แชร์

Bab 25 Tidak Pingsan

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2025-12-09 13:44:37

"O, iya! Di mana nenekmu?" Danendra melihat ke dalam rumah yang nampak sepi. Ia mencari seseorang di rumah itu. "Kita harus berpamitan dulu padanya!"

"Kalau tidak berpamitan dulu, nanti dia kaget melihatmu tidak ada di rumah!" tambah Danendra dengan khawatir. Juga merasa tidak sopan jika dirinya pergi membawa anak itu tanpa berpamitan pada nenek anak itu.

"Nenek sudah tidur! Jangan bangunkan dia! Nanti dia marah lagi kepadaku!" ucap Mario dengan singkat.

Mario menutup pintu rumahnya, lalu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 339 Nyonya Danendra

    Di jam makan siang seperti ini, ada banyak karyawan yang hilir mudik di lantai bawah. Marissa pun terus menunduk sambil mengikuti Danendra dari belakang. Ia takut ada orang lain yang mengenalinya karena dirinya mantan karyawan di perusahaan itu. "Ayo!" ajak Danendra sambil meraih tangan Marissa. Ia memegang dan menuntunnya sambil berjalan menuju lift. Tindakannya itu membuat orang di sekitarnya penasaran. Karena bos mereka berjalan sambil memegang tangan seorang wanita, para karyawan pun melihat dan memperhatikan wanita yang bersama bosnya. "Eh, bukankah itu Marissa, ya?" "Oh, iya, benar! Dia kan, si janda itu!" "Ternyata, dia bersama Pak Danen!" "Sudah lebih dari lima tahun, aku kira dia ke mana. Tahunya masih ada di kota ini!" "Namanya juga janda! Seleranya pria-pria kaya! Haha!" Cibiran demi cibiran terus saja terdengar. Marissa pun semakin menunduk, tidak ingin orang lain semakin memperhatikannya. DING! Pintu lift pun terbuka. Marissa bergegas masuk dan berdi

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 338 Pengalihan Kredit

    Keesokan harinya, jam 9 malam, Fanny, Marissa, Wilyam, dan juga Danendra ada di unit sebelah yang akan menjadi tempat tinggal Marissa dan Fanny. Semua barang pun sudah tersedia di sana, termasuk tempat tidur, lemari, sofa, TV, dan lain sebagainya. "Besok kita akan melakukan transaksi pengalihan kredit apartemenmu pada Luna! Tadi siang Asisten Anas sudah menyiapkan semuanya, dan ... Luna pun sudah setuju," ucap Danendra dengan santai. Dari siang, dia tidak terlihat sibuk dan tidak terlihat melakukan pergerakan apapun. Padahal di belakang, dia sudah menyiapkan kepindahan Marissa sampai sedetail itu. "Danen! Apa ini tidak terlalu mendadak? Kau juga tidak bertanya dulu padaku, aku setuju atau tidak pindah kemari!" Bagi Marissa, ini benar-benar mendadak. Ia belum mempersiapkan apapun untuk kepindahannya ke gedung apartemen yang merupakan hunian terbaik di Kota A. Untuk lingkungannya, Marissa pun belum siap bertetangga dengan orang-orang elit seperti mereka. "Suka ataupun tidak, kau te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 337 Cemburu

    Dari dalam kamar, terdengar Zain bertanya, "Siapa?" "Ah, i-ini... Fanny," jawab Marissa dengan gugup. Ia bingung harus menjawab apa pada Zain. Danendra tiba-tiba datang, dan Fanny malah membawanya ke tempat tinggal Zain. 'Aishhh, matilah akuuu!' Dari depannya, Danendra mengulurkan tangan, lalu menarik tangan Marissa dengan tenaga yang cukup kuat. "Ikut denganku!" ucap Danendra sambil membawa Marissa keluar dari apartemen Zain. Sebenarnya Danendra baru sampai di kota itu beberapa menit yang lalu. Ia langsung menghubungi ibunya dan menanyakan langsung tujuan Ambar membawa Michael. Ambar pun menjelaskan banyak hal tentang tujuannya mengambil anak itu dari Marissa. Salah satunya "Demi kebaikan Michael di masa depan.". Selain itu, Ambar pun bilang, kalau saat ini Michael dan Drizela pergi jalan-jalan ke luar kota. Jadi saat ini, Danendra tidak bisa membawa Michael ke tempat Marissa. "Apa yang kau lakukan di kamar Zain? Apa kalian sedang bercinta?" tanya Danendra yang terlihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 336 Menghabiskan Waktu Bersama

