Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 25 Tidak Pingsan

Share

Bab 25 Tidak Pingsan

Penulis: Tusya Ryma
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-09 13:44:37

"O, iya! Di mana nenekmu?" Danendra melihat ke dalam rumah yang nampak sepi. Ia mencari seseorang di rumah itu. "Kita harus berpamitan dulu padanya!"

"Kalau tidak berpamitan dulu, nanti dia kaget melihatmu tidak ada di rumah!" tambah Danendra dengan khawatir. Juga merasa tidak sopan jika dirinya pergi membawa anak itu tanpa berpamitan pada nenek anak itu.

"Nenek sudah tidur! Jangan bangunkan dia! Nanti dia marah lagi kepadaku!" ucap Mario dengan singkat.

Mario menutup pintu rumahnya, lalu berjalan menghampiri Marissa di dalam mobil.

Anak itu sudah pergi mendahuluinya. Danendra berdiri mematung di depan pintu tanpa bergerak.

"Mau itu ibunya, anaknya, sama-sama seenaknya!" gerutu Danendra sambil melihat bocah kecil itu masuk ke dalam mobilnya.

Padahal, yang punya mobil masih berdiri di depan pintu rumah mereka.

Setelah itu, Danendra pun kembali ke dalam mobil. Lalu mengendarai mobilnya menuju apartemen miliknya yang berada di pusat kota.

Pukul dua belas malam, mobil suda
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 40 Rahasia Terbongkar

    Marissa melanjutkan, “Walau Anda orang pertama yang menyentuh saya, dan saya merawat seorang bayi yang tidak saya lahirkan, memangnya apa peduli Anda? Anda tidak berhak menuduh saya sebagai seorang pencuri!” Marissa sangat marah ketika mendengar tuduhan itu. Tidak ibunya, tidak bosnya, semuanya menuduh Marissa sebagai pencuri. Apa merawat bayi tak berdosa yang ditemukannya di depan pintu rumah sewaan itu salah? Apa berpura-pura menjadi seorang janda demi melindungi harga diri anak itu juga salah? 'Kenapa semua orang selalu menyalahkanku karena hal itu? Toh tidak ada yang aku rugikan juga, kan?' “Anda dan semua orang tidak pernah tahu, kesulitan apa yang saya hadapi selama lima tahun merawat anak itu!” Marissa masih terbawa emosi. Efek dari minuman itu membuatnya semakin berani mengutarakan apa yang dirinya pikirkan dan rasakan. Sekarang, rahasianya sudah terlanjur terbongkar. Marissa tidak bisa menyembunyikan hal itu lagi dari pria yang saat ini ada di atasnya. “Hah! Pak D

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 39 Kalung Itu ....

    Marissa menarik tangan kekar Danendra dan mengambil paksa kalung milik putranya dari tangan pria itu. "Asihhh! Marissa! Apa yang kau lakukan? Aawwhh!" Marissa tidak tahu, gerakannya yang seperti itu melukai perut bagian bawah Danendra. Yang Marissa pedulikan hanya kalung milik putranya saja. "Aahh! Menyingkirlah dari tubuhku!" "Hihi! Dapat!" Marissa benar-benar mendapatkan kalung itu dengan kerja kerasnya sendiri. Ia memanjat tebing yang tinggi dan besar dengan banyak bahaya di depannya. Marissa melalui rintangan itu dengan kekuatannya sendiri. Ia amat sangat bangga dengan hal itu. "Ini kalung anak saya! Kenapa Anda mengambilnya?" Dengan polos dan tanpa rasa bersalah sedikit pun, Marissa turun dari tubuh Danendra dan kembali duduk di sofa. Ia mengelus kalung berharga itu, lalu melihat pria di sampingnya yang masih meringis. "Pak Danendra! Apa yang ingin Anda tanyakan? Ayo, katakan sekarang! Saya sudah berjanji akan menjawabnya," tanya Marissa masih dengan polos. Mood-nya sang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 38 Sebelumnya tidak Pernah Terjadi

