공유

Bab 10

작가: Zeya
last update 게시일: 2026-05-01 12:37:44

Mereka berempat memang sudah berteman sejak SMP dan melanjutkan ke SMA yang sama. Di sanalah mereka bertemu dengan gadis bernama Jennifer, gadis sombong dan galak yang menyukai Rafka setengah mati.

Hampir setiap hari Jennifer selalu ada di dekat Rafka layaknya perangko. Dia mengejar pemuda itu tanpa mempedulikan harga dirinya, mengungkapkan perasaan tanpa rasa malu, meskipun Rafka tidak pernah sekalipun mempertimbangkan perasaannya dan justru sering menyakitinya dengan kata-kata tajam tapi gadi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 68

    Mata Anna kembali berkaca-kaca. Wajahnya pucat pasi setelah mendengar bentakan dari Jennifer.Sementara itu, Gina semakin dibuat bingung ketika melihat ke arah Rafka yang sejak tadi hanya diam tanpa melakukan tindakan apa pun kepada Jennifer, padahal sudah jelas gadis itu baru saja melukai Anna, mantan kekasihnya."Kak Rafka, kenapa hanya diam? Anna baru saja dirundung oleh Kak Jennifer. Kenapa Kakak nggak melakukan apa pun?" tanya Gina.Pertanyaan itu membuat semua mata yang ada di sana langsung beralih kepada Rafka.Mereka merasa ada yang aneh.Rafka masih memasang wajah datar meskipun kondisi Anna terlihat sangat memprihatinkan. Para sahabatnya juga ikut memandangnya dengan penuh tanda tanya.Terutama Tobi yang baru menyadari bahwa Rafka sama sekali tidak melakukan apa pun terhadap Jennifer.Rafka mengembuskan napas panjang, kemudian dia melangkah mendekati mereka. Namun, bukan berhenti di depan Anna. Pemuda itu justru menghentikan langkahnya tepat di hadapan Jennifer yang berdiri

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 67

    Dia kembali melangkah maju, tubuhnya menunjukkan tanda-tanda siap menyerang lagi. Beberapa siswa mencoba melerai. Namun mereka langsung terdiam ketika Rafka akhirnya bergerak.Sayangnya, bukan untuk menghentikan Jennifer. Rafka justru meraih bahu salah satu siswa yang hendak maju lalu menariknya mundur tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tatapannya tidak pernah lepas dari Jennifer. Seolah dia ingin melihat sampai di mana batas kemampuan gadis itu."Kak Jennifer, sudah!" Pekik Anna dari lantai sambil menahan rasa sakit. "Jangan sakiti Kak Tobi lagi, tolong..."Air mata kembali mengalir di pipinya. "Aku mohon..."Jennifer menghentikan langkahnya, dia menoleh perlahan ke arah Anna. Lalu tertawa pendek."Aku heran." Nada suaranya terdengar dingin. "Aku sudah memperlakukanmu buruk setiap hari menurut versimu, tetapi kamu masih saja membela orang lain."Jennifer memiringkan kepala. "Kamu pikir itu akan membuatku iba?"Anna menggigit bibirnya, tubuhnya sedikit gemetar. "Aku hanya nggak mau a

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 66

    Jennifer mengangkat satu alis, tatapannya tetap tenang. "Aku jelas punya otak. Nggak kayak kamu yang kebodohannya bahkan mengalahkan ayam kampung."Wajah Tobi langsung memerah. "Katanya punya otak, tetapi tingkahmu lebih parah daripada pasien rumah sakit jiwa! Nggak waras!"Bayu yang berdiri di samping Tobi segera menepuk pundak sahabatnya itu. "Tenang, Bro."Dia berusaha menenangkan Tobi sebelum mengalihkan pandangan kepada Jennifer, Bayu mengembuskan napas panjang."Tapi kali ini kamu memang keterlaluan, Jen." Nada suaranya terdengar kecewa. "Kalau kamu terus memperlakukan Anna seperti ini, mentalnya bisa rusak."Jennifer memutar bola matanya malas. "Memang dari awal mentalnya sudah rusak, aku cuma menambahkan sedikit saja biar seimbang." "Astaga." Bayu memijat pelipisnya frustrasi.Dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi, siapa pun yang mendengar jawaban Jennifer pasti akan kesal. Bahkan sampai saat ini gadis itu masih terlihat sama sekali tidak merasa bersalah."Bahkan

