Home / Zaman Kuno / Takdir Kedua Sang Putri Mahkota / Bab 86. Pola yang Terlalu Rapi.

Share

Bab 86. Pola yang Terlalu Rapi.

Author: Ine Time
last update publish date: 2026-07-19 20:00:36

Senja sudah lama lewat ketika langkah Liu Li memasuki sayap paviliun Putra Mahkota. Langit di luar masih menyisakan warna gelap kebiruan, tetapi di dalam kompleks, malam telah lebih dulu turun.

Lampu-lampu minyak digantung di sepanjang lorong, cahayanya bergetar pelan setiap kali angin menyusup dari sela-sela kisi kayu.

Bayangan tiang dan ukiran dinding memanjang di lantai batu, membentuk garis-garis gelap yang saling bersilangan.

Beberapa pelayan tampak berlalu-lal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 104. Menyusun Perangkap.

    Shen Mo duduk di belakang meja, satu tangan menopang pelipisnya, sementara di depannya beberapa laporan terbuka.Yu Hao berdiri di sisi kanan, menjelaskan sesuatu dengan suara rendah, dan Shan Liang berdiri tidak jauh dari pintu.“Pergerakannya lebih hati-hati,” ujar Yu Hao pelan. “Sejak dua hari terakhir, dia tidak lagi muncul di kediaman ini.”“Apa dia kembali ke kediaman ayahku?” tanya Shen Mo tanpa mengangkat kepala.“Hamba rasa tidak, Yang Mulia.”“Pangeran Yuze tidak mengatakan apa-apa soal itu,” tambah Shan Liang.“Yuze. Di mana dia?”“Yang Mulia Pangeran Kedua sedang memantau pengiriman pasokan logistik menuju perbatasan utara bersama Jenderal Wei. Mungkin, lusa nanti mereka sudah kembali.”Shen Mo mengangguk. Belum sempat pembicaraan itu berlanjut, ketukan pelan terdengar di pintu.“Masuk.”Pintu terbuka. Song Nan masuk dengan kepala tertunduk, membawa ember kecil dan kain lap.

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 103. Jejak di Atas Meja.

    Pintu paviliun kayu yang berat itu terbuka tanpa suara. Xiwu melangkah masuk, awalnya berniat mencari Shen Mo untuk membicarakan sesuatu yang mendesak. Cahaya sore yang masuk dari jendela-jendela tinggi menerangi debu yang menari di udara, memperlihatkan tata letak paviliun yang luas dan maskulin. Langkah Xiwu terhenti seketika. Di sana, di balik meja kerja besar milik Shen Mo yang penuh dengan gulungan dokumen militer, berdiri seorang pelayan lelaki berpakaian abu-abu sederhana. Tangannya terlihat sedang membolak-balik sebuah buku tua yang tebal. Buku yang Xiwu tahu adalah catatan pribadi Shen Mo tentang taktik perang dan jalur logistik. Begitu mendengar derit halus pintu, pelayan tersentak. Dengan gerakan yang sangat cepat, tetapi berusaha terlihat luwes, ia menggeser buku itu ke posisi semula, lalu segera mengambil kain lap dari pinggangnya. “Salam hormat, Yang Mulia Putri Mahkota,” sapanya

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 102. Memasang Jaring.

    Pintu ditutup rapat, tirai ditarik sebagian, menyisakan cahaya sore yang masuk redup dan jatuh di tengah ruangan. Di sana, mereka berkumpul. Formasi lengkap. Shen Mo di kursinya, Xiwu di sisi tidak jauh darinya, sementara yang lain berdiri membentuk lingkaran kecil yang terasa lebih seperti ruang perundingan daripada pertemuan biasa. Wei Kang berdiri paling depan. Shen Mo menatapnya sejenak sebelum bertanya, nada suaranya kembali datar, jauh dari sikap santai beberapa waktu lalu. “Bagaimana kabarmu?” Wei Kang menunduk hormat. “Baik, Yang Mulia.” Xiwu yang duduk di samping hanya melirik sekilas, lalu tersenyum tipis. Perhatian kecil pada Wei Kang cukup menggambarkan penyesalan suaminya. Shen Mo tidak berlama-lama di sana. Pandangannya bergeser ke meja. Kertas-kertas itu terhampar di atasnya. “Kita kembali ke urusan pelayan itu,” ujarnya tenang. “Apa yang kalian piki

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 101. Kegilaan yang Membara.

