/ Romansa / Terjebak BossZone / Chapter 33: Wedding & Secret

공유

Chapter 33: Wedding & Secret

작가: Anaa
last update 게시일: 2023-09-12 16:28:57

"Saya dan Nesa sudah menjalin hubungan cukup lama. Nesa memutuskan untuk resign karena ingin membatasi hubungan percintaan dan pekerjaannya."

Alasan seperti itu yang digunakan oleh Edgar untuk menjelaskan kepada kelurga dan sahabat Nesa.

Edgar benar-benar mengantarkan Nesa sampai ke rumahnya. Di sana kedatangan Nesa dan Edgar tentu sudah dinanti-nanti oleh Nisa, Nizam, Seruni, dan juga Risa. Edgar membuat cerita karangannya sendiri— mengatakan jika memang dirinya dan Nesa sudah menjalin hubung
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Nova Ugara
ohw itu toh rahasia ny.... pak.edgar tak seberengsek itu ternyata....
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Terjebak BossZone   Epilog

    Pesona seorang Radega Edgar Naratama memang tidak bisa ditolak oleh siapapun—termasuk oleh Vanesa. Walaupun lelaki itu sangat menyebalkan, tetapi berhasil membuat getaran aneh muncul di hatinya. Dulu, membayangkan mempunyai hubungan lebih dari hanya seorang bawahan dan atasan di kantor saja Vanesa tidak berani. Rasa-rasanya Edgar tidak akan tergapai olehnya, lelaki itu terlalu luar biasa. Memutuskan resign untuk menghindari lelaki itu, tetapi berujung pada sebuah pernikahan. Pernikahan yang diawal begitu banyak konflik dan kesalahpahaman, pernikahan yang hampir saja berada pada garis perceraian—tetapi siapa sangka Vanesa akan berada di titik ini, bahkan mempunyai buah hati bersama lelaki itu. Terlalu bulshit jika mengatakan pernikahan mereka baik-baik saja tanpa adanya pertengkaran bahkan setelah hari di mana mereka sama-sama terbuka tentang perasaan keduanya. Beberapa kali ada perdebatan dan pertengkaran—tetapi memang itu adalah bumbu pernikahan bukan? Walaupun sebenarnya Van

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter III (Buah Hati)

    "Tidurkan di kasur sayang, tangan kamu tidak pegal memang, hm?" Nesa mendelik menatap suaminya. "Maaf...." kata Edgar sembari mengusap bekas air mata di pipi putranya yang sedang terlelap dipangkuan Nesa. "Minta maaf sama Gavin dulu! Bisa-bisanya ya sama anak aja cemburuan, ngga mau ngalah!" dumel Nesa tetap menatap suaminya dengan delikan tajam. Edgar sedikit menekuk bibirnya. "Saya bisa memberi semua yang Gavin inginkan, tapi... kamu kan punya saya. Lagian Gavin sudah punya kamar sendiri, masa mau tidur terus sama kita?" Nesa menggeleng-gelengkan kepalanya. Edgar benar-benar seperti anak kecil saja, kepada anaknyapun tidak mau mengalah. Jadi, Gavin—putra mereka yang sudah berusia empat tahun memang sudah dibuatkan kamarnya sendiri, tetapi tetap saja yang namanya anak-anak sering masih ingin tidur dengan orang tuanya—seperti malam ini, Gavin sudah tidur ditengah-tengah mereka, tetapi dengan sengaja Edgar memindahkan Gavin yang sudah terlelap ke kamarnya, alhasil bocah itu menan

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter II (Kehidupan Bian)

    "Gue ngga perlu jelasin serinci mungkin, Nes. Suami lo jelas pasti tahu semuanya." Nesa menatap Edgar dengan kening mengernyit, seolah bertanya tentang kebenaran dari ucapan Bian. "Udah sih, gue ngga papa, ngga usah natap gue kasihan gitu!" katanya. Walaupun begitu tetap saja, ada perasaan aneh yang dirasakan oleh Nesa. Ini jelas berita besar—dan yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana perasaan Bian selama ini? Pasti lelaki itu sudah melalui banyak hari yang berat. "Sudah berapa bulan?" tanya Bian mempersilahkan Nesa untuk duduk. "Jalan enam bulan," jawab Nesa semangat, mencoba bersikap seperti biasanya. "Apa suami lo memperlakukan lo dengan baik?" Nesa mengangguk tanpa ragu. "Mas Edgar mencintai aku... sangat!" "Bagus! Kalau dia ngga memperlakukan lo dengan baik, mending sama gue aja." Nesa terkekeh pelan, menggeleng lalu memeluk perut Edgar yang sedari tadi masih berdiri di dekatnya. "Nanti Mas Edgar sendirian, kasian." Bian menatap Edgar dengan tatapan yang

  • Terjebak BossZone   Extra Chapter I (Ngidam & Bian)

