共有

84

last update 公開日: 2025-08-23 08:00:26

Di kamar yang tenang, Aurora berbaring di ranjang, menatap wajah damai putranya yang tertidur di sampingnya. Kelelahan pasca melahirkan masih terasa, namun kebahagiaan dan rasa syukur memenuhi hatinya. Ia mengulurkan tangannya, mengelus pipi lembut bayinya dengan penuh kasih sayang.

Pintu kamar perlahan terbuka, dan Mama Rania masuk dengan senyum lembut. Di tangannya, tergenggam secangkir teh hangat.

"Bagaimana perasaanmu, Nak?" tanya Mama Rania, mendekat dan duduk di tepi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 95

    Damian menggeram rendah saat gaun sutra tipis itu robek dengan satu tarikan kasar, kain hitam jatuh ke lantai seperti air. Tubuh Aurora yang polos kini terpampang di depannya di bawah cahaya lampu kamar yang redup.Tanpa basa-basi, ia mengangkat tubuh istrinya lagi, membawa Aurora ke ranjang king-size mereka. Damian melemparkan istrinya ke kasur dengan lembut tapi penuh kuasa, lalu langsung merangkak di atasnya seperti predator yang sudah terlalu lama menahan lapar.“Damian…” desah Aurora, suaranya sudah parau.Ia tidak menjawab dengan kata-kata. Mulutnya langsung menyambar payudara Aurora, mengisap puncaknya dengan rakus sementara tangan satunya meremas payudara yang satu lagi dengan kuat. Jari-jarinya yang kasar karena pegang senjata malam ini kontras tajam dengan kulit halus Aurora.Aurora melengkungkan punggungnya, tangannya mencengkeram rambut Damian erat. “Ahh… lebih keras…”Damian menggigit pelan putingnya sebagai jawaban, membuat Aurora menjerit kecil. Ta

  • Tawanan Mafia Blackwood   BAB 94

    Malam itu, pelabuhan utara menjadi saksi:akhir dari pengkhianatan, awal dari penebusan.Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, keluarga Blackwood bisa menatap masa depan bukan dengan amarah, tapi dengan harapan.Mobil hitam meluncur kembali ke mansion dalam diam yang berat. Bau asap dan darah masih menempel di pakaian mereka. Damian duduk di kursi belakang, kepalanya bersandar ke jok, mata terpejam. Tapi pikirannya tidak tenang. Adrenalin masih mengalir deras di dalam pembuluh darahnya, bercampur dengan rasa lega yang pahit.Di sampingnya, Gabriel hanya diam. Tangan tua itu masih sedikit gemetar meski ia berusaha menyembunyikannya.Kane yang mengemudi sesekali melirik spion, suaranya rendah, “Caramel sudah diamankan di gudang bawah. Orang kita jaga ketat. Besok pagi kita bisa interogasi.”Gabriel hanya mengangguk pelan. Damian tidak menjawab sama sekali.Ketika konvoi akhirnya memasuki gerbang mansion, jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Lampu di teras utama menyala

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 93

    Malam turun sepenuhnya di atas kota. Konvoi mobil hitam meluncur perlahan menuju dermaga. Di dalam mobil paling depan, Damian duduk diam dengan ekspresi setajam pisau. Di kursi belakang, Gabriel menatap keluar jendela sorot matanya tenang, tapi lelah. Di kursi depan, Kane memegang pistol di pangkuannya, matanya awas pada setiap bayangan yang bergerak di kejauhan. “Pelabuhan sudah steril, Tuan,” laporan Kane datar. “Orang kita jaga semua jalur keluar. Tapi… terlalu sepi untuk malam pertemuan.” Gabriel mengangguk pelan. “Kesunyian adalah perangkap paling tua di dunia, Kane. Tapi kita sudah siap.” Damian tak berkata apa pun. Tangannya menggenggam cincin di jari manisnya—cincin yang diberikan Aurora sebelum berangkat. ‘Untuk kembali, bukan untuk pergi,’ suara istrinya masih terngiang di kepala. --- Di mansion, Aurora berdiri di balkon lantai dua, memandangi langit

