Share

Bab 32. Mencari

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-07-03 17:05:28

"Jo kamu ngapain di sana? Nggak belajar? Malah ngelamun aja. Bantu Bibi sini! Bibi mau nyiangin sayuran buat besok," tegur Bibi saat melihatnya berdiam diri duduk di depan pintu samping samping rumah sendirian.

Bejo menoleh melihat Bibi yang tengah mengeluarkan sayuran dari kulkas. Dia pun mendekati dan duduk lesehan menghadap pada ketiga wadah yang ada di sana.

"Nanti aja Bi. Nggak fokus belajar. Mana sini Bejo bantuin! Duh ganteng-ganteng cosplay jadi koki."

"Kamu tuh nggak fokus belaja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Wak Zarie
Top up 1 cerita sudah habis 50rb tapi cerita ga kelar kelar
goodnovel comment avatar
Syakila Kila
busettt iklan nya lama amatt padahal cerita nya bagus, jadi malas baca kamu iklan nya lama
goodnovel comment avatar
Alief Jay
setuju banget
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 446. Kepuasanmu

    "Aku lihat dia membawa wanitanya pulang. Dia sudah membuat hatiku hancur kala itu. Aku marah, aku menegurnya, aku benci dengan apa yang dia lakukan tetapi dia memberikan syarat setelah itu Kak. Dia mengatakan akan meninggalkan semua wanitanya kalau aku mau dijadikan pengganti mereka. Kalau tidak, maka Kak Mila akan tetap diselingkuhi sampai kapanpun karena Kak Mila tidak bisa membuatnya puas. Katanya Kak Mila tidak mau menghangatkan ranjangnya." Kedua mata Mila menatap Saka dengan datar. Benar-benar tidak ada amarah yang keluar dari diri Mila sekalipun telinga Mila panas. Tidak ada sama sekali ocehan yang keluar dari mulut Mila. Mila hanya bungkam dengan kedua mata terus memandang Saka. "Kak aku mohon maafkan aku. Aku tidak ada pilihan lain karena aku tidak suka Kak Saka menggila dengan wanita lain. Aku tidak ingin Kakak terus sakit hati. Aku tidak mau Kakak sampai tau kalau ternyata Kak Saka suka selingkuh. Sebelum Kakak tau, sebelum Kakak menangis melihat Kak Saka membawa wani

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 445. Mengumbar

    "Kenapa jangan? Ini sangat enak, Sayang. Legit sekali! Aku suka. Kamu bagaimana? Suka kan pastinya? Apalagi kalau aku hisap dan gigit kecil. Kamu pasti akan menjerit keenakan, Sayang." Mala menggeleng kepala dan memejam enggan tetapi Saka semakin mendesak, menggesek, dan membuat Mala adem panas. Mala menggigit bibir bawahnya. Kedua mata yang tertutup terlihat gelisah sedangkan Saka semakin gencar membuat Mala tak berdaya. Tangan Mala sudah menolak tetapi tak bisa bebas apalagi Saka semakin tidak karuan gerakannya. Mala dibuat patuh dan tak bisa berkutik. Gerakan Saka yang sangat meresahkan membuat Mala semakin tidak waras saja. "Kak ampun! Jangan begini, Kak! Ingat, Kak Mila! Kalau begini sama saja kita menyakiti Kak Mila. Aku tidak mau, Kak. Aku mohon jangan! Cukup dibatasi saja." "Terus untuk apa kamu mau ikut ke sini kalau tidak ingin bercinta denganku? Jangan mengatakan jika tidak tau, Sayang! Aku tau kamu pasti penasaran dan suka." Mala kembali menggelengkan kepala dan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 444. Kesucian?

    "Kak aku mohon .. Jangan!" Wanita itu membuang muka dengan kedua tangan berpegangan ujung meja. Wanita itu menahan diri tetapi bukan berarti bisa melarikan diri. Saka sudah sangat ingin, pria itu menyeringai kemudian mendekati, mengkukung dan menjatuhkan kecupan di leher putih yang semakin menggiurkan. "Jangan takut! Kamu sudah tau persoalannya bukan? Kamu sendiri yang ingin menggantikan agar aku tidak menyakiti kakakmu. Sekarang, kamu juga harus menggantikan ranjang kakakmu. Kakakmu yang sampai saat ini belum sama sekali melegakanku dengan kehangatan miliknya." "Kak!" pekik Mala. Ya, wanita itu adalah Mala. Mala yang menahan diri agar tidak disentuh tetapi tangan Saka sudah singgah di pangkal Paha Mala. Tangan Saka dengan lembut mengusap tepat di tengah-tengah dan menempatkan jari tengah di tengah belahan yang saat ini begitu nyata setelah Saka menyingkap rok yang Mala kenakan. "Kak Jangan!" Tangan Mala berusaha untuk melepaskan tangan Saka tetapi Saka tidak melewa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 443. Menyerahkan semuanya

