Home / Romansa / Terjerat Cintanya Papa Gula / 32. Yang Vino Butuhkan

Share

32. Yang Vino Butuhkan

Author: Mrs Anggez
last update publish date: 2026-10-19 16:12:21
[Om galak calling]

"Tumben nelfon. Pas banget aku juga barusan kepikiran dia," gumam Ivy dengan senyum yang mengembang lebar saat ada panggilan masuk ke ponselnya.

Tanpa mau membuang waktu, tapi sebelumnya ia sempatkan berdeham beberapa kali. Mungkin dengan maksud agar suaranya terdengar lebih baik di telinga Bravino.

"Halo."

"Vy, kamu dimana? Saya butuh kamu, sekarang!"

"Aku? Aku lagi di kampus. Baru keluar kelas. Tapi, habis ini aku masih ada dua kelas lagi."

Ivy meringis saat mendengar nafas
Mrs Anggez

@IG Author @senjamenawan

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   37 Apa Masalah Lo?

    Bravino merasa tangannya mulai kesemutan. Ia ingin menarik, tapi rasanya berat.Mungkin karena sudah terlalu lama tangannya menjadi tumpuan kepala wanita yang ia hukum sampai minta ampun berulang kali.Hukuman yang sebenarnya sangat dinikmati oleh mereka berdua. You know what i mean, kaaaaannn?Setelah membuat Ivy frustasi dengan klimaks yang digantung, hingga wanita itu nyaris terisak, akhirnya Bravino tak tega.Kembali, ia luluh di hadapan wanita yang lebih muda sepuluh tahun dibandingkan dirinya. Bahkan tadi, Bravino dengan senang hati kembali membawa Ivy bersama ke surga dunia tingkat delapan.Kembali ia malah terjerat dan terjebak dalam hukuman yang dirinya buat sendiri.Mata dengan sorot tajam itu menatap wanita mungil yang kini wajahnya berada tepat di bawah dagu. Seperti biasa, ia selalu terbangun lebih dulu karena Ivy selalu tertidur pulas dengan jangka waktu yang lama setelah sesi percintaan mereka."Sleepy head," cemoohnya sambil merapikan anak rambut yang menutupi kening I

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   36. Baru Permulaan

    Bravino menoleh ke belakang. Tadi ia masih melihat Ivy mengikutinya, seperti yang ia perintahkan. Kini wanita kecilnya itu telah menghilang, entah kemana.Dengan kode melalui mata, ia pun memanggil Astra."Cari Ivy!" bisiknya yang tentu saja mendapatkan anggukan dari sang asisten.Sampai kunjungan lapangan Bravino berakhir, sugar baby-nya itu belum juga ditemukan. Ia mulai khawatir, takut terjadi sesuatu. Apalagi Ivy baru pertama kali mengunjungi tempat ini. Ia menyesal tak meminta Thomas mengawasi Ivy tadi.Tempat ini masih jarang dikunjungi orang dan masih sangat asri. Tempat yang memang cocok untuk membangun tempat wisata semacam glamping.Dan itulah yang tengah Bravino bangun di tempat ini. Proyek yang memiliki luas wilayah untuk menampung paling banyak seratus orang itu akan menjadi tempat healing yang cocok bagi para pekerja ibukota.Atau mungkin juga bagi keluarga yang ingin berakhir pekan tapi tak terlalu jauh dari pusat kota. Tempat yang pas dan sudah Bravino perhitungkan deng

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   35. Bi Is Bravino

    "Vino siapa, Vy? Apa dia Vino yang bekerja di Armstrong Grup?"Ivy masih berpikir harus menjawab apa atas pertanyaan Rere barusan. Dan tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada sebuah pesan yang masuk."Saya sudah di depan. Keluar sekarang!""Sorry Raisa, Kak Rere. Aku harus berangkat pagi karena ada kerjaan mendadak. Eri, Kakak duluan ya."Ivy secepat kilat pamit dan menyambar tas kecil miliknya yang berwarna hitam dengan logo huruf H. Itu adalah hadiah dari Bravino, katanya itu sebagai tambahan permintaan maaf karena tak sempat mengajaknya jalan-jalan selama di Singapura. Padahal uang yang lelaki itu berikan sudah lebih cukup.Kening Rere langsung berkerut melihat tas itu. Ia langsung menaksir harga dari tas yang terlihat kecil tapi mampu untuk membeli tiga motor matic sekaligus.Ivy bergegas keluar rumah, membuat Eriva yang tadi hanya diam langsung berlari ke arah jendela. Ia menyingkap sedikit tirai dan langsung tersenyum lebar."Tuh kan, aku bilang juga apa. Gak mungkin deh gak ada apa-ap

