مشاركة

Bab 61. Luka Tusukan

مؤلف: Cececans
last update آخر تحديث: 2026-01-08 20:32:39

"Bagaimana keadaan Pak Raja, Aina?" tanya Dodik pada Aina begitu dia sampai di depan UGD di mana Raja masih ditangani.

Aina duduk dengan wajah tertunduk di kursi tunggu sendirian. Terlihat beberapa air matanya menetes mengenai tangannya yang terjalin di atas pangkuan.

Aina mengangkat kepala pelan untuk menatap Dodik.

Lalu dia hanya bergeleng samar menjawab pertanyaan sekretaris ayah mertuanya itu.

Melihat raut wajah sedih Aina, Dodik jadi bisa mengambil sebuah kesimpulan. Kalau keadaan Raja tidak baik-baik saja. Atau bisa dikatakan buruk.

"Bagaimana bisa Pak Raja terluka, Aina?" tanya Dodik turut duduk di samping Aina.

Dia tidak bisa menahan diri untuk tak bertanya soal kecelakaan tadi, meski Aina masih tampak shock.

Aina mengusap air mata di pipinya, kemudian mulai menceritakan semuanya pada Dodik. Tanpa ada yang terlewat sedikit pun.

"Apa? Lalu orang itu pergi begitu saja?" teriak Dodik tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Lalu, dia memelankan suaranya karena sekarang dia berad
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 74. Anne VS Tari

    Tari tersentak kaget melihat seorang wanita yang sangat dia kenali sedang duduk santai di salah satu meja, ketika dirinya memasuki restoran mewah langganannya."Anne .... Kenapa wanita itu bisa ada di Jakarta?" gumam Tari buru-buru keluar lagi sebelum Anne menyadari kemunculannya.Tari tidak sudi bertemu lagi dengan mantannya Raja itu. Karena sejak dulu sampai sekarang Tari menganggap Anne sebagai saingan yang bisa saja merebut Raja darinya kapan saja.Sayangnya, sebelum Tari berhasil menghilang dari balik pintu restoran. Anne sudah keburu memanggilnya."Tante Tari!" teriak Anne yang berdiri dari mejanya untuk menghampiri Tari."Benar Tante Tari kan?" tanya Anne begitu dia sudah ada di dekat Tari. Disentuhnya pundak Tari hingga dengan terpaksa Tari memutar tubuhnya menghadap Anne."Hahaha. Iya, Anne." Tari memaksakan senyum kakunya pada Anne.Tatapan Anne kemudian menelusuri tubuh Tari yang berakhir pada wajah Tari yang kini berubah masam."Aku kira tadi aku salah orang, Tante Tari.

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 73. Kelaparan

    "Aina, cepat buatin aku kwetiau goreng cabai lima!" teriak Tari dari ruang tamu. Dia lupa jika dirinya sudah mengusir menantunya itu kemarin. Dan masih menyuruh-nyuruhnya seolah Aina masih ada di rumahnya.Tak mendapatkan sahutan dari yang dipanggil, Tari berubah geram."Aina, budek ya kamu?" sentak Tari bangkit dari sofa.Namun, yang datang malah Della."Ada apa sih, Ma? Kenapa manggil-manggil Aina terus? Kan dia udah tidak ada di rumah ini. Benalu itu udah Mama usir kemarin malam," ucap Della malas sambil menguap ngantuk.Tari baru teringat kalau sudah tidak ada Aina. Muncul perasaan lega di hati Tari karena dia tidak perlu menahan rasa muak melihat perempuan miskin itu."Mama lupa, Della sayang." Tari tersenyum pada menantu kesayangannya itu. Dia lalu melirik pakaian Della yang belum berganti dari baju tidurnya semalam.Wajah Della pun masih terlihat belum mandi. Tari menjadi ilfeel karena Della ternyata perempuan yang jorok.Untung Della dari keluarga terpandang, jadi Tari mau m

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 72. Dia Anak Saya?