    "Jauh ya, Jo?" "Lumayan, Nyonya. Nyonya kalau ngantuk, tidur dulu saja! Nanti kalau sudah sampai, saya bangunin." "Hhmm...." Mila memejamkan kedua mata dan Bejo melihat bagaimana Mila sudah terlelap. Dia tersenyum tipis melihat Mila tidur. "Bisa tidur aja udah syukur. Seenggaknya nggak kurus kering gara-gara banyak pikiran terus nggak bisa tidur." Bejo fokus dengan apa yang ada di hadapannya. Perjalanan malam yang sangat menyita fokusnya. Bejo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang cenderung tinggi. Setengah jalan menuju lokasi, kembali Bejo menerima panggilan dari Edo. "Hallo, Do. Gimana?" "Mampus tuh nenek-nenek. Gue kerjain sampai nggak bisa bangun. Syukur nggak masuk rumah sakit tapi lagi di periksa sama dokter. Bentar lagi juga gila." "Lo apain?" "Pokoknya suka-suka gue. Orang jahat mah udah paling bener dibikin keblinger. Cuma malam ini kayaknya gue tidur sini, Jo." "Bagus deh! Terus kerjain tuh nenek lampir! Balik pagi aja! Nanti gue kasih bonus

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 442. Lancang

    "Sejak kapan?" "Sejak Nyonya meminta perlindungan sama saya. Maaf kalau saya lancang." Mila menutup mulut masih tidak menyangka. Kedua mata wanita itu memandangnya dengan kedua mata memerah. Bejo menarik nafas dalam melihat itu. Dia tidak membela diri. Kalau Mila mau marah pun Bejo tidak akan kecewa. Memang itu sudah menjadi caranya dalam melindungi Mila. "Jo..." Tangan Mila terangkat dan Bejo memejamkan kedua mata. Namun Mila malah memeluknya, Bejo sempat tersentak mendapati itu. Bejo pikir Mila akan menggamparnya ternyata malah mendekap masuk ke pelukan. "Pikiran kamu tuh apa sih? Apa yang ada di Kapala kamu sampai segitunya? Kamu pikir aku nggak malu? Kalau hanya bertengkar terserah tapi kalau apa yang aku lakukan pada Mas Saka, kamu sampai tau ya aku malu, Jo!" protes Mila seraya memukul dada Bejo. "Untung kamu baik, kalau nggak mungkin sudah aku amuk kamu." "Untuk apa malu, Nyonya? Saya juga sudah tau cara Nyonya memuaskan Tuan. Begitu-begitu doang sih. Nggak a

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 441. Memantau

    Bejo benar-benar melacak keberadaan Saka. Kali ini Bejo sudah tak lagi basa basi. Andai pun nantinya dia akan membongkar pada Mila, Bejo tak lagi perduli akan apapun. Sakitnya Mila akan dia tanggung. Sudah cukup dia menutupi selama ini yang akhirnya semakin lama durasi kesakitan yang harus Mila rasakan. Bom waktu sudah saatnya meledak. Muak sudah dia dengan drama rumah tangga majikannya. Belum lagi dengan orang tua yang ikut-ikutan. Melihat air mata Mila yang terus saja mencair membuat Bejo tidak lagi ingin menahan. "Hotel Garuda." "Siapa yang ada di hotel Garuda, Jo?" Sontak Bejo menoleh memandang Mila yang berdiri tak jauh darinya. Padahal tadi ada di kamar sedang beristirahat, mengapa tiba-tiba sudah ada di depan mata? Bejo menelan kasar salivanya. Dia mengulurkan tangan menunjukkan titik dimana Saka berada. "Kamu sedang menyadap ponsel siapa, Jo? Ini ..." "Tuan. Bukan hanya ponselnya saja tetapi mobilnya juga." Kedua alis Mila menukik mendengar itu. Wanita it

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status