    "Mas...." Edgar terlihat menghela napas, melepaskan perlahan tangan Nesa yang melingkar di lengannya. "Mas masih marah ya?" tanya Nesa memanyunkan bibirnya, kembali mencoba melingkarkan tangannya di lengan Edgar, walaupun suaminya itu kembali melepaskannya. "Iya maaf, ngga jadi Mas. Tadi aku cuman bercanda kok," lanjutnya. "Saya berangkat," katanya terkesan jutek walaupun sebelumnya mencium kening Nesa sebagai rutinitas wajib pagi mereka sebelum Edgar berangkat kerja. "Ah Mas Edgar...." Nesa kembali merengek, menghalang langkah suaminya. "Aku minta maaf, jangan marah." "Saya ada meeting Vanesa." "Tuh kan! Panggilan sayangnya mana?" Edgar kembali menghela napas pelan, menampilkan senyum yang sebenarnya tidak sampi hati itu. "Saya berangkat kerja ya, ada meeting pagi ini sayang," kata Edgar mengulang pernyataannya. Melingkarkan tangannya memeluk pinggang Edgar, Nesa mencium pipi kanan suaminya dengan lembut. "Aku beneran cuman bercanda tadi, jangan ngambek lagi yaa... dan semoga

  • Terjebak BossZone   Chapter 62: Private Beach (Ending)

    Nesa mengerjapkan matanya perlahan, bibirnya berdecak pelan ketika telinganya masih mendengar suara notifikasi alarm dengan volume yang bukan main kencangnya.Mencoba bangun dari tidurannya untuk mengambil ponsel, tetapi tubuhnya dipeluk erat oleh sang suami.Dengan perlahan ia mencoba melepaskan tangan Edgar yang melingkar di perutnya, setelah berhasil, ia bangun lalu berjalan mengitari ranjang untuk duduk di tepi kasur, mengambil ponsel Edgar yang masih mengeluarkan suara notifikasi alarm untuk mematikannya.Disya mengernyit ketika merasakan perbedaan dengan kamar yan ditempatinya, mendongak lalu kembali memperhatikan sekitaran kamar dengan cahaya remang."Sudah bangun, sayang?" tanya Edgar, kedua tangannya kembali memeluk perutnya erat.Nesa tersenyum kecil lalu mengusap lembut lengan Edgar yang melingkar di perutnya."Sudah, tumben banget pasang alarm pagi-pagi buta begini sih?""Biar ngga kesiangan.""Mau ke mana?""Lihat sunrise.""Huh?"Nesa ingat, semalam ia dan Edgar menghadi

  • Terjebak BossZone   Chapter 61: Sunrise Gagal

    Edgar menghentikan kegiatanya yang sedang berkutat dengan laptop, melirik Nesa yang sepertinya sangat fokus menatap handphone dengan kedua telinga yang disumpal earphone, keduanya duduk bersebelahan, tetapi sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Cup! Edgar mencuri satu ciuman di pipi kanan Nesa, yang jelas hal itu dilakukan untuk mendapat perhatian dari si perempuan. "Sedang menonton apa, fokus sekali?" Nesa sedikit terperanjat kaget, langsung mematikan layar handphone, menatap suaminya dengan senyum canggung sambil melepaskan earphone yang masih terpasang di telinganya. "Ngga ada apa-apa kok—aku ngga nonton apa-apa, Mas." Edgar mengernyit, reaksi Nesa terlihat berlebihan padahal dia hanya bertanya. Ditatap sebegitunya oleh Edgar jelas membuat Nesa ciut, seolah ia tidak akan pernah bisa berbohong kepada lelaki itu. "A—aku menonton video Sandi bernyanyi, aku ngga sengaja nyari, Mas, beneran. Tiba-tiba dia muncul di beranda sosial mediaku." "Mana lihat." Nesa kembali menyalakan

  • Terjebak BossZone   Chapter 42: Status Di Atas Kertas

    "Durasi emang penting, tapi yang penting skillnya ngga sih?""Bisa ngga buat sampe merem melek, yakan? Hahaha...." Tawa Tari terdengar ketika menyelesaikan kalimatnya, yang jelas mengundang tawa dari yang lainnya, termasuk Nesa yang hanya tersenyum canggung—lebih ke terkejut sih sebenarnya te

  • Terjebak BossZone   Chapter 40: Pulang

    Tidak hanya pergi dengan meninggalkan hutang yang sangat banyak, Nesa ketika berumur belasan tahun juga menyaksikan Eros sedang bermesraan dengan perempuan lain, entah hanya menggodanya, ataupun saling menyentuh satu sama lain sambil cekikikan seolah yang dilakukan lelaki itu bukan sesuatu hal yang

  • Terjebak BossZone   Chapter 39: Pergi Tanpa Kata

    “Dia sekarat….”Entah sudah berapa kali Nesa menghembuskan napas beratnya, mencoba meredekan detak jantungnya yang berdetak hebat, dengan perasaan tidak menentu, bibir pucatnya terlihat dikulum untuk beberapa saat, keringat dingin membasahi kedua telapak tangannya, meremas kuat bagian samping pakaian

  • Terjebak BossZone   Chapter 37: Pagi Panas?

    “Vanesa!”“Pak Ed—hmmph”Sebelum Nesa berteriak, Edgar lebih dulu membekap mulut Nesa dengan salah satu telapak tangannya. “Mamah ada di bawah, kamu tahu tentang rencana kedatangan Mamah pagi ini ke rumah?” tanya Edgar cepat dengan kening mengernyit.Nesa masih mencoba melepaskan tangan Edgar yang memb

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status