Share

Bab 8. Luka Kecil

last update publish date: 2026-01-23 20:27:13

Otak Aurora tiba-tiba kosong, wajah gadis itu memerah menahan malu akibat pikirannya sendiri yang bisa terbaca oleh Leo.

Aurora membenarkan letak duduknya, ia langsung membuang muka ke arah samping sambil merutuki dirinya sendiri.

“Malu banget,” gumam Aurora dengan perasaan yang tidak karuan yang ia rasakan saat ini.

Sedangkan Leo hanya tersenyum kecil, nyaris tidak terlihat. Leo juga diam, ia menjalankan mobilnya dengan tenang, dan tidak ada niatan untuk mengajak Aurora berbicara kembali.

Pria
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lichen
katanya nonton 2x iklan tp ini mlh lbh dari 10 iklan utk buka 1 bab saja.haduh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 226. Anak kembar

    Lima tahun kemudian….Kehidupan Aurora dan Leo sudah membaik, kedua pasangan itu bahkan terlihat sangat bahagia sekali.Apalagi Alvaro sudah semakin besar bahkan anak itu sudah bersekolah. Ia bertambah bahagia ketika sebentar lagi ia akan mempunyai adik.Ya, Aurora sedang hamil anak kedua setelah beberapa tahun memulihkan keadaannya. Sekarang ia sudah benar-benar sehat, bahkan kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan.Beberapa hari lagi Aurora akan operasi cesar. Sebenarnya Aurora ingin lahiran normal tetapi tidak diizinkan oleh Leo. Lebih baik cesar saja, kata suaminya itu.“Mama kapan adik bayi akan lahir?” tanya Alvaro mengelus perut Aurora yang sudah sangat membesar, karena kata dokter Aurora mengandung bayi kembar makanya besar perutnya melebihi orang hamil pada umumnya.“Seminggu lagi, Nak. Kamu sudah tidak sabar ya?” jawab Aurora sambil bertanya kepada sang anak yang tumbuh semakin tampan saja.Bahkan Aurora tidak menyangka jika anaknya sudah tumbuh secepat ini.Aurora m

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 225. Kesempatan Kedua

    Shopia dan Raja berkunjung di rumah Leo dan Aurora dengan membawa anak mereka. Keduanya datang untuk menjenguk Aurora.“Aurora gimana keadaan kamu sekarang? Aku bahagia sekali kamu sudah diperbolehkan pulang,” tanya Shopia sambil memeluk Aurora dengan rasa bahagia yang luar biasa karena sahabat sekaligus mama sambungnya itu sudah sehat setelah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan.“Aku baik-baik saja, Shopia. Berkat doa kalian aku bisa sehat lagi,” sahut Aurora dengan tersenyum.Shopia melepaskan pelukannya, ia menatap Aurora dengan sendu. Wanita kuat seperti Aurora pantas bahagia, walaupun Aurora mama sambungnya ia akan tetap di pihak Aurora selagi wanita itu benar.Dan ia akan melawan mama kandungnya jika mamanya jahat.“Maafkan kesalahan mamaku ya, Aurora. Mamaku sudah menabrakmu dengan sengaja, dan sekarang mama sudah menerima ganjarannya,” ucap Shopia dengan sendu.Walaupun ia tidak ikut melakukan kejahatan seperti yang dilakukan mamanya, tetap saja Shopia merasa bersalah den

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 224. Trauma

    Aurora menyaksikan proses pemakaman Darma. Wanita itu sama sekali tidak menangis, ia hanya diam dan melihat bagaimana tanah itu mengubur seluruh tubuh papanya bersama peti di dalamnya.“Mas ayo pulang aku pusing,” ucap Aurora mengajak suaminya untuk pulang.Ia sudah tidak sanggup berada di pemakaman. Tubuhnya terasa sangat lemas, rasanya seperti mau pingsan.Leo dengan sigap menggendong istrinya, apalagi ia melihat wajah Aurora kembali pucat. Padahal sebelumnya wajah istrinya sudah tampak seperti biasa.“Iya, Sayang. Kita pulang sekarang ya,” sahut Leo dengan tegas.Aurora hanya diam di saat Leo menggendongnya, karena ia sudah tidak mampu untuk berjalan.Sebelum benar-benar jauh, Aurora menatap makam papanya yang sudah bertabur bunga.“Aku harap Papa jika papa sudah bertemu mama semoga papa meminta maaf langsung kepadanya,” gumam Aurora di dalam hati.Keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Aurora memejamkan matanya, hari ini sangat berat baginya, ia ingin beristirahat sejenak untuk meng

