Home / Romansa / Terikat Obsesi Sang Billionaire / BAB 18: RERUNTUHAN MASA LALU

Share

BAB 18: RERUNTUHAN MASA LALU

Author: Ms. Mee
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-03 12:03:00

Deru mesin limosin dipacu hingga batas kecepatan maksimal, membelah hujan yang kini turun dengan lebat, menghapus jejak mereka dari jalanan aspal Manhattan yang licin.

Dante mematikan semua perangkat GPS dan sistem pelacak mobil, beralih ke mode manual sepenuhnya. Di sampingnya, Lexy masih memeluk tas berisi flash drive emas itu seolah benda tersebut adalah jantungnya sendiri.

"Dante, pelan sedikit! Mobil ini bisa terbalik jika kau menyetir kesetanan seperti ini!" seru Lexy saat mobil menikung
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 36: KUNCI YANG TERGELETAK

    Pagi di Mayfair kembali menyapa dengan keanggunan yang dingin. Sinar matahari mencoba menembus tirai beludru abu-abu di kamar utama, menciptakan garis-garis cahaya yang menari di atas seprai sutra yang masih berantakan. Dante sudah bangun lebih dulu—kebiasaan seorang CEO yang otaknya tidak pernah benar-benar berhenti berputar.Ia berdiri di depan cermin besar, mengenakan kemeja putih bersih yang belum dikancingkan. Matanya tertuju pada pantulan dirinya, namun pikirannya tertuju pada pesan Silas semalam, Firma hukum Thomas Thorne. “Hoaaahmmm…”Lexy menggeliat di balik selimut, matanya perlahan terbuka dan menemukan punggung tegap suaminya sebagai pemandangan pertama. "Kau selalu bangun seolah-olah dunia akan kiamat jika kau terlambat lima menit," gumamnya dengan suara serak khas bangun tidur.Dante menoleh, senyum tipis menghiasi bibirnya. Ia berjalan kembali ke tepi tempat tidur, membungkuk untuk mencium kening Lexy. "Dunia tidak akan kiamat, tapi pasar saham London tidak peduli jik

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 35: PANAS DI BALIK KACA EMAS

    Gemercik air yang tenang bergema di dalam kolam renang pribadi di lantai teratas griya Mayfair. Halaman itu dirancang dengan estetika minimalis namun mewah; dindingnya terbuat dari kaca setinggi langit-langit yang menawarkan panorama London yang berkabut, sementara air kolamnya yang hangat menguap tipis, menciptakan atmosfer yang intim dan terisolasi dari dunia luar.Leo sudah berada di sayap lain bangunan, tertidur pulas setelah kelelahan bermain, ditemani oleh pengasuh dan tim medis terbaik. Kini, hanya ada Dante dan Lexy.Dante berdiri di tepi kolam, hanya mengenakan celana pendek hitam yang memamerkan otot-otot tubuhnya yang atletis—hasil dari disiplin keras dan modifikasi genetik yang tak pernah ia minta. Ia menatap air dengan pikiran yang melayang, sampai ia mendengar suara pintu geser terbuka.Lexy masuk dengan mengenakan bikini berwarna zamrud yang kontras dengan kulit putih porselennya. Rambutnya diikat asal ke atas, menyisakan beberapa helai yang jatuh di tengkuknya."Kau ma

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 34: KOPI DAN KECEMBURUAN

    Pagi di London selalu punya cara untuk terlihat puitis, namun bagi Lexy, suasana hati suaminya adalah ramalan cuaca yang lebih penting. Setelah ketegangan soal pelacak GPS tempo hari, Dante tampaknya berusaha menebus dosa dengan cara yang lebih manusiawi. Ia membawa Leo jalan-jalan ke sebuah kafe di kawasan Knightsbridge sebelum jadwal pemeriksaan rutin bocah itu di klinik.Leo tampak jauh lebih segar. Pipinya mulai berisi, dan binar matanya kembali setelah sekian lama redup oleh rasa sakit."Kak, lihat! Ada burung besar di sana!" Leo menunjuk ke arah taman melalui jendela kaca kafe yang luas."Itu burung merpati, Leo. Di London, mereka adalah pemilik jalanan," sahut Dante sambil mengusap kepala Leo. l.Ia kemudian menoleh pada Lexy, menggenggam tangannya di atas meja kayu ek yang dipelitur rapi. "Kau terlihat lebih tenang hari ini. Apa karena aku mematikan pelacak itu?"Lexy menyipitkan mata, memberikan senyum penuh arti. "Jangan coba-coba menyalakannya lagi, atau aku akan memasangny

