Home / Romansa / Tawanan Tiga Tuan Muda / Leon Mencuri Start

Share

Leon Mencuri Start

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-02-23 14:42:55

Malam itu, suasana di mansion Toretto terasa berbeda dari biasanya.

Di ruang makan besar dengan meja panjang yang biasanya hanya ditempati oleh tiga Tuan Muda, kini ada suasana yang aneh. Para pelayan yang lalu lalang mempersiapkan hidangan malam merasakan ada sesuatu yang tidak biasa.

Leon duduk di ujung meja seperti biasa, membaca dokumen sambil menunggu makanan disajikan. Adrian duduk di sebelah kanan dengan buku di tangannya, sesekali menyeruput kopi. Lucas duduk di sebelah kiri sambil meme
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
lihat nanti ya kak ada panasnya nggak, klo mereka udah dekat nanti Rosella akan bilang ke Leon klo mau kuliah lagi
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
harus kk krn semenjak adrian n lucas tau leon tidur sm rosela adrian blm ada jumpa berdua n bicara apa ada yg panas2 ni kk di perpustakaan adrian kk kyk nya ada celah ni untuk rosela kuliah krn leon uda mencuri start
goodnovel comment avatar
CitraAurora
oke kak nanti Rosella dan Adrian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Gagal Semua

    Saat mereka masuk, seorang pria rambut klimis dengan senyum profesional mendatangi mereka. “Tuan-tuan Toretto.” Dia menunduk. Leon melewati pria itu lalu duduk di sofa, matanya menyapu bersih tempat karaoke itu, sedang mencari keberadaan Rosella dan kelompoknya. “Kalian akan karaoke?” Pria itu menyusul. Rama maju kemudian menunjukkan sebuah data lewat ponselnya. "Toretto Group baru saja mengakuisisi tempat ini." Katanya."Efektif malam ini." Sambung Rama. Manajer menatap data-data itu lalu menatap Leon dan kembali lagi ke dokumen. "Ba-baik." Suaranya keluar sedikit tidak stabil. "Selamat datang, Tuan Toretto. Ada yang bisa kami bantu?""Anak-anak kuliahan tadi booking ruang nomor berapa?" Tanyanya. Manajer menoleh ke resepsionis yang langsung memeriksa layarnya."Ruang nomor tujuh, Tuan."Leon mengangguk ke Rama.Mereka semua berjalan ke lorong, melewati beberapa pintu dengan suara lagu yang bocor dari celah-celahnya, kemudian berhenti di depan pintu bertanda angka tujuh.Dari

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Akuisisi

    Rosella memasukkan milik Lucas ke dalam mulutnya, membuat Lucas semakin mengerang hebat.“Sayang.” Matanya menatap Rosella yang asik memakan miliknya. Pria itu mencengkram sprei tak tahan ketika Rosella semakin dalam menelan barangnya. Puas dengan itu Rosella melepas lingerie nya, dan langsung menyatukan milik mereka. Uuhhhh suara itu keluar bersamaan. Dia condong ke depan, meminta Lucas memakan benda kenyalnya. Saat Lucas menikmati dadanya, Rosella tak kuasa, dia merasakan sesuatu yang benar-benar melayang. Malam itu Rosella memberikan segalanya, memimpin dengan cara yang sudah sangat dikuasai, dan Lucas di bawahnya tidak bisa menyembunyikan bahwa malam ini berbeda dari semua malam sebelumnya.Pria yang biasanya paling terkontrol dari ketiganya malam itu kehilangan semua kendalinya satu per satu, dan Rosella yang melihat itu merasa seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.“Sayang aku akan sampai.” Bisik Lucas. “Aku juga.” Sahut Rosella. Wanita itu ambruk di atas Luc

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Giliran Kamu Kan?

    Pagi berikutnya Adrian dan Leon turun lebih awal dari biasanya.Leon ada rapat jam delapan, Adrian ada kelas pertama yang tidak bisa digeser lagi setelah kemarin absen. Keduanya sarapan dengan cepat, lalu pamit. Rosella dan Lucas sarapan berdua.Suasananya berbeda dari meja makan yang biasanya penuh empat orang, lebih sunyi tapi tidak canggung.Lucas dengan omelette-nya dan Rosella dengan roti selai stroberi yang sudah menjadi rutinitas paginya."Bagaimana kondisinya?" Tanya Lucas tanpa basa-basi."Jauh lebih baik dari kemarin." Rosella menjawab jujur.Lucas mengangguk, kembali ke makanannya.Mereka mengobrol tentang hal-hal kecil, tentang tanaman yang minggu ini harus dipanen, tentang jadwal kuliah Rosella yang semakin padat menjelang akhir semester, tentang ibu Rosella di Swiss yang kabar terakhirnya membaik.Rosella turun dari kursinya untuk membereskan piring."Biarkan." Lucas sudah berdiri duluan, mengambil kedua piring.Rosella menatapnya. "Tuan dokter yang membereskan piring k

