Mag-log in“Pak, tolong hentikan, aku geli sekali.” Saat latihan fisik mata pelajaran penjas, aku memasukkan sebuah mainan di bawah tubuhku dan remotenya ditemukan oleh pak guru. Karena penasaran, dia menekan tombolnya. Di bawah tatapan seluruh teman-teman, tubuhku gemetaran tanpa bisa ditahan. Pak guru malah mendekat ke telingaku dan berbisik, “Mau coba yang lebih menantang?”
view moreSuasana di dalam mobil benar-benar hening. Pak Johan melepas sabuk pengaman, lalu menoleh dan menatapku.“Jangan ceritakan pada siapa pun soal kejadian malam ini,” ujar Pak Johan sambil menatapku di bawah pencahayaan yang remang-remang.“Pihak kepolisian yang akan mengurusnya. Kamu hanya perlu istirahat.”Aku mengangguk. Tenggorokanku terasa tercekat, sementara jariku meremas pinggiran kursi.“Turunlah,” ujar Pak Johan.Aku melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil.Udara dingin langsung berhembus masuk. Kedua kakiku masih terasa lemas, aku berpegangan pada pintu mobil untuk menopang diri. Pak Johan ikut turun dari mobil dan berdiri di sampingnya, memperhatikanku sampai masuk ke dalam pintu gedung asrama.….Karena merasa tak enak hati, aku pun menemui Pak Johan dan bertanya kok dia bisa pergi ke tempat itu.Pak Johan meletakkan dokumen di atas mejanya, lalu menatapku.“Sebenarnya sejak awal aku sudah mengingatkanmu untuk menjaga jarak dengan Pak Yudi.”Mendengar hal itu, aku menu
Aku berteriak ketakutan, “Kamu… kamu mau apain?!”Dia tertawa terbahak-bahak, menjawab, “Aku belum pernah melihat wanita berkualitas tinggi seperti kamu. Saat Pak Yudian saja sudah nggak bisa menahannya, pasti bisa dijual dengan harga yang tinggi.”“Cepat lepaskan aku!”Aku berontak sekuat tenaga, berusaha melarikan diri.“Nggak perlu berontak lagi, simpul yang kubuat itu simpul mati, kamu nggak akan bisa kabur.”Tak lama kemudian, terdengar pergerakan dari bagian dalam gudang. Suara langkah kaki dan jumlahnya tak hanya satu orang.Sorotan lampu senter yang redup menyapu kegelapan. Garis cahayanya melintasi lantai, membuat debu-debu berterbangan di dalam sorotan lampu.“Barangnya sudah sampai?” tanya seorang pria dengan logat yang sangat kental.“Terbaring di sini,” ujar Pak Yudi sambil menunjuk ke arahku.“Kelihatannya lumayan,” ujar pria yang lain.“Bisa dijual dengan harga yang bagus.”“Mana uangnya?” tanya Pak Yudi.“Kok buru-buru sekali?” tanya pria yang pertama. “Kamu sudah memai
Selama beberapa hari berikutnya, aku tak lagi memasukkan mainan ke dalam tubuhku. Karena sudah ada Pak Yudi, kami bisa melakukan kontak dari jarak yang lebih dekat.Sementara Pak Yudi juga berpikiran sama, dia memberikan perhatian ekstra padaku selama latihan fisik.Jika gerakanku ada yang kurang standar, tangannya akan meraba dan membantuku membenarkan posisi.Sudah beberapa kali dia berniat meraba area sensitifku, tapi malah menyadari kalau Pak Johan terus-menerus memperhatikan dari samping.Bahkan ingin memanfaatkan waktu izin ke kamar mandi untuk bersenang-senang sebentar pun sama sekali tak bisa.Pak Yudi menjadi semakin kesal dan tak suka dengan Pak Johan.Setelah latihan fisik ini usai, kehidupan di lingkungan sekolah pun dimulai. Pak Yudi juga pergi meninggalkan kami dan Pak Johan pun tak lagi mengawasi gerak-gerikku.Beberapa hari tanpa kehadiran Pak Yudi membuat tubuhku terasa sangat tersiksa. Aku ingin melampiaskannya, tapi tak ada jalan keluar.Setelah tertekan selama berha
Dia menundukkan kepala, lalu mengecup bibirku.Tangan Pak Yudi yang satu lagi terangkat. Jarinya memegang daguku dan mengangkat wajahku.Lidahnya masuk ke dalam mulutku, terasa kuat dan bertenaga.Lidahku merespon secara pasif, saling bertukar air liur, membuat seluruh tubuhku terasa panas membakar.Lengan Pak Yudi melingkari pinggangku, merapatkan tubuh kami hingga rasanya seperti ada ribuan semut yang merayap di kulit.Ciuman itu berlangsung selama satu menit. Pak Yudi melepaskan ciumannya, lalu menempelkan wajahnya di ceruk leherku.“Ratna, kamu wangi sekali.”Napasnya memburu. Udara panas menghembus di leherku, terasa geli.Aku meresponnya dengan penuh gairah, berkata, “Aku sangat menginginkannya~”Tangan Pak Yudi menyusup ke dalam seragamku yang terbuka. Telapak tangannya menempel di pinggangku yang terbalut kaus.Dengan terhalang selembar kain katun, tangannya terasa sangat panas.Tangannya bergerak naik, lalu meremas bagian dadaku yang lembut. Jarinya mengatup dan menekan erat.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.