공유

Bab 61

작가: Hisa NK
last update 게시일: 2026-07-28 17:28:09

Sinar fajar keemasan menerobos halus melalui celah tirai tipis Penthouse Himawan Tower, membiaskan pendar hangat di atas seprai sutra putih yang berantakan. Keheningan pagi di lantai teratas ibu kota itu terasa begitu tenang, jauh dari riuk pikuk intrik dan bentrokan kekuatan yang baru saja mereka lewati.

Liana terbangun perlahan. Dia menggeser tubuhnya sedikit, menyandarkan dagunya di atas dada bidang Satria yang kokoh dan terbuka. Di bawah permukaan kulit suaminya, tato naga emas itu tampak r
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 63

    Di ruang banquet utama yang megah dan dihiasi kemewahan lampu-lampu kristal, ratusan tamu undangan dari japoran pengusaha, pejabat, hingga tokoh masyarakat berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat riuh saat Satria, Liana, dan Vanya melangkah masuk.Baskoro Himawan berdiri di atas podium utama, menatap putri tunggal dan menantunya dengan binar mata yang memancarkan rasa bangga tiada tara."Hari ini," suara Baskoro bergema penuh wibawa melalui pengeras suara, "Himawan Group tidak hanya merayakan kejayaan bisnis dan rekor pertumbuhan aset tertinggi dalam sejarah. Hari ini, kita merayakan hadirnya era baru kepemimpinan yang membawa kedamaian, keberanian, dan pelestarian sejati bagi tanah air kita."Baskoro merentangkan tangannya, mengisyaratkan Satria dan Liana untuk naik ke atas panggung.Satria menggenggam jemari Liana, menuntun istrinya melangkah tegap menyusuri karpet merah. Setiap langkah kaki Satria memancarkan aura keagungan seorang pelindung murni yang tak tergoyahkan."Di

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 62

    Iring-iringan mobil melaju mulus memasuki kawasan cagar budaya dan konservasi hijau di Jakarta Selatan. Hawa sejuk dari pepohonan tua yang rindang membentang luas, menyambut kedatangan sang penguasa baru dengan ketenangan yang menyejukkan jiwa.Puluhan pejabat tinggi, sesepuh adat dari Solo, hingga jajaran insan pers sudah berkumpul di pelataran utama pendopo konservasi. Begitu pintu mobil terbuka, Hendra dengan sigap berdiri memberi jalan.Satria melangkah keluar terlebih dahulu, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Liana. Kehadiran pasangan itu seketika menarik perhatian seluruh hadirin. Satria yang tampil dengan kemegahan wibawa alaminya dan Liana yang memancarkan pesona anggun nan cerdas membuat suasana acara terasa kian bergengsi dan sakral.Baskoro Himawan melangkah cepat menghampiri mereka, merangkul bahu menantunya dengan binar mata yang memancarkan kebanggaan tiada tara."Satria, Liana!" sapa Baskoro dengan suara mantap. "Seluruh jajaran pemerintah daerah dan sesepuh ada

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 61

    Sinar fajar keemasan menerobos halus melalui celah tirai tipis Penthouse Himawan Tower, membiaskan pendar hangat di atas seprai sutra putih yang berantakan. Keheningan pagi di lantai teratas ibu kota itu terasa begitu tenang, jauh dari riuk pikuk intrik dan bentrokan kekuatan yang baru saja mereka lewati.Liana terbangun perlahan. Dia menggeser tubuhnya sedikit, menyandarkan dagunya di atas dada bidang Satria yang kokoh dan terbuka. Di bawah permukaan kulit suaminya, tato naga emas itu tampak redup dan tenang, hanya memancarkan hangat suam-suam kuku yang memberikan rasa aman mutlak bagi Liana.Jemari lentik Liana terangkat, mengusap pelan pahatan rahang tegas Satria yang masih terpejam dalam tidur nyenyaknya. Senyuman paling bahagia terukir indah di bibir Liana."Melihat kamu semanis ini kalau lagi tidur... enggak akan ada yang percaya kalau semalam kamu baru saja meleburkan artefak gaib jadi abu," bisik Liana lirih, terkekeh pelan.Satria tidak membuka matanya, namun bibir tegasnya p

