MasukPesta dansa itu berlangsung meriah di salah satu hotel milik keluarga Caesar. Hote Estrella menjadi tempat berkumpulnya seluruh keluarga besar The Seven Wolves beserta keluarga Gotardo, beberapa anggota keluarga Kim, serta seluruh anggota keluarga Winthrop. Seluruh tamu yang berjumlah ratusan orang itu akan dilayani termasuk tempat menginap. Seluruh hotel di kosongkan demi upacara pernikahan kembali Arjoona dan Claire Harristian.
Layaknya pengantin baru, Arjoona dan Claire berdansa dengan iringan musik yang lebih poppi. Ketimbang memilih musik romantis, Venus Harristian menyusun acara dengan iringan musik yang lebih hip hop. Ayahnya dulu adalah seorang rapper dan kolaborasi rap dengan Rei tak bisa dielakkan.
Suasana ceria, meriah, akrab dan penuh tawa menghiasi hampir seluruh sudut ballroom tersebut. Mars dan Vanylla ikut berdansa dan bergoyang sambil sesekali berciuman. Putri dan Jupiter juga melakukan hal yang sama sementara Ares memilih untuk menjadi salah satu gita
Christina tak membuang waktunya, ia segera mencari Travis untuk bertanya tentang penyanyi baru bernama Charlotte Harper. Beruntungnya Christina saat ia menemukan Travis ada di sebuah ruangan bersama beberapa orang staf.“Travis ... aku perlu bicara denganmu!” Christina seperti menyergap Travis yang tak sadar bahwa wanita itu tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Travis sempat terkesiap dan menoleh ke arah Christina.“A-Apa maumu?” Travis jadi sedikit gugup dan agak takut. Christina terkenal tak segan bermain fisik seperti memukul. Ia pernah terkena kasus karena memukul seorang pengunjung bar dan berkelahi di tempat umum.Christina segera menarik lengan Travis untuk ikut bersamanya ke salah satu sudut ruangan. Ia seperti mendesak Travis agar mau mengaku dan bercerita.“Apa yang ditawarkan penyanyi baru itu pada Dalton?” geram Christina dengan nada ketus. Ia mendelik hebat pada Travis yang belakangan tak lagi melapor padany
“Aku tidak mau menerima ini! Kamu sudah meninggalkan dia dan sekarang kamu berpacaran denganku, Josh!” desak Charlotte dengan nada makin tinggi dan ia sudah menghancurkan bunga milik Josh. Josh mengeraskan rahangnya menatap Charlotte tajam. Ia kesal karena bunga yang akan ia bawa sendiri untuk Honey kini sudah hancur di tangan Charlotte.Josh tak ingin menjawab dan menoleh pada manajernya. Ia meminta waktu untuk istirahat dan mereka akan melanjutkan rapat nanti.“Aku pergi dulu!” manajer itu pun mengangguk mengerti dan memilih membereskan barangnya di atas meja serta mengabaikan Charlotte. Josh langsung pergi keluar dari ruangan itu tanpa bicara apa pun lagi pada Charlotte. Terang saja Charlotte marah melihat dirinya diperlakukan seperti tak penting oleh Josh.“JOSH!” pekik Charlotte memanggil Josh yang langsung pergi begitu saja. Ia tak ingin berada di Tritone saat ini. Josh memilih untuk pulang ke apartemennya terlebih dahul
Mereka keluar dari pintu rahasia dengan sebuah mobil limosin yang sudah menunggu di depannya. Seluruh anggota tim masuk ke dalam mobil panjang tersebut dengan dua orang pengawal Ares dari Golden Dragon. Setelah semuanya masuk barulah sopir yang merupakan anggota Golden Dragon yang membawa mobil.Semua anggota tim tampak cukup lelah dan untungnya tak ada satu pun dari mereka yang terluka."Ini terlalu mudah. Ada yang tidak beres!" ucap Aldrich masih mengatur napasnya. Rei yang duduk berhadap dengannya ikut mengangguk."Aku juga merasa seperti itu!" sahut Rei kemudian."Rasanya aneh. Saat kita latihan, waktu yang dibutuhkan seharusnya lebih banyak dari ini. Tapi kurang dari 30 menit semuanya selesai. Huh!" Divers malah mengeluh."Memangnya kamu mau lebih lama di sana dan terbunuh begitu?" sahut Arion menyindir. Divers balik mendelik dan menggeleng."Siapa yang mau mati? Aku punya kencan malam ini!" celetuknya membuat Arion mendengus tersenyum.