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    I Love You

    Malam itu mereka keluar, Rosella berjalan di sisi Leon dengan jarak yang sudah kembali normal, tidak jauh seperti tadi siang, dan ada sesuatu yang berbeda dari cara mereka berjalan berdampingan malam ini, lebih ringan, lebih manusia.Leon membawanya ke kawasan pertokoan di distrik barat yang lebih sepi dari pusat kota, barisan toko dengan lampu kuning di etalasenya, beberapa kafe yang masih ramai di jam seperti ini.Mereka berhenti di depan satu toko buku. Rosella menatap etalase jendela yang penuh dengan punggung-punggung buku dalam berbagai warna, lalu menatap Leon."Masuk." Kata Leon."Tuan tidak perlu…"Leon tidak menggubris memang begitulah Rosella selalu menolak, dia sudah mendorong pintu masuk, mau nggak mau Rosella mengikutinya ke dalam.Aromanya langsung menyambut, kertas dan tinta dan kayu, aroma yang selalu membuat Rosella merasa seperti berada di tempat yang benar."Cari yang kamu mau, sebanyak apapun itu.” Kata Leon. Rosella melihat ke rak-rak tinggi di sekelilingnya.D

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Jujur

    Rosella mengikuti langkah Leon ke kamarnya dengan jarak setengah langkah di belakang, tidak seperti biasanya.Leon membuka pintu, mempersilakan Rosella masuk, lalu menutupnya pelan.Rosella berdiri di tengah kamar, menunggu.Leon berbalik, menatapnya, lalu melangkah maju dan melingkarkan tangannya di punggung Rosella sebelum perempuan itu sempat bergerak.Rosella kaku sedetik namun perlahan dia mengendurkan bahunya."Aku minta maaf." Suara Leon keluar di atas kepalanya, rendah dan tidak dihias. "Sungguh-sungguh minta maaf.” Permintaan yang jarang keluar dari mulut seorang Leon. Rosella tidak menjawab, tapi tangannya bergerak pelan, menggenggam bagian belakang baju Leon.Leon melepaskan pelukannya, mundur selangkah, menatap wajah Rosella yang masih belum sepenuhnya bisa menatap balik.Dia berbalik ke meja kerjanya, membuka laci paling bawah dengan kunci kecil yang ada di gantungan kuncinya, mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah terlihat usang di beberapa sudutnya.Dia membaw

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Permohonan Maaf

    "Kak Adrian." Suara Lucas keluar tegas.Tangannya sudah di antara dua kakaknya itu, satu di dada Adrian, satu di bahu Leon."Cukup." Lucas mendorong keduanya pelan tapi jelas. "Jangan menambah masalah."Adrian melepaskan kerahnya, mundur selangkah, masih dengan nafas memburu. Leon tidak bergerak, berdiri di tempatnya dengan wajah yang sudah kehilangan semua ekspresi yang biasanya dikendalikan dengan sangat ketat.Lucas sudah kembali ke sisi ranjang, memeriksa kondisi Rosella, jarinya di nadi pergelangan tangannya."Nadinya normal." Katanya pelan. "Pingsan karena kelelahan dan tekanan emosi."Kepala pelayan berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sangat khawatir, melihat ketiga Tuan Muda berkumpul di kamar Rosella dengan situasi yang sudah cukup untuk membuat siapapun menahan nafas.Adrian menghubungi kampus, membatalkan ujian harian yang sudah dijadwalkan pagi ini, meminta koleganya untuk menggantinya.Ponselnya berdering dua kali dari nomor kampus tapi dia tidak mengangkat.Lucas

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Beberapa Ronde

    Rosella mematung mendengar ucapan terima kasih dari Leon.Seorang Leon berterima kasih padanya?Pria yang selama ini hanya menatapnya dengan dingin, sekarang mengucapkan terima kasih dengan nada yang berbeda? Ditambah sebuah kecupan hangat? Rosella tidak tahu harus berkata apa. Tubuhnya masih lema

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ingin Bertemu Ibumu

    Lucas tersenyum miring, mencoba mengabaikan pikirannya, lalu dia menggenggam tangan Rosella lebih erat. Suasana hening menyelimuti mereka hingga dia melihat Rosella yang kurang tak nyaman dengan pakaian yang dikenakan. “Kamu kenapa Rosella?” Tanyanya. “Tidak ada-apa Tuan.” jawab Rosella kikuk.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Tidur Bersamaku

    Malam itu, ruang makan semua Tuan Muda sudah duduk di kursinya masing-masing. Leon duduk di ujung meja seperti biasa, meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat dari demam yang belum sepenuhnya hilang. Tapi dia bersikeras untuk tidak melewatkan makan malam, meskipun Lucas menyarankan dia untuk is

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Sore Dengan Lucas

    Rosella kembali ke kamar Leon dengan langkah yang terasa berat. Tangannya memegang obat-obatan yang diberikan Lucas, pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang baru saja terjadi. Lucas memeluknya, mengaku cemburu dan mengklaimnya untuk sore ini. Sementara pagi tadi, Leon juga melakukan hal yang

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status