Home / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / Bab 5. Bertemu Ayah Mertua

Share

Bab 5. Bertemu Ayah Mertua

Author: Cececans
last update Last Updated: 2025-12-02 20:54:15

"Astaga! Maafkan aku. Aku kurang hati-hati." Aina buru-buru mengumpulkan pecahan gelas, dan mengelap lantai yang basah karena kecerobohannya.

"Bagaimana ini? Jus lemon dariku sangat mahal loh. Bisa-bisanya terbuang sia-sia karena pembantu sialan ini," celoteh salah satu teman Ilham disertai dengusan kasar.

"Pecat saja pembantumu itu, Ilham. Dasar pembantu tak berguna," tambah teman Ilham lainnya dengan mendecakkan lidah.

Ilham sama sekali tak membantah teman-temannya yang mengatai Aina sebagai pembantu.

Ilham juga tak membantu istrinya itu yang sedang membungkuk-bungkuk di hadapannya demi membersihkan serpihan gelas yang tercecer.

"Aww ...." Satu pecahan gelas yang tajam menggores telapak tangan Aina karena dia kurang hati-hati. Darah segar mulai merembes keluar dari bagian tangannya yang terluka.

Aina meringis merasakan perihnya. Tapi, hatinya kini terlampau sakit karena perlakuan Ilham, dan ucapan teman-teman suaminya itu.

Meski, pakaian Aina sederhana. Dia-lah istri sah Ilham. Namun, semua teman-teman Ilham justru memandang rendah dirinya.

Aina menatap darahnya yang menetes ke lantai dengan pandangan yang mulai dikaburkan air mata.

Lalu, tiba-tiba suara ceria Della terdengar memecah keheningan yang ada.

"Aku kemarin buat kue enak loh. Mau aku ambilkan?" ucap Della dengan gaya centil yang dibuat-buat.

Perhatian teman-teman Ilham segera berpindah pada Della.

Mereka yang sebelumnya mengumpati Aina, berubah tertawa ramah saat berbicara dengan Della.

"Wah, Ilham tidak rugi punya kekasih seperti Della. Selain cantik, Della juga pintar masak," puji teman Ilham, membuat Della tersenyum malu.

"Iya. Kamu harus cepet nikahi Della, Ilham. Jangan sampai Della keburu diambil orang. Yang kayak gitu yang ngincer banyak."

Pujian-pujian itu terus berlanjut, tanpa mempedulikan Aina yang masih berjongkok di depan mereka sambil mencengkeram nampan di kedua tangannya, serta matanya yang berkaca-kaca.

Della berjalan cepat ke dapur melewati Aina begitu saja, dan kembali dengan membawa kue coklat yang tampak lezat ke hadapan teman-teman Ilham.

"Tadaa! Ini dia kue buatanku. Silahkan dicoba!" ujar Della dengan ceria.

Aina menatap kue itu dengan dahi berkerut.

Kue itu adalah kue buatannya.

Kemarin sebelum Tari membuang semua barang-barang Aina keluar dari kamar, ibu mertuanya itu menyuruh Aina membuatkan kue.

Aina kira kue itu akan mereka makan sebagai hidangan penutup setelah makan malam. Tapi, ternyata disajikan hari ini.

"Kuenya enak sekali. Lebih enak dari yang dijual di bakery-bakery," tukas teman Ilham dengan mata berbinar-binar begitu melahap kue coklat tersebut.

"Iya. Enak sekali. Baru kali ini aku makan kue yang seenak ini."

"Kalau kalian suka, aku akan buatkan lagi saat kalian main ke sini." Della dengan bangga menerima pujian dari teman-teman Ilham. Padahal bukan dirinya yang membuat kuenya.

Tatapan Aina beralih pada Ilham. Suaminya itu tahu persis jika Aina-lah yang membikin kue yang sedang dinikmati teman-temannya.

Tapi, lagi-lagi Ilham bergeming.

Malahan Ilham tampak tersenyum senang dengan pandangan tak lepas dari Della ketika pria itu mengunyah kue coklat.

Tanpa bisa Aina tahan lagi, satu air matanya menetes. Diikuti tetesan yang lain.

Aina segera menyelesaikan pekerjaannya membersihkan lantai, lalu berdiri cepat seraya menyembunyikan air matanya.

Ketika Aina berbalik, dia tidak sengaja menabrak bahu seorang pria cukup keras.

