Share

Bab 45

Author: Zeya
last update publish date: 2026-05-28 17:24:32

"Ann, kamu kenapa?"

Gina bertanya ketika melihat Anna memasuki kelas dengan wajah pucat. Tidak hanya pucat, mata gadis itu juga terlihat merah seolah baru saja menangis.

Ada apa dengan Anna?

Anna duduk di samping Gina tanpa menjawab pertanyaannya.

"Kak Jennifer ganggu kamu lagi?" tanya Gina pelan.

Anna menggeleng tanpa menatap Gina.

Jawaban itu membuat Gina ingin bertanya lagi, tetapi urung ketika telinganya menangkap obrolan teman-teman sekelas yang baru saja memasuki kelas.

"Gila! Gila! Aku n
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 45

    "Ann, kamu kenapa?"Gina bertanya ketika melihat Anna memasuki kelas dengan wajah pucat. Tidak hanya pucat, mata gadis itu juga terlihat merah seolah baru saja menangis.Ada apa dengan Anna?Anna duduk di samping Gina tanpa menjawab pertanyaannya."Kak Jennifer ganggu kamu lagi?" tanya Gina pelan.Anna menggeleng tanpa menatap Gina.Jawaban itu membuat Gina ingin bertanya lagi, tetapi urung ketika telinganya menangkap obrolan teman-teman sekelas yang baru saja memasuki kelas."Gila! Gila! Aku nggak kuat! Waktu Kak Rafka mukul Kak Haris itu auranya benar-benar nggak masuk akal!""Ih, serius! Aku sampai tahan napas waktu lihat Kak Rafka sama Kak Haris rebutin Kak Jennifer. Gila! Bisa-bisanya dua cowok keren seperti itu ada di satu tempat.""Apalagi pas Kak Rafka narik tangan Kak Jennifer, aku langsung lemas, sumpah!"Gina tertegun mendengar obrolan teman-teman sekelasnya. Dia melirik Anna yang masih menunduk dan pasti mendengar semuanya."Eh, tapi aku penasaran deh. Tadi Kak Rafka bawa

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 44

    Rafka tidak menyahut. Dia malah semakin mencengkeram kuat pergelangan tangan Jennifer dan melangkah lebar keluar kantin.Haris meringis perih lalu sekali lagi menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya sambil menatap nanar punggung Jennifer yang mulai menghilang dari pandangannya.Nyatanya, sampai kapan pun dia hanya akan menjadi pengagum tanpa bisa memiliki gadis itu.Sementara itu Rafka masih memasang wajah keras sambil menarik lengan Jennifer agar mengikuti langkahnya. Di belakangnya, Jennifer tidak berhenti memberontak dan mengumpat sepanjang jalan. Kaki pendeknya cukup kesulitan menyeimbangkan langkah lebar Rafka di depannya hingga beberapa kali hampir terjatuh."Sial!" umpat Jennifer ketika nyaris tersungkur karena mengikuti langkah Rafka.Seolah menyadari kesulitan Jennifer, Rafka sedikit memperlambat langkahnya, tetapi tidak dengan cengkeraman tangannya.Mereka berhenti di gudang sekolah. Rafka membawa Jennifer masuk ke sana lalu mengayunkan satu kakinya ke belakang untuk

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 43

    Wajah Anna langsung pucat mendengar pertanyaan dari Samuel, keringat dingin mulai muncul di telapak tangannya tanpa dia sadari. Dari semua orang, hanya Samuel yang selalu bersikap netral dan acuh tak acuh. Akan tetapi, sejak dia menjalin pertunangan dengan Jennifer sikap pemuda itu menjadi lebih sensitif jika menyangkut Jennifer. "Maksud Kak Samuel aku lagi bohong?" suara Anna terdengar lirih. Remasan di tangannya semakin kuat. "Siapa yang tahu?" balas Samuel acuh. Anna termangu. Dia menatap Samuel sendu, seakan dia tertekan oleh ucapan yang baru saja di keluarkan oleh pemuda itu. "Kalau Kak Samuel nggak percaya sama aku nggak apa-apa," cicit Anna dengan mata berkaca-kaca. "Lagi pula ini memang salah aku karena terlalu berharap suatu saat nanti Kak Jennifer bisa menerima keberadaan aku dan Mama," lirihnya sambil tersenyum getir. Tobi dan Bayu meringis melihat Anna menangis sesenggukan. Mereka serempak melotot ke arah Samuel agar pemuda itu tidak banyak bicara lagi. Tapi tatapan i

