Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 24 Membawa Mario

Share

Bab 24 Membawa Mario

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-09 07:53:33

Marissa mulai berbicara santai. Sebutan untuk dirinya sendiri bukan lagi " Saya" seperti yang sering ia katakan ketika berbicara dengan Danendra. Sekarang tanpa sadar Marissa menyebut dirinya sendiri dengan kata "Aku". Itu membuatnya lebih santai dalam berbicara.

"Oh, untuk masalah itu, kau tidak perlu pergi ke hotel. Malam ini, kau bisa tidur di rumahku, nanti pelayan di rumah akan mencuci pakaianmu sampai bersih dan kering! Bagaimana?"

"Hah???"

"Kalau kau khawatir dengan putramu, kita bi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 226 Mereka tidak Masalah

    Di meja kayu berbentuk bundar, sudah tersaji makanan dan minuman yang tadi dipesan oleh Zain. Pria itu pun segera meminta Marissa untuk mencicipinya. "Makanlah!" "Emh, ya!" Tanpa ragu Marissa segera menarik piring miliknya, lalu mulai mencicipi sambil terus menunduk. Entah mengapa, Marissa merasakan ada hawa dingin yang begitu kuat menusuk punggungnya. Padahal posisi Marissa saat ini tersorot oleh sinar matahari dari luar, membuat hawa hangat lebih terasa daripada meja yang ada di tengah-tengah ruangan. Tapi Marissa merasakan dingin dan tidak nyaman. Dari depannya, Zain berkata pada Marissa sambil menyantap makanannya. "O, iya! Nanti malam, ada acara kumpul keluarga di rumahku! Adikku dan suaminya pun akan hadir. Apa kau mau ikut?" "Eh!" Marissa segera mendongak. Ia melihat Zain dengan bingung. "Aku ... ikut ke acara keluargamu? Ah, tidak ... tidak! Aku tidak nyaman dengan hal itu! Aku masih belum percaya diri bertemu dengan anggota keluargamu!" balas Marissa yang segera

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 225 Mau Makan Apa?

    "Eh, apa maksudmu? Siapa yang memalsukan tanda tanganmu? Mana bisa Mama melakukan hal itu?" sangkal Ambar dengan tegas. Ia pun menambahkan, "Yang bisa Mama lakukan hanya berbelanja, makan-makan bersama teman, memasak, dan mengurus cucu! Masalah tanda tangan ... tanda tangan palsu itu Mama sungguh tidak mengerti!" Ambar terus menyangkal. Dia tidak tahu, kemarin Danendra sudah menemui pengacara keluarga terkait permasalahan perceraiannya dengan Marissa—4,5 tahun yang lalu. Sang pengacara pun sudah menjelaskan, Ambar menandatangani surat perceraian itu saat Danendra tidak ada. "Kenapa Mama melakukan hal itu?" tanya Danendra tanpa membahas masalah tanda tangan lagi. "Apa Mama sungguh tidak menyukai Marissa? Tapi kenapa? Apa kurangnya Marissa di mata Mama?" Danendra tidak habis pikir, kenapa ibunya tega memisahkan dirinya dengan wanita yang dicintainya? Padahal dulu, saat Danendra kabur dan keluar dari perusahaan, Ambar memohon-mohon pada Josep agar merestui hubungan mereka. Ia mem

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 224 Anak Perempuan Cengeng

    Marissa pun mulai serius mendengarkan. "Apa jepitan rambut yang kau simpan tadi pagi?" tanya Fanny dari dapur. Ia pun membawa nampan berisi piring makanan, lalu dibawanya ke ruang keluarga. "Enh!" Michael mengangguk. Ia melihat makanan yang masih panas itu terlihat sangat lezat, sudah tersaji di atas meja. Perutnya pun tiba-tiba berbunyi. "Lalu bagaimana? Apa ayah anak itu marah padamu karena kau sudah mengambil jepitan rambut anaknya?" tanya Marissa yang masih penasaran dengan cerita putranya. Takutnya ayah dari anak itu marah dan memarahi Michael. "Tidak!" Tiba-tiba Michael menggelengkan kepala. Ia mengulurkan tangan kecilnya ke depan, menusuk makanan itu menggunakan garpu, lalu dimasukannya ke dalam mulut. "Om Galak itu tidak marah! Dia malah memberikan jepitan rambut yang aku temukan itu pada Zee! Selain itu, Om Galak juga mengajak kami bermain ke rumahnya!" "Lalu?" Marissa semakin penasaran dengan Om Galak yang diceritakan oleh putranya. "Apa kau ikut bermain ke r

