Share

Bab 213 Tuduhan Rosa

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-05-09 23:50:33

“Dipecat? Pak, anda tidak bisa memecat saya begitu saja. Saya—”

Belum selesai Bimo bicara, Sambungan teleponnya tiba-tiba dimatikan begitu saja.

“Halo? Halo? Pak Rangga?” Bimo berusaha kembali menelpon Pak Rangga, namun panggilan teleponnya selalu keluar. Sepertinya Pak Rangga sudah memblokir nomornya.

“Semua ini gara-gara pria tua bangka bajingan itu! Dia telah menghancurkan semuanya!” teriak Bimo frustasi seraya meremas rambutnya sendiri dan menendang sel tahanan berulang kali.

Bimo akhir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
bukanya bantuin, biar Bimo sama mama mayang cepet bebas malah ngamok"
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
cuma memperburuk keadaan kalau ada Rosa
goodnovel comment avatar
Wienovel
sabar kak ros....jgn nyerocos trs dong...dengerin dlu ceritanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 333 Bantuan Angel dan Baskoro

    “Vanya?! Apa kamu mendengarku disana?! Apa yang terjadi?” tanya Bimo khawatir karena Vanya tak lekas menjawab pertanyaannya. “Maaf menunggu lama Mas Bimo, tadi aku membersihkan pecahan gelas di dapur karena disenggol oleh kucing tetangga,” jawab Vanya di ujung sana. Bimo perlahan menghembuskan nafas lega. Dia kemudian masuk ke dalam mobil agar tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka. “Vanya apa maksudmu tadi. Apa yang akan terjadi pada Baby Juno jika kita tidak menemukannya dalam waktu dekat?” tanya Bimo penasaran. “Jika dalam waktu tiga hari setelah kebangkitannya dia tidak mendapatkan penawar darah dari inang aslinya—yaitu kamu, Mas—maka sel-sel monsternya akan memakan seluruh sisa kemanusiaannya! Serum yang kita berikan waktu itu membuatnya menjadi semakin kuat,” jelas Vanya panjang lebar. ​”Dia tidak akan pernah bisa kembali menjadi bayi normal lagi. Dia akan tumbuh menjadi monster seutuhnya yang dikendalikan oleh insting membunuh!” lanjut Vanya dengan nada suara ber

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 322 Kemarahan Bu Arini

    “Bu Arini!” pekik Bimo saat melihat Bu Arini jatuh pingsan tak sadarkan diri di bawah lantai. Dia dengan cepat bersimpuh dan menepuk-nepuk pipi wanita itu berkali-kali untuk membangunkannya. “Bu Arini, bangun Bu!” Karena tidak kunjung sadar, Bimo akhirnya menggendong Bu Arini ala bidal dan merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan hati-hati. “Maafkan aku, Bu Arini. Aku berjanji akan mencari Juno sampai ketemu,”gumamnya menyesal karena tidak dapat membawa Baby Juno pulang bersamanya. ***Bu Arini dan Pak Rangga sudah melaporkan kehilangan Baby Juno ke Polisi. Tim gabungan kepolisian dan tim SAR langsung bergerak menyisir sungai di bawah jembatan layang untuk mencarinya. Namun sampai saat ini, Baby Juno tidak ditemukan. Bimo ditetapkan sebagai saksi dan diinterogasi oleh pihak kepolisian hari ini untuk dimintai keterangan. “Pak Bimo, kenapa Anda bisa berada di ruangan Baby Juno pada malam Jumat tanggal 4 Juni 2026 pukul 21.05 WiB di Rumah Sakit Kasih Bunda?” tanya Polisi itu seray

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 321 Mengejar Baby Juno

    Bimo terpaksa menaiki sepeda yang terparkir di dekat pos Rumah Sakit untuk mengejar Baby Juno. Dia mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga dan melewati beberapa kendaraan yang ada di depannya. Sayangnya tiba-tiba saja lampu lalu lintas berubah menjadi merah di perempatan jalan. Mobil pikap yang membawa Baby Juno sudah lebih dulu melaju kencang ke depan. Dia langsung menerobos lampu merah, memanfaatkan celah sempit di antara deretan motor dan mobil yang lewat di depannya. ​Tiit! Tiit!“Woi! Cari mati kamu, ya?!” teriak salah seorang pengendara motor dengan emosi karena jalurnya dipotong.​Bimo sama sekali tidak memperdulikan makiannya. Kedua matanya terus fokus melihat lampu belakang mobil pikap yang kian menjauh menuju ke arah jembatan layang. Jalanan menanjak yang cukup curam itu membuatnya kesulitan mengayuh sepedanya. ​Namun, Bimo enggan menyerah. Dia terus mengayuh sepeda itu dengan sekuat tenaga, melawan gravitasi di tanjakan curam tersebut. Otot-otot kakinya menegang keras, m