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 42

    Bel istirahat berbunyi.Jennifer melangkah keluar kelas sambil membaca rentetan pesan dari Sinta. Hari ini sahabatnya itu tidak masuk sekolah atas perintah neneknya. Sejak tadi Sinta terus bercerita betapa menyebalkannya sang nenek hingga membuat Jennifer ingin tertawa dan kasihan di saat bersamaan."Jennifer...""Ya?"Jennifer spontan mengangkat kepalanya lalu menoleh ke samping saat mendengar panggilan itu.Ah, Haris.Haris berdiri canggung di samping Jennifer. Dia sengaja langsung berlari ke kelas Jennifer begitu mendengar bel istirahat berbunyi. Ada banyak hal yang ingin dia sampaikan, terutama soal kejadian temp hari yang membuatnya benar-benar meras bersalah pada gadis itu."Jen, aku minta maaf buat kejadian waktu itu," ucap Haris sambil menatap Jennifer penuh rasa bersalah. "Padahal aku yang mengajak kamu pulang bareng dan aku juga sudah janji sama Sinta buat mengantar kamu pulang, tapi aku malah membiarkan kamu pulang sendiri. Aku benar-benar minta maaf, Jennifer."Jennifer me

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 41

    Samuel baru saja keluar dari kelasnya setelah menghabiskan waktu seharian dengan pelajaran yang membosankan. Meskipun dia tampak acuh tapi nilainy selalu tinggi di kelas, karena sikapnya yang ramah, dia sangat mudah mendapatkan teman.Ketika Samuel melewati koridor, langkahnya dihadang oleh sesosok remaja yang menjadi most wanted di sekolah tersebut, Rafka."Eh, tumben kamu datang ke kelasku? Ada perlu apa, Ra?" tanya Samuel begitu berhadapan dengan Rafka.Kelasnya dengan kelas Rafka memang berbeda, tapi mereka selalu berkumpul bersama setiap pulang sekolah di parkiran. Tapi kali ini berbeda karena Rafka tiba-tiba datang menemuinya lebih dulu."Ikut aku," kata Rafka dingin.Samuel mengangkat alis. "Aku ada les habis ini. Kamu ada urusan apa sama aku?"Rafka tidak menjawab. Remaja itu hanya memutar badan lalu berjalan begitu saja, seakan Samuel tidak punya pilihan selain mengikutinya. Cara berjalan Rafka terlihat santai, tetapi aura dinginnya membuat beberapa siswa otomatis menyingkir

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 40

    Jennifer mengembuskan napas berat begitu tiba di gerbang sekolahnya. Pagi itu terasa lebih pekat dari biasanya, seolah udara pun ikut menindih dadanya. Entah mengapa, keributan kecil di rumahnya selalu berubah menjadi badai besar setiap kali dia mencoba mengambil jarak dengan para tokohnya.Apakah karena memang itu perannya dalam cerita ini?Atau karena alur hidupnya sengaja dibuat menyedihkan oleh penulis novel yang memasungnya?Jennifer mendengus halus. "Sialan," gumamnya lirih.Emosinya terasa terkuras habis setiap kali berhadapan dengan Mikail, Anna, dan Ratih. Rasanya dia ingin sekali mengubur ketiga orang itu hidup-hidup. Namun jelas saja, hal tersebut mustahil dilakukan. Dia bahkan tidak tahu cara membunuh seseorang, apalagi menguburnya tanpa meninggalkan jejak.Lamunannya terpecah oleh suara ceria yang memanggil namanya."Jenniferrr!"Jennifer menoleh. Sinta berlari kecil ke arahnya sambil menenteng dua bungkus jajanan. Ada roti sobek dan minuman kotak yang tampaknya masih din

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status