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 223. Darma Meninggal

    Selama seminggu pasca pemulihan di rumah sakit. Aurora terus tampak membaik, dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Namun, seminggu sekali wanita itu masih harus kontrol untuk melihat bekas operasi yang ada di kepala wanita itu.“Mas nanti rambutku bakal lebat lagi gak ya?” tanya Aurora menatap sang suami, keduanya sudah berada di dalam kamar dengan Alvaro yang tidur di pangkuan Aurora dan tidak mau lepas dari sang mama sama sekali, mungkin karena sudah lama berpisah Alvaro tidak ingin jauh-jauh dari mamanya lagi.Leo yang mendengarnya tersenyum tipis. “Bisa, Sayang. Perlahan rambut kamu tumbuh lagi kok. Jangan khawatir ya. Tapi menurut Mas mau bagaimana pun kamu, tetap cantik di mata Mas, Sayang,” jawab Leo dengan jujur.Karena ia mencintai Aurora bukan karena kecantikan Aurora, tetapi karena hati wanita itu yang tulus kepadanya.Aurora tersenyum mendengarnya, rasa panas menjalar ke seluruh tubuhnya terlebih wajahnya karena rayuan Leo yang mendebarkan dadanya.Ia membuang muka k

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 222. Ada Apa Dengan Darma?

    Leo menoleh ketika Aurora menunjuk ke arah seseorang yang duduk di atas kursi roda. Awalnya Leo tidak percaya, tapi setelah diperhatikan itu benar Darma—papa dari Aurora.“Kamu benar, Sayang. Itu Papa,” jawab Leo.Kenapa Darma bisa ada di sini? Pria itu terlihat sangat kurus dan pucat. Kenapa ia tidak tahu jika Darma dirawat di sini?Ke mana saja dirinya?“Kamu mau ketemu Papa, Sayang?” tanya Leo tak ingin egois jika sang istri ingin bertemu dengan Darma sekarang.Karena bagaimana pun Aurora adalah anak kandung Darma. Sejahat apa pun Darma, ia tetap ayah kandung Aurora.Aurora tampak ragu, tetapi ia sangat penasaran dengan kondisi papanya yang terlihat tidak baik-baik saja.“Ayo ke sana, Mas. Aku penasaran papa kenapa bisa di sini. Dan kalau sakit, papa sakit apa?” ucap Aurora dengan penuh keyakinan.Leo menuruti keinginan istrinya, ia mendorong kursi roda Aurora dengan perlahan menuju ke arah Darma. Yang terlihat melamun seorang diri.“Pa,” panggil Aurora dengan sedikit keras.Darma

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 221. Bosan di Rumah Sakit

    Aurora mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, tetapi yang ia dapat hanya sakit kepala bukan ingatan yang kembali.“Sayang tidak usah dipaksa dulu ya. Kamu kecelakaan itu aja, tidak usah memaksa untuk mengingatnya. Perlahan nanti ingat kok, ini cuma masa pemulihan saja,” ucap Leo dengan pelan.Perasaan haru tampak jelas di wajahnya. Tuhan masih baik kepadanya, ia tidak kehilangan Aurora. Wanitanya itu masih berada di pelukannya.Aurora tidak banyak bicara, wanita banyak terdiam. Tubuhnya masih merasa sakit. Sudah berapa hari ia di rumah sakit? Kenapa tidak ada satu pun yang ia ingat tentang kejadian apa yang menimpa dirinya.“Kenapa diam, Sayang? Kepala kamu sakit? Atau ada bagian tubuh lain yang sakit?” tanya Leo merasa cemas karena Aurora lebih banyak diam, padahal ia tahu istrinya itu baru saja sadar dari komanya.Aurora menoleh ke Leo. Setelah itu menggelengkan kepalanya dengan pelan karena takut sakit itu datang kembali.“Gak ada, Mas. Aku cuma lemas,” ucap Aurora dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status