Share

57. Hukuman

Penulis: Rinai Hening
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-27 12:36:17

"Ya, ayo balik dulu. Hujannya makin deras."

Masih memegang payung besar dengan tangan kanan, Alisha mengguncang pundak Arya yang masih bersimpuh layu di sebelah pusara. Perempuan manis itu sudah selesai mengirimkan doa untuk sang buah hati, namun ternyata tak demikian dengan Arya. Ayah kandung dari Magika itu sepertinya lupa waktu akibat guncangan telak yang menghujam jantungnya. Senyumnya yang tadi pagi masih secerah mentari mendadak jungkir balik menjadi jerit tangis tertahan begitu dirinya dihantam kenyataan.

"Sebentar," jawab Arya terdengar sengau dan tak berdaya.

Perlahan Alisha mendekat dengan gerakan tak ketara. Melihat kondisi Arya yang terpuruk, sedikit banyak ia bisa maklum Alisha kembali duduk di bangku kecil di sebelah Arya sambil mengeratkan genggaman pada gagang payung yang melindungi tubuh mereka berdua dari rintik hujan.

"Balik dulu, Magika pasti sedih kalau kamu dirundung sedih seperti ini." Mengabaikan serak jantungnya yang kembali menggila, Alisha memberanikan diri
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pria Masa Lalu   96. Ide Cemerlang

    "Dek, kamu masih sewot aja sih? Mama jadi kepikiran nih mau balik ke Surabaya kalau kamu kayak kesambet patung gitu?"Hanami menepuk bahu Arya yang sedang menghadap sandwich di atas piringnya. Wajar kalau Hanami keheranan, masalahnya, putra bungsunya itu sedari tadi hanya memainkan pisau dan garpu saja tanpa berniat memotong rotinya sama sekali."Eh, siapa yang sewot sih, Ma?" kikuk, Arya mendadak mengembangkan senyum samar."Mukamu lecek terus tuh sejak jumat lalu pas Mas Awan nikah. Kenapa? kamu pengen cepet-cepet nyusul nikah juga?" tebak Hanami lantas tertawa riang."Ya pengenlah, cuma ya ... aku nggak bisa maksa Alisha." Dari wajah Arya yang mendadak manyun, Hanami yakin kalau berubahnya suasana hati putranya iNi terjait sang kekasih hati. Alisha Gauri."Emangnya Alisha kamu paksa nikah?""Bukan gitu, iishh..." Arya menyuap rotinya dengan sekali suapan besar. "Alisha kan belum. pengen cepet-cepet, Ma. Apalagi … dia mau nerima tawaran beasiswa di Melbourne," imbuhnya lagi memasang

  • Terjerat Pria Masa Lalu   95. LDR

    "Sha? kamu nangis?"Arya menelengkan kepala agar bisa lebih jelas melihat raut wajah Alisha yang mendadak menunduk. Barusan, tunangannya sibuk mencari tissue lantas mengusapkannya ke sudut mata."Terharu aja, Mas," jawab Alisha masih mengusapkan tissue ke sudut mata secara perlahan agar tak sampai merusak riasan yang sudah menempel sempurna di wajahnya.Mengikuti arah pandangan Alisha, Arya akhirnya paham hal apa yang membuat perempuan kesayangannya ini menjadi sensitif. Di depan sana, Irawan dan Fawnia yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri sedang melaksanakan prosesi sungkeman pada orang tuanya.“Mamanya Mbak Faw ke mana sih, Mas?” tanya Alisha setelah selesai menyeka air matanya. Meski sudah mengenal Fawnia, Alisha baru menyadari hari ini bahwa ibu dari mempelai wanita itu tak nampak sama sekali.“Udah nggak ada. Kata Mas Awan, beliau meninggal dunia karena sakit beberapa tahun lalu, bahkan sebelum mereka berdua saling mengenal,” jawab Arya hanya mengutarakan informasi yan