Aina terkejut, dan langsung menunduk lebih dalam. "Maafkan aku."

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Suara berat si pria membuat Aina mengangkat kepalanya untuk menatap. Dan ketika matanya bertemu dengan mata hazel si pria, dia seketika membeku di tempatnya berdiri.

Pria itu .... Pria yang merenggut hal paling berharga milik Aina semalam.

"Mas Raja sayang, kamu kan baru saja sampai di Jakarta. Bagaimana kalau kamu istirahat dulu?" ujar Tari menghampiri Raja.

Tari memeluk Raja dengan erat. Ibu mertuanya itu membenamkan kepalanya ke dada Raja penuh rindu. Sementara, tatapan si pria justru terpatri pada Aina.

Aina menelan ludahnya dengan susah payah.

Aina menatap Raja lagi, berharap semua ini hanyalah mimpi. Tapi, ketika mata hazel si pria balas memandangnya dengan dingin. Aina kembali tertampar oleh kenyataan yang tidak ingin dia percayai.

Aina Maharani telah menghabiskan malam bersama Raja Wisnu Baskoro, ayah mertuanya sendiri!

-Bersambung

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 97. Raja Posesif

    "Kamu dari mana saja, Aina?" tanya Raja yang sedang duduk santai di sofa, mengejutkan Aina yang baru saja pulang diantarkan Kevin.Aina sampai terjingkat kaget melihat Raja sudah ada di apartemen. Karena dia tidak pernah menduga mantan ayah mertuanya itu ada di sini."Papa, kok bisa ada di apartemen? Bukannya seharusnya masih kerja?" tanya Aina heran. Bukannya menjawab pertanyaan Raja, Aina justru bertanya balik sambil menunjuk ke arah Raja dengan jari telunjuknya.Pria di depannya itu benar-benar Raja kan? Bukan hanya halusinasi Aina?Aina masih butuh mengerjap-ngerjap kedua matanya untuk menatap Raja lebih jelas lagi.Karena lama berada di jalanan yang dipenuhi sinar matahari yang terik, penglihatan Aina jadi sedikit terganggu ketika masuk ke dalam apartemen yang sedikit minim cahaya.Setelah mengedipkan mata empat kali, barulah Aina yakin dia tidak sedang berhalusinasi. Karena Raja tidak menghilang dari pandangannya.Pria itu tetap duduk di sofa dengan menyandarkan punggungnya.Nam

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 96. Terlanjur Berharap

    "Menjauh dari saya, Anne!" sentak Raja geram. Dia refleks melepaskan pelukan Anne dengan kasar. Lalu mundur dua langkah menjauhi Anne.Raja muak melihat Anne. Setiap kali melihat wajah perempuan itu. Raja hanya teringat kenangan buruk yang begitu menyakitkan, di mana Raja melihat secara langsung tubuh telanjang Anne digenjot pria asing tepat di hari mereka resmi bertunangan.Padahal, Raja tadi sudah mengusir Anne dari perusahaannya. Tapi, mantannya itu justru mendadak memeluknya dengan sangat erat.Tentu saja, Raja terkejut dan murka."Raja, sebegitu bencinya kamu padaku? Tidak bisakah kamu memaafkanku, Raja?" ucap Anne menatap Raja dengan getir.Anne sudah menyesali kesalahannya. Dia benar-benar ingin kembali pada Raja. Kembali merajut hubungan asmara dengan pria itu.Tapi, sepertinya terlalu sulit Anne mendapatkan maaf dari Raja.Dulu dia hanyalah wanita muda yang naif. Yang lebih menyukai dunia bebas tanpa belenggu dari sebuah hubungan.Tapi, kini dia sadar belum ada pria manapun y

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 95. Arti Sebuah Pelukan

    "Kalau kamu tidak serius, kamu jangan mendekati Aina. Aku tidak mau kamu hanya mempermainkan hati Aina, dan membuat Aina terluka lagi," ucap Cassandra tegas setelah dia mengatakan kalau wanita yang dibawa atasannya Kevin di perusahaan itu adalah pelakor yang membuat rumah tangga Aina hancur.Cassandra hanya menceritakan pada Kevin sebatas Aina yang diselingkuhi Ilham. Dia tidak mengatakan hal lainnya. Termasuk Aina yang kini hamil. Karena Cassandra tidak memiliki hak untuk menceritakan hal privasi tentang Aina kepada orang lain. Meski, orang lain itu Kevin.Kevin yang mendengar cerita singkat, dan ucapan tajam Cassandra meringis samar.Dia tahu Cassandra mengatakannya karena temannya itu ingin melindungi Aina.Tapi, Kevin tidak bermaksud main-main dengan Aina. Dia sangat serius dengan Aina. Perasaan Kevin pada Aina bukanlah suatu candaan.Kevin juga tidak ingin memperparah luka di hati Aina. Dia justru ingin membalut luka itu, dan menyembuhkannya."Aku benar-benar mencintai Aina, Cas

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 94. Apa Hubungan Mereka?

