Share

Bab 124. Amnesia

Author: weni3
last update publish date: 2026-08-03 19:45:25

"Saya dosen baru di sini. Untuk ke depannya, kamu bimbingan sama saya!"

"Maaf tapi anda pindahan dari mana, Bu?"

"Dari Universitas Negeri."

Bejo menganggukkan kepalanya dengan sempurna dan mencoba fokus pada judul yang lama dan juga baru, siapa tau ada penolakan.

Awalnya Bejo ragu akan dosbing yang katanya dosen baru ini, tetapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin jika baru sekali sudah jadi dosbing.

"Bagaimana dengan judul saya, Bu? Saya berharap bisa lulus tahun ini!"

Kedua alis wa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 295. Peluk Lagi, Jo!

    "Anda nggak tau apa-apa! Jadi anda pun jangan bicara seperti itu pada saya!" lawan Bu Keysa tak terima dengan apa yang Mila katakan. Bejo pun mendekati dan berdiri di antara keduanya. Kedatangan Bejo jelas membuat kedua wanita yang sedang bersitegang tersebut kemudian menoleh padanya tetapi hanya singkat saja. Setelah itu mereka kembali meneruskan keributan yang sudah terbangun sejak tadi. "Ya kalau gitu nggak usah minta saya untuk berbagi! Kamu yang harusnya mengerti dan bukan saya! Sekarang kamu pergi dari hadapan saya! Pergi sekarang juga! Tuntut sana Mas Saka kalau memang kamu tidak terima! Bukan saya yang harus kamu datangi, karena adanya kamu, bukan inginnya saya!" Mila segera pergi dari sana seraya mengangkat meja hendak membalikkan meja tersebut. Untungnya Bejo masih berdiri di sana. Dia menahan apa yang Mila lakukan dan memandang pergerakan majikannya yang tengah diselimuti oleh kemarahan. Bu Keysa menjatuhkan diri setelah melihat Mila pergi. Bejo menoleh memperhat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 294. Lanangan Bajingan!

    Bejo menatap heran mobil yang ada di parkiran toko roti milik Mila. Namun pikirannya, wajar saja kalau Bu Keysa mampir. Mungkin mau beli roti. Tidak expect kalau ternyata Bejo menemukan wanita itu tengah duduk bersama dengan Mila di salah satu meja. "Anjir! Perasaan gue nggak enak." Bagaimana tidak, jika dia tau semua masalah yang kedua wanita itu hadapi. Bejo tidak bertanya dan tidak mengatakan apa-apa. Dia memperhatikan dengan sangat teliti tanpa menyapa kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini. "Mbak, saya minta maaf kalau kedatangan saya membuat anda menangis. Saya juga sakit hati. Jika Mas Saka bisa adil, saya tidak akan meminta apapun pada Mbak. Apalagi datang untuk membongkar rahasia ini." Mila menunduk dengan tubuh gemetar. Bukan hanya hancur ini namanya tetapi hatinya remuk, halus, seperti bubuk. Sungguh ini sakit yang tidak bisa dia utarakan lagi. Katanya cinta, katanya sayang, katanya cinta, kenapa malah begini kelakuannya? "Ya Tuhan... Kenapa begitu sa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 293. Sama Sepertimu

    "Aaagghhhh!" Caca berlari mendekati Lira yang terjatuh di lantai dengan sangat mengenaskan. Wanita itu dibanting oleh Bejo setelah mendengar alasan yang Lira berikan. "Kak..." Uhuks Uhuks "Dek usir dia, Dek!" "Nggak perlu kalian repot ngusir gue! Gue bakal angkat kaki dari sini." Bejo dengan lantang mengatakan itu kemudian mendekati dan berjongkok di hadapan Lira. Tangannya meraih ujung pakaian Lira dan menariknya hingga tubuh wanita itu terangkat. "Ampun, Jo!" "Setelah ini, kalau Lo masih berani nyakitin Mila dan membuat majikan gue berdarah-darah hatinya, gue injek badan Lo!" ancam Bejo kemudian melangkah pergi dari sana. Bejo meninggalkan kedua orang tersebut dan membanting pintu dengan kasar. Bejo segera melajukan mobilnya menuju toko roti. Emosi sekali Bejo hingga mengeratkan kedua tangan di setir mobil. Sementara Mila saat ini tengah berdiri dengan wajah bingung setelah mendapati kedatangan seorang wanita yang pernah dia lihat. "Kamu bukannya .

