Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 94 Apa Dia Akan Marah?

Share

Bab 94 Apa Dia Akan Marah?

Author: Tusya Ryma
last update Last Updated: 2026-01-22 23:43:10
Setelah beberapa lama, Marissa sudah mulai lelah. Itu terlihat dari raut wajah, tatapan mata, dan cara Marissa duduk.

"Di lantai atas ada ruang VIP yang bisa digunakan untuk tidur! Apa kau mau pergi ke sana? Kalau mau, aku akan mengantarmu!"

Marissa pun mendengar hal itu. Tapi ia tidak kuat untuk menjawab.

Tiba-tiba Marissa mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam, lalu memberikannya pada Darius.

"Hemmh!"

"Apa ini?" tanya Darius dengan heran.

"Untuk membayar semua tagihan di meja kita! Sekalian uang sewa ruangan VIP untukku! Password-nya 0108**," jawab Marissa dengan susah payah. Rasanya, ia ingin pingsan di tempat itu.

Malam ini ia sudah berjanji akan mentraktir mereka makan dan minum. Jadi sekarang, Marissa menggunakan kartu kredit itu untuk membayar semua tagihannya.

"Kalau tidak dibayar dengan itu, aku tidak mau!" ancamnya pada Darius.

Marissa berbaring di sofa, mungkin sebentar lagi benar-benar akan tertidur.

"Baiklah!" Darius pun mengerti.

Ia tidak membuang waktunya lagi, segera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 111 Biar Aku Saja!

    "Bagaimana bisa tiba-tiba Darius menjadi ayah biologis Mario?" tanya Marissa dengan heran. "Bukankah sebelumnya kau yang melakukan tes DNA itu dan mengambil Mario dari tanganku?" Marissa tidak akan lupa, dirinya dan anak itu terpisah karena Danendra mengambil Mario dari tangannya. Jika memang anak itu bukan darah dagingnya, seharusnya pria itu tidak merampas kebahagiaan ibu dan anak itu hingga mereka harus terpisah dan sama-sama menderita. Masih dengan keadaan menyetir, Danendra berkata pada Marissa, "Iya! Waktu itu, Sely lah yang melakukan tes DNA, bukan aku! Secara, dia adalah kembaran dari ibu kandung anak itu! Hasilnya, Sely dan Marii memang ada ikatan darah!" "Dan sekarang ... aku memberitahumu, Darius merupakan ayah biologis dari anak itu! Apa kau bisa menyimpulkan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa Darius yang menjadi ayah biologis Mario? Sedangkan aku adalah suaminya Lisa? Kalau Lisa/istriku hamil, harusnya akulah ayah dari bayi itu!" ucap Danendra dengan santai. I

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 110 Jangan Pergi Lagi

    "Yah, lilinnya habis! Bagaimana ini?" Semua orang menjadi panik. Ruangan itu seketika menjadi gelap gulita. Hanya ada sedikit cahaya dari lampu di luar dan dapur yang menyala. "Lilinnya tadi memang sedikit lagi, ya?" "Ya, sepertinya begitu!" "Emh, pantas saja sekarang mati!" Dalam kegelapan dan suara ramai para rekan kerjanya, Marissa merasakan adanya tangan besar yang menarik tubuhnya hingga ia terjatuh di pelukan seseorang. Tubuh pria itu terasa panas dan keras. Marissa sangat gugup saat tangan kecilnya menyentuh dada berotot pria itu, juga merasakan adanya tekanan dari tangan pria itu di pinggangnya. Marissa sangat gugup dengan hal itu. Ia ingin menarik tubuhnya keluar dari dekapan Danendra, tapi, tangan besar itu semakin erat memegang tubuhnya. Beberapa saat kemudian, sang pemilik kedai kembali dari dapur sambil membawa empat lilin besar berwarna putih—lilin untuk mati lampu. Dia menyarankan menggunakan lilin besar itu untuk melanjutkan acara tiup lilin. Marissa