    "Kamu siapa?" tanya Aina menatap wanita di depannya dengan alis tertaut."Seharusnya aku yang nanya, kamu siapa? Siapa yang mengizinkanmu tinggal di apartemennya Raja?" balas Anne kesal karena Aina terus menatapinya dengan heran bercampur aneh, seolah Anne adalah makhluk halus yang mendadak muncul di depannya.Sementara, Aina tetap berdiri menahan pintu di belakangnya supaya Anne tidak bisa menerobos masuk.Aina memang baru pertama kali ini melihat Anne, bahkan belum tahu namanya. Tapi, entah kenapa Aina bisa merasakan aura permusuhan yang Anne pancarkan padanya. Sehingga Aina harus waspada terhadap wanita itu."Aku kekasihnya Papa Raja. Papa sendiri yang menyuruhku tinggal di apartemennya. Kalau kamu siapanya Papa Raja?" Aina mengangkat pandangannya dengan berani menantang Anne.Aina tidak boleh terlihat lemah supaya dia tidak diinjak-injak oleh wanita bule di hadapannya.Meski, Anne jauh lebih tinggi dari Aina. Tapi, Aina tidak akan kalah dari wanita itu.Mendengar jawaban Aina, Ann

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 93. Tamu Tak Diundang

    Anne sudah tidak sabar merasakan lagi kejantanan Raja yang besar itu menusuk-nusuk kewanitaannya.Anne sudah pernah mencoba kejantanan banyak pria. Tapi, hanya benda pusaka Raja yang menurutnya berhasil memuaskannya."Raja, kamu mau aku mengulumnya?" tanya Anne yang memberikan belaian pelan ke atas kejantanan Raja yang masih dibungkus celana.Sebelum Raja sempat merespon Anne, Dodik tiba-tiba memanggil namanya saat sekretarisnya itu sudah tiba di depan pintu ruangan."Pak Raja, ini celana Anda," tukas Dodik menggagalkan rencana Anne.Anne mendengus dan segera memakai pakaiannya kembali. Dia melemparkan tatapan tajamnya pada Dodik saat Raja mengambil celana barunya, dan berderap tak acuh ke kamar mandi meninggalkan Anne.Anne pun pulang dari perusahaan Raja tanpa hasil. Dia kesal karena Raja tadi sama sekali tak menghiraukan keberadaannya. Bahkan Raja memilih mengadakan rapat dadakan bersama para jajaran eksekutif perusahaannya daripada melihat Anne.Anne mengepalkan kedua tangan di s

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 92. Kewanitaan Anne Basah

    "Pak Raja, sudah ditungguin tuh," ucap Dodik pada Raja sambil menunjuk ke arah Anne yang berdiri di depan pintu ruangan Raja dengan memakai dagunya. Raja tak merespon Dodik dengan ucapan. Dia hanya mendengus geram. Dodik lalu melirik Raja lagi. "Aku heran, Pak. Kok bisa Anda tidak pusing ngurusin tiga wanita sekaligus. Aku yang punya satu pria saja sudah pusing tujuh keliling. Apalagi Pak Raja." "Diam kamu! Jangan bikin saya tambah kesal!" geram Raja seraya terus berderap tegas menuju ruangannya. Dia berusaha mengabaikan keberadaan Anne di depan pintu. Namun, dengan cepat wanita itu menahan tangan Raja saat Raja hendak berlalu melewatinya. "Raja, aku sudah menunggu kamu sedari tadi. Kenapa kamu sedikit terlambat?" tanya Anne pada Raja. Raja hanya berdeham singkat sebagai jawaban untuk Anne. Sedang, Dodik menahan senyumnya karena tahu penyebab Raja terlambat adalah atasannya itu baru saja ena-ena dengan Aina. "Kenapa kamu terlambat, Raja? Tidak biasanya kamu terlambat kayak g

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status