Share

90. Pria Bencong

Author: Pancur Lidi
last update publish date: 2026-03-31 22:12:21

Putri Intan Selake berusaha mati-matian melawan kantuk setelah racun penidur terhirup oleh gadis tersebut. Padahal, dia sudah mengantisipasi racun itu dengan tidak menghirup udara saat serbuk racun digunakan, akan tetapi ternyata efek dari racun masih dapat dirasakan oleh gadis itu.

Di satu sisi, Sendrogarung mulai tersenyum puas, membayangkan kemenangan sudah berada di depan matanya. Putri Intan Selake merupakan pendekar dari Sekte Menara Gunung Es, sekaligus Putri kerajaan Indraprasta.

Menuru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   92. Di hadapan Ketakutan

    “Dia ... dialah pendekar yang sudah menyelamatkan desa kami, Tuan.” Dua gadis cantik desa Raya Keling segera melaporkanya kepada Senopati Anom. Menurut gadis itu, jika bukan karena pendekar bertopeng itu, Desa Raya Keling mungkin benar-benar hancur saat ini di tangan Demang Raya Keling.Karena dia pula, dua gadis itu memiliki kesempatan untuk melaporkan masalah Desa Raya Keling ke Istana, sekaligus mendapatkan obat-obatan dari Toko Rancak Manggareh.“Pemuda itu pasti bukan orang biasa di Toko Rancak Manggareh,” kata Senopati Anom itu, “Bahkan Istana Indraprasta tidak bisa mengeluarkan obat-obatan tanpa mengikuti prosedur yang sudah ditentukan. Apa kalian tahu siapa namanya?”“Hemm .., Talang Mayan,” ucap salah satu dari gadis itu, “saat melihat tanda ibu jari dalam suratnya, Pimpinan Toko Rancak Manggareh langsung bergegas menyiapkan semua obat yang kami butuhkan.”“Talang Mayan ..?” Senopati Anom tidak mengenal nama tersebut, jelas karena dia juga tidak mengenal semua anggota Parasur

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   91. Menyelamatkan Putri

    Dalam beberapa detik ke depan, Putri Intan Selake bisa merasakan bahaya yang datang cepat ke arah dirinya. Sosok pria botak meluncur seperti anak panah, kini akan membunuhnya dalam beberapa detik yang cepat.Dalam keadaan seperti ini, Putri Intan Selake hanya bisa menggigit bibirnya karena kesal sekaligus marah. Sungguh dia tidak menduga akan dikalahkan oleh Mitman karena terjebak oleh tipuan Racun Penidur dari lawan sebelumnya.“Apa aku akan mati?” gumam Intan Selake, mencoba membuka matanya lebar-lebar, tapi sayang sekali, rasa kantuk semakin menguasai tubuhnya.Sementara itu, Mitman sendiri merasa diatas angin. Dia bisa melihat banyak kelemahan dari lawannya. Bahkan, tanpa menggunakan banyak energi spiritual, Mitman tetap percaya diri bisa memotong leher gadis itu.“Riwayatmu akan berakhir di sini!” ujar Mitman.Di sisi lain, Putri Intan Selake dengan kesadaran yang setipis kertas, memutuskan untuk menghancurkan inti spiritualnya. Dia akan meledakan lautan spiritual di dalam tubuhn

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   90. Pria Bencong

    Putri Intan Selake berusaha mati-matian melawan kantuk setelah racun penidur terhirup oleh gadis tersebut. Padahal, dia sudah mengantisipasi racun itu dengan tidak menghirup udara saat serbuk racun digunakan, akan tetapi ternyata efek dari racun masih dapat dirasakan oleh gadis itu.Di satu sisi, Sendrogarung mulai tersenyum puas, membayangkan kemenangan sudah berada di depan matanya. Putri Intan Selake merupakan pendekar dari Sekte Menara Gunung Es, sekaligus Putri kerajaan Indraprasta.Menurut Sendrogarung, mengirim Putri Intan Selake ke Markas Jantung Iblis merupakan tindakan ceroboh yang dilakukan oleh Patih Wira selaku pimpinan organisasi Parasura.“Kami tidak akan membunuhmu, gadis cantik,”ucap Sendrogarung, mengambil tongkat tengkorak yang masih tergeletak dengan es menyelimutinya, “Tapi kau akan memberi kami banyak keuntungan, kami tidak akan membunuhmu saat ini.”Senyum getir akhirnya terukir di bibir Putri Intan Selake. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika men

