بيت / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / Bab 62. Lima Ronde Pagi Ini

مشاركة

Bab 62. Lima Ronde Pagi Ini

مؤلف: Cececans
last update آخر تحديث: 2026-01-08 20:35:17

Raja sengaja memberikan tiket liburan ke Singapura pada Tari, Ilham, dan Della agar dirinya bisa menghabiskan waktu berduaan dengan Aina saja di rumah.

Dia juga berbohong pada Tari kalau dia sangat sibuk di perusahaan karena harus mengurus proyek baru.

Padahal nyatanya belum ada proyek baru di Wisnu Group.

Semua itu Raja lakukan supaya dirinya bisa memulihkan lukanya tanpa adanya drama dari Tari, Ilham, dan Della yang baginya memuakkan.

Hanya bersama Aina, Raja merasa hari-harinya menjadi lebih menarik.

"Dodik, belikan pizza dan coca-cola sekarang. Bawa semua itu ke apartemen saya," tukas Raja pada Dodik di telepon.

Malam ini Raja tidur di apartemennya. Hingga besok pagi.

Setelah Dodik mengantarkan Tari, Ilham, serta Della ke bandara besoknya. Barulah Raja akan pulang ke rumah.

"Baik, Pak Raja," jawab Dodik yang sambungan teleponnya langsung ditutup Raja secara sepihak.

Selepas meletakkan ponselnya ke meja, Raja menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sambil menghela napas berat.

Di
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 68. Menantumu Selingkuh, Ma

    "Mama, Mas Ilham, aku mau bicara sesuatu yang penting banget. Sebentar aja," ucap Della pada Tari dan Ilham saat mereka baru saja kembali ke hotel setelah makan di restoran mewah."Bicara apa, Della?" tanya Tari meletakkan tas mahalnya ke meja terlebih dahulu sebelum mendudukkan diri di sofa, di samping Della.Ilham pun turut duduk di dekat Della. "Kayaknya serius banget. Ada tas yang mau kamu miliki, Sayang? Bilang aja sama Mas, nanti Mas bakal beliin," ucapnya sambil menyentuh lengan Della mesra."Bukan soal itu, Mas," balas Della bergeleng pada Ilham. Dia kemudian beralih pada Tari. "Ma, temanku yang mengenal Aina baru saja mengirimkan foto Aina sedang bersama seorang pria di Ancol."Sesudah berkata demikian, Della menunjukkan foto di ponselnya yang dia dapatkan dari orang bayarannya ke depan Tari dan Ilham.Sontak Ilham naik pitam. Matanya memelotot murka."Sialan! Jadi, diam-diam Aina selingkuh dari aku! Siapa pria itu, hah? Setampan apa dia?" teriak Ilham marah seraya menggebrak

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 67. Bermain Air

    "Papa dari mana?" tanya Aina begitu melihat Raja kembali ke vila.Saat itu Aina sudah sibuk di dapur. Memasakkan sarapan untuk mereka dengan memakai bahan yang sudah tersedia di kulkas."Saya baru saja pergi ke perusahaan karena panggilan mendadak," tukas Raja sambil menggulung lengan kemejanya sebelum mencuci tangan.Aina hanya mengangguk mengiyakan. Meski, dari dalam hatinya dia bertanya-tanya kenapa Raja membohonginya. Padahal, Aina tadi mendengar Raja hendak mendatangi seseorang yang sudah melukai lengan ayah mertuanya itu.Tapi, Aina tak memusingkan hal itu lebih lanjut. Dia pun kembali memfokuskan diri memasak.Setidaknya Raja pulang dalam keadaan baik-baik saja. Itu sudah cukup menenangkan bagi Aina."Kamu masak apa, Aina?" tanya Raja setelah selesai cuci tangan, mendekati Aina yang sedang berdiri di depan kompor."Coba Papa tebak," balas Aina menoleh ke arah Raja dengan sebelah tangannya masih mengaduk masakan di wajan.Raja menyatukan kedua alisnya sebelum menjawab. "Ayam go

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 66. Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi