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   34. Siapa

    "Kamu yakin gak bakalan jatuh cinta lagi sama bekas cinta pertama kamu itu?"Pertanyaan tersebut menghentikan pergerakan tangan Ivy yang sedang membuka seat belt di tubuhnya.Ia sudah sampai di depan rumah, setelah berulang kali berdiskusi juga berjanji bila dirinya akan tetap menjaga jarak dengan Damian, dan juga janji tidak akan jatuh cinta lagi.Ivy diantar langsung oleh Bravino. Dan sekarang lelaki itu kembali melontarkan pertanyaan yang sama. Membuat Ivy jadi merotasi bola matanya karena mulai bosan dengan pertanyaan itu lagi itu lagi."Vin, tadi udah aku jelasin kan? Perasaan aku ke Dami itu udah biasa aja. Lagian aku suka sama dia itu pas masih SMA, jadi kayak cinta monyet aja.""Itu pas kamu umur berapa?""Hmm ... pas lima belas apa enam belas gitu.""Sekarang?""Dua puluh dua.""Belum terlalu lama. Yakin kamu gak punya perasaan apapun lagi sama laki-laki itu?""Oh God, Vin. Aku capek lho ngejelasinnya.""Makanya harusnya kamu ikut kata-kata saya. Tinggal di apartemen. Saya jan

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   33. Cinta Pertama Ivy

    Deru nafas yang bersambut makin cepat. Seiring dengan goyangan di belakang tubuh Ivy, dimana Bravino sedang menekan masuk ke dalam intinya, lebih jauh lagi ke dalam.Seakan tak merasa cukup karena memang miliknya tak masuk pernah bisa masuk sepenuhnya ke dalam milik sang sugar baby. Bisa jadi karena ukurannya sendiri yang tak biasa.Bravino memang selalu mendengar sanjungan itu. Pujian mengenai betapa miliknya lebih besar, lebih enak dan lebih penuh. Ia pun tak mengerti mengapa banyak wanita yang tidur bersamanya mengatakan hal tersebut.Karena menurutnya, miliknya itu biasa-biasa saja. Tapi dari beberapa teman ia pernah mendengar bila milik ukuran orang pribumi memang sedikit berbeda dengan milik mereka yang berkebangsaan luar.Bravino adalah keturunan campuran. Ayahnya orang America dan ibunya Rusia-Sunda. Kata orang itu adalah campuran gen terbaik. Dan karena itulah ia bisa memiliki wajah dan juga perawakan yang merupakan idola banyak kaum hawa."Ahhhh ahhh, Viiiinn. Pleaseee."Brav

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   32. Yang Vino Butuhkan

    [Om galak calling]"Tumben nelfon. Pas banget aku juga barusan kepikiran dia," gumam Ivy dengan senyum yang mengembang lebar saat ada panggilan masuk ke ponselnya.Tanpa mau membuang waktu, tapi sebelumnya ia sempatkan berdeham beberapa kali. Mungkin dengan maksud agar suaranya terdengar lebih baik di telinga Bravino."Halo.""Vy, kamu dimana? Saya butuh kamu, sekarang!""Aku? Aku lagi di kampus. Baru keluar kelas. Tapi, habis ini aku masih ada dua kelas lagi."Ivy meringis saat mendengar nafas berat yang Bravino hembuskan di sana."Maaf, Vin. Tapi aku udah ngasih jadwal aku ke Pak Astra, dan belum ada perubahan.""Apa kamu gak bisa bolos?""Bolos? Hmm ... ini mata kuliah yang penting, Vin.""Ya sudah."Ivy menatap nanar pada layar ponselnya yang telah menggelap. "Jahat banget. Mentang-mentang Boss main matiin aja," dengusnya kesal sembari mengomel.Ivy menghembuskan nafas panjang. Meski kesal tapi tak ayal ia tetap harus memasukkan ponselnya ke dalam tas.Mata kuliah berikutnya berada

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Awal Mula

    “Ivy, kau tahu ini jam berapa?!” Arivy Zaliana Muchlis, biasa dipanggil Ivy, hampir melompat karena bentakan yang ia terima baru saja. “Ma maaf, Pak.” “Minta maaf tidak akan membuat saya menghasilkan uang! Cepat kerja sana! Karena kamu, saya sudah kehilangan beberapa pesanan antar. Sekali lagi

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   07. Tugas Pertama Ivy di Kantor

    “Kubunuh kalian semua!”Bravino mengeluarkan revolver siap pakai dari laci di sisi ranjangnya. Sekali gerakan membuat pistol itu meledak.DOR DOR DOREntah kepala siapa yang pecah, tapi darah bersimbah dimana-mana. Jantung Ivy serasa keluar dari rongga dadanya. Kembali ia berusaha berdiri, berusaha

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   06. Puncak

    Bravino menyugar rambutnya ke belakang. Harinya cukup berat karena saingan bisnisnya mulai melalui jalan yang ia benci. Benci karena ia pasti harus menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan saingannya itu.Bravino butuh distraksi. Distraksi yang menyenangkan juga menenangkan.Dengan langkah tegap d

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Polos Lebih Baik

    "Ivy.”Ivy berbalik karena panggilan yang ditangkap Indera pendengaranya. Senyumnya berkembang pada si pemanggil.“Hai, Dam. Kamu mau ke mana?”“Aku mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?”Ivy menganggukkan kepala. “Yap. Aku ada kuliah pagi ini.”Damian ikut tersenyum. Bagai mendapat mood booster, seny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status