Share

Bab 11 Season 1

Author: Yuri
last update publish date: 2024-04-25 22:32:31
"Saya rasa itu rapat tercepat yang pernah Anda selesaikan, Nona," ujar Fayyara setelah melangkah keluar dari ruang rapat.

Verlyn tersenyum bangga lalu memencet tombol lift khusus untuk dirinya.

"Aku berterima kasih jika itu sebuah pujian," balas Verlyn sambil melangkah masuk ke dalam lift dan memainkan ponselnya.

Pintu lift tertutup dan bergerak menuju lantai lima belas.

"Nona, ada yang ingin saya tanyakan," ujar Fayyara.

Verlyn mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

"Tanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 227 Season 3

    ​Verlyn tidak membalas pesan di kartu nama itu. Ia sengaja menaruhnya di dalam laci meja kerja mansion, lalu memilih untuk memejamkan mata dan beristirahat. Ia tidak ingin mengambil keputusan apa pun saat diserang kelelahan dan emosi yang tidak stabil.​Keesokan harinya, gerimis tipis membasahi jalanan beton kota New York. Steven sudah kembali ke Chicago, dan suasana kantor Kizen cabang New York terasa jauh lebih tenang dari biasanya.​Verlyn memfokuskan diri pada pekerjaannya sejak pagi. Namun, menjelang pukul tiga sore, Fayyara melangkah masuk dan meletakkan sebuah map kulit berwarna cokelat di mejanya.​"Nona Verlyn, ini berkas pemetaan risiko bursa untuk proyek New York dari Vyntie Group. Tuan Kayn yang meminta saya menyerahkannya langsung pada Anda," ucap sekretaris itu sopan.​Verlyn membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat data analisis yang sangat mendetail—data penting yang sebenarnya membutuhkan waktu berhari-hari jika harus ia susun s

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 226 Season 3

    ​Musik waltz di tengah ballroom akhirnya selesai, disusul tepuk tangan meriah dari para tamu.​Belum sempat musik berikutnya diputar, Steven sudah melangkah cepat mendekat. Pria itu berdiri di samping Kayn dan Verlyn dengan senyum tipis, walau matanya menyorotkan ketegasan yang tidak mau dibantah.​"Waktunya dansa sama pasangan resmi, Tuan Kayn," ucap Steven dengan suara tenang, tapi kentara sekali sedang menandai wilayahnya. Ia mengulurkan tangan ke arah Verlyn.​Kayn menatap Steven lekat-lekat selama beberapa detik. Bibirnya mengulas senyum yang dingin sebelum melepas pinggang Verlyn perlahan.​"Silakan, Tuan Steven," balas Kayn datar. "Pastikan Anda menjaganya baik-baik di sisa malam ini."​Verlyn menghela napas pelan. Ia bisa merasakan tensi di antara kedua pria itu mendadak jadi sangat kaku. Tanpa membuang waktu, Verlyn menyambut tangan Steven dan membiarkan pria itu membawanya menjauh.​Di area meja VIP, Steven menuangkan a

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 225 Season 3

    ​Malam itu, aula ballroom salah satu hotel bintang lima New York tampak dipenuhi kilauan lampu kristal dan alunan musik klasik. Acara Charity Gala tahunan itu dihadiri oleh jajaran pengusaha papan atas, dengan Kizen Group dan Vyntie Group sebagai dua sponsor utama paling berpengaruh.​Verlyn melangkah masuk ke aula, seketika mencuri perhatian sebagian besar tamu.​Ia tampil memukau dalam balutan gaun silver-grey yang mengembang anggun dengan detail kristal berkilauan. Potongan halter-neck bertabur manik-manik perak mempertegas bahunya yang mulus, sementara bagian pinggangnya terbingkai sempurna. Rambut krem panjangnya ditata half-updo yang elegan, meninggalkan sapuan curtain bangs di sekitar wajah dan sisanya terurai bergelombang di punggung.​Steven yang berdiri di sampingnya mengenakan tuksedo hitam klasik, tampak gagah sekaligus protektif. Pria itu menyodorkan siku lengannya pada Verlyn.​"Kamu terlihat luar biasa malam ini, Verlyn," bisik Stev

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 224 Season 3

    ​Pengakuan jujur yang meluncur dari bibir Kayn membuat suasana ruang rapat itu mendadak hening mendadak. Verlyn terpaku di tempatnya. Ia menatap lekat manik mata hitam pria di hadapannya—mata yang kini memancarkan ketegasan tanpa ragu sedikit pun.​Jarak mereka yang begitu dekat membuat Verlyn bisa menghirup aroma parfum kayu tebal khas Kayn. Aroma yang dulu selalu memberi rasa aman, kini malah memicu desir aneh yang menusuk hingga ke dada.​"Tuan Kayn..." suara Verlyn tertahan, tenggorokannya terasa kering seketika. "Anda... tidak berhak menentukan hal itu."​"Aku tahu," potong Kayn cepat. Suaranya melembut, tapi tetap menyimpam intensitas yang mengunci perhatian Verlyn. Pria itu sengaja tidak memangkas jarak lebih jauh, memberi Verlyn ruang untuk bernapas meski tatapannya sama sekali tidak teralih.​"Aku tahu aku belum berhak, Verlyn. Karena itu aku tidak menuntut jawabanmu sekarang. Aku cuma ingin kamu tahu... aku tidak pernah main-main dengan

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 223 Season 3

    ​Pesan dari Kayn sukses membuat Verlyn tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Bayangan kalimat terputus itu terus berputar di kepalanya, menghadirkan rasa gelisah yang tak kunjung surut hingga fajar menyingsing di atas langit New York. ​Sekitar pukul delapan pagi, deru mesin mobil terdengar berhenti di pelataran halaman mansion. Steven sudah menunggu di depan pintu utama, tampil rapi dengan setelan jas abu-abu gelap. Pria itu memilih menjemput Verlyn secara pribadi untuk berangkat bersama menuju ruang rapat gabungan di kantor pusat Vyntie Group. ​"Selamat pagi, Verlyn," sapa Steven dengan senyum hangat saat Verlyn melangkah keluar. Pria itu segera membukakan pintu mobil untuknya. "Aku sudah memastikan tim pengawalan memantau rute perjalanan kita agar tetap aman pagi ini." ​"Terima kasih, Steven," balas Verlyn seraya mengulas senyum tipis lalu masuk ke dalam mobil. ​Sepanjang pe

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 222 Season 3

    ​Kembali ke gedung Kizen Group di pusat kota New York, Steven sudah menunggu di lobi. Pria itu terus melangkah bolak-balik di dekat pintu masuk utama, mengabaikan beberapa staf yang berlalu-lalang dan menatapnya penuh tanya.​Begitu sosok Verlyn muncul di balik pintu kaca besar, Steven langsung menghampirinya dengan langkah lebar.​"Verlyn! Kamu tidak apa-apa?" tanya Steven cepat. Matanya menyapu penampilan Verlyn dari ujung kepala hingga kaki, memastikan tak ada luka. "Aku baru dapat laporan dari tim keamanan kalau situasi di sana sempat tidak terkendali."​Verlyn mengulas senyum tipis, mencoba menenangkan. "Semuanya aman, Steven. Polisi dan tim hukum sudah menangani lokasinya."​"Lalu... bagaimana kamu bisa lepas dari kerumunan massa yang memojokkanmu itu?" tanya Steven lagi. Nada suaranya bergetar tipis, menahan rasa bersalah dan emosi yang berkecamuk.​Verlyn mendesah pelan seraya merapikan tali tas di bahunya. "Tuan Kayn datang tepat

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status