共有

Bab 24 Membawa Mario

作者: Tusya Ryma
last update 公開日: 2025-12-09 07:53:33

Marissa mulai berbicara santai. Sebutan untuk dirinya sendiri bukan lagi " Saya" seperti yang sering ia katakan ketika berbicara dengan Danendra. Sekarang tanpa sadar Marissa menyebut dirinya sendiri dengan kata "Aku". Itu membuatnya lebih santai dalam berbicara.

"Oh, untuk masalah itu, kau tidak perlu pergi ke hotel. Malam ini, kau bisa tidur di rumahku, nanti pelayan di rumah akan mencuci pakaianmu sampai bersih dan kering! Bagaimana?"

"Hah???"

"Kalau kau khawatir dengan putramu, kita bi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 242 Menganggu Kesenangan

    Ucapannya sangat tidak berperasaan. Danendra sudah menurunkan semua ego dan harga dirinya, tapi wanita itu malah langsung menolak. "Kau pikir saja sendiri! Setelah lima tahun berpisah, apa aku akan menjomblo seumur hidup? Haha ... yang benar saja! Aku masih muda, ada banyak pria yang mengantri untuk bisa menjadi pasanganku! Tapi, aku lebih memilih Zain, karena dialah yang selalu ada untuku!" ucap Marissa dengan sengaja. Ia ingin membuat pria di depannya sakit hati. Bukan karena cinta, bukan pula karena sayang, Marissa bersama dengan Zain karena pria itu sudah berkorban banyak hal untuknya. Sekarang ini, Marissa akan memilih pria yang banyak berkorban untuknya, bukan pria pengecut yang tidak pernah menghargai perasaannya. "Lagi-lagi pria itu!" Danendra tidak suka. "Apa baiknya dia dibanding denganku, hah?" "Ya, banyak, lah!" balas Marissa dengan lantang. Sikapnya terlihat lantang dan berani, padahal di dalam hati benar-benar sangat kacau. Ia begitu gugup dengan ekspresi Dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 241 Anak Zain

    Yang Marissa pikirkan, tujuan dirinya mengikuti Danendra ke tempat tinggalnya itu karena Drizela. Mereka akan membahas masalah Drizela karena anak itu adalah anaknya dan Danendra. 'Tapi, kenapa sekarang yang mau dibahas malah Michael?' gumamnya dalam hati. "Untuk apa membahas anak lain? Lebih baik kita membahas anak kita saja!" ucap Marissa pada Danendra. Di sampingnya, Drizela bersandar ke samping ayahnya, perlahan tertidur. "Sebelum membahas putriku, lebih baik sekarang kita bahas anak yang bernama Michael itu!" Entah mengapa, Danendra bersikeras ingin membahas Michael. Padahal sudah jelas anak itu adalah anaknya Zain. Tapi Danendra tetap penasaran dan merasa tertarik untuk membahasnya. "Apanya yang mau dibahas? Dia itu anak laki-laki, teman Izela, tinggal di apartemen itu! Lalu apa lagi?" Marissa bersikap tenang saat mengatakannya. Padahal di dalam hati sangat gugup. Takut Danendra curiga dan akhirnya rahasianya terbongkar. "Siapa ayah dan ibu anak itu? Apa dia benar anakn

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 240 Bukan Mamaku!

    "Ma-Marissa!" panggil Danendra dengan suara yang sangat pelan. Nyaris tidak terdengar oleh wanita di pangkuannya. Danendra tidak mendorong Marissa agar menjauh, tidak pula membantu wanita itu turun dari tubuhnya. Ia malah memegang pinggangnya dengan kedua tangan. Hingga entah berapa lama waktu berlalu, tiba-tiba suara anak kecil mengejutkan keduanya. "Papa! Tante! Kalian sedang apa? Kenapa Tante duduknya seperti itu?" Yang tadinya menangis, sekarang tidak lagi. Drizela menyeka air mata di wajahnya sambil terus melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk berdua di kursi pengemudi. "Ah! Ma-maaf!" Marissa segera tersadar. Ia buru-buru turun dari pangkuan Danendra, lalu berpindah ke samping Drizela. Keintiman mereka itu membuat hawa di dalam mobil terasa lebih panas dari sebelumnya. Padahal AC masih menyala, tapi Marissa berkeringat dan wajahnya bersemu merah. "Sayang! Kau tidak menangis lagi, kan? Syukurlah!" tanya Marissa sambil menahan kegugupannya. Ia segera menarik Drizel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 239 Tante dari Mana?

