saya nggak nyangka kalau akan mendapatkan telepon dari Nonya besar. Kalau untuk Nyonya dan Tuan Saka, saya lihat memang agak kurang harmonis, Nyonya. Hanya saja itu wajar dalam berumah tangga." "Kamu jangan menutupi apapun dari saya Sri! Kamu ngomong aja kalau emang mereka itu banyak masalah. Jangan kamu tutup-tutupi!" "Nggak ada, Nyonya besar." "Nggak ada gimana? Kamu bilang tadi ada masalah sekarang kamu bilang lagi nggak ada apa-apa. Kamu aja omongannya nggak bisa dipegang. Cerita, Sri! Jangan kamu tutupi! Saya bisa saja memulangkan kamu kalau kamu berani berbohong. Siapa yang mempekerjakan kamu di sana? Kamu pikir Mila? Saya, Sri! Ingat itu! Saya yang mengajukan kamu pada Saka!" "Iya, Nyonya besar. Maaf tapi memang sebelumnya jarang bertengkar hanya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 137. Aku Mau di Kolam

    Bejo lebih dulu mandi dan membersihkan diri sebersih bersihnya karena Mila sesuka itu. Bahkan persiapan dia lakukan hampir satu jam di kamar mandi hingga semua jari terlihat keriput. "Nah kalau begini, mau dijilat, disedot, dihisap, dimut, gue pede."Bejo keluar dengan tubuh yang sangat segar. Masih dengan berbalut handuk sebatas pinggung. Bejo melangkah mendekati meja yang di depan sana ada kaca berukuran kecil untuknya melihat penampilannya sendiri.Minyak wangi disemprotkan keseluruh badan. Dia menyeringai kala wangi maskulin begitu sangat menggoda. Ini sudah kesekian kalinya tetapi untuk kegiatan ranjang tidak akan pernah membuatnya bosan. Hanya saja, sambil menunggu waktu. Bejo lebih dulu menyiapkan bahan untuk proposalnya. Sejenak dia bergelut dengan kata dan juga mengasah otak. Tanpa dia tau kalau Mila pun tengah mempersiapkan diri di kamar. "Kalau pakai yang ini gimana ya?" Mila melihat lingerie yang kini ada di tangannya. Semua stok lingerie baru sudah digunakan dan tidak

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status