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 109 Kejutan Kecil

    Di kedai mie yang nampak sangat ramai, Danendra dan Mario sudah duduk di salah satu meja sambil membawa dua kotak hadiah yang sangat bagus. Mereka menyimpannya di atas meja, lalu memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan mereka disajikan, Danendra terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Namun, setelah sekian lama, pesanan mereka pun disajikan, tapi orang yang dicarinya masih tidak terlihat. "Papa Danen! Cepatlah makan! Kenapa malah memperhatikan orang lain makan? Apa tidak lapar?" "Uhuk ... uhuk ... uhuk!" Danendra tersedak air liurnya sendiri setelah mendengar ucapan Mario. Anak di depannya ini, malah mengira dirinya memperhatikan orang lain yang sedang makan. Padahal, Danendra sedang mencari Marissa yang tadi pergi keluar. Tapi sudah beberapa menit berlalu, wanita itu tidak masuk lagi. 'Apa dia sudah pulang?' "Kau juga, makanlah!" Danendra segera menarik pandangannya kembali. Ia melihat mie berkuah bening di depannya yang terlihat sangat lezat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 108 Bolu Ulang Tahun

    Mario terkejut ketika melihat ayahnya sudah ada di belakang. Ia segera menoleh untuk melihat. "Pa-Papa Danen???" Walau tahu Danendra sudah pulang dan masuk ke rumah, tapi anak itu tidak menyangka, ekspresi ayahnya akan seperti itu saat melihatnya di dapur. Mario pun menjadi takut dengan reaksi ayahnya. Danendra mengulangi pertanyaannya, "Sedang apa kau di meja maka dengan bolu jelek itu?" "A-aku... aku sedang ...." Mario benar-benar takut. Namun berikutnya, Danendra menggosok kepala anak itu, lalu membungkuk dan mengambil bolu yang katanya jelek itu di depan Mario. Ia memasukan kembali bolu dengan lilin-lilin yang sudah hampir habis itu ke dalam kotak yang ada di meja makan. Melihat gerakan ayahnya, Mario menjadi panik. Ia takut ayahnya akan membuang bolu ulang tahunnya ke tong sampah. "Eh, jangan dibuang, Papa Danen! Itu bolu ulang tahun Mama! Aku membeli bolu ini dari uang jajanku! Jangan dibuang!" Mario segera menghentikan tangan Danendra yang sedang mengambil penutup kotak

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 107 Bonus dari Bos

    Waktu sangat cepat berlalu. Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus. Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada di sudut kota A atas bantuan Ray. Pria itu selalu setia menemani Marissa, dari dia terpuruk, sedih, sampai sekarang ini. Ray juga yang membantu Marissa bersembunyi dari orang-orang yang tidak ingin dia temui, termasuk Danendra dan juga Fanny. Sekarang, setelah tiga bulan berlalu, suasana hatinya sudah kembali baik. Tidak lagi galau dan sedih seperti sebelumnya. Marissa sudah bisa menerima dan melupakan semua pengalaman buruknya atas kehilangan banyak hal, termasuk kehilangan anak, cinta, dan kebahagiaannya. Sekarang, Marissa menjalani kehidupan yang baru, yang baik dan juga tenang. Jauh dari permasalahan-permasalahan yang ada sebelumnya. Di halte bus, Marissa duduk bersama beberapa oran

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 106 Ini Bukan yang Kuinginkan

    Selama ini, Mario selalu menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan ibunya karena neneknya selalu melarang. Sebagai anak kecil yang masih polos, tentu saja Mario sangat takut dengan ancaman itu. Ia selalu menjaga jarak dengan Marissa agar ibu angkatnya tidak disakiti. Dan sekarang, setelah apa yang dia lakukan—menuruti semua perintah kakek dan neneknya—ibunya tetap pergi. Kalau tidak ada yang terjadi, ibunya tidak mungkin pergi meninggalkan Mario begitu saja. "Sebenarnya, apa yang salah dengan kami? Kenapa kalian memisahkan aku dan Mama?" Tiba-tiba Mario bertanya lagi. Pria dewasa di depannya masih juga tidak menjawab. "Aku pikir, Mama sengaja mencarikan ayah baru untukku agar kita bisa seperti keluarga! Aku punya ayah, dan Mama punya pasangan! Tapi, setelah punya ayah baru seperti yang kuinginkan sebelumnya, aku malah harus berpisah dengan Mama!" "Ini bukan yang aku inginkan!" Tangisannya semakin pecah. Mario menangis tersedu sambil terus mengusap air mata di wajahnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status