    Di depan gedung hotel, sebuah taksi berhenti perlahan. Suara pintu belakang terbuka memecah keheningan malam. Setelah membayar ongkos, Danendra tanpa ragu menggendong wanita yang hampir kehilangan kesadarannya itu menuju lobby hotel. Tubuh Marissa terasa ringan, namun napasnya yang hangat menyentuh leher Danendra, membuat langkah pria itu sedikit tertahan. Di lantai atas, tempat mereka menginap, Danendra membuka pintu kamarnya, lalu membawa Marissa dan membaringkan wanita itu di atas tempat tidurnya yang sangat nyaman. Marissa belum sepenuhnya tertidur. Efek alkohol dan rasa lelah hanya membuat kesadarannya mengambang. Ia masih mampu mendengar, masih mampu merespon—meski tubuhnya terasa berat.“Marissa!”Panggilan itu membuat kelopak matanya sedikit bergerak. Danendra berdiri di depan ranjang, menatapnya dalam diam. Tatapannya jatuh pada wajah pucat dengan pipi merona alami, lalu turun ke gaun yang melekat sempurna di tubuh ramping itu.Dari saku jasnya, Danendra mengeluarkan sebua

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 37 Lebih Jujur

    Malam hari, angin bertiup sepoy-seloy terasa sangat sejuk. Marissa berjalan sendiri di trotoar jalan sambil menikmati indahnya pemandangan kota di malam hari. Hawa di sana tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu panas. Itu membuat Marissa sangat menyukai momen malam ini. Saat ini, Marissa ingin menikmati kebebasannya dan ingin menghirup udara segar tanpa gangguan dari siapapun. Walau tadi Danendra mengabaikannya dan tidak membutuhkannya sebagai asisten pribadi, hal itu tidak membuat Marissa kecewa. Justru Marissa merasa senang bisa terbebas dari pekerjaannya sebagai asisten pribadi Danendra yang harus ada 24 jam. "Marissa!" Baru saja wanita itu ingin menikmati kebebasannya terlepas dari pekerjaannya sebagai asisten pribadi yang bekerja sepanjang waktu, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang. "Tunggu!" "Kau mau pergi ke mana?" tanya Danendra, setengah berlari. Pria itu semakin mempercepat langkah kakinya dan menghampiri Marissa. Dari belakang, Danendra menarik

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 36 Berpartisipasi

    Di sebuah night club terbesar di kota itu, Marissa masuk dan berjalan menuju meja Danendra yang ada di bagian tengah. Pria itu terlihat sedang duduk bersama dengan empat orang yang seusia dengannya. "Selamat malam!" sapa Marissa dengan sedikit canggung ketika sudah ada di depan meja. "Perkenalkan, saya Marissa, asisten pribadi Pak Danen! Boleh saya duduk di sini?" tanyanya. Tanpa menunggu jawaban dari orang-orang itu, Marissa segera menarik salah satu kursi yang kosong, lalu duduk di sana. "Oh, iya ... iya! Silahkan duduk!" balas Jhon, rekan bisnis Danendra sekaligus teman baiknya. "Terima kasih!" ucap Marissa. Danendra yang duduk agak jauh dari Marissa hanya melihat wanita itu sekilas, lalu melihat ke arah lain. Sama sekali tidak mempedulikan asisten pribadinya itu. "Oiya! Karena semuanya sudah berkumpul, sebaiknya kita pesan makanan dulu!" Jhon menyarankan. Ia segera memanggil pelayan, lalu memesan beberapa makanan untuk semuanya. Tidak lupa beberapa botol minuman un

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 35 Masa Lalu Danendra

    "Kalau tidak di sini, lalu di mana lagi? Apa di luar?" tanya Danendra dengan datar. Ia tidak ada pemikiran apapun selain itu. "Ya, bukan! Maksud saya, saya tidak yakin untuk mengganti pakaian di sini karena ...." Marissa melihat Danendra yang ada di sampingnya. Ia merasa canggung harus melepas pakaiannya di mobil.. "Karena apa?" tanya Danendra, balas menatap Marissa. Wanita itu menyilangkan kedua tangannya di depan sambil memegang pakaiannya yang baru dibeli Asisten Anas. Mengerti akan isyarat itu, Danendra segera berkata sambil mendekatkan wajahnya ke arah tubuh Marissa. "Aku ingin bertanya, bagian tubuhmu yang mana yang belum pernah aku lihat? Hemh?" Danendra menunduk, melihat tubuh wanita itu yang dihalangi oleh tangan. "Perasaan, semua bagian di tubuhmu sudah pernah aku lihat!" "Bahkan, tempat tersembunyi di sana pun sudah aku sentuh, kan!" Danendra menunjuknya dengan ekor matanya. Itu membuat Marissa salah tingkah. "Pak, Danen! Apa Anda semesum ini juga ketika b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status