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 292. Mencekik

    "Kamu tuh ya! Aku nggak suka sama cowok ini, Ca! Dia tuh dari awal udah nggak sopan sama aku! Lagian kamu tuh jangan buta, Ca! Yang beginian kamu bawa pulang!" Lira sangat sewot sekali tetapi Bejo justru menyeringai mendengar ocehan Lira yang saat ini terlihat sangat marah dan tak terima dengan apa yang dia katakan. Namun agaknya ini bisa menjadi ajang balas dendam. Dia bisa membuat mental Lira hancur setelah menghina Mila. "Terus kalau bukan goblog apa? Orang pintar nggak akan mau jadi yang kedua apalagi ke tiga. Cuma orang goblok sama cewek kegatelan yang nggak pake otak buat deketin laki-laki beristri!" ujar Bejo dengan sewot sekali. Namun dari cara bicara masih tetap tenang dan santai. Bahkan Bejo masih santai menikmati duduknya di sofa menonton wanita jalang yang menolak di panggil bodoh. "Kurang ajar kamu ya!" Lira beranjak hendak menyiram Bejo dengan air yang ada di meja tetapi Caca menghalangi hingga mengenai pakaian wanita itu. "Kak! Kak tuh kenapa sih? Basah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 291. Lo Goblok!

    Bejo memarkirkan mobilnya di depan teras rumah Caca. Dia turun setelah memutuskan untuk ikut pulang karena banyak hal yang menurutnya harus dicari tau tantang Saka. Sampai sana tentu saja dia disambut oleh kedua orang tua Caca yang begitu sangat hangat sekali menyapa dan terlihat ramah. Bejo tentu saja mengimbangi. Dia bersikap ramah sampai dimana pertanyaan keramat keluar dari mulut beliau. "Sejak kapan dekat dengan Caca?" "Dekat? Dekat gimana ya, Bu? Kami berteman," jawabnya dan Caca tersenyum kecut mendengar itu. "Oh, Ibu pikir pacarnya Caca. Katanya Caca mau mengajak pacarnya datang ke rumah. Ibu pikir itu kamu." Bejo melirik Caca. Jengah sekali dia memandang Caca yang ternyata memberikan kabar palsu. Untungnya Ibu dari Caca tanya dulu padanya. Beliau tidak asal mengira kalau mereka itu pacaran. "Yeee.... Caca marica hehe! Kapan gue nambak Lo? Halu aja jadi perempuan. Pengen gue jitak kepalanya sekalian." Tentu saja dalam hati Bejo sewot sendiri. Kalau tidak karena

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 290. Kaleng Kerupuk Seribuan

    "Jo tolong aku!" TUT Kedua alis Bejo menukik mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong. Bukan Mila! Sekarang panggilan itu pun sudah ditutup. Hanya sekedar kode yang Bejo sendiri tidak mau terpancing akan hal itu. "Siapa sih? Mau ngejebak gue apa gimana?" gumam Bejo. Dia pun memastikan kalau benar bukan Mila. Bejo melipir ke dekat tiang penyangga bangunan dan bersandar di sana seraya menghubungi Mila. "Hallo ada apa, Jo?" "Nyonya dimana?" "Toko." "Aman?" "Aman. Kenapa memangnya?" "Oh, nggak kenapa-kenapa. Kalau aman ya baguslah! Ya sudah lanjut ya, Nyonya!" "Eh tunggu, Jo!" "Ada apa, Nyonya?" "Kamu aman?" "Selagi Nyonya aman, saya akan selalu aman," jawab Bejo tetapi dalam hati dia bersorak. "Anjaaayyyy! Sok puitis banget, najis!" "Oh, ya sudah." Entah bagaimana tanggapan Mila saat ini tapi Bejo terpancing ingin kembali bertanya pada wanita itu. "Nyonya aman?" "Kan tadi saya sudah jawab kalau saya aman, Jo." "Bukan situ

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status