Axel tak bisa mengambil cuti lebih dari dua hari. Padahal Honey bahkan masih harus istirahat pasca penusukan itu. Itu sebabnya mengapa Axel terpaksa harus masuk kerja dan meninggalkan Honey sendirian.“Aku tidak yakin, Honey!” ucap Axel masih ragu untuk pergi padahal ia telah siap dan dengan peralatannya. Honey terus menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Ia terus meyakinkan Axel agar mempercayainya dan bisa membiarkan dirinya di rumah beristirahat.“Aku akan baik-baik saja. Lagi pula aku tak akan ke mana-mana. Aku janji!” ucap Honey membuat janjinya pada adiknya sendiri. Axel menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Ia masih sangat khawatir.“Apa yang kamu takutkan?” sambung Honey lagi. Axel menarik napas berat dan memeluk Honey kemudian.“Aku takut jika Rei atau Josh akan datang kemari dan mengganggumu lagi.” Honey terkekeh pada pengakuan Axel. Ia jadi ikut memeluk adiknya itu.“Aku yakin m
Rei terbangun perlahan dari tidurnya. Semalam ia berpesta bersama keluarganya sampai pukul dua dini hari. Sementara ayah dan ibunya bahkan sudah masuk ke kamar mereka kurang dari pukul 12 malam. Mereka akan berangkat ke Yunani untuk berbulan madu lalu mengelilingi beberapa negara Eropa sampai akhirnya mereka akan pulang ke Manchester sebelum kembali ke New York.Dan Rei baru saja bangun lebih dari pukul 7 pagi. Ia mengerang bangun dari tidurnya dan mengeluh sakit kepala. Efek minum alkohol memang kadang membuat repot jika di pagi hari.“Mandilah! Orang tuamu akan berangkat sebentar lagi!” tukas Aldrich sudah siap dengan pakaian formalnya. Rei menggerutu karena ia tak dibangunkan oleh Aldrich padahal mereka berada di satu kamar presidential suite yang sama.“Shit, kenapa kamu tidak membangunkan aku!” hardik Rei masih sempat mengomel. Aldrich lantas menaikkan pergelangan tangannya dan melihat ke arah jam tangan mahalnya dengan sikap angkuh.
Pesta dansa itu berlangsung meriah di salah satu hotel milik keluarga Caesar. Hote Estrella menjadi tempat berkumpulnya seluruh keluarga besar The Seven Wolves beserta keluarga Gotardo, beberapa anggota keluarga Kim, serta seluruh anggota keluarga Winthrop. Seluruh tamu yang berjumlah ratusan orang itu akan dilayani termasuk tempat menginap. Seluruh hotel di kosongkan demi upacara pernikahan kembali Arjoona dan Claire Harristian.Layaknya pengantin baru, Arjoona dan Claire berdansa dengan iringan musik yang lebih poppi. Ketimbang memilih musik romantis, Venus Harristian menyusun acara dengan iringan musik yang lebih hip hop. Ayahnya dulu adalah seorang rapper dan kolaborasi rap dengan Rei tak bisa dielakkan.Suasana ceria, meriah, akrab dan penuh tawa menghiasi hampir seluruh sudut ballroom tersebut. Mars dan Vanylla ikut berdansa dan bergoyang sambil sesekali berciuman. Putri dan Jupiter juga melakukan hal yang sama sementara Ares memilih untuk menjadi salah satu gita