    "Sa-" Marissa ingin memanggil Drizela dengan panggilan 'Sayang'. Tapi dipikir lagi, kalau tiba-tiba Marissa mengaku sebagai ibu kandungnya tanpa ada pembahasan terlebih dahulu, anak itu pasti akan syok. Mungkin juga Drizela tidak bisa menerima Marissa sebagai ibunya, karena yang diketahui oleh anak itu hanya papanya saja. Di dalam mobil yang sangat nyaman dan dingin, Marissa duduk di depan—di samping Danendra—setelah pria itu mengajaknya pergi. Marissa pun tidak bisa menolak ajakan itu karena ada anak yang selalu dia rindukan ada bersama pria itu. Kalau Marissa sampai melewatkan kesempatan ini, entah kapan lagi dirinya bisa bersama dengan bayi kembarnya. Di dalam mobil, selain ada Marissa dan Danendra, ada juga Drizela yang duduk di belakang sambil menatap punggung Marissa. Anak itu tidak bisa tinggal diam kalau ada sesuatu hal yang mengganjal di dalam pikirannya. Dengan polosnya Drizela bertanya, "Tante ... Tante ini siapa? Kenapa ikut ke mobil Papa?" "Apa Tante mamanya Michae

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 238 Dari Mana Asal-Usul Anak itu?'

    Di dalam mobil yang sangat ramai, Drizela duduk di depan bersama ayahnya, sedangkan Michael dan Zee-Zee duduk di belakang—baris kedua. Walau mereka bertiga tidak duduk bersama, tapi Drizela sesekali menoleh ke belakang untuk mengobrol. "O, iya, di mana rumahmu, Michael?" tanya Danendra yang sedari tadi mengemudi, tapi dia belum tahu di mana alamat rumah bocah laki-laki itu. Bukannya Michael, yang menjawab malah Zee-Zee. Anak perempuan itu menjawab dengan lantang, "Michael tinggal di Ini House Residen milik keluarga kami! Aku pun mau turun di sana saja. Biar nanti Paman yang mengantarku pulang!" Sesuai dengan apa yang sering Zee-Zee dengar ketika keluarganya berkumpul dan berbincang bersama, apartemen Ini House Residen itu merupakan proyek milik keluarga Wirawan. Selain pamannya tinggal di sana, Michael dan ibunya juga tinggal di sana. "Oh, apartemen itu milik keluargamu?" tanya Danendra sambil mengingat sesuatu. Danendra mengingatnya, waktu di sekolah, ibunya Zee-Zee bilang bahw

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 237 Nenek Jahat

    "Oh, ya sudah! Kalau begitu, kasih tahu, kapan hari ulang tahunmu?" tanya Drizela sambil duduk di bangku klasik panjang berwarna putih bermodelkan ukiran yang sangat unik. "Nanti aku akan meminta papaku untuk memberikanmu mainan bagus sebagai hadiah ulang tahun!" jelas Drizela lagi. Kalau tidak boleh menerima barang dari orang lain, setidaknya memberinya kado di hari ulang tahun, ibunya tidak akan menolak. "Ulang tahunku tiga bulan lagi! Itu kata Mama!" balas Michael yang sedikit lupa dengan ulang tahunnya. "Oh, baiklah! Nanti kalau pulang, tanyakan pada mamamu, kapan ulang tahunmu?" "Baiklah! Nanti kutanyakan!" ucap Michael. "Eh, iya, kalau tiga bulan lagi, itu bulan yang sama dengan ulang tahunku! Kata pelayanku, tiga bulan lagi aku ulang tahun yang ke-5! Lihatlah itu ...." Drizela menunjuk sebuah rumah-rumahan besar, cukup untuk beberapa anak. Di atas gentengnya ada tulisan empat angka. Drizela menyebutkan angkanya satu per satu, "Dua ... tiga ... kosong ... sembilan. Papa b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 107 Bonus dari Bos

    Waktu sangat cepat berlalu. Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus. Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada

    last update最終更新日 : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 104 Kau Salah

    Namun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat. "Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras. Buk! "Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 105 Kabur

    Melihat video antara Darius dengan seorang wanita, perasaan Fanny menjadi tidak enak. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari sebelumnya. "Kalau dia bersama wanita lain, berarti Marissa???" Mungkinkah dia tidak bersama Marissa. Fanny masih menebak-nebak, tiba-tiba pria di sampingnya terb

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 100 Kedatangan Sely

    Di rumah besar keluarga Adipraja, semua orang sudah berkumpul. Mereka akan pergi ke luar kota dan mengunjungi tempat wisata yang belum pernah mereka datangi.Kali ini yang tidak ikut hanya Danendra. Ia beralasan, tidak enak badan dan ingin tiduran di kamar saja. Dia tidak ingin pergi ke manapun.Ka

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status