    Pukul sembilan pagi, Marissa sudah mandi dan mengganti pakaian. Ia pun sudah membuat sarapan, untuknya, Fanny, dan juga untuk Zain. Dari kamar, tiba-tiba Fanny menghampiri Marissa yang masih ada di dapur sambil memegang ponselnya. Ia pun berkata dengan sedikit cemas, "Sa! Barusan Wilyam memberitahuku, katanya dia tidak bisa membawa Michael kemari." "Eh, kenapa? Apa dia tidak diberi izin sama Tante Ambar?" tanya Marissa yang tadi sudah meminta Fanny untuk menghubungi Wilyam dan meminta adik Danendra itu untuk mengajak Michael pulang. Karena kalau menunggu Danendra pulang, itu masih satu jam lagi. Danendra baru naik pesawat saat Marissa menyuruh Fanny menghubungi Wilyam. Namun setelah dihubungi, Wilyam bilang anak-anak sudah pergi ke luar kota bersama kakek dan neneknya. "Bukan! Katanya orang tua Wilyam, Izela, dan Michael sudah berangkat ke luar kota! Mereka akan pergi ke Wami Island!" balas Fanny sesuai dengan apa yang Wilyam katakan tadi di telepon. "Oh!" Marissa pun te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 335 Penerus Kekayaan

    "Apa ini, Tante?" tanya Marissa sambil mengambil kertas putih dari tangan Ambar. Ia pun mulai membacanya. "Ini hasil tes DNA Michael! Ya, hasilnya 99,99% anak itu adalah anak Danen! Oleh karena itu, aku datang untuk membawa Michael tinggal bersama Izela di rumah kami! Sebagai anak kembar, mereka tidak boleh berpisah," jelas Ambar sambil melihat Marissa yang sedang membaca hasil tes DNA putranya. Marissa pun sangat terkejut ketika mendengar ucapan Ambar yang terakhir. "Me-membawa? Membawa Michael?" tanya Marissa dengan terbata. Ia tidak menyangka, kedatangan Ambar ke tempatnya ternyata untuk membawa Michael ke rumah mereka. Padahal sebelumnya sudah pernah menginap satu malam di sana. "Ya! Sebagai anak laki-laki yang nantinya akan menjadi pewaris di keluarga kami, tentunya Michael harus tinggal bersama kami! Dia harus mendapatkan hidup yang baik dan layak, dengan pendidikan yang baik pula," jelas Ambar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Padahal wanita di depannya masih terdiam karena

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 334 Lebih Sering Bersama

    Malam ini, Marissa kembali pulang tanpa Michael. Anak itu sudah dibawa oleh Ambar ke rumahnya dan akan menginap di sana. Entah harus senang atau sedih, anak keduanya bisa diterima di rumah keluarga Adipraja—yang sebelumnya Ambar tidak mau menerima—Marissa pun tidak tahu. Yang ia rasakan saat ini hanyalah bingung. "Tidak apa-apa! Kau jangan khawatir, Mama pasti akan memperlakukan Michael dengan baik, sama halnya dengan Izela. Karena Michael pun sama-sama cucunya!" ucap Danendra sambil meraih tangan Marissa, lalu menggenggamnya. "Setelah mengantarmu, aku akan pulang ke rumah dan memastikan Michael baik-baik saja! Jadi jangan khawatir, ya!" tambahnya lagi. Lalu melepaskan tangannya dan kembali memegang roda kemudi. "Enh!" Marissa mengangguk. Ia tidak mengatakan apapun lagi setelah itu. Sampai di tempat tinggal Marissa, Danendra segera menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen. "Masuklah! Cepat tidur dan jangan banyak pikiran! Semuanya akan baik-baik saja!" ucapan Dane

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 131 Pindah ke Luar Negeri

    Sudah lebih dari satu jam Marissa berada di ruang perawatan Mario. Ia pun berbicara banyak hal pada anak itu. Namun, Mario tetap tidak merespon. Anak itu menutup rapat matanya tanpa ada tanda-tanda untuk bangun. Beberapa saat kemudian, Danendra kembali masuk ke dalam ruang, lalu berjalan menghamp

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 125 Darius yang Gila

    Ini adalah sesuatu hal yang sudah lama tidak dia rasakan lagi setelah meninggalnya wanita pujaannya—Lisa. Darius kembali berfantasi dan mengenang hal indah itu setelah sekian tahun berlalu. Walau wanita di bawahnya itu terus menolak dan membantah, tapi Darius masih terus melakukannya. Hingga akhir

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 132 Dilamar

    Di dalam pesawat pribadi yang sangat nyaman, Danendra duduk bersama Marissa di kursi tengah. Pesawat itu tidak langsung terbang ke Kota A sesuai bayangan Marissa. Tapi, Danendra sengaja mengajak Marissa ke tempat yang sangat indah di pulau yang lumayan jauh. Pulau itu sangat tenang dan nyaman deng

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 128 Kesenangan

    Pagi hari, di rumah keluarga Mahesa, Mario terus saja ke kamar mandi, dia muntah dan buang air. Makan sedikit saja perutnya langsung berbunyi. Tubuhnya menjadi lemas dan pucat. Sudah dari kemarin anak itu seperti ini, sampai Tuan Besar Mahesa merasa cemas. Tapi Darius tidak tahu akan hal itu. "

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status