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   89. Racun Penidur

    Tubuh Sendrogarung diselimuti oleh kristal es, dan jatuh di antara para prajurit Indraprasta. Melihat ke atas udara, Putri Intan Selake masih terbang melayang sembari menatap ke arah lawannya.Beberapa prajurit merasa puas, beberapa yang lain mengomentari gadis tersebut, tapi para pendekar aliran hitam hanya tersenyum dingin seolah mereka tahu Sendrogarung belum mati hanya dengan serangan semacam itu.Setelah beberapa saat, mata tengkorak di tongkat Sendrogarung bersinar terang. Bersamaan dengan itu, energi panas mulai menyelimuti lapisan es yang menutupi seluruh tubuhnya.Boom.Sendrogarung berhasil keluar dari lapisan itu. tongkatnya menyala, laksana logam yang baru keluar dari tungku perapian. Seluruh tubuh pria itu basah kuyup karena air es, tapi beberapa saat kemudian menguap karena energi panas yang dihasilkan dari energi spiritualnya.“Es sangat dingin, gadis cantik,” ucap Sendrogarung sembari tertawa mengejek, “tapi api ku tidak bisa dibekukan olehmu.”Sendrogarung kemudian me

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   88. Kedatangan Intan Selake

    Di luar sana. Keadaan tampak tegang, Sekte Jantung Iblis mendapatkan tamu dari Istana Indraprasta, setelah dua gadis yang diutus oleh Talang Mayan 3 bulanan yang lalu, malah mendatangi Istana dan melaporkan keadaan desa mereka kepada Kelompok Parasura.Saat ini, lebih dari 10 Pendekar Parasura dikirim, yang dibantu oleh 300 prajurit yang berada di wilayah barat Indraprasta. Putri Intan Selake bertugas memimpin semua pendekar Parasura, ditambah seorang Senopati Anom yang menjadi pimpinan para prajurit itu.Saat ini terlihat, semua pendekar Jantung Iblis berkumpul di dalam markas mereka, dan sebagian kecil menjaga pintu pilar raksasa yang menopang markas utama itu.Dilihat dari jabatan mereka, semua pendekar terdiri dari kelas A. Tampak juga di sana Satrio Pamungkas, berdiri di samping Putri Intan Selake dengan pedang yang terhunus.“Markas mereka berada tepat di depan kita!” ucap Satrio Pamungkas, melirik ke arah Putri Intan Selake yang sedingin es, kemudian pemuda itu melirik ke arah

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   87. Takluk

    Talang Mayan menggunakan bakat alaminya, indra spiritual dan mengirim ketakutan kepada Dasakala yang sombong dan angkuh. Mahluk buas itu jatuh berlutut di hadapan Talang Mayan, bahkan sebelum dia sempat menyadari bahwa belati pemuda itu sudah berada di lehernya.Rasa takut itu menyelimutinya, berkali-kali lipat dari biasanya.Agaknya Talang Mayan sudah memikirkan hal ini sejak tadi. Dia baru saja bertaruh, dan menghasilkan kemenangan.“Tubuhmu tidak lengkap,” kata Talang Mayan, mendorong tubuh Dasakala hingga mahluk itu jatuh telentang, “Dengan tubuh ini, pertahanan jiwamu jauh lebih mudah ditembus oleh kekuatanku.”Pada hakikatnya, Dasakala hanyalah jiwa tanpa tubuh yang berkeliaran setelah terbebas dari jurus Rantai Jiwa yang digunakan Cakra Buana. Dia tidak memiliki tubuh aslinya, maka karena itulah para pendekar Jantung Iblis mempersembahkan darah untuknya untuk menciptakan tubuh baru.Energi alam yang mengalir ke tempat ini, bukan hanya untuk melemahkan kepompong penjara, tapi ju

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status