    “Ya sudah, lanjutkan saja,” ucap Yuze sambil melambaikan tangan dengan gerakan pasrah. “Lanjutkan saja urusan yang ‘belum selesai’ itu.”Xiwu semakin menenggelamkan wajahnya di dada Shen Mo, bahunya sedikit bergetar karena menahan tawa.“Dan kertas-kertas ini,” Yuze menunjuk ke lantai dengan ujung sepatunya, “aku harap besok pagi mereka sudah kembali ke atas meja dalam keadaan bersih, tanpa tambahan noda apa pun. Terutama noda perona bibir.”“Keluar, Yuze,” perintah Shen Mo tenang.“Tentu! Aku keluar! Aku benar-benar keluar!” Yuze berbalik, berjalan menuju pintu dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan. “Lain kali, aku akan membawa genta besar sebelum masuk ke paviliun ini agar tidak perlu melihat pemandangan yang merusak pertumbuhan mentalku!”Pintu tertutup dengan bantingan yang cukup keras, menyisakan keheningan yang mendadak terasa pekat di dalam ruangan.Shen Mo menghela napas, akhirnya ia bisa melemaskan bahunya yang

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 100. Noda Merah di Wajah Sang Pangeran Mahkota.

    Xiwu duduk di sisi meja, cukup dekat dengan Shen Mo.Di tangannya, beberapa lembar catatan yang sudah ia susun rapi. Nama-nama pelayan, tanggal keluar masuk, serta asal penugasan mereka.“Ini yang bisa Liu Li kumpulkan,” ucap Xiwu, “pola pergantiannya memang tidak wajar. Terutama di paviliunmu.”Shen Mo mendengarkan. Pembahasan ini sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan Yu Hao, tetapi cara Xiwu menyusun ulang lembaran kertas itu membuat segalanya tampak lebih jelas.“Nama ini,” lanjut Xiwu sambil menunjuk salah satu bagian, “muncul di setiap pergantian. Tugasnya selalu berubah. Kadang di taman, kadang di dapur, lalu tiba-tiba berada di kamar pribadimu.”Ia berhenti sejenak, memberi waktu Shen Mo mencerna.“Tidak ada pelayan dengan tugas yang terus berubah-ubah seperti dia.”Shen Mo mengangguk pelan, matanya masih tertuju pada kertas di tangan Xiwu, tetapi perhatiannya tidak sepenuhnya di sana.Tanpa sadar, tan

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 99. Siksaan Indah Untuk Pangeran Mahkota.

    Shen Mo tersentak bangun sepenuhnya. Mata gelapnya langsung terbuka lebar, dan napasnya tertahan saat merasakan berat tubuh Xiwu menekan pusat sensasinya.Di bawah bokong Xiwu, sesuatu yang tertidur lelap tiba-tiba terbangun dengan sentakan keras. Menegang dengan cepat menuntut perhatian.“Xiwu.”Xiwu mengalungkan kedua lengannya di leher Shen Mo, membiarkan tubuh mereka menempel tanpa celah. “Kau sudah bangun?”Shen Mo mengerang rendah, tangannya refleks mencengkeram pinggul Xiwu untuk menahan agar wanita itu tidak bergerak lebih jauh lagi.Namun, gerakan Xiwu yang justru sengaja bergeser sedikit membuat Shen Mo harus memejamkan mata erat, urat-urat di lehernya tampak menegang."Kau tahu apa yang sedang kau lakukan, Xiwu?" suara Shen Mo serak, nyaris menyerupai geraman tertahan. Xiwu hanya tersenyum tipis, jarinya bermain di rambut Shen Mo yang berantakan. "Tentu saja. Aku hanya menyapa suamiku yang baru bangun."

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 23. Tatapan yang Sama.

    Yu Hao masuk ke dalam kamar Shen Mo, langkahnya terhenti saat melihat sosok jangkung di depannya. Ia segera membungkuk dalam.“Yang Mulia.”Shen Mo tidak langsung menyahut. Punggungnya yang tegap tampak sedikit miring, tumpuan kakinya tidak lagi seakurat biasanya.Bau a

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 09. Di Antara Dua Pedang.

    “Gege!”Suara Shen Yuze memecah kebisingan, tetapi Shen Mo tidak menyahut. Lelaki itu bergerak dalam keheningan yang mematikan.Setiap ayunan pedangnya presisi, menjatuhkan lawan dengan satu tebasan tanpa satu pun gerakan sia-sia. Medan pertempuran seolah terbelah secara alami s

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 02. Dekret di Bawah Hujan.

    Langkahnya tenang ketika keluar dari aula utama. Dadanya pun terasa lebih longgar.Langit yang sejak pagi kelabu akhirnya runtuh, mengguyur halaman istana dengan deras. Menemani keputusan yang diambil Xiwu dengan penuh kesadaran.Di sampingnya, Yun Que segera membuka payung, menyesuaikan langkah ag

  • Takdir Kedua Sang Putri Mahkota   Bab 01. Aku Menolak.

    ‘Ketika aku kecil, ayahku berkata tidak pernah menyesali kehendak para dewa karena tidak memiliki anak lelaki. Baginya, aku adalah penerus yang dipilih langit. Tidak akan pernah menyengsarakan rakyat.’***“Xiwu.”Suara sang kaisar hampir tersapu angin yang menyusup masuk dari celah jendela.Sejak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status