    "Papa, aku dan Mas Ilham sudah cerai. Gimana kalau Papa juga ceraiin Mama biar Papa bisa sama aku aja?" Aina mulai meracau dengan pelukannya pada Raja semakin erat seakan dia takut Raja pergi meninggalkannya."Aina, tenanglah. Jangan seperti ini." Raja berusaha melepaskan pelukan Aina perlahan agar tidak melukai perempuan itu. Tapi, Aina justru mempererat kedua tangannya di perut Raja."Papa membenciku? Kenapa semua membenciku?" tanya Aina terisak pedih.Hati Raja ikut merasa nyeri mendengar isakan Aina."Aina, saya tidak membencimu. Tenanglah!" Kini Raja berhasil lepas dari pelukan Aina karena mendadak kedua tangan Aina mengendur.Raja buru-buru memegangi kedua bahu Aina yang tampak rapuh, lalu menatap lekat ke dalam kedua mata Aina yang berkaca-kaca."Aina, jawab pertanyaan saya dengan jujur. Apa benar kamu hamil sekarang?"Aina menggigit bibir bawahnya dengan sangat keras, menghindar dari pertanyaan Raja. Sampai bibirnya berdarah."Aina, sejak kapan kamu hamil? Bukannya kamu mandul

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 71. Aina Hamil?

    "Kalau kamu keluarganya. Harusnya kamu bisa menjaganya dengan baik. Bukannya menelantarkannya sampai dia pingsan di trotoar sendirian," tukas si wanita tua pemulung dengan kesal.Meski, dia hanya wanita miskin yang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Tapi, dia masih punya hati nurani. Berbeda dengan pria di depannya itu yang terlihat seperti orang berada. Walaupun si pria mengaku sebagai keluarga perempuan yang tadi dia temukan, tapi pria itu tega membiarkan si perempuan muda berjalan sendirian di tengah hujan deras saat hari sudah terlalu larut malam."Baik, Nek. Saya tidak akan mengulanginya lagi," tukas Raja menunduk sopan. Tapi, si wanita tua masih menghalangi Raja yang hendak membawa Aina ke mobil.Raja mengeluarkan uang seratus ribuan sebanyak puluhan lembar dari dompetnya, lalu memberikannya pada si wanita tua."Apa ini?" tanya si wanita tua enggan menerima uang dari Raja."Ini untuk Nenek. Terima kasih sudah menjaga Aina. Biarkan saya membawanya ke rumah sakit sekarang.

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 70. Mencari Aina

    Raja pulang ke rumah saat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan angka sepuluh malam.Karena tiga hari berturut-turut dia mengambil cuti, semua pekerjaannya jadi menumpuk. Mau tidak mau dia harus lembur sampai larut malam.Saat mobilnya sudah Raja parkir di garasi rumah, dia segera masuk ke ruang utama untuk menemui Tari yang pulang tadi pagi dari Singapura.Sebenarnya Raja malas berbasa-basi dengan istrinya itu, dan ingin langsung menemui Aina.Namun, ketika Raja sudah berada di ruang utama. Dia merasakan suasana rumah sungguh berbeda. Lebih tegang dari biasanya.Bahkan istrinya yang sedang duduk di sofa hanya memandangnya dengan wajah masam."Mas Raja, sibuk banget ya sampai tidak sempat jemput aku di bandara? Padahal cuma butuh waktu sebentar," tukas Tari terdengar menahan rasa kesalnya pada Raja.Dilihatnya lengan Raja yang diperban dengan mata menyipit. Bagian tangan Raja yang diperban itu mengingatkan Tari akan pria yang tertangkap basah bersama Aina di Ancol. Letak per

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 69. Diusir dari Rumah

    Seminggu kemudian. Tari, Ilham, dan Della pulang ke Jakarta. Mereka baru saja sampai di bandara dan langsung dijemput oleh Dodik yang akan mengantarkan mereka ke rumah."Pak Raja sedang sibuk, Nyonya. Jadi, aku yang akan mengantarkan kalian," ucap Dodik sopan sebelum Tari sempat mempertanyakan keberadaan Raja.Tari mengangguk paham. Tanpa membalas ucapan Dodik, dia masuk ke dalam mobil diikuti Ilham serta Della.Tari sebenarnya sudah meminta Raja yang menjemputnya. Rasa lelahnya selama di pesawat akan terobati begitu melihat wajah tampan suaminya itu. Tapi, Raja malah menyuruh sekretarisnya.Jujur, Tari merasa sangat kesal.Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara sama sekali. Semuanya tengah tenggelam dalam pikirannya masing-masing.Terlebih, Ilham. Dia sedang merancang pertanyaan-pertanyaan yang akan dia lontarkan pada Aina nanti.Kenapa Aina selingkuh? Dengan siapa? Apa yang kurang dari diri Ilham? Apa kelebihan pria selingkuhan Aina dari Ilham?Ilham tanpa sadar meremas k

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status