Share

Bab 61 Season 1

Penulis: Yuri
last update Tanggal publikasi: 2024-06-14 17:49:50
Verlyn masih berdiam diri di depan pria besar itu dan menatap kesal ke arahnya.

"Kau tidak tahu siapa aku?" tanya Verlyn dingin sembari melipat tangannya.

Pria itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Hal itu membuat Verlyn hampir kehilangan kesabaran. Ia menghela napas panjang untuk meredakan emosinya.

'Jika aku tidak sedang datang bulan, aku tidak akan merasa sekesal ini pada seseorang...' batin Verlyn.

Saat Verlyn masih terdiam, seseorang menyebut sebuah nama dari kejauhan.

"Zein
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 206 Season 3

    ​Seusai keluar dari ruang kerja sang ayah dengan dada yang masih terasa sesak, Verlyn berniat langsung kembali ke ruangannya. Namun, suara Kaze dari ambang pintu menahan langkahnya. ​"Verlyn, sekalian tolong kau mampir ke kantor Vyntie Group siang ini. Ambil berkas adendum kerja sama yang harus ditandatangani," pinta Kaze santai. ​Verlyn mendadak menghentikan langkah. Ia memutar badan, menatap ayahnya dengan raut keberatan yang tidak bisa ditutupi. ​"Bukannya Ayah ada janji bertemu dengan Om Khalix siang nanti? Kenapa tidak Ayah saja yang mengambilnya langsung?" tolak Verlyn pelan, berusaha menghindari pertemuan dengan Kayn. ​Kaze mengibaskan tangan. "Ayah dan Khalix bertemu di restoran luar, bukan di kantor Vyntie. Lagi pula, dokumen itu harus ada di meja Ayah sebelum sore. Kamu saja yang ke sana." ​Verlyn memutar bola matanya pasrah. Mau tidak mau, ia harus mengalah. "Baiklah, Ayah." ​Setenga

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 205 Season 3

    ​Peninjauan sektor selatan berjalan sangat lancar hingga menjelang siang. Seluruh draf kerja sama tiga pihak akhirnya resmi ditandatangani di kantor representatif Florest Group cabang Chicago.​"Dengan ini, seluruh peninjauan lapangan resmi selesai. Selamat sekali lagi atas kerja sama kita semua, Nona Verlyn, Tuan Kayn," ujar Steven penuh kehangatan seraya menjabat erat tangan Verlyn, lalu beralih menyalami Kayn.​"Terima kasih, Tuan Steven. Vyntie Group akan langsung memproses tahap konstruksi awal minggu depan," balas Kayn formal dan tenang.​Steven melirik jam tangannya, lalu menatap Verlyn ramah. "Verlyn, karena urusan kita di sini sudah rampung, aku tidak ikut terbang kembali hari ini. Aku masih harus menetap beberapa hari di Chicago untuk mengurus operasional internal Florest."​Verlyn mengangguk mengerti. "Baiklah, Steven. Terima kasih banyak atas sambutan dan koordinasinya selama kami di sini."​"Sama-sama. Hati-hati di jalan untu

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 204 Season 3

    ​Badai salju di luar vila masih meraung memukul kaca jendela. Namun di dalam kamar Verlyn, udara hangat dari pemanas ruangan perlahan menyapu dingin yang tersisa. ​Kayn melangkah masuk setelah berganti kaus tebal berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah seusai mandi, langkah kakinya menghampiri tempat tidur. Ia menarik kursi kayu ke dekat kasur, lalu mendudukinya tanpa ragu. ​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kayn kembali meraih telapak tangan Verlyn yang masih kaku. Ia menggosok dan meremas jemari wanita itu di antara kedua telapak tangannya sendiri. ​Verlyn mendongak pelan dari balik bantal, menatap Kayn dari sela selimut tebal. ​"Kayn... kembali saja ke kamarmu," bisik Verlyn lirih, suaranya parau dan tercekat hawa dingin. "Kamu juga butuh istirahat. Aku sudah merasa lebih baik." ​Kayn tidak bergeming dari duduknya. Posisinya tetap tegap di sisi kasur. Ia menatap Verlyn dengan raut yang tenang.

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 203 Season 3

    ​Di dalam pos pemantau yang hangat dan terlindung dari terpaan angin dingin Chicago, ketiganya kembali bergelut dengan lembar kerja. Namun, atmosfer di dalam ruang terbatas itu terasa jauh lebih intens dibanding sebelumnya.​Verlyn mendudukkan diri di dekat meja kayu, sementara Fayyara sigap menyodorkan segelas air hangat.​"Bagaimana evaluasi untuk jalur logistik sektor barat?" tanya Steven memecah keheningan, menatap Verlyn penuh perhatian. "Kalau ada bagian yang mengganjal, kita bisa langsung revisi bersama tim teknis sore ini juga."​Verlyn menggeleng pelan, meneguk air hangat untuk menetralkan tenggorokannya yang terasa kering. "Secara keseluruhan sudah bagus, Ven. Sektor barat tak ada masalah pelik. Cuma kita butuh kepastian soal kapasitas maksimal gudang penyimpanan utama dari pihak Vyntie Group."​Kayn yang berdiri tak jauh dari meja langsung melangkah mendekat. Pria itu meletakkan map transparan berisi data kalkulasi terbaru di atas meja,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 202 Season 3

    ​Perjalanan belasan jam menuju Chicago ternyata jauh lebih menguras tenaga batin Verlyn daripada menumpuknya urusan berkas audit mana pun.​Di dalam kabin business class, persaingan terselubung antara dua pria di sisinya membuat suasana terasa makin canggung. Begitu pramugari datang menawarkan menu makan siang, Kayn dan Steven merespons hampir di saat bersamaan.​"Nona Verlyn menyukai olahan daging panggang saus krim, tolong siapkan satu porsi," potong Kayn santai, seolah ia masih hapal luar kepala selera mantan tunangannya itu.​"Dan tolong tambahkan teh chamomile hangat tanpa gula," timpal Steven tak mau kalah. Ia memberi senyum ramah pada pramugari seraya menambahkan, "Verlyn harus minum itu kalau terbang jauh supaya bisa istirahat."​Verlyn memijat pelipisnya pelan, lalu menghela napas menatap kedua pria itu bergantian. "Saya bisa pesan makanan saya sendiri, Tuan-tuan. Terima kasih."​Ketegangan halus itu berlanjut sampai pesawat mend

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 201 Season 3

    ​Diskusi awal mengenai proyek distribusi internasional akhirnya berlanjut ke agenda paling krusial: peninjauan langsung ke kawasan industri Florest Group di Chicago.​Siang itu, Verlyn, Steven, dan Kayn kembali berkumpul di ruang rapat Kizen Group untuk mematangkan jadwal. Peta lokasi kawasan industri di Chicago beserta draf penerbangan sudah terbentang rapi di atas meja.​"Semua agenda peninjauan di Chicago sudah disiapkan untuk lusa," kata Steven sambil mengetuk layar tabletnya. "Pihak Florest di sana juga sudah mengatur akomodasi dan kendaraan operasional kita."​Verlyn mengangguk pelan, jemarinya sigap mencatat poin-poin penting di buku agendanya. "Baguslah. Semakin cepat peninjauan selesai, draf akhir bisa makin cepat kita tandatangani."​Kayn yang duduk tepat di seberang mereka, mencermati lembar jadwal penerbangan sejenak sebelum angkat bicara.​"Mengingat perjalanan ke Chicago memakan waktu cukup lama dan agenda kita sangat padat,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status