Beranda / Male Adult / Terjebak Gairah Terlarang / 125 Begitu Basah dan Sempit

Share

125 Begitu Basah dan Sempit

Penulis: Heartwriter
last update Tanggal publikasi: 2026-04-16 12:18:16

Di kamar Leon yang nyaman, cahaya lembut lampu meja menyinari dinding berwarna krem dan jendela besar yang menghadap ke gemerlap malam.

Udara terasa hangat, diterangi lampu meja yang menyala pelan di sudut ruangan.

Leon dan Sonya sudah telanjang bulat, kulit mereka saling bersentuhan dalam keintiman yang mendalam.

Sonya berbaring di atas kasur empuk, rambutnya tersebar seperti ombak di atas bantal putih. Matanya yang gelap menatap Leon dengan campuran kerinduan dan keberanian, bibirnya sedik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Gairah Terlarang   231 Enak Sekali Pelan Gini

    ---Di lantai dua, Sonya dan Leon masih terbakar nafsu. Setelah woman on top yang liar, Sonya turun dari tubuh Leon dan berbaring miring, membelakangi pemuda itu.“Peluk aku dari belakang… spooning pelan tapi lama,” bisik Sonya mesra. “Aku mau merasakanmu dalam-dalam sampai puas.”Leon langsung merapat. Dada bidangnya menempel sempurna di punggung Sonya yang halus dan berkeringat. Ia mengangkat sedikit paha Sonya yang atas, lalu mengarahkan batangnya yang masih keras dan basah ke mulut vaginanya yang penuh cairan.Dengan satu dorongan mantap, Leon masuk sepenuhnya hingga pangkal.“Aaahhh… ya… penuh sekali,” desah Sonya panjang, tubuhnya menggigil nikmat.Leon memeluk Sonya erat dari belakang. Satu tangannya merangkul payudara montoknya, meremas lembut sambil memainkan puting yang mengeras. Tangan satunya memeluk perut bawah Sonya. Mereka menempel sangat rapat, bokong Sonya pas menempel di pangkal paha Leon.Leon mulai bergerak pelan, dalam, dan penuh perasaan. Setiap dorongan panjang

  • Terjebak Gairah Terlarang   230 Gito Akhirnya Tahu

    ---Gito berdiri membeku di balik pintu kamar Leon. Napasnya tertahan, rahangnya mengeras hingga terdengar gemeretak. Yang dilihatnya sungguh tak terbayangkan: istrinya yang baru berusia 27 tahun sedang telanjang bulat, kakinya melingkar di pinggang anak tirinya sendiri, sementara Leon menghantamnya dengan kuat dan penuh nafsu.Desahan Sonya yang biasa ia dengar hanya untuknya kini terdengar untuk Leon.“Lebih keras… Leon… ahh… milikmu lebih enak…” erang Sonya tanpa malu.Amarah membara di dada Gito. Tangan kanannya mengepal kuat, urat-urat di lehernya menonjol. Ia hampir mendobrak pintu, tapi pada detik terakhir ia menahan diri. Napasnya tersengal. Ia mundur pelan, berbalik, dan turun ke lantai bawah dengan langkah berat tapi hening.Di lantai dasar, Gito berhenti di depan kamar pembantu. Ia mengetuk pintu pelan tapi tegas.Tok… tok… tok…Tina, pembantu rumah tangga yang hitam manis dan montok, membuka pintu dengan wajah mengantuk. Ia hanya memakai daster tipis tanpa bra. Begitu meli

  • Terjebak Gairah Terlarang   229 Sonya Cemburu

    ---Sekitar jam 3 pagi, mobil Leon pelan masuk ke halaman rumah. Satpam yang sedang jaga langsung menyapa dan memberitahu, “Den Leon baru pulang? Bapak sudah pulang dari Surabaya sejak malam tadi, sekitar jam 10.”Leon mengangguk kaku. Jantungnya langsung berdegup lebih kencang. “Baik, Pak. Terima kasih.”Ia memarkir mobil dan naik ke lantai 2 dengan langkah pelan, berusaha tidak membuat suara. Tubuhnya masih lelah dan bau sabun dari kamar mandi kosan Susan. Baru saja ia membuka pintu kamarnya, tiba-tiba dari tangga lantai 1 muncul sesosok wanita berbalut kimono tipis.Sonya.Wanita itu naik tangga dengan cepat dan langsung masuk ke kamar Leon, menutup pintu di belakangnya dengan pelan tapi tegas.“Di mana saja kamu?!” bisik Sonya tajam, matanya memancarkan amarah dan cemburu. “Aku tunggu dari jam 7 malam! Chat-ku nggak dibalas, telepon juga nggak diangkat. Kamu tahu Gito pulang malam ini, tapi kamu malah hilang entah ke mana!”Leon mundur selangkah, berusaha tenang. “Ma… aku tadi ke

