Share

Bab 164

Author: Nadira Dewy
last update publish date: 2026-10-24 19:48:29

Belum sempat Suran bicara setelah membuka mulut, Greyson sudah lebih dulu bergerak untuk mencium bibirnya.

“Emmm...” Suran melenguh.

Terlalu buru-buru, tidak ada persiapan untuk Suran menghadapi semua itu.

Ciuman yang semula hangat dan penuh perasaan pun makin lama makin membara.

Malam pertama pernikahan ini terlalu spesial walaupun melakukan hubungan intim bukanlah hanya pertama untuk mereka.

Namun, pertama kali untuk mereka terlalu rancu, semuanya terjadi bukan karena mereka se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 164

    Belum sempat Suran bicara setelah membuka mulut, Greyson sudah lebih dulu bergerak untuk mencium bibirnya. “Emmm...” Suran melenguh. Terlalu buru-buru, tidak ada persiapan untuk Suran menghadapi semua itu. Ciuman yang semula hangat dan penuh perasaan pun makin lama makin membara. Malam pertama pernikahan ini terlalu spesial walaupun melakukan hubungan intim bukanlah hanya pertama untuk mereka. Namun, pertama kali untuk mereka terlalu rancu, semuanya terjadi bukan karena mereka sendiri yang benar-benar mau. Tidak, tidak akan Greyson lewatkan malam ini meskipun dia tahu masih banyak malam berikutnya. Tangan Greyson bergerak lincah, menyentuh bagian-bagian terlarang pada tubuh Suran. Tidak bisa menolak perasaan itu, Suran hanya bisa pasrah menikmatinya hingga lupa apa itu rasa malu. Beberapa saat kemudian, hanya suara desahan yang saling bersahutan dari bibir keduanya. Wulien yang sempat ingin masuk membawa handuk dan lainnya terpaksa mundur, menjauh agar ti

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 163 Sudah Terencana

    Malam itu, ketika sebagian besar penghuni istana telah terlelap, beberapa sosok berpakaian hitam bergerak diam-diam melewati lorong-lorong gelap menuju kediaman Pangeran Kesembilan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Pangeran Keenam. Perintah yang mereka terima sangat jelas, melenyapkan Greyson dan Suran sebelum fajar menyingsing. Tidak boleh ada seorang pun yang selamat untuk menceritakan apa yang terjadi, dan tidak boleh ada bukti yang mengarah kepada sang pangeran. Bagi Pangeran Keenam, malam pengantin itu merupakan kesempatan terbaik. Ia mengira Greyson dan Suran akan terlena dalam kebahagiaan pernikahan mereka, tidak menyadari bahwa bahaya sedang mendekat. Namun, ia telah membuat kesalahan besar. Jauh sebelum para penyusup meninggalkan tempat persembunyian mereka, Greyson sudah mengetahui rencana tersebut. Di salah satu ruangan tersembunyi di kediamannya, seorang pria berpakaian gelap berlutut di hadapan Greyson. “Pangeran, orang-orang itu sudah bergerak. M

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 162 Tidak Boleh Jadi Milik Siapapun

    “Ngomong-ngomong, apakah Nona Suran akan ikut serta dalam urusan istana kedepannya?” Greyson sudah benar-benar muak. Kakinya bersiap untuk melangkah, menyembunyikan Suran di balik punggungnya agar tidak ada lagi orang yang akan sembarangan mengajukan pertanyaan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu. Namun, sebelum Greyson melakukan itu, Suran menahan tangannya dan memilih ingin mengahadapi itu sendiri. Senyumnya nampak lembut, tapi tatapan matanya seolah menjelaskan bagaimana dia tidak menyukai ucapan pangeran ke-6. “Kenapa anda begitu mendesak, pengeran ke-6? Bukankah aku punya pilihan sendiri? Aku tidak gila kekuasaan meskipun aku tahu sampai di mana kemampuan ku. Hanya saja... bagiamana dengan anda?” Pangeran ke-6 sempat menunjukkan rasa marahnya lagi, tapi dia tutupi dengan senyuman yang justru terlihat aneh. “Aku adalah pangeran, tentu saja aku paling paham tentang visi misi ku. Aku akan memenuhi tanggung jawabku di istana dengan baik.” Suran tersenyum, ia