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 60

    “Iya… iya… di situ… jangan berhenti…”Satria menggeram pelan. Tangan satu menahan pinggang Liana agar tetap menerima setiap dorongan, sementara tangan lainnya menyusup ke rambut istrinya, mencengkeram lembut dan menarik kepala Liana sedikit ke belakang.“Ngghh...Satria ... aahh... aku milikmu.” desah Liana di sela napasnya yang putus-putus. Suaranya sudah bergetar. “Selamanya… hanya kamu… hanya kamu, Satria…”“Ulangi,” perintah Satria serak, semakin cepat. “Bilang lagi.”“Aku milik kamu… ahh… selamanya… cuma kamu yang boleh… ngghh… masukin aku sedalam ini…”Satria menjawab dengan ciuman yang menelan setiap kata itu. Lidahnya menyusup masuk, menuntut, tangan kekarnya meremas payudara yang bergerak liar. Sementara pinggulnya terus bergerak tanpa ampun. Irama mereka semakin mendesak. Peluh mulai membasahi pelipis, punggung, dan dada mereka. Napas saling bertubrukan. Kulit saling melekat. “Satria… aku… aku mau…” suara Liana sudah hampir menangis. “Aku nggak kuat… ahh… mau keluar…”“Kelua

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 59

    Desahan kecil itu keluar dari tenggorokan Liana saat lidah Satria menyusup masuk, menuntut, mengeksplorasi, seolah ingin menghapus seluruh kelelahan malam ini hanya dengan satu ciuman. Tangan Satria yang masih memeluk pinggangnya kini naik, menelusuri lengkungan punggung yang terbuka dari balik gaun navy blue, jari-jarinya hangat dan sedikit kasar di kulit halus Liana. Setiap usapan membuat tubuh Liana semakin melemas, semakin menempel erat ke dada bidang suaminya.Satria memperdalam ciuman. Dia tidak buru-buru, tapi juga tidak memberi ruang bagi Liana untuk berpikir. Napas mereka saling bertubrukan, panas, cepat. Ketika akhirnya bibir mereka berpisah sejenak, benang saliva tipis sempat terlihat di antara mereka sebelum putus. Liana terengah pelan, dahi bersandar di dahi Satria, mata setengah terpejam.“Sayangg…” suaranya serak, hampir seperti bisikan.“Hm?” Satria menjawab dengan suara bariton rendah yang bergetar di dada. Dia tidak melepaskan pinggang Liana. Sebaliknya, dia menarik

  • Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya   Bab 58

    “Delapan puluh miliar!” sahut taipan otomotif di sebelahnya.“Seratus miliar!” potong seorang direktur bank swasta dengan suara yang hampir histeris.Liana menegang di kursi. “Gila… energi pemikatnya bekerja sangat cepat, Sat.”“Vanya, kunci jaringan frekuensi pemancar di bawah panggung,” perintah Satria tenang, suaranya hampir tidak terdengar di tengah keributan tawaran.“Siap, Den! Aura-Link mengeksekusi netralisir siber dalam tiga… dua… satu!”Bersamaan dengan hitungan mundur Vanya, Satria menghentakkan tumit sepatu kulitnya secara terukur ke atas lantai marmer ballroom.DUMMM!Gelombang kejut energi giok naga yang tak kasatmata menjalar cepat di bawah lantai, menghantam langsung fondasi panggung utama.BZZZZTTT!Suara dengungan halus yang hanya bisa dirasakan oleh kepekaan batin memutus habis seluruh benang energi hitam. Pemancar siber milik *Sovereign Crown Syndicate* di bawah panggung seketika korslet dan terbakar tanpa menimbulkan api terbuka. Aura pekat di dalam ballroom mengu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status