ログインUap panas mengepul tipis di atas permukaan air kolam belerang, memantulkan pendar cahaya temaram dari lampion Jepang yang tergantung di sudut dinding batu. Di dalam keheningan kamar VIP privat itu, suara gemercik air berpadu selaras dengan deru napas dua insan yang saling bertaut erat.Amelia memejamkan mata rapat-rapat, kedua lengannya melingkar kuat di leher Joni. Tubuhnya yang mulus kembali seperti semula, tanpa bekas luka sedikit pun berkat rendaman jamu alkimia, bergetar hebat menikmati setiap dorongan lembut namun bertenaga yang diberikan Joni di dalam air hangat.“Mas... ahh... pelan-pelan...” desah Amelia tertahan, suaranya terdengar begitu manja dan penuh penyerahan total.Joni menunduk, menatap wajah ayu wanita di hadapannya yang basah oleh keringat dan cipratan air. Dengan tatapan tajam namun penuh kelembutan, ia memperlambat tempo gerakannya, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Amelia.“Bagaimana rasanya, Amelia? Apakah masih ada rasa sakit di tubuhmu?” bisik Joni seraya
Di tempat yang berbeda, di dalam ruang kerja CEO yang mewah di lantai paling atas gedung Aetheria Pharma, suasana malam dipenuhi aroma parfum mahal dan ketamakan yang nyata.Mona tampak bergelantungan manja di leher David. Wanita berparas menarik itu melingkarkan kedua lengannya erat-erat, mengerlingkan mata genitnya sambil mendesah lembut menggoda sang pengusaha tambun.“Mas David sayang... Bukankah sudah waktunya kau membuktikan cintamu padaku?” bisik Mona manja, jemari lentiknya mempermainkan kerah kemeja David. “Berikan padaku kuasa penuh untuk memegang seluruh operasional Aetheria Pharma... jabatan direktur yang dulu dipegang oleh wanita bodoh itu.”David tersenyum lebar, matanya menyipit penuh nafsu menatap lekuk tubuh Mona yang menempel di dadanya. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangguk puas.“Tentu saja, Sayang... Apasih yang tidak buat wanita tercantik seperti kamu?” ujar David dengan nada angkuh. “Tapi, kau tahu syaratnya, kan? Sebelum surat keputusan itu kutandatangani s
Zzz...Tepat di saat kepulan asap hitam legam dari telapak tangan sang tetua berjubah hitam meluncur deras mengancam dadanya, alarm peringatan darurat berbunyi nyaring di dalam pelupuk mata Joni.Ding![Sistem Master Alkimia - Peringatan Darurat!][Terdeteksi Serangan Fatal dari Praktisi Bela Diri Tingkat Tinggi!][Peringatan: Kapasitas fisik tubuh saat ini belum sepenuhnya matang untuk menghadapi pertarungan murni melawan pendekar profesional secara mandiri!][Opsi Darurat Tersedia: Aktifkan Mode Kombat Otomatis? (Sistem akan mengambil alih kesadaran, refleks, dan seluruh gerakan fisik Master).]Joni bukanlah tipe pria bodoh yang keras kepala mempertaruhkan nyawa di saat yang tidak tepat. Ia sangat paham batas kemampuan raganya saat ini. Sebagai seorang peracik alkimia yang fokus mengembangkan energi dantian dan resep jamu, ia memang masih harus banyak belajar dalam hal teknik bertempur langsung.Tanpa ragu-ragu dan tanpa membuang waktu sepersekian detik pun, Joni membuat keputusan
Kurang dari lima menit sejak taksi yang ditumpanginya berhenti di pelataran luar, Joni akhirnya tiba di depan pintu besi berkarat gudang terbengkalai.Meski badai amarah yang luar biasa hebat bergolak menghancurkan isi dadanya, raut wajah Joni tetap menampilkan ketenangan yang amat dingin. Tiada kepanikan di sana, hanya menyisakan aura kematian yang begitu pekat.Brak!Pintu besi itu ditendang hancur hingga lepas dari engselnya, berdebam keras menghantam lantai semen.Di dalam ruangan remang-remang yang diterangi satu bohlam gantung, Amelia mengangkat kepalanya dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Begitu melihat sosok tegap Joni berdiri di ambang pintu, binar kebahagiaan dan kelegaan yang luar biasa meledak di dada wanita itu. Namun, di saat yang sama, teror ketakutan yang mencekam langsung merayap di wajahnya.“M-Mas Joni...!” teriak Amelia parau, air matanya menetes deras. Ia menggelengkan kepala dengan panik. “Jangan ke sini! Cepat pergi! Ini jebakan! Jangan biarkan dirimu tertangkap
Aura membunuh yang pekat memancar dari sekujur tubuh Joni.Tanpa membangunkan Anita yang masih terlelap pulas akibat kelelahan usai pergumulan panjang, Joni lekas mengenakan kembali pakaian hitamnya. Gerakannya secepat kilat, didorong oleh amarah membara yang mencabik-cabik dadanya. Joni bergegas meninggalkan kamar hotel, melangkah cepat menuju lokasi gudang terbengkalai di pinggiran kota yang teracak dari jejak transmisi sinyal video tersebut.Ini benar-benar di luar dugaan.Joni mengira Amelia akan berhasil melewati proses sidang perceraian di pengadilan agama tanpa kendala berarti. Ditambah lagi dengan dana investasi sepuluh miliar rupiah dari Keluarga Liong dan Keluarga Bram yang baru saja mereka amankan, Joni sangat yakin seluruh utang keluarga Wijaya bisa dilunasi dalam waktu singkat. Namun, siapa sangka Amelia justru berakhir dalam situasi setragis ini.Membayangkan tubuh indah wanita yang sudah menjadi miliknya itu disiksa dan diraba oleh pria-pria kekar suruhan musuh, dad
Usai kepergian rombongan keluarga Wiguna yang membawa sisa rasa geram dan ancaman kosong, suasana di dalam ruang meeting lantai lima Hotel Dahlia kembali mencair. Anita dengan profesionalisme dan senyum hangatnya, langsung mengambil alih kendali pertemuan.“Mari kita lupakan gangguan kecil tadi, Tuan-tuan,” ucap Anita ramah seraya merapikan berkas di atas meja. “Sekarang, mari kita lanjutkan pembahasan inti kerja sama kita.”Anita berdiri, lalu melangkah ke depan layar proyektor. Ia kembali mendemonstrasikan keunggulan produk andalan Joni. Kali ini, ia menjelaskan secara rinci efek kombinasi murni antara Jamu Pembalik Waktu Ranjang dan Jamu Raja Perkasa.“Seperti yang perwakilan Keluarga Liong ketahui, esensi pengobatan herbal tradisional Tiongkok selalu berfokus pada aliran energi Qi dan keseimbangan Yin-Yang,” papar Anita lancar. “Jamu racikan Master Joni ini bekerja secara instan. Apabila pasangan langsung melakukan hubungan badan sesaat setelah meminum kombinasi kedua jamu terse