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 33: RASA YANG MULAI GILA

    Satu minggu setelah kejadian di New Bond Street Mall, berita tentang Dante Maverick yang membeli sebuah pusat perbelanjaan hanya karena istrinya diremehkan menjadi buah bibir di seluruh kalangan elit London. Namun Dante tidak peduli. Baginya, uang hanyalah angka yang bisa cari ulang dengan sangat mudah, namun martabat Lexy adalah harga mati baginya.Pagi itu, Dante sedang berdiri di balkon, menatap tablet di tangannya dengan kening berkerut di hadapan sungai Thames. "Kau sedang merencanakan untuk membeli London Bridge?" tanya Lexy mendekat, membawa nampan berisi camilan ringan.Dante mendongak, dan dalam sekejap, raut wajahnya yang kaku melunak. Ia meletakkan tabletnya di meja dan segera menarik Lexy ke dalam pelukannya. "Aku hanya memastikan keamanan rute yang akan kau lalui hari ini menuju galeri."Lexy mengernyitkan dahi. "Rute? Dante come on, galeri itu hanya sepuluh menit dari sini. Aku bisa naik taksi atau bahkan berjalan kaki."Dante semakin mengeratkan pelukannya, menempelk

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 32: BLACK CARD

    Pagi di London menyapa dengan kabut tipis yang menyelimuti kawasan Mayfair, namun di dalam townhouse mewah milik Dante, suasana terasa hangat dan penuh dengan aroma kopi Blue Mountain yang mahal. Dante berdiri di depan jendela besar ruang makannya, mengenakan kemeja sutra hitam yang lengannya digulung hingga ke siku, menampilkan jam tangan Patek Philippe yang berkilau terkena cahaya lampu kristal.Pikirannya masih terbayang pada dokumen di lacinya kemarin, namun ia adalah seorang ahli dalam menyembunyikan badai di balik wajah yang tenang. Saat mendengar langkah kaki ringan mendekat, ia segera mengubah ekspresinya."Kau sudah bangun?" tanya Dante, berbalik dan menemukan Lexy yang tampak segar dengan gaun terusan sederhana namun elegan.Lexy tersenyum, berjalan mendekati suaminya dan melingkarkan tangannya di leher pria itu. "Leo sudah tidur lagi setelah sarapannya. Dokter Arvidsson bilang dia butuh banyak istirahat minggu ini. Jadi..." Lexy menatap Dante dengan pandangan menggoda. "Ap

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 31: SUBJEK AETHELGARD

    Jet pribadi milik Thorne-Maverick Industries—perusahaan baru yang lahir dari reruntuhan Maverick Corp—mendarat di Bandara London City saat senja mulai menyelimuti kota dengan kabut tipis yang dingin. Bagi dunia, Dante Maverick adalah sosok yang baru saja melakukan keajaiban finansial dengan melakukan hostile takeover terhadap sisa-sisa saham perusahaannya sendiri setelah menjatuhkan Sterling. Namun bagi Dante, kepulangannya ke London bukan lagi tentang uang. Melainkan tentang cintanya yang mulai bersarang pada Alexandra."London, Sayang," bisik Dante saat Lexy keluar dari pesawat. "Tempat di mana kita tidak perlu melihat ke belakang lagi."Lexy menghirup udara London yang lembap namun terasa bersih. "Townhouse di Mayfair? Kau benar-benar tidak bisa hidup tanpa kemewahan, ya?"Dante terkekeh, menarik Lexy ke dalam dekapannya, melindunginya dari angin kencang di landasan. "Tentu saja aku bisa hidup tanpa kemewahan, tapi aku tidak ingin istriku merasakannya. Lagipula, Mayfair adalah tem

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 20: TAHTA YANG RUNTUH

    Fajar mulai menyingsing di atas cakrawala Manhattan, menyapu sisa-sisa hujan semalam dengan cahaya jingga yang dingin. Di dalam kediaman Maverick, suasana masih terasa seperti di tengah badai. Dante dan Lexy melangkah keluar dari lift, masih mengenakan pakaian yang sama—yang bernoda debu, darah, da

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 19: SAHUTAN DESING PELURU

    Kegelapan di dalam terowongan drainase itu terasa pekat dan menyesakkan, seolah-olah tembok beton di sekeliling mereka perlahan-lahan menyempit untuk menelan siapa pun yang berani melintas. Suara tetesan air yang jatuh ke genangan limbah menggema, menciptakan irama monoton yang mencekam. Dante ber

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 17: OPERASI MALAM PERTAMA

    "Tetap di belakangku. Jangan menyentuh apa pun kecuali aku memintamu," bisik Dante saat mereka keluar dari mobil.Lexy mengangguk.Gedung pusat Maverick Corp itu menjulang seperti monumen kaca yang dingin di tengah kegelapan Manhattan. Tidak ada lampu yang menyala di lantai-lantai atas, kecuali lam

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 13: PERTEMUAN DUA IBLIS

    "Aku dengar ada keributan di kamarmu tadi, Dante," ucap Victoria tanpa menoleh, matanya terpaku pada daftar tamu di layar tablet."Bukan urusanmu, Bu," jawab Dante datar.Victoria meletakkan cerutunya di asbak kristal dan mendongak, menatap Dante dengan tajam."Apa pun yang melibatkan Alexandra ada

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status