Compartilhar

Bab 561

Autor: Sora Archery
last update Data de publicação: 2026-09-12 16:12:39

Si gondrong menepuk pelan bahunya Bimo. “Bim, liat apaan sih? Ayo kita makan dulu. Nanti keburu habis dimakan sama yang lain.”

Bimo sedikit tersentak dari lamunannya. “Ah, maaf. Ayo kita makan dulu.”

Bimo, si gondrong dan si cupu ikut mendekat ke arah meja panjang yang dipenuhi dengan banyak makanan. Para tahanan yang lain memakan makanan mereka dengan sangat rakus.

Bimo sebenarnya tidak berselera untuk makan, namun dia harus mengisi perutnya agar tidak pingsan saat akan bertarung nanti. Dia m
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (12)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
game ny bikin jantungan
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
saking kangen nya Bimo mimpi mama mayang. semoga kalian segera bertemu
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
semoga kamu bisa menepati janjimu Bim
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 563 Siapa Yang Membuntingi Dian

    Hari yang dinantikan oleh Bimo telah tiba. Akhirnya sebentar lagi dia akan melihat keluarganya sejenak. “Tahanan 001, waktumu hanya 10 menit,” panggil Bu Maya seraya membuka pintu sebuah ruangan.Tanpa banyak bicara, Bimo langsung masuk ke dalam ruangan gelap itu. Ada seberkas cahaya putih yang memancar dari sebuah layar berukuran 150x150. Setelah pintunya tertutup rapat, Bimo menduduki sofa empuk yang ada disana. Layar tersebut mulai berputar menampilkan potongan video kediaman rumahnya.Disana Bimo terbelalak saat melihat Lilis dan Dian bunting berjamaah. “Loh siapa yang membuntingi Dian?!” serunya kaget dengan mata terbelalak. Seingatnya Dian selalu pakai KB. Kenapa Dian bisa bunting? Apa mungkin kebobolan?Tak lama kemudian, terlihat Kenzo yang tampak tampan dan dewasa mengenakan setelan kantor datang mendekati kedua wanita itu dan memberikan ciuman di pipi mereka masing-masing.“Sayang-sayangku. Jaga anak kita ya. Aku harus berangkat ke pabrik sekarang,” ucap Kenzo begitu mani

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 562

    Bimo memejamkan kedua matanya dengan erat saat tebasan tak kasat mata itu menuju ke arahnya. Namun, si gondrong dengan cepat berdiri di hadapannya dan menahan tebasan itu dengan menggunakan sebuah rantai besi tua. Kaki si gondrong sedikit bergeser ke belakang karena sudah tidak kuat lagi menahan dorongan makhluk tak kasat di depannya.“Bimo!! Cepat lakukan sesuatu! Aku sudah tidak bisa menahannya terlalu lama!” teriak si gondrong dengan keringat bercucuran yang membasahi seluruh tubuhnya. Rahangnya mengeras dan urat-urat wajahnya juga keluar.Tangannya tak sengaja meraba pasir di bawahnya. Tanpa ragu, Bimo menggenggam pasir itu dalam sekepalan tangan lalu melemparkannya tepat ke arah makhluk tak kasat mata yang ada di depan si gondrong.SRAK!! Pasir itu mengenai tubuh sesosok monster bertubuh raksasa dan memiliki dua tanduk yang sangat besar di atas kepalanya seperti seekor banteng. Mata makhluk itu menyala merah dan menggeram seolah siap untuk kembali menerkamnya.“AHKKK!!” teriak s

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 561

    Si gondrong menepuk pelan bahunya Bimo. “Bim, liat apaan sih? Ayo kita makan dulu. Nanti keburu habis dimakan sama yang lain.”Bimo sedikit tersentak dari lamunannya. “Ah, maaf. Ayo kita makan dulu.” Bimo, si gondrong dan si cupu ikut mendekat ke arah meja panjang yang dipenuhi dengan banyak makanan. Para tahanan yang lain memakan makanan mereka dengan sangat rakus.Bimo sebenarnya tidak berselera untuk makan, namun dia harus mengisi perutnya agar tidak pingsan saat akan bertarung nanti. Dia merasa firasatnya tidak enak, lawannya tidak mungkin orang yang ‘biasa-biasa’ saja. Si cupu dan si gondrong juga ikut makan di sampingnya seperti orang yang tidak makan selama seminggu. Si cupu sampai keselek biji rambutan gara-gara terlalu bersemangat makannya sampai terbatuk-batuk.“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” “Pu, makannya pelan-pelan aja nanti kalau kamu mati keselek kan gak lucu,” ucap si gondrong sambil menepuk-nepuk punggungnya si cupu yang lagi keselek. Biji rambutan itu akhirnya keluar dan meng