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 161 Ucapan Selamat

    Greyson yang berdiri di sampingnya diam-diam tersenyum di balik topengnya. Pangeran Keenam telah kehilangan kata-kata. Dia tidak pernah menyangka Suran akan menolaknya sekali lagi di hadapan begitu banyak orang, bahkan setelah dia berusaha membungkus tindakannya dengan alasan kepedulian. Raja akhirnya berdiri karena rasa tidak tahan lagi. “Sudah cukup!” Suaranya membuat seluruh aula kembali sunyi. “Ini adalah upacara pernikahan yang telah mendapatkan persetujuanku. Suran telah memberikan persetujuannya secara resmi, dan Greyson juga telah menyatakan keinginannya untuk menikahinya.” Raja menatap putranya dengan sorot mata tajam. “Jika kau memiliki bukti bahwa pernikahan ini melanggar hukum kerajaan, katakan sekarang. Namun, jika kau hanya datang untuk mempermalukan adikmu karena tidak menyukai keputusannya, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu upacara ini.” Pangeran Keenam membuka mulut, tetapi tidak ada jawaban yang keluar. Dia tidak memiliki bukti pelanggaran apa pun

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 160 Fantasi Pangeran ke-6

    “Suran Hideria...? Ini... benar-benar serius?” bisik beberapa tamu yang datang. Mereka yang ada di sana kompak tercengang, berharap salah lihat, atau mungkin ada kesalahpahaman yang perlu di jelaskan. “Gila... benar-benar tidak mungkin...” Wanita yang selama ini mereka kenal sebagai pewaris tunggal keluarga paling berpengaruh di kerajaan. Wanita yang pernah dilamar Pangeran Kedua dan Pangeran Keenam, juga beberapa putra petinggi istana, pedagang kaya, bahkan pangeran dari negara sebelah, tetapi ia menolak semuanya tanpa ragu. Sekarang, wanita itu berjalan menuju Greyson. Senyum Pangeran Keenam membeku di wajahnya. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Sebab, wanita yang selama ini ingin dia jadikan istrinya kini datang dengan pakaian pengantin, bukan untuk berdiri di sisinya, melainkan untuk menikahi adiknya yang selama ini dia anggap tidak berharga. Kenyataan itu tentu saja terlalu sulit untuk ia terima begitu saja. Pangeran kedua pun terdiam dalam keterke

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 159 Hari Pernikahan

    Pagi itu, aula utama istana dihias dengan begitu megah. Kain sutra berwarna merah dan emas menghiasi pilar-pilar tinggi, sementara bunga-bunga segar diletakkan di sepanjang jalan menuju tempat upacara. Para pelayan kerajaan bergerak dengan tertib, memastikan setiap sudut aula terlihat sempurna. Hari ini adalah hari pernikahan Pangeran Kesembilan. Berita mengenai pernikahan tersebut telah menarik perhatian banyak bangsawan. Meskipun kedudukan Greyson selama ini dianggap tidak terlalu penting dalam perebutan kekuasaan kerajaan, pernikahannya tetap menjadi bahan pembicaraan. Terlebih, identitas wanita yang akan menjadi istrinya masih dirahasiakan hingga hari pelaksanaan upacara. Satu per satu tamu undangan memasuki aula istana. Para pangeran kerajaan hadir bersama pengawal dan beberapa orang kepercayaan mereka. Sejumlah putri kerajaan dan petinggi, termasuk Kirina, juga datang untuk menyaksikan pernikahan tersebut. Selain itu, banyak bangsawan perempuan dan laki-laki dari kalanga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status