/ Urban / Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi / Bab 61 Kedatangan Sella dan Shawn

공유

Bab 61 Kedatangan Sella dan Shawn

작가: Sora Archery
last update 게시일: 2026-03-22 23:34:33
Shawn tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun meski Bimo membentaknya dengan penuh amarah. Sebaliknya, pria Negro itu melangkah maju dengan santai.

​"Tenanglah, Bimo. Aku datang kemari hanya ingin menjengukmu," ucap Shawn dengan nada rendah yang terdengar tenang namun tetap terasa angkuh.

​Sella segera mendekat ke sisi ranjang Bimo, tangannya gemetar saat mencoba menyentuh lengan suaminya. "Mas... Shawn datang ke sini bukan untuk berantem lagi. Dia... dia ingin minta maaf atas kejadian tad
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (13)
goodnovel comment avatar
ida sari
siapa yg datang tuh ,klu dia liat apa ga kaget coba .
goodnovel comment avatar
Ahmad Rafi
yanto yang datang
goodnovel comment avatar
Ahmad Rafi
yang datang rt
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 568 Panjang dan Besar

    “M-ma?! Apa maksud Mama?! Aku ini Bimo Ma! Apa Mama tidak mengingatku sama sekali?!” tanya Bimo seraya mencengkram kedua bahu mama mertuanya dari balik pagar besi.Tangan Bimo langsung dipukul oleh salah satu satpam dengan kuat. “Hei jangan sembarangan menyentuh Nyonya kami!! Pergi dari tempat ini!!” “Ahhkk!!” Bimo menarik kembali tangannya seraya meringis kesakitan.“Tono, jangan berbuat kasar padanya. Kasihan dia,” tegur Mayang pada satpam bernama Tono itu.Tono buru-buru menundukkan kepalanya ke bawah. “Maafkan kelancangan saya Nyonya.” “Ada ribut-ribut apa ini sih? Berisik banget?” tanya Sella tiba-tiba muncul dari belakang dan melipat kedua tangan di dada. Mata istrinya itu menatap Bimo dari atas sampai ke bawah dengan ekspresi jijik dan reflek menutup hidungnya. “Iuhh!! Siapa sih gembel miskin ini! Tono!! Toni!! Kalian ngapain aja sih disini?! Usir gelandangan ini sekarang juga!!” “I-iya Nyonya!!” sahut Tono dan Toni. Namun, belum sempat mereka akan mengusir Bimo, Mayang sud

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 567 Bimo Kembali

    Baru saja Bimo akan melangkah keluar, tiba-tiba saja si gondrong mengambil besi tajam yang tergeletak di atas papan catur lalu menusuk perutnya sendiri di hadapan Bimo. CRRRT!! “Gondrong!! Apa yang kamu lakukan?!” pekik Bimo dengan mata terbelalak tak percaya. Si gondrong langsung jatuh ambruk dengan mulut mengeluarkan darah segar yang cukup banyak. Bimo segera menghampiri si gondrong dan memapah kepala pria itu atas pahanya dengan mata berkaca-kaca. “B-Bimo….m-maaf. A-aku tidak bisa membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri. A-aku juga sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Tidak ada satupun orang yang akan merindukan aku…t-tapi kamu masih memiliki keluarga. Kamu harus kembali Bimo,” ucap si gondrong dengan susah payah. Bimo tak dapat menahan air mata saat nyawa teman satu selnya itu berada di ujung tanduk. “Kamu harus bertahan gondrong. Kamu sangat berarti untukku, kamu adalah keluargaku.” Si gondrong berusaha tersenyum sambil menggenggam erat tangan Bimo. “

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 566 Air Susu Dibalas Air Tuba

    “Gondrong, bawa si cupu melompat ke petak F3! Sekarang!” perintah Bimo dengan nada lantang.Tanpa banyak membuang banyak waktu, si gondrong langsung mencengkram lengan si cupu dan menyeretnya melompat jauh ke petak F3. Di saat yang sama, pria berotot di petak C3 terbelalak saat melihat patung Kuda berukuran besar itu meluncur ke arahnya, pria itu nekat melompat menerobos garis petak D1 demi menyelamatkan diri.”Untung selamat,” batin si pria berotot.Bimo yang masih berdiri di tempatnya langsung memutar tubuhnya dan memberikan tendangan keras tepat ke dada pria berotot tersebut di udara.BUG!! ”AHKKK!!”Pria berotot itu terpental ke belakang hingga tubuhnya terbanting keras tepat di atas petak C3. Belum sempat untuk bangkit, patung Kuda besi meluncur sangat cepat dan menghantam tubuhnya hingga terlindas.KRASSS!! Darah pria itu menyiprat deras membasahi lantai catur. Suara remukan tulang terdengar nyaring di telinga mereka. Bimo dengan cepat melompat menyamping melintasi jalur p

