Compartilhar

22. Sajian Malam

Autor: Intans Ranum
last update Última atualização: 2024-03-24 21:31:50

Javas melangkah lebar-lebar lengkap dengan raut wajah tegang lalu melempar undangan asal ke arah sofa panjang yang berada di tengah ruang besar, ia menoleh mendapati Zehra yang berdiri di dapurnya bersama alat masaknya, tengah terdiam mereka berbalas tatap, Javas yang mengakhiri duluan ia berjalan menuju kamarnya miliknya untuk membersihkan diri.

Zehra menghempaskan napasnya panjang, akan sikap Javas yang berubah drastis, ia kembali menuangkan telur yang sudah di kocok di atas pan yang sudah diberi margarin lalu menaruh satu lembar roti kupas dan ikan tuna kaleng yang berbentuk lembaran tepat di atas telur yang hampir matang lalu tutup lagi dengan roti kupas kemudian di balik dan sdikit di tekan agar cepat matang merata ia melakukan hal yang sama hingga mendapat tiga porsi.

Zehra tersenyum bangga, setidaknya ia berhasil memasak menu makan malam yang mengandung protein dan karbo dari roti gandum kupas. Ia mengedarkan pandangan lalu menggelengkan kepalanya. Pasalnya di dapur yang sebag
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Kontrak Cassanova   76. Hari H

    Javas menggenggam tangan Zehra saat tak kunjung dijawab, semakin mengeratkan sebab tangan Zehra begitu dingin. "Ayo masuk ke mobil!" "Sebentar Javas. Aku harus mengatakannya sekarang," ucap Zehra seraya menelan saliva dengan begitu susah payah. "Kita bisa membicarakan segala hal di dalam mobil. Harusnya kamu bilang kalau kamu kedinginan, Ayo!" "Apa kamu sungguh-sungguh ingin menikah denganku?" Zehra tak bisa menahannya lebih lama lagi, kalau tidak dia tak akan mengatakannya sama sekali. "Jika aku tidak menginginkan pernikahan, mana mungkin aku melamarmu," balas Javas jengkel. "Kamu yakin ini bukan hanya obsesimu semata? Aku takut suatu hari kamu terbangun dan menyadari bahwa bukan aku wanita yang kamu inginkan, atau lebih parah lagi, kamu menyadari bahwa kehidupan pernikahan yang kaku, yang memaksamu terus berada di rumah setiap malam ternyata tidak cocok dengan gaya hidupmu. Jika kita menikah, kita akan hidup bersama, kita akan saling mencampuri urusan masing-masing Dan saat itu

  • Terjerat Kontrak Cassanova   75. Isi Hati

    “Jav!”Erang Zehra saat miliknya mulai dimasuki disusul Tubuhnya yang bergetar hebat, tubuh Javas sendiri juga terlihat tegang dan wajahnya mengernyit seperti orang kesakitan sedangkan bibirnya mengeluarkan suara geraman nikmat. Javas langsung bergerak ketika miliknya memenuhi milik Zehra yang langsung melengkungkan punggungnya karena kenikmatan. Bibir Javas mendesahkan nama Zehra dengan serak dan tanpa henti lalu tersenyum puas melihat Zehra terlihat sama. Beberapa kali Kepala Zehra terangkat dan menggeleng saat bibirnya menjerit akibat sodokan Javas yang makin lama makin kuat dan cepat. Tangannya mencengkeram sprei yang sudah terlepas dan kini terlihat sangat berantakan. Rambut Zehra sudah basah oleh peluh keringat, tubuhnya licin dan berkilat, menjadi bahan bakar bagi Javas yang terus bergerak meski Zehra sedang mendapat kenikmatan dan orgasme yang diberikan olehnya.Javas berhasil melucuti mentalnya dalam hitungan detik. Pada akhirnya, pria itu berhasil mendapatkan pelepasan di d

