共有

Bab 8. Luka Kecil

last update 公開日: 2026-01-23 20:27:13

Otak Aurora tiba-tiba kosong, wajah gadis itu memerah menahan malu akibat pikirannya sendiri yang bisa terbaca oleh Leo.

Aurora membenarkan letak duduknya, ia langsung membuang muka ke arah samping sambil merutuki dirinya sendiri.

“Malu banget,” gumam Aurora dengan perasaan yang tidak karuan yang ia rasakan saat ini.

Sedangkan Leo hanya tersenyum kecil, nyaris tidak terlihat. Leo juga diam, ia menjalankan mobilnya dengan tenang, dan tidak ada niatan untuk mengajak Aurora berbicara kembali.

Pria
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Lichen
katanya nonton 2x iklan tp ini mlh lbh dari 10 iklan utk buka 1 bab saja.haduh
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 209. Bulan Madu?

    Leo memeluk Aurora dari belakang setelah mereka selesai bercinta untuk kedua kalinya. Napas mereka masih sangat memburu, terasa panas dan membakar jiwa keduanya.Kali ini mereka bercinta sudah tidak menggunakan pengaman sama sekali, keduanya sudah sepakat untuk memiliki anak kedua. Sebab, usia Leo tak lagi muda. Dan Aurora pun setuju atas permintaan sang suami kepadanya.“Kamu capek, Sayang?” tanya Leo dengan suara yang serak dan berat bahkan ia masih bisa mencium tengkuk Aurora.Aurora mengangguk dengan mata terpejam, napasnya masih sangat berat. Dan tentu saja ia sangat kelelahan melayani suaminya, lihatlah tubuhnya sekarang yang sudah dipenuhi tanda merah perbuatan Leo.“Capek banget, Mas. Aku ngantuk juga,” ucap Aurora mulai menguap.Aurora membalikkan tubuhnya menjadi menghadap sang suami, ia memegang dada Leo dan mengusap karyanya di sana dengan gerakan lembut.“Biar cepat jadi anak kedua kita, Sayang. Maaf ya kalau membuat kamu kelelahan,” ujar Leo dengan pelan.Dengan refleks

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 208. Program Anak Kedua

    lAurora tidak terlalu terkejut ketika Leo meminta anak lagi dari dirinya. Tetapi tetap saja ia merasa deg-degan dengan permintaan sang suami.“Loh kenapa tidak, Sayang? Mas ingin punya dua anak dari kamu. Apa kamu tidak mau, Sayang?” tanya Leo dengan serius.Aurora gelagapan, seketika ia menggelengkan kepalanya. “Bukan seperti itu, Mas. A-aku mau kok. Hanya saja aku—”“Deg-degan ya?” tanya Leo memotong ucapan Aurora.Aurora tersipu, kedua pipinya memerah dan ia mengangguk dengan malu sampai wajahnya memerah.Leo tergelak melihat anggukan dengan ekspresi malu-malu istrinya.“Ih Mas Leo jangan ketawa. Wajar dong aku deg-degan,” ujar Aurora memprotes suaminya dengan memukul dada Leo pelan.Leo memegang tangan Aurora dengan erat, ia menghentikan tawanya dan menatap Aurora dengan serius.“Tidak perlu malu, Sayang. Kita sudah biasa melakukannya, kan?” tanya Leo dengan suara yang rendah dan serak.Suasana di ruangan ini berubah menjadi panas bagi Aurora. Wanita itu memegang tengkuknya sendi

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 207. Tambah Anak

    6 bulan kemudian….Aurora tersenyum melihat Alvaro yang sudah mulai bisa berjalan, walaupun masih tertatih-tatih tetapi ia bangga dengan tumbuh kembang anaknya sendiri.Ia juga tidak menyangka jika dirinya menjadi seorang ibu untuk Alvaro, melihat Alvaro terus bertumbuh menjadi anak yang sehat membuat dirinya lega.“Ternyata aku sudah sejauh ini menjadi seorang ibu ya,” gumam Aurora menatap sang anak dengan perasaan penuh haru.Perubahan besar yang sangat ia syukuri selama hidupnya, takdir yang membawa dirinya sejauh ini. Jika ia tidak bertahan dengan segala cobaan yang datang di hidupnya dulu, mungkin ia tidak akan merasakan kebahagiaan ini.Memiliki keluarga kecil, suami yang yang bertanggung jawab dan anak yang lucu adalah sebuah anugrah terindah di dalam hidupnya.“Alvaro sini ke tempat Mama, Nak!” perintah Aurora dengan lembut sambil merentangkan kedua tangannya.Anak kecil itu sudah sangat paham jika namanya dipanggil. Alvaro langsung menoleh ke arah mamanya dan tertawa sambil