    Ponsel Raja berdering di saat dirinya dan Aina sedang tiduran di atas kasur.Raja segera mengambil ponselnya dari atas meja, dan berderap keluar kamar untuk menerima panggilan dari Dodik. Supaya tidur Aina tidak terganggu.Sejak sore hingga keesokan paginya, Raja terus menggenjotnya. Sehingga Aina kelelahan dan butuh waktu beristirahat banyak."Kalau tidak penting saya tutup teleponnya."Baru saja panggilan Dodik dia terima, Raja sudah melontarkan kalimat yang menohok. Padahal, Dodik belum berucap sepatah kata pun.Raja paling tidak suka waktunya dengan Aina diusik. Apalagi itu untuk hal yang tidak penting."Tunggu dulu, Pak Raja!" teriak Dodik yang kemudian buru-buru berkata lagi. "Aku sudah menemukan dalang di balik penusukan Anda. Aku kirimkan identitasnya ke emailnya Pak Raja."Sesudah Dodik berucap, Raja langsung menutup teleponnya.Dia segera memeriksa isi emailnya, dan tatapannya berubah penuh kemarahan."Jadi si sialan ini dalangnya. Berani-beraninya dia cari masalah dengan sa

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 65. Mulai Curiga

    "Wah .... Pantainya indah sekali, Pa," pukau Aina saat melihat hamparan pantai pasir putih di depannya.Deburan ombak tampak bergulung-gulung dengan lembut.Aina sangat terpesona dengan pemandangan indah pantai pribadi milik ayah mertuanya itu. Apalagi pantai ini sangat bersih dan terawat. Tidak ada seonggok sampah pun terlihat."Kamu senang, Aina?" tanya Raja menyejajarkan diri dengan Aina yang tatapannya masih terpaku ke depan dengan sorot mata berbinar-binar."Senang banget, Pa," balas Aina menoleh pada Raja. Senyum cerianya membuat Raja tanpa sadar ikut tersenyum."Pantai ini sengaja saya khususkan hanya untuk keluarga saya. Tapi, kamu adalah orang pertama yang saya ajak ke sini," tukas Raja menyelipkan kedua tangan ke dalam saku celana sambil mendesah santai.Kata-kata Raja memang sederhana, tapi berhasil membuat Aina sangat bahagia."Benarkah, Pa? Jadi, aku orang pertama yang Papa ajak ke pantai ini?" tanya Aina tidak percaya."Iya," balas Raja mengangguk mengiyakan.Aina merasa

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 64. Manja Seperti Bayi

    "Bantu saya minum obat dengan mulutmu, Aina!" tukas Raja mengangsurkan strip obatnya ke depan Aina.Sekali lagi Aina dikejutkan dengan sikap Raja.Ayah mertuanya itu menyuruhnya meminumkan obat dengan mulutnya. Bagaimana bisa?"Papa, aku tidak tahu caranya bagaimana," balas Aina membuat Raja menghembuskan napas kasar."Saya akan ajari kamu, Aina," balas Raja yang memberikan segelas air putih pada Aina."Pertama-tama kamu minum air putih ini tapi jangan kamu telan. Pertahankan dalam mulutmu," tambah Raja.Aina mengangguk mengerti. Dia melakukan persis seperti perkataan Raja. "Setelahnya ambil satu tablet obat, lalu masukkan juga ke dalam mulut kamu," ucap Raja meletakkan satu tablet obatnya ke atas telapak tangan Aina.Menantunya itu dengan patuh melahap obat itu."Lalu yang terakhir ...." Raja menggeser posisinya mendekat pada Aina. "Buka mulut kamu perlahan."Aina pelan-pelan membuka mulutnya sesuai titah Raja.Dan ketika mulut Aina sudah terbuka separuh, Raja dengan sigap menyambar

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 63. Raja Manja

    "Ahh .... Papa." Aina tidak tahu sudah berapa kali Raja menyemburkan cairan kenikmatannya di dalam rahim Aina.Ayah mertuanya itu terus menggenjot Aina tanpa ampun. Dan tanpa istirahat.Sampai Aina merasa kelelahan."Pa, berhenti dulu. Aku udah capek," ucap Aina pada Raja yang masih semangat menggenjotnya di atas meja makan.Kini Aina duduk di atas meja makan, sementara Raja berdiri di depannya dengan kejantanan pria itu masih ada di dalam kewanitaan Aina.Raja tidak membalas ucapan Aina sama sekali. Dia masih belum ingin berhenti.Bahkan tujuh kali ronde belum membuat Raja puas."Papa, aku capek," ucap Aina lagi setelah tak mendapatkan respon dari ayah mertuanya itu."Sebentar, Aina. Tunggu saya keluar sekali lagi," tukas Raja mencengkeram pinggul Aina erat yang kemudian dia gerakkan naik turun menyesuaikan ritme hunjamannya.Desahan keras keluar dari bibir Raja saat dia mencapai klimaksnya. Sementara, Aina melentingkan tubuhnya ke belakang. Aina memang sudah lelah sekali. Tapi, di

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status