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 320 Baby Monster

    Bimo masih membeku di tempatnya saat melihat kondisi Baby Juno. “Bukankah dia dilahirkan dengan normal? Kenapa sekarang tubuhnya berubah menjadi seperti ini?” batinnya syok saat melihat seluruh tubuh Baby Juno dipenuhi urat-urat kehitaman sama seperti saat dirinya dirasuki oleh monster racun Gaharu Hitam. Tiba-tiba saja pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang dari luar. Bimo reflek menoleh ke belakang dan melihat Pak Rangga berdiri di ambang pintu dan menatapnya tajam. “Bimo, ngapain kamu disini?!”tanya Pak Rangga dengan wajah merah padam. Mantan Bosnya itu melangkah lebar menuju ke arahnya dan langsung mencengkram kerah bajunya Bimo ke atas.” Jawab pertanyaanku! Apa yang kamu lakukan disini?! Apa kamu mencoba berbuat macam-macam pada anakku?!” “Tenang Pak Rangga, anak itu adalah anakku juga. Mana mungkin aku berbuat macam-macam padanya. Aku hanya ingin melihat keadaannya saja. Apa yang terjadi padanya?” tanya Bimo penasaran. Pak Rangga sontak melepaskan cengkramannya

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 319 Kabar Buruk Dari Anto

    “Ada apa dengan bayinya? Apa bayinya itu bermasalah lagi?” batinnya berdebar-debar. “Ada apa Bimo? Siapa yang kirim pesan?” tanya Mayang membuat Bimo tersadar dari lamunannya. Bimo buru-buru menatap layar ponselnya.”Bukan apa-apa Ma. Cuma soal kerjaan.” “Kerjaan? Apa Cafe sedang dalam masalah?” tanya Mayang khawatir. “Nggak kok Ma. Cafe kita lancar-lancar saja kok. Tadi Edi ngabarin kalau mesin giling kopi yang aku pesan 3 hari yang lalu sudah sampai di Cafe,” jawab Bimo tak sepenuhnya berbohong karena dia memang memesan mesin giling kopi beberapa hari yang lalu. Kening Mayang mengernyit heran.”Mesin giling kopi? Untuk apa kamu membelinya, Bimo?” “Aku rencananya ingin belajar menggiling kopi dan meraciknya sendiri. Karena peminat kopi kita banyak disukai oleh pelanggan, aku tiba-tiba kepikiran buat menjual versi sachetnya,” jawab Bimo mulai menceritakan ide bisnisnya kepada Mayang. ​”Ya ampun, Bimo... itu benar-benar ide yang brilian!” puji Mayang seraya mengusap le

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 318 Hadiah Dari Bimo

    Rosa terlihat tercengang saat mendengarnya. Sedetik kemudian, wanita itu tertawa meremehkannya.”Ahahhahaha, emangnya kamu berani memperlihatkan rekaman itu ke Sella? Yang ada kamu malah akan diceraikan oleh dia ahahahaha!” Bimo tersenyum smirk seraya kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku celana miliknya.”Sella mungkin saja menceraikan aku. Tapi ingat… dia dan Mama bisa menendangmu kapan saja dari rumah ini begitu mendengar rekaman tadi.” Ekspresi wajah Rosa mendadak berubah menjadi pucat pasi.”Beraninya kamu mengancamku! Dasar pria brengsek! Hapus rekaman itu sekarang juga!” Bimo terkekeh pelan. “Tenang saja… jangan takut Kak Rosa. Rekaman tadi tidak akan aku beritahu ke siapapun asal Kakak selalu siap jika aku genjot. Yasudah aku mau siap-siap dulu.” Belum sempat Rosa melayangkan protes, Bimo sudah lebih dulu berbalik kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap bekerja dan mengurungkan niatnya untuk mengambil minum karena waktunya sudah tidak keburu lagi. *** Kondisi May

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status