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 560

    “Bimo!! Awasss!!” teriak si cupu ketakutan sambil memejamkan kedua matanya.Bimo reflek melompat ke samping untuk menghindar, akan tetapi jarak mereka terlalu dekat hingga pisau itu berhasil menggores lengan kirinya.“AHKK!!” ringis Bimo kesakitan hingga darah mengucur keluar membasahi bajunya.“Matilah kau, Bangsat!” seru Big Dragon seraya kembali mengarahkan pisaunya dan berniat ingin menusuk dada Bimo.“Jangan sentuh dia!” si gondrong melompat dari samping dan melayangkan tendangan lurus tepat ke wajah Big Dragon.BUG!!“AHKK!!” teriak Big Dragon kesakitan dan terjatuh ke bawah lantai yang penuh dengan noda darah.Pisau yang ada di tangan pria gemuk itu terlepas dan terlempar jauh, di bawah kerumunan tahanan lain yang sedang saling membantai satu sama lain. TIT! TIT! TIT! Layar raksasa di atas aula tersebut berbunyi keras, Bimo melihat waktunya yang tersisa hanya tinggal 30 detik lagi disana.Di ujung ruangan, lima puluh kapsul yang terbuat dari kaca tebal mulai terangkat naik

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 559

    Si cupu menggelengkan kepalanya berkali-kali dengan berlinang air mata sambil memegang tangan erat pria tua itu. ”T-tidak! Kami tidak akan meninggalkan Kakek disini. Aku akan menggendong Kakek. Ayo.” Kakek Sugi menggeleng lemah.”Kakek sudah tua. Sudah tidak kuat untuk berlari lagi. Berjanjilah pada Kakek kalau kalian harus bertahan hidup.” Setelah mengatakan hal itu Kakek Sugi mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya dan memberikannya kepada Bimo. Itu adalah sebuah kompas jadul berwarna perak peninggalan keluarganya.“Dulu kakekku memberikan kompas ini padaku saat aku berusia 5 tahun saat kami sedang berlayar dan menikmati matahari terbenam di pantai Bali. Kompas ini membawa keberuntungan. Ambillah,” ucap Kakek Sugi seraya menaruh kompas itu tepat di atas telapak tangan Bimo.Bimo menerima kompas itu dengan mata berkaca-kaca. “Kami tidak mungkin meninggalkan dirimu begitu saja di tempat ini. Ingat, kita adalah keluarga. Sudah seharusnya keluarga saling menjaga.” Kedua mata Kakek Sugi

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 558 Tinggalkan Aku

    Peluru terakhir yang dimiliki Bimo langsung menghantam tepat di tengah panel elektronik pintu Sektor Barat. Sistem pengunci yang rusak mendadak korsleting sebelum akhirnya pintu besi itu sedikit terbuka.”Pintunya terbuka! Cepat masuk!” teriak si gondrong kegirangan seraya menarik pintu itu selebar mungkin, lalu mendorong Kakek Sugi dan si cupu masuk ke dalam lorong.KREEKKK!!Baut penyangga tangga besi di bawah kaki tiba-tiba Bimo terlepas. Tangga itu mendadak anjlok miring ke bawah, membuat Bimo tergelincir dan hampir jatuh meluncur ke lautan api.”Bimo!” teriak si gondrong panik seraya mengulurkan tangannya kepada Bimo.Bimo melompat seraya menggapai ujung lantai lorong Sektor Barat tepat saat tangga besi itu jatuh ke bawah bersama dua ekor semut raksasa yang sedari tadi mengincarnya. Si gondrong dan si cupu dengan cepat menarik tubuh Bimo masuk sebelum menendang pintu besi itu hingga terkunci rapat kembali.BRAK! BOOOMM!Terdengar guncangan dan ledakan yang hebat begitu pintu itu

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status