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 65

    Anna yang semula menundukkan kepala perlahan mengangkat wajahnya, senyum dingin langsung muncul di bibirnya."Jadi Kak Jennifer sudah tahu?" Wajah lugu yang selama ini selalu dia tunjukkan lenyap begitu saja. "Baguslah. Jadi aku tidak perlu berpura-pura baik lagi di depan iblis seperti Kakak."Jennifer memutar bola mata. Menurutnya, sebutan iblis jauh lebih cocok diberikan kepada Anna daripada dirinya.Anna memainkan rambutnya sambil menyunggingkan senyum sinis. "Aku benar-benar membenci Kak Jennifer. Semuanya pasti akan lebih baik tanpa Kakak. Terlebih lagi kalau Kakak nggak ada di dunia ini."Dia melangkah mendekat. "Kenapa Kakak nggak ikut mati saja bersama ibu kesayangan Kakak, hm?"Jennifer tidak menjawab. Dia hanya mengamati Anna yang terus berusaha memancing emosinya, dia tidak bodoh. Dan dia hanya menunggu waktu yang tepat."Kasihan sekali hidup Kakak." Anna kembali berbicara. "Bahkan papi menyesal memiliki anak seperti Kakak. Seharusnya Kak Jennifer sadar kalau benalu seperti

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 64

    "Kenapa harus seperti ini, Raf?" Suara Jennifer terdengar lebih pelan. "Dulu aku sangat mencintaimu. Aku memberikan semua perhatianku untukmu. Tetapi apa yang kamu lakukan?"Dia tersenyum pahit. "Kamu terus mendorongku menjauh. Menghancurkan semua harapanku sedikit demi sedikit."Tatapan Jennifer perlahan meredup. "Belum cukup sampai di sana, kamu juga pernah mengatakan bahwa mustahil menjalin hubungan dengan orang yang paling kamu benci. Sekarang kamu datang dan mengatakan semua ini."Jennifer menggelengkan kepala. "Rafka, mungkin kamu sudah melupakan semua yang pernah terjadi. Tetapi aku masih mengingat semuanya."Setiap penolakan, setiap hinaan, setiap luka. Semuanya masih tersimpan jelas dalam ingatannya.Rafka menatap Jennifer dengan sorot mata penuh penyesalan. "Jennifer...""Aku akan mengatakan hal yang dulu pernah kamu katakan kepadaku." Jennifer memotong ucapannya. Tatapannya lurus menembus mata Rafka. "Kalau memang kamu benar-benar menyukaiku, hilangkan perasaan itu."Rafka

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 63

    "Untuk apa kamu meminta Jennifer membalas pesanmu?" sungut Sinta tidak suka."Bukan urusanmu." Rafka menjawab tanpa ekspresi."Jelas urusanku! Jennifer sahabatku, dan kamu sumber sebagian besar masalah yang pernah dia alami. Aku nggak mau Jennifer terluka lagi hanya karena ulahmu."Jennifer mengembuskan napas panjang. Lalu, secara tiba-tiba dia berdiri dari kursinya. "Aku ingin berbicara berdua denganmu."Tatapannya tertuju langsung kepada Rafka. Suasana meja seketika menjadi hening, Jennifer tidak menunggu jawaban. Dia langsung berbalik dan berjalan keluar kantin.Rafka menatap punggung gadis itu selama beberapa saat sebelum akhirnya bangkit dan mengikuti langkahnya dengan tenang.Samuel yang sejak tadi hanya mengamati perlahan mengangkat sudut bibirnya. "Menarik, apa kali ini dia serius?"Tobi masih melongo memperhatikan kedua orang itu yang semakin menjauh."Kenapa aku merasa mereka seperti memiliki sesuatu yang..." Dia menggaruk kepalanya bingung. "Entahlah, seperti ada percikan."

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 52

    Sebuah ballroom megah yang berada di salah satu hotel berbintang telah dipenuhi dekorasi mewah bernuansa putih. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya hangat, memantul pada lantai marmer yang mengilap dan menciptakan kesan elegan yang memukau.Satu per satu tamu undangan

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 51

    Samuel menatap layar ponselnya yang sudah gelap, dia masih tidak menyangka jika Jennifer baru saja menghubunginya hanya karena rumor yang beredar. Sejauh ini, gadis itu selalu mengabaikan panggilan darinya tapi tadi gadis itu bahkan meminta bantuannya. Seulas senyum tipis muncul di bibir Samuel, t

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 50

    Perasaan yang menjerat Jennifer memang tidak salah, hari yang dia pikir akan berakhir damai justru menjadi kacau balau saat dia menginjakan kaki di anak tangga kampus keesokan harinya. Tatapan murid-murid sejak tadi seperti pisau yang ingin mengulitinya hidup-hidup, entah alasan apa yang membuat m

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 48

    Jennifer baru saja selesai menonton televisi di ruang tamu. Hari ini berjalan seperti biasa, tanpa hal istimewa yang perlu dia nantikan. Karena itu, ketika suara bel rumah tiba-tiba berbunyi, Jennifer tidak bisa menyembunyikan kerutan di dahinya.Dia tidak merasa sedang menunggu siapa pun sore ini,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status