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 206. Keguguran

    Darma menunggu di depan ruangan UGD. Tatapannya kosong, pikirannya entah melayang di mana.Kenapa ia harus secemas ini kepada Emma? Seharusnya ia meninggalkan wanita itu saja, apalagi Emma sudah mengusirnya. Namun, sekarang ia malah duduk di sini menanti dokter keluar setelah memeriksa Emma.“Kenapa aku masih peduli dengannya? Aku tinggalkan saja wanita itu sekarang,” gumam Darma menimbang semua perkataannya.Untuk apa juga ia berada di sini, biarkan saja Emma sendirian. Toh mereka juga tidak memiliki hubungan selain saling membutuhkan di atas ranjang dan sekarang semuanya sudah berakhir.Saat Darma hendak melangkah pergi, suara pintu terbuka mengurungkan niatnya. Seketika kakinya langsung terhenti dan menoleh ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.“Dengan suami pasien?” tanya Dokter pada Darma.Darma tak langsung menjawab. Ia tampak terkejut dengan pertanyaan dokter. Tetapi lebih baik mengaku menjadi suami Emma terlebih dahulu agar ia bisa cepat pergi dari sini setel

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 205. Pendarahan

    “Berengsek! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” teriak Emma dengan penuh amarah.Pyar…Prang…Emma membanting apa saja yang berada di dekat dirinya hingga benda itu pecah dan berserakan di lantai.Namun, Emma sama sekali tidak peduli. Apartemen yang tadinya sangat rapi kini sudah terlihat berantakan karena ulahnya.Emma menoleh ke arah Darma dengan tatapan yang sangat tajam. Emosi dan amarah menguasai dirinya.“Darma, aku pikir kamu bisa dipercaya tapi ternyata kamu adalah seorang pengkhianat! Aku menyesal mengajak kamu bekerja sama!” ucap Emma dengan lantang.Darma tertawa sumbang, ia sama sekali tidak takut dengan kemarahan Emma kepadanya. Egonya mengatakan jika apa yang ia lakukan adalah benar.“Hei, Emma! Kamu pikir aku mau bertekuk lutut di bawah perintahmu, hah? Itu tidak akan terjadi, Emma. Aku menyetujuinya karena aku mendapatkan uang darimu dan juga jika aku bisa mendekati anakku dan Leo, aku bisa memeras mereka. Tapi sayang, Leo lebih pintar membaca situasi, dia meng

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 204. Karma?

    Aurora dan Alvaro tertawa melihat Leo yang kaget dengan suara kentut disertai pup Alvaro.“Hahaha… Ya ampun, Sayang. Harum banget ya,” ucap Aurora mengangkat Alvaro untuk dibersihkan.“Kaget Mas, Sayang. Kentutnya bau banget ternyata keluar sama isinya,” ujar Leo dengan terkekeh.Alvaro yang tidak mengerti apa-apa tertawa bahagia, bahkan ia bertepuk tangan riang.“Sini biar Mas saja yang bersihkan Alvaro, Sayang.”Leo mengambil Alvaro dari gendongan Aurora. Wanita itu sama sekali tidak mencegahnya, ia membiarkan saja suaminya yang membersihkan Alvaro sedangkan dirinya mengikuti Leo dari belakang.“Makan apa sih kamu Nak sampai bau banget pup kamu?” tanya Leo kepada sang anak yang bahkan belum makan sama sekali, masih mengandalkan asi Aurora.“Gimana sih, Mas? Kan Alvaro belum mpasi sebulan lagi, Mas.”Leo menepuk jidatnya sendiri. “Hehehe… Mas baru ingat, Sayang.”“Mas, Mas….”Aurora menggelengkan kepalanya dengan heran melihat tingkah suaminya yang jauh dari kata dingin ketika bersam

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status