Beranda / Zaman Kuno / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 163 Sudah Terencana

Share

Bab 163 Sudah Terencana

Penulis: Nadira Dewy
last update Tanggal publikasi: 2026-10-23 19:59:32

Malam itu, ketika sebagian besar penghuni istana telah terlelap, beberapa sosok berpakaian hitam bergerak diam-diam melewati lorong-lorong gelap menuju kediaman Pangeran Kesembilan.

Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Pangeran Keenam.

Perintah yang mereka terima sangat jelas, melenyapkan Greyson dan Suran sebelum fajar menyingsing. Tidak boleh ada seorang pun yang selamat untuk menceritakan apa yang terjadi, dan tidak boleh ada bukti yang mengarah kepada sang pangeran.

Bagi Panger
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 170 Wajah Menjijikan

    Keesokan harinya, istana kembali mengadakan acara lanjutan dari pesta tradisi kerajaan. Para bangsawan dan anggota keluarga kerajaan berkumpul di aula utama, mengenakan pakaian terbaik mereka. Suasana dipenuhi percakapan ringan, musik tradisional, serta para pelayan yang sibuk mengatur hidangan dan minuman untuk para tamu. Amera sebenarnya telah tiba lebih awal. Namun, berbeda dari hari sebelumnya, kali ini ia sengaja tidak datang bersama Greyson dan Suran. Ia ingin memberikan ruang kepada putra dan menantunya untuk menikmati acara tersebut sebagai pasangan pengantin baru. Bagaimanapun, mereka baru saja menikah. Amera merasa tidak perlu terus-menerus berada di dekat mereka. Ia juga ingin Suran memiliki kesempatan untuk mengenal para bangsawan dan keluarga kerajaan tanpa harus selalu ditemani ibu mertuanya. Ketika memasuki aula, beberapa orang langsung memperhatikan kedatangannya. Amera mengenakan pakaian sederhana dengan potongan yang tidak berlebihan. Tidak ada hiasan mencolo

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 169 Upacara Lanjutan

    Pangeran ke-6 gelagapan. “Ke–kenapa tiba-tiba bahas hal seperti itu? Aku tidak ada hubungannya, aku tidak tahu apapun!”Suran tersenyum tipis, tatapannya menyipit tapi itu sudah cukup membuat pangeran ke-6 sadar bahwa sebenarnya Suran sedang memperingatkan dirinya. Pangeran ke-6 diam-diam mengepalkan tangannya, Suran sukses membuatnya tutup mulut. Greyson dan Amera tersenyum menatap Suran. Mereka berdua lega karena sekarang sudah tidak perlu mendengar suara pengeran ke-6 yang menyebalkan itu. Raja pun menghela napas, ia paham apa yang sedang dipikirkan Greyson dan Amera saat ini. “Kita singkirkan lebih dulu pikiran dan pembicara yang tidak berhubungan dengan pernikahan Greyson serta Suran. Malam ini biarkan menjadi malam yang bermakna untuk kita semua.”Ratu menganggukkan kepalanya. “Benar. Pernikahan pangeran ke-9 dan Suran adalah berkah besar bagi istana, maka penting bagi kita untuk mensyukurinya.”Pangeran ke-6 berdecih lalu tersenyum seolah mengejek ucapan Ratu. Yah... Ratu a

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 168 Keberuntungan

    Tiba-tiba saja Ratu mulai membuka pembicaraan untuk Amera. “Sudah bertahun-tahun kau pergi, apakah kau memutuskan tinggal di istana lagi mulai sekarang?” Mendengar pertanyaan itu, Amera pun tersenyum. “Istana ini bukan milikku, bagaimana bisa aku datang dan pergi sesuka hati, Yang mulia Ratu? Aku akan pergi ketika apa yang menjadi urusanku dan putraku selesai.” Mendengar itu, Ratu nampak diam, tapi Suran bisa melihat tatapan matanya yang berbeda. “Aku tahu Ratu memang cerdik, tapi aku tidak tahu kalau dia memang sangat licik,” pikir Suran. Greyson menggenggam tangan Suran, kini tangan mereka ada di bawah meja, saling bertautan dengan hangat. “Istriku, matamu yang cerdik itu pasti sudah melihat sesuatu, kan?” bisik Greyson pada Suran. Suran menghela napas, sejenak menatap Greyson dan membalas dengan suara yang pelan, “Sama sepertimu, di mataku kalian semua sama, bahkan aku juga memiliki kelicikan ku sendiri.” Ucapan Suran barusan membuat Greyson ingin tertawa. “Jan

