Accueil / Romansa / Terikat Obsesi Sang Billionaire / BAB 43: PASIR PUTIH DAN API CEMBURU

Partager

BAB 43: PASIR PUTIH DAN API CEMBURU

Auteur: Ms. Mee
last update Date de publication: 2026-07-02 17:33:15

Setelah ketegangan yang nyaris menghancurkan pondasi rumah tangga mereka, Dante memutuskan untuk meninggalkan London yang dingin dan penuh kenangan pahit sejenak. Ia membawa Lexy ke sebuah resort pribadi miliknya di Kepulauan Turks dan Caicos.

Pagi itu, Lexy terlihat sedang berjalan di sepanjang bibir pantai, membiarkan buih ombak menyentuh jemari kakinya. Ia mengenakan gaun pantai transparan berwarna putih yang melambai ditiup angin, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang dibalut bikini hitam.

Be
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 58: SKOTLANDIA

    Dante dan Lexy akhirnya kembali ke Mayfair setelah malam yang penuh ketegangan dan kemenangan atas Subjek 03.Dante melepaskan dasi kupu-kupunya. Matanya tak lepas dari Lexy yang berdiri di tengah ruangan, masih mengenakan gaun merah darah yang memamerkan setiap lekuk tubuhnya yang menggoda."Kau luar biasa malam ini, baby girl," suara Dante terdengar serak oleh gairah yang sudah ia tahan sejak di galeri."Kau juga. Aku belum pernah melihatmu seberbahaya itu saat menghadapi Subjek 03. Tanpa kekuatan super, kau justru lebih... Seksi."Dante menyeringai. Ia menarik pinggang Lexy, merapatkan tubuh mereka hingga tak ada celah. "Itu karena aku punya sesuatu yang tidak dimiliki mesin itu. Aku punya keinginan untuk memilikimu sepenuhnya."Tanpa menunggu lagi, Dante mencium Lexy dengan brutal. Ia melumat, menyesap setiap rasa manis di bibir istrinya. “Mhmmm…”Lexy menjambak rambut Dante, menarik pria itu ke dalam pusaran gairah mereka.Dante mengangkat tubuh Lexy, membuat kaki wanita itu mel

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 57: PREDATOR DI BALIK KANVAS

    "Daniel, kau terus melihat ke arah balkon, ada apa?" bisik Lexy, suaranya teredam oleh riuh rendah tamu di sekitar mereka. Ia menggenggam lengan Dante, merasakan ketegangan otot di balik jas tuksedo pria itu."Ada tamu tak diundang yang butuh perhatian khusus, sweetheart. Tetaplah di dekat Silas. Jangan menjauh tanpa sepengetahuannya.""Kau tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya, kan? Bahumu belum sembuh total," Lexy menatapnya dengan kekhawatiran."Aku akan melakukan sesuatu yang cerdas. Itu jauh lebih menyakitkan bagi musuhku daripada sekedar pukulan," Dante memberikan senyum yang menenangkan. Ia memberikan kode anggukan kecil pada Marcus yang berdiri di sudut ruangan.Cup!Dante mencium bibir Lexy singkat, lalu perlahan melepaskan diri dari kerumunan, bergerak menuju pintu samping yang menuju ke area ruang penyimpanan bawah tanah. Ia sengaja bergerak perlahan, ingin pria di balkon itu mengikutinya. Dan benar saja, bayangan pirang pucat itu mulai bergerak turun melalui tangga.

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 56: KEMBALINYA SANG MAESTRO

    Jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Suara detak jam dinding terdengar seperti dentuman drum di telinga Dante. Ia tidak bisa tidur bukan karena rasa sakit di bahunya, melainkan karena rasa haus akan kendali yang mulai membakar jiwanya kembali.Ia bangkit dari ranjang dengan perlahan, berusaha tidak membangunkan Lexy. Dengan gigi yang terkatup menahan nyeri, ia berjalan menuju ruang kerja pribadinya. Ia duduk di kursinya, menyalakan deretan monitor yang menampilkan pergerakan saham global."Selamat pagi, Tuan Maverick. Kupikir dokter menyarankanmu untuk tidur delapan jam" "Tidur adalah kemewahan bagi orang yang tidak punya musuh, Marcus. Nyalakan sistem keamanan tingkat empat. Aku ingin melihat data aliran dana Apex Global dalam satu jam terakhir.""Kau sedang dalam kondisi pemulihan fisik, Tuan. Bukan sedang mempersiapkan perang.""Fisikku mungkin sedang lambat, tapi otakku tidak pernah secepat ini," Dante menunjuk ke layar yang menampilkan grafik merah. "Liam mengira dia bisa menj

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 55: REHABILITASI SANG SINGA