  • Terjebak Gairah Terlarang   228 Malam yang Terasa Panjang

    ---Setelah spooning yang mesra itu, Gito belum puas. Ia menarik tubuh Sonya agar berbaring telentang, lalu naik ke atasnya dengan perlahan. Tubuhnya yang lebih besar dan berat menindih Sonya dengan penuh kuasa.“Sekarang missionary,” kata Gito dengan suara berat. “Aku mau lama malam ini. Pelan-pelan, dalam-dalam, sampai aku benar-benar puas.”Sonya hanya bisa mengangguk pelan. Kakinya terbuka lebar menyambut suaminya. Gito memposisikan diri di antara paha Sonya, batangnya yang masih keras dan licin oleh cairan campuran mereka menggesek bibir vaginanya sebentar sebelum mendorong masuk perlahan hingga pangkal.“Aaahh…” Sonya mendesah saat merasakan batang Gito mengisi dirinya lagi. Gito langsung menindih lebih dalam, dada bidangnya menekan payudara montok Sonya hingga rata.Mereka berada dalam posisi missionary klasik yang intim. Gito menatap wajah Sonya dari jarak sangat dekat, tangannya bertumpu di samping kepala istrinya. Ia mulai bergerak — sangat pelan, tapi dalam dan mantap.Seti

  • Terjebak Gairah Terlarang   227 Minta Sonya di Atas

    ---Gito tersenyum puas setelah meledak di mulut Sonya. Tubuhnya yang agak gemuk masih terbaring di ranjang, batangnya yang baru saja meledak masih setengah tegang. Ia menarik lengan Sonya hingga istrinya naik ke atas ranjang.“Malam ini aku mau kamu yang di atas,” kata Gito dengan suara berat penuh nafsu. “Woman on top. Aku mau lihat istriku yang cantik ini menggoyang pinggulnya sendiri.”Sonya merasa dadanya sesak. Ia lebih suka kalau Gito yang aktif dan cepat selesai, tapi malam ini suaminya sepertinya ingin menikmati lebih lama. Dengan hati berat, Sonya mengangguk pelan.“Iya, Mas…” jawabnya lembut, suaranya hampir tanpa semangat.Sonya melepas lingerie hitamnya hingga telanjang bulat. Tubuhnya yang matang dan indah — payudara montok, pinggang ramping, bokong bulat — langsung terpapar di depan Gito. Gito menatapnya dengan lapar, tangannya meremas payudara Sonya kasar.“Ayo naik,” perintahnya.Sonya naik ke atas tubuh Gito, duduk di pangkuannya. Ia meraih batang suaminya yang mulai

  • Terjebak Gairah Terlarang   226 Gito Minta Jatah

    ---Sementara itu, di rumah besar keluarga Gito yang mewah dan sepi, Sonya sudah tidak sabar menunggu. Jam sudah menunjukkan pukul 01.15 dini hari. Ia sudah mandi, memakai lingerie hitam transparan favoritnya yang sangat seksi, rambutnya tergerai harum, dan parfum mahal menyemprot di leher serta dada. Sonya berbaring di ranjang king-size kamar utama, kakinya saling bergesekan gelisah.“Leon lama sekali… biasanya dia langsung datang setelah aku chat, sekarang, chatku dibaca pun tidak,” gumamnya dalam hati. Sonya menggigit bibir, tangannya tanpa sadar meraba payudaranya sendiri sambil membayangkan tubuh Leon yang muda dan kuat.Tiba-tiba terdengar suara mobil masuk ke garasi. Sonya tersenyum senang, langsung bangkit dan berdiri di depan pintu kamar, siap menyambut Leon dengan pelukan panas.Tapi pintu kamar terbuka, dan yang muncul bukan Leon.“Gito?!” Sonya terkejut, matanya membelalak.Gito, suaminya yang berusia 49 tahun, berdiri di ambang pintu dengan tas kerja di tangan. Wajahnya l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status