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 167 Kembalinya Amera

    Ibunya Greyson pun terlihat serius kali ini. “Ibu sudah kembali, sekarang tidak akan ada lagi penyiksaan untuk siapapun dari kita.” Suran mengerutkan keningnya, bingung. “Maksud anda apa, Ibu?”Ibunya Greyson yang bernama Amera itu menatap Suran lalu tersenyum dan menjawab, “Selama ini, aku dan Greyson hidup dengan penyamaran untuk menyelamatkan nyawa. Kami diam-diam membangun kekuatan untuk membalikkan keadaan. Ini sudah waktunya, kita harus mengakhiri semua ini.”Greyson tersenyum sambil merangkul Suran. “Ibuku juga sudah sembuh, aku pastikan wajahnya sangat cantik, terlihat jauh lebih muda dibandingkan usianya yang sekarang. Karena kami sudah punya kekuatan, maka kami tidak akan diam lagi.”Suran masih tidak mengerti. Ia menatap Greyson seolah ingin menuntut lebih banyak lagi informasi. “Apa maksudnya?”Amera meraih tangan Suran lalu berkata dengan pelan, “Membalas semua yang telah menyakiti aku dan Greyson selama ini dan mengambil apa yang sudah istana ini ambil dari kami.”Grey

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 166 Tidak Akan Ada Lagi

    Setelah kejadian mencurigakan saat sarapan, Suran dan Greyson memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan apa pun yang disiapkan oleh dapur istana untuk sementara waktu. Mereka hanya menikmati buah-buahan segar yang telah diperiksa oleh pengawal kepercayaan Greyson. Meski sarapan mereka jauh lebih sederhana daripada biasanya, keduanya tidak mempermasalahkannya. Setelah selesai makan, seorang pengawal datang menyampaikan kabar bahwa ibu Greyson telah tiba di balai utama istana. “Ibumu sudah datang?” Suran menoleh kepada Greyson. Greyson mengangguk. “Benar. Sepertinya beliau tiba lebih cepat daripada yang diperkirakan.” Suran spontan merapikan pakaian yang dikenakannya. Ia memeriksa rambutnya sekilas, kemudian kembali duduk sejenak seolah-olah baru teringat sesuatu. Greyson memperhatikannya dengan heran. “Sayang, kau kenapa?” “Tidak, tidak ada.” “Tapi kau terlihat gugup.” Suran meliriknya. “Aku... aku sama sekali tidak gugup.” “Benarkah?” Greyson menahan senyumnya. “

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 165 Gagal Lagi

    Pagi hari setelah malam pengantin mereka, kediaman Greyson nampak sedikit berbeda, Suran yang terus merengut sebal karena pinggangnya yang terasa nyeri. Greyson hanya bisa membalasnya dengan senyuman, tapi dia juga sudah berusaha memberikan pijatan agar istrinya itu nyaman. Ibunya Greyson akan datang sebentar lagi, maka itu mereka juga harus segera bergegas. Suran duduk di salah satu kursi, sementara Greyson baru saja memasuki ruang makan setelah menyelesaikan urusannya dengan para pengawal.“Sudah selesai?” Greyson menganggukkan kepalanya sambil menarik kursi di sampingnya. “Selamat pagi, istriku. Bagaimana tidurmu semalam? Maaf aku sudah pergi sebelum kau bangun.” “Tidak masalah, kau pergi cepat juga membuatku tidur nyenyak.” Greyson terkekeh pelan. “Kalau begitu, malam nanti aku akan lebih bekerja keras. Istriku nampak kurang puas sepertinya.”Suran melotot kaget dan marah. “Dasar mesum gila!” “Hahaha....!” tawa Greyson. Seorang pelayan mendekat dan mulai menyajikan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status