    "Daniel, waktunya minum obat dan latihan fisioterapi," suara Lexy terdengar dari ambang pintu."Bawa pergi benda kimia-kimia sialan itu, babe. Aku sudah cukup merasa seperti laboratorium berjalan selama dua puluh tahun."Lexy menghela napas, meletakkan nampan di meja kecil di samping Dante. Ia berjalan mendekat ke suaminya, berjongkok agar mata mereka sejajar. "Ini antibiotik dan pereda nyeri. Kau manusia sekarang. Manusia butuh bantuan untuk sembuh.""Manusia butuh bantuan, tapi seorang pria tidak suka merasa tidak berdaya," geram Dante. Ia menatap tangannya yang sedikit gemetar saat mencoba mencengkeram lengan kursi roda. "Aku tidak bisa mengangkat gelas ini tanpa rasa nyeri yang menusuk sampai ke tulang belakang. Bagaimana aku bisa melindungimu? Bagaimana jika The Founders datang lagi malam ini?""Ada Marcus. Ada Silas. Ada lima puluh pengawal bersenjata di bawah sana," Lexy memegang tangan Dante, mencoba menyalurkan kehangatan. "Kau sudah melakukan bagianmu di dermaga. Sekarang bi

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 54: SISA NAFAS DI TEPI THAMES

    Dermaga itu benar-benar berubah menjadi neraka kecil. Asap dari moncong senjata beradu dengan kabut sungai Thames yang dingin. SUV hitam yang membawa Lexy menderu, bannya mencicit keras di atas aspal basah saat Silas menginjak pedal gas sedalam mungkin. Lexy memberontak dan terus memukuli kaca jendela, wajahnya basah oleh air mata, matanya terpaku pada sosok pria yang berdiri sendirian di tengah kepungan musuh."DANTE! TIDAK! BERHENTI, SILAS! KITA TIDAK BISA MENINGGALKANNYA!" jerit Lexy, suaranya parau hingga tenggorokannya terasa berdarah.Liam duduk di sampingnya, nafasnya tersengal, wajahnya pucat pasi karena trauma. Ia mencoba memegang bahu Lexy. "Lexy, tenanglah! Jika kita kembali, kita semua akan mati!""LEPASKAN AKU, LIAM! KAU PENYEBAB SEMUA INI!" Lexy menyentakkan tangan Liam. "Kau membohongiku! Kau membawa para pria bersenjata itu ke sini! Jika sesuatu terjadi pada Dante, aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!"***Dante berlutut dengan satu kaki. Bahunya be

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 53: DERMAGA PENGKHIANATAN

    Angin malam di tepi Sungai Thames terasa seperti sembilu yang menyayat kulit. Kabut tebal merayap di atas permukaan air, menyembunyikan siluet gudang-gudang tua di kawasan dermaga timur London. Lexy berdiri sendirian di bawah lampu jalan yang berkedip, memeluk tubuhnya sendiri. Ia merasa bodoh, namun rasa penasaran dan keraguan yang ditanamkan Liam lebih kuat daripada rasa takutnya.Sebuah mobil sedan perak berhenti dengan suara halus tepat di depannya. Pintu mobil itu terbuka, dan Liam keluar dengan senyum yang dulu selalu membuat Lexy merasa aman."Kau datang, Lexy. Aku tahu kau tidak akan membiarkan dirimu dibodohi selamanya," ucap Liam lembut."Jangan mulai dengan bualanmu, Liam. Apa maksud pesan itu? Dante... dia kesakitan. Aku melihatnya sendiri. Bagaimana bisa kau bilang dia membohongiku?"Liam mengeluarkan sebuah folder cokelat dari dalam mobilnya dan menyodorkannya pada Lexy. "Itu laporan asli dari tim medis Swedia yang disadap oleh orang-orangku. Cairan biru itu memang pena

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 5: SATU RANJANG, DUA MUSUH

    Di kamar utama Dante, Lexy berdiri kaku di tengah karpet bulu, sementara pria itu dengan santai melepas dasi dan membuka dua kancing kemeja teratasnya."Sofa itu terlihat cukup empuk untukmu," Lexy menunjuk sofa panjang di sudut ruangan.Dante melirik sofa itu, lalu kembali menatap Lexy. "Itu sofa

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 4: TAMU TAK DIUNDANG

    Lampu hias di langit-langit penthouse masih menyala terang di kediaman Maverick. Usai acara amal yang terasa mencekik, Lexy menendang heels-nya ke sembarang arah. Kakinya lecet, dan kepalanya berdenyut karena akting senyum selama empat jam di depan kamera."Tolong buka resleting ini, Dante. Aku tid

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 3: SANDIWARA PERDANA

    Lantai marmer penthouse itu terasa dingin saat Lexy digiring menuju kamar rias. Ruangan itu terlihat lebih mirip butik kelas atas di Milan daripada sebuah kamar. Tiga orang berpakaian modis dan stylist sudah menunggu dengan kuas rias dan deretan gaun yang berkilau di bawah lampu kristal."Namanya

  • Terikat Obsesi Sang Billionaire   BAB 6: PELATIHAN SANG PERMAISURI

    Ruang kerja Dante yang luas kini disulap berubah menjadi medan tempur. Di atas meja jati yang mahal, bertumpuk berkas profil anggota dewan komisaris Maverick Corp. Dante berdiri di depan jendela besar, sementara Lexy duduk dengan gelisah, membolak-balik foto-foto pria tua berjas formal."Hafalkan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status