แชร์

Bab 8. Luka Kecil

ผู้เขียน: Syafitri Wulandari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-23 20:27:13

Otak Aurora tiba-tiba kosong, wajah gadis itu memerah menahan malu akibat pikirannya sendiri yang bisa terbaca oleh Leo.

Aurora membenarkan letak duduknya, ia langsung membuang muka ke arah samping sambil merutuki dirinya sendiri.

“Malu banget,” gumam Aurora dengan perasaan yang tidak karuan yang ia rasakan saat ini.

Sedangkan Leo hanya tersenyum kecil, nyaris tidak terlihat. Leo juga diam, ia menjalankan mobilnya dengan tenang, dan tidak ada niatan untuk mengajak Aurora berbicara kembali.

Pria
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Lichen
katanya nonton 2x iklan tp ini mlh lbh dari 10 iklan utk buka 1 bab saja.haduh
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 206. Keguguran

    Darma menunggu di depan ruangan UGD. Tatapannya kosong, pikirannya entah melayang di mana.Kenapa ia harus secemas ini kepada Emma? Seharusnya ia meninggalkan wanita itu saja, apalagi Emma sudah mengusirnya. Namun, sekarang ia malah duduk di sini menanti dokter keluar setelah memeriksa Emma.“Kenapa aku masih peduli dengannya? Aku tinggalkan saja wanita itu sekarang,” gumam Darma menimbang semua perkataannya.Untuk apa juga ia berada di sini, biarkan saja Emma sendirian. Toh mereka juga tidak memiliki hubungan selain saling membutuhkan di atas ranjang dan sekarang semuanya sudah berakhir.Saat Darma hendak melangkah pergi, suara pintu terbuka mengurungkan niatnya. Seketika kakinya langsung terhenti dan menoleh ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.“Dengan suami pasien?” tanya Dokter pada Darma.Darma tak langsung menjawab. Ia tampak terkejut dengan pertanyaan dokter. Tetapi lebih baik mengaku menjadi suami Emma terlebih dahulu agar ia bisa cepat pergi dari sini setel

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 205. Pendarahan

    “Berengsek! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” teriak Emma dengan penuh amarah.Pyar…Prang…Emma membanting apa saja yang berada di dekat dirinya hingga benda itu pecah dan berserakan di lantai.Namun, Emma sama sekali tidak peduli. Apartemen yang tadinya sangat rapi kini sudah terlihat berantakan karena ulahnya.Emma menoleh ke arah Darma dengan tatapan yang sangat tajam. Emosi dan amarah menguasai dirinya.“Darma, aku pikir kamu bisa dipercaya tapi ternyata kamu adalah seorang pengkhianat! Aku menyesal mengajak kamu bekerja sama!” ucap Emma dengan lantang.Darma tertawa sumbang, ia sama sekali tidak takut dengan kemarahan Emma kepadanya. Egonya mengatakan jika apa yang ia lakukan adalah benar.“Hei, Emma! Kamu pikir aku mau bertekuk lutut di bawah perintahmu, hah? Itu tidak akan terjadi, Emma. Aku menyetujuinya karena aku mendapatkan uang darimu dan juga jika aku bisa mendekati anakku dan Leo, aku bisa memeras mereka. Tapi sayang, Leo lebih pintar membaca situasi, dia meng

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 204. Karma?

    Aurora dan Alvaro tertawa melihat Leo yang kaget dengan suara kentut disertai pup Alvaro.“Hahaha… Ya ampun, Sayang. Harum banget ya,” ucap Aurora mengangkat Alvaro untuk dibersihkan.“Kaget Mas, Sayang. Kentutnya bau banget ternyata keluar sama isinya,” ujar Leo dengan terkekeh.Alvaro yang tidak mengerti apa-apa tertawa bahagia, bahkan ia bertepuk tangan riang.“Sini biar Mas saja yang bersihkan Alvaro, Sayang.”Leo mengambil Alvaro dari gendongan Aurora. Wanita itu sama sekali tidak mencegahnya, ia membiarkan saja suaminya yang membersihkan Alvaro sedangkan dirinya mengikuti Leo dari belakang.“Makan apa sih kamu Nak sampai bau banget pup kamu?” tanya Leo kepada sang anak yang bahkan belum makan sama sekali, masih mengandalkan asi Aurora.“Gimana sih, Mas? Kan Alvaro belum mpasi sebulan lagi, Mas.”Leo menepuk jidatnya sendiri. “Hehehe… Mas baru ingat, Sayang.”“Mas, Mas….”Aurora menggelengkan kepalanya dengan heran melihat tingkah suaminya yang jauh dari kata dingin ketika bersam