  • Terjerat Kontrak Cassanova   74. Tertawan Nikmat

    “Dan aku mau!” tandas Javas mencengkram lengan atas Zehra, menariknya ke arah ranjang, namun segera dapat penolakan dari Zehra yang memberontak tak tentu arah. Kekuatan jantan Javaslah yang membuat ia tertahan."Sayang" Bibir Javas kini berada di dekat telinga Zehra. Membisikkan kata dengan sangat sensual. "Aku merindukanmu." "Jangan...." Zehra memejamkan mata. Jelang malam yang hujan dan dingin, suasana sepi, tubuh Javas yang kokoh dan luapan emosi yang telah lelah dibendung membuat gadis itu kewalahan. "Jangan lakukan ini, Jav! Atau aku akan teriak!" Penolakan Zehra berubah menjadi erangan saat tangan Javas menangkup dadanya di balik seragam. "Aku merindukanmu, kembalilah padaku." Ucapan Javas seperti sebuah alarm. Zehra berbalik, berusaha menjauh, tapi jemari kokoh lelaki itu menahan pinggangnya. "Nggak. Kita sudah selesai!" "Kita nggak pernah selesai. Jika sudah selesai, kamu nggak akan mendatangiku dan menerima sentuhanku, di apartemenku, apartemen kita!" "Aku… aku cuma mau

  • Terjerat Kontrak Cassanova   73. Pertemuan Tak Terduga

    Ricky tidak bergeming, dia hanya lurus menatap Javas yang juga memandangnya tanpa emosi yang bisa ditebaknya. Sejenak dia mengalihkan matanya ke Theo lalu kembali ke Javas. "Langsung saja, untuk orang yang sesibuk anda pasti ada sesuatu yang terlampau penting, jadi apa yang anda inginkan?” ujar Ricky setelah berhasil digiring oleh Theo dengan dalih akan menawarkan projek sebagai brand ambassador produk susu pria di pusat kebugaran langganannya.Javas meletakkan map merah yang berisi surat kesepakatannya dengan Zehra. “Apa kamu tahu apa isi map ini? "Zehra sempat bercerita denganku tentang surat kesepakatan yang mengikatnya padaku.” Ricky menyeringai penuh kemenangan karena membuat Javas cemburu akan keterbukaan Zehra dengan dirinya.“Aku sempat marah dan kecewa padanya namun pada akhirnya aku memilih memaklumi keputusannya, walau bagaimanapun ia begitu mencintai ayahnya meski ia terluka parah karena ayahnya. Maka dari itu aku tetap akan menikahinya. Yang membuatku terusik, perjanjia

  • Terjerat Kontrak Cassanova   72. Rencana Zehra

    Zehra merintih kesakitan setiap Ricky menciumnya demi menutupi bekas Javas yang menimbulkan ruam kemerahan di kulinya. Pria itu benar-benar kalap menggerayangi seluruh permukaan tubuh Zehra. Tarikan napas puas Ricky terdengar jelas setelah tarikan dia berhasil menyatukan dirinya dengan Zehra. Bertahun-tahun dia menunggu momen ini, momen dimana Zehra berbaring pasrah di bawahnya dengan kaki terbuka, momen saat dia berada di dalam Zehra, berkeringat bersama, saling bercumbu, saling menggerayangi, dan saling menikmati demi kepuasan bercinta. Ricky diam merasakan sensasi yang lama dirindukannya. Saat ini tidak ada saling, hanya dia seorang yang akan mencapai kepuasan itu. Sesering apa pun dia mencoba dan mengecap wanita lain, ternyata tidak ada yang senikmat Zehra, mungkin karena selama ini Zehra adalah wanita yang ia cintai sekaligus wanita yang menolaknya untuk dibawa ke ranjang, dan sensasi itu luar biasa.Seks itu subjektif. Tergantung bagaimana individu menilai pasangannya. Sensasi

  • Terjerat Kontrak Cassanova   71. Dilecehkan

    Zehra diliputi kecemasan, aura penindasan terlihat jelas dari sorot mata Javas. Zehra memang tidak pernah mengijinkan siapapun masuk ke sana, tempat itu tidak diciptakan untuk kesenangan sesaat para pria mesum sejenis Javas, tempat itu untuk mengeluarkan apa pun yang tidak dibutuhkan tubuh Zehra, bukan untuk dimasuki milik siapa pun. Menyadari dirinya dalam bahaya, Zehra beringsut mundur. Tapi sayang Javas Lebih cekatan memutar tubuhnya tengkurap lalu mengunci kedua tangan Zehra di belakang. "Jangan lakukan itu Javas, kumohon!" isak Zehra tidak bisa bergerak, sebab dia kalah tenaga. "I'll be the first there," ujar Javas mengikat tangan Zehra dengan tali bra-nya. Telinganya menuli, isakan Zehra malah membuatnya semakin bersemangat memberi pelajaran pada wanitanya yang berani mencium pria lain di depannya. Javas menarik pinggul Zehra mendekati miliknya yang sudah keras dan berhasrat. Tarikan kasar Javas otomatis menekuk kaki Zehra dan kepalanya menahan beban tubuh bagian depannya.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status