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 565 Permainan Catur

    Musik instrumen terdengar jelas dari pengeras suara dan memenuhi seluruh ruangan aula. Suara detak jarum jam digital berukuran raksasa di atas tribun mulai berhitung mundur 30 menit dari sekarang.“Bimo! Mereka berdua mulai bergerak!” tunjuk si gondrong seraya menunjuk ke arah dua tahanan yang sempat memberikan tatapan permusuhan pada mereka bertiga.Dua tahanan tersebut melangkah cepat memasuki papan catur, mengambil posisi di petak hitam nomor C3 dan C4. Pria berotot dengan bekas luka melintang di pipi menoleh ke arah Bimo, menyeringai penuh ancaman sambil membuat gerakan memotong leher dengan jarinya.“Kalian bertiga ambil petak di depan kami kalau berani! Kita lihat siapa yang bakal duluan dilindas patung-patung ini. Ahahahaha!” tantang pria berotot itu sambil tertawa terbahak-bahak.Kedua lutut si cupu terlihat gemetar. “B-Bimo, petak mana yang aman? A-aku tidak mau mati Bimo…” Bimo tak menyahut gertakan pria berotot itu.. Matanya bergerak cepat menatap petak papan catur itu sec

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 564 Permainan Terakhir

    Kesadaran Bimo langsung pulih begitu Bu Maya melepaskan hisapannya di bawah sana. Dia dengan cepat menarik celananya ke atas.“Maaf tidak seharusnya kita melakukan hal ini,” ucap Bimo merasa bersalah karena sudah membayangkan Bu Maya sebagai Mayang, mama mertuanya. Meskipun wajah mereka sama, tapi tetap saja mereka adalah orang yang berbeda.“Why? Apakah ada wanita lain dihatimu tahanan 001?” tanya Bu Maya dengan nada bergetar, menahan air matanya.“Iya,” jawab Bimo jujur. “Dan wajah kalian sangat mirip.” Bu Maya mengangkat wajahnya yang terlihat memerah. “So, kenapa kamu tidak anggap aku adalah wanita itu? Dia mungkin sudah melupakanmu tahanan 001. Meskipun nanti kamu berhasil mendapatkan kebebasan, bukan berarti kamu bisa kembali ke keluargamu lagi!”Kening Bimo mengernyit saat mendengarnya. “Apa maksudmu?” Sebelum Bu Maya sempat menjawabnya, terdengar suara ketukan pintu yang amat keras mengejutkan mereka berdua.TOK! TOK! TOK! “Tahanan 001?! Apa Anda ada di dalam?! Cepat keluar

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 563 Siapa Yang Membuntingi Dian

    Hari yang dinantikan oleh Bimo telah tiba. Akhirnya sebentar lagi dia akan melihat keluarganya sejenak. “Tahanan 001, waktumu hanya 10 menit,” panggil Bu Maya seraya membuka pintu sebuah ruangan.Tanpa banyak bicara, Bimo langsung masuk ke dalam ruangan gelap itu. Ada seberkas cahaya putih yang memancar dari sebuah layar berukuran 150x150. Setelah pintunya tertutup rapat, Bimo menduduki sofa empuk yang ada disana. Layar tersebut mulai berputar menampilkan potongan video kediaman rumahnya.Disana Bimo terbelalak saat melihat Lilis dan Dian bunting berjamaah. “Loh siapa yang membuntingi Dian?!” serunya kaget dengan mata terbelalak. Seingatnya Dian selalu pakai KB. Kenapa Dian bisa bunting? Apa mungkin kebobolan?Tak lama kemudian, terlihat Kenzo yang tampak tampan dan dewasa mengenakan setelan kantor datang mendekati kedua wanita itu dan memberikan ciuman di pipi mereka masing-masing.“Sayang-sayangku. Jaga anak kita ya. Aku harus berangkat ke pabrik sekarang,” ucap Kenzo begitu mani

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status