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 203. Tidur Nyenyak

    Leo terkejut melihat sang istri belum tidur sama sekali, ia menghampiri Aurora dan memeluk istrinya itu dengan lembut. “Gimana aku mau tidur, Mas? Aku kepikiran sama kamu. Kenapa pulangnya lama sekali, Mas? Papa dan Tante Emma buat masalah ya?” tanya Aurora dengan nada cemas. Sungguh ia takut terjadi sesuatu dengan Leo walaupun pria itu banyak yang menemani, tetapi ia tahu seperti apa papanya yang kapan saja bisa berbuat nekat. “Mas tidak apa-apa, Sayang. Lihat kan sekarang Mas pulang dalam keadaan sehat?!” jawab Leo dengan tersenyum. Leo mencium dahi Aurora dengan lembut, menenangkan hatinya yang gelisah dan gundah karena dirinya tak kunjung pulang. Aurora mendongak, menatap mata suaminya dengan dalam. “Terus gimana dengan papa dan tante Emma?” tanya Aurora dengan penasaran. Leo tersenyum tipis dan kunjung menjawab, ia terdiam sejenak sambil mengelus pipi Aurora. “Mereka mengakui kesalahan mereka setelah Mas ancam, Sayang. Darma dan Emma sama-sama takut dan saling meny

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 202. Ancaman

    “Bohong!” teriak Emma dengan cepat.Ia menatap tajam ke arah Darma. Raut wajahnya menunjukkan ketidakterimaan dirinya sekarang.“Jangan percaya dengan Darma, Mas. Dia ngomong asal! Aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Darma! Hiks…hiks… Aku dijebak sama dia, Mas! Please… Percaya sama aku, Mas!”Emma frustasi dan terus membela diri agar Leo mempercayai dirinya dibandingkan Darma.Darma sama sekali tidak bisa dipercaya, mereka sudah memutuskan untuk berjanji apa pun yang terjadi Darma tidak akan membongkar hubungan mereka. Tapi mengapa sekarang pria itu mengkhianati dirinya?Leo sama sekali tidak peduli, ia menyeringai tangannya menekan ponselnya dan tak lama video itu berputar di hadapan Darma dan juga Emma.Suara desahan wanita itu terdengar keras, di dalam video itu mereka tampak menikmati percintaan mereka yang cukup banyak. Dan Leo merasa mual mendengarnya.“Kamu tidak bisa mengelak lagi, Emma! Kalian memang sangat menjijikkan! Jika kalian berani mengganggu ketenangan kelu

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 201. Terbongkar

    Emma benar-benar sangat syok, wajahnya pucat pasi melihat Leo menyeringai ke arahnya.Sekarang tamat sudah riwayatnya karena ia sama sekali tidak mengetahui jika Leo dan Raja akan terlebih dahulu mendatangi dirinya dan Darma di sini.“Kenapa Emma? Kamu kaget melihat kedatangan saya di sini?” tanya Leo dengan menyeringai sinis.Emma menelan ludahnya dengan kasar mendengar pertanyaan mantan suaminya yang begitu mengintimidasi dirinya.Dari mana Leo mengetahui dirinya ada di sini?Dan kenapa bisa juga ia ketahuan? Jika seperti ini ia harus mengelak bagaimana lagi?“M-mas ini tidak seperti yang kamu pikir. A-aku dan Darma tidak memiliki hu—”Leo tertawa geli mendengarnya. “Kenapa kamu terlihat sangat takut, Emma? Tidak perlu kamu jelaskan pun saya sudah tahu hubungan kamu dengan Darma seperti apa,” potong Leo dengan cepat yang semakin membuat Emma ketakutan begitu pun dengan Darma.Darma menatap Leo berusaha untuk tenang semampu yang ia bisa. “Tuan Leo, saya hanya menolong Emma di sini. K

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status