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 92

    Pagi itu, mansion Blackwood terasa berbeda. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, rumah itu penuh tawa dan suara lembut bukan teriakan, bukan denting peluru. Damaro, bayi kecil yang selama ini menjadi simbol harapan, menggeliat di pelukan Gabriel. Tangan tuanya bergetar halus saat menyentuh pipi mungil cucunya. “Dia mirip ayahnya,” ucap Gabriel pelan, senyumnya tipis tapi hangat. “Mata itu… mata seorang Blackwood.” Mama Velia tertawa kecil. “Tapi senyum itu dari Aurora. Untung saja, ya. Kalau semuanya dari Damian, cucu ini pasti cemberut tiap pagi.” Aurora terkekeh, sementara Damian hanya melirik istrinya dengan ekspresi datar yang tak mampu menutupi rasa bahagia. “Dia akan butuh wajah tegas untuk bertahan di dunia ini,” gumamnya, tapi sudut bibirnya terangkat juga. Valente duduk di kursi bersebelahan dengan Gabriel, memperhatika

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 91

    Udara basement menahan napas saat Damian berhadapan dengan pria yang selama ini dikira telah meninggal. Gabriel Blackwood berdiri di sana hidup, menatap putranya dengan mata yang membawa seluruh beban masa lalu. Aurora menggenggam lengan Damian. Ia tak percaya sosok yang dulu hanya muncul di cerita Papa Valente kini benar-benar ada di depannya. Damian membuka suara, pelan namun tajam. “Kenapa bersembunyi selama ini, Ayah?” Gabriel menatapnya tenang. “Karena kalau aku tetap hidup di mata dunia, keluarga ini sudah dilenyapkan. Musuh kita terlalu banyak.” Damian menahan amarah. “Nama Blackwood sudah tercoreng bahkan tanpa kau.” Gabriel mendekat perlahan. “Aku tahu. Tapi yang lebih parah dari kehancuran nama adalah kebohongan yang menahannya tetap berdiri.” Aurora menatap mereka bergantian. “

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 90 — Bayangan di Balik Nama

    Pagi menyapa mansion Blackwood dengan cahaya keemasan yang menembus jendela tinggi. Aroma kopi memenuhi ruang makan, menandai hari yang, untuk sekali ini, terasa normal.Aurora berdiri di dekat jendela besar, menatap taman yang masih diselimuti embun. Damaro tertawa kecil di kursi bayi, tangannya terangkat mencoba meraih bayangan ibunya di kaca. Damian duduk di seberang meja, membuka surat-surat yang dikirimkan oleh bawahannya semalam laporan keamanan, daftar transaksi bersih, dan satu amplop tanpa pengirim.Ia menyipitkan mata, membuka amplop itu perlahan.Di dalamnya hanya ada satu foto lama, sudah menguning. Foto itu memperlihatkan Gabriel Blackwood berdiri berdampingan dengan seseorang yang sangat Damian kenal: Valente.Dan di pojok bawahnya, sebuah tulisan tangan halus terbaca samar:“Darah yang sama. Rahasia yang sama.”Damian menatap foto itu lama, sebelum akhirnya mengangkat pandangan ke Aurora. “Kamu tahu siapa yang pernah foto bareng

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 8 - Rahasia Dibalik Api

    Cahaya pagi menelusup melalui tirai tebal suite, tapi Aurora sama sekali tidak merasakan hangatnya. Matanya sembab karena tidak tidur semalaman, pikirannya terus memutar kata-kata Damian: Besok, neraka yang sebenarnya dimulai. Damian berdiri di dekat jendela, ponsel di telinganya, berbicara dengan

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 7 - Luka Lama Yang Terkubur

    Aurora menatap langit-langit suite yang gelap. Jam di nakas menunjukkan pukul tiga dini hari. Damian tertidur di sofa, jasnya terlipat rapi di sandaran, dasi sudah terlepas. Napasnya teratur, tenang—seperti pria yang baru saja memenangkan peperangan. Tapi perang Aurora baru dimulai. Ponselnya b

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 6 - Bayang - bayang Rahasia

    Malam itu terasa lebih panjang dari apa pun yang pernah Aurora lalui. Damian sudah pergi, meninggalkan suara pintu yang menutup seperti penghakiman. Aurora duduk di tepi ranjang, tatapannya kosong menatap layar ponsel yang gelap. Email itu masih ada. Foto-foto, dokumen, nama-nama yang bisa menggu

  • Tawanan Mafia Blackwood   Bab 5 - Malam Dihari Pernikahan

    Pintu suite menutup di belakang mereka, memutus Aurora dari dunia luar. Ruangan itu mewah, dengan tirai tebal dan cahaya lampu yang redup, tapi bagi Aurora, semua itu terasa seperti jeruji emas.Damian melepaskan jasnya, gerakannya tenang namun penuh kuasa. Tatapannya tidak pernah lepas dari Aurora

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status