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 223 Kau Pasti Sengaja

    "Oh!" Danendra sudah tahu siapa pria yang mencarinya sekarang. Ia pun segera berkata, "Aku akan ke kantor dalam waktu satu jam! Kalau dia ingin menunggu, ya, silahkan!" Jika tidak pun, itu tidak masalah. Karena Danendra tidak akan rugi. "Baik! Nanti akan saya sampaikan!" balas Luna dengan singkat. Setelah itu, Danendra menutup teleponnya tanpa berbicara lagi.*** Tiba di apartemennya, Danendra bergegas masuk ke dalam rumah, lalu membuka pintu kamar yang tadi pagi ditempati oleh Marissa. Saat pintu kamar itu dibuka, alangkah terkejutnya ia ketika melihat kamar yang berantakan itu sudah kosong. Marissa tidak ada, tapi serpihan pakaiannya masih ada di lantai. Bahkan, saputangan yang tadi dipakai untuk mengikat tangannya pun, kini ada di tempat tidur. "Aishhh, sial!" Danendra tahu, saat ini Marissa sudah tidak ada. Ia pun segera mencarinya ke ruangan lain. Danendra mengelilingi rumahnya, dari mulai dapur, kamar mandi, lalu ke kamar satunya lagi. Dari sekian banyaknya ruangan di a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 222 Diculik oleh Mantan Suami

    "Za-Zain? Kau belum berangkat ke kantor ayahmu?" tanya Marissa mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin Zain membahas tentang ketidakpulangannya tadi malam, di sana. "Marissa ... apa yang kau pakai itu? Kenapa kau ...?" Zain menunjuk pakaian kebesaran di tubuhnya. Dengan penampilannya yang seperti itu, Marissa terlihat sangat aneh dan mencurigakan. "Ahhh ... kita bicara di rumah saja!" Marissa segera menarik tangan Zain menuju apartemen miliknya. Ia tidak ingin terus berada di luar, tidak ingin pula ada orang yang melihat penampilannya yang aneh ini. Di ruang tamu yang cukup luas nan nyaman, Fanny dan Zain sudah duduk di sofa sambil menunggu Marissa yang sedang mandi. Mereka menunggu penjelasan tentang hilangnya wanita itu tadi malam yang membuat semua orang panik. Di kamar mandi, Marissa segera membersihkan kepala dan tubuhnya dengan cepat. Ia terus menggosok kulitnya dengan keras agar jejak-jejak sentuhan Danendra di tubuhnya segera menghilang. Setelah selesai, Marissa be

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 221 Putri Drizela

    Tiba di sekolah taman kanak-kanak Harapan Bintang, Danendra keluar dari mobilnya, lalu masuk ke area sekolah yang cukup luas dengan langkah yang sangat cepat. Ia sangat khawatir setelah menerima telepon dari guru di sekolah putrinya, bahwa putrinya—Drizela—menangis dan meminta ayahnya untuk datang. Takut terjadi hal buruk pada anak itu, Danendra pun bergegas pergi ke sekolah walau sebenarnya ia enggan untuk pergi. Di ruang kelas yang sangat ramai dan berisik dengan dekorasi khas anak kecil, seorang anak laki-laki berdiri di depan kelas bersama satu anak perempuan. Satu guru wanita berjongkok sambil berbicara pelan pada mereka. Sedangkan murid lainnya duduk di bangku masing-masing sambil mengerjakan puzzle yang sudah dibagikan oleh guru lain. "Sayang... Ibu tanya satu kali lagi, Zee dapat ini dari mana?" Guru wanita yang bernama Mila memegang jepitan rambut yang katanya milik Drizela, tapi dipakai oleh Zee-Zee. "Aku tidak tahu, Bu Guru! Itu Michael yang memberikannya padaku seb

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 96 Ada Kekacauan Apa Ini?

    "Minggir! Aku harus menghajar si bajingan ini!" Danendra berteriak. Ia tidak mempedulikan wanita yang sudah berjongkok di lantai dan menghalangi pria itu.Danendra menarik tubuh Darius dan memaksanya untuk berdiri.Saat tangannya sudah terangkat, tiba-tiba Marissa menghalangi tindakan Danendra lagi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 87 Masuklah

    "Aku yang seharusnya bertanya padamu, kau mau pergi ke mana? Sudah kukatakan, tunggu kami! Jangan pergi ke mana-mana!" ucap Danendra tanpa rasa bersalah sedikitpun."Ayo kita pergi! Diego sedang menunggumu di rumah!" Tiba-tiba Danendra menggenggam tangan Marissa, lalu menariknya berjalan ke mobil y

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 93 Membuatnya Kesal

    Tanpa berpikir lagi, Danendra membanting kotak itu ke lantai dan di depan Mario. Anak kecil itu ketakutan, langsung mundur ke belakang dengan taut wajah yang penuh dengan rasa trauma.Mario yang terbiasa hidup dimanja oleh Marissa, sekarang malah sering mendapatkan ancaman dan tekanan. Ia menerima

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 83 Tidak Akan Kembali

    "Baru bangun, ya?" tanya Danendra dari seberang telepon. Marissa menjadi gugup. "Enh!" "Bangunlah! Cepat mandi," ucap Danendra lagi dari seberang telepon. Suaranya sangat lembut dan enak didengar. Suara seperti itu bisa membuat siapa saja yang mendengarnya merasa terpesona. "Pakaian baru un

    last updateHuling Na-update : 2026-03-25
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status