  • Terjerat Pria Masa Lalu   94. Girls Day Out

    Alisha sendiri sudah selesai dengan agenda mengemas barang untuk ia bawa ke tanah air besok. Hanya dua koper dan satu tas ransel berukuran sedang, tak sebanyak Kadek yang barang bawaannya beranak pinak banyak. Sebelum berangkat tidur, Alisha kembali memeriksa ponsel yang sedari tadi sedang ia isi daya di sudut ruangan.Ada beberapa pesan singkat dari Arya yang mengingatkan Alisha tentang rencana pertemuan dengan Hanami esok hari.Arya : Besok dijemput Riri, langsung ke KLCC.Arya : Kayaknya Mama ngajak pacarnya Mas Awan juga. Nanti jangan kaget banget ya kalau mama ngasih banyak kejutan.Alisha tersenyum lebar setelah membalas satu per satu pesan dari tunangannya itu. Meskipun Arya sedikit jengkel padanya, pria itu tetap memberi banyak perhatian pada Alisha. Hanya intensitas bicaranya saja yang berkurang.Alisha : Iya, Mama udah hubungi aku juga kok, thank you ya udah diingetin lagi 😘Arya : Thank you doang? Alisha kembali tergelak saat membayangkan bagaimana wajah kus

  • Terjerat Pria Masa Lalu   93. Ketemu Camer

    Hubungan Alisha dan Ibas merenggang sempurna. Kejadian pagi hari di resto kala itu, meski tak sampai menyebabkan baku hantam, tetap saja membuat Arya terlihat sangat geram dan gatal ingin menerkam Ibas di tempat. Alisha menahan mati-matian gerakan Arya yang ketika itu hampir meraih kerah kaos Ibas. Untungnya bujukan Alisha berhasil, jadi perempuan itu bisa dengan cepat merayu tunangannya agar keluar dari resto. "Heh, elo sama Mas Ibas baikan dong, Sha. Gue kikuk banget kalau ada di antara kalian, berasa ditengah-tengah perang gitu," dengkus Kadek menyadarkan Alisha yang sempat melamun sesaat. Sambil memasukkan pakaian ke dalam kopernya, Kadek nampak melirik ke arah sahabatnya itu. Short course yang menugaskan mereka sudah selesai. Ketiganya bersiap kembali ke tanah air esok pagi dengan penerbangan selepas subuh. "Gue selama ini baik kok ke Mas Ibas, dianya aja kali yang jahat ke gue, pake nyinyir segala," jawab Alisha dengan nada tenang."Ya emang keterl

  • Terjerat Pria Masa Lalu   92. Skakmat!

    "Jadi gimana?""Apanya yang gimana?" Alisha ganti bertanya lantaran tak menangkap maksud dari kalimat Arya."Kamu kan udah kenyang," serunya sambil mengusap ujung bibir Alisha dengan selembar tissue. "jadi... udah bisa cerita tentang hal yang bikin kamu ngelamun tadi? kayaknya bukan karena mikirin tanggal pernikahan kita deh," sambungnya diselingi canda."Maunya Anda kalau itu, Pak," kekeh Alisha."Ya jelas lah, niat baik kan nggak boleh ditunda-tunda, aku udah sering bilang kan?"Alisha mencebik lantas mengangguk-anggukan kepala pelan. "Nanti ya, Mas. Setelah aku resign,"Arya menelan ludahnya cepat-cepat. "Kamu berencana resign dari Less Giant?"“Barusan kepikiran aja sih?” Alisha kembali menyuap potongan roti canai ke dalam mulutnya.“Ada sesuatu yang aku nggak boleh tahu ya?” Arya dan tebakannya yang selalu benar.Alisha menatapnya sekilas lalu mengendik ke ujung meja di mana ponsel Arya bergetar meminta perhatian. “Angkat dulu tuh telponnya, siapa tahu penting,” seru Alisha senga

  • Terjerat Pria Masa Lalu   91. Gadisku

    "Jadi, yang kemarin lusa nganter lo itu, beneran Arya?"Alisha memejam sejenak ketika teringat awal mula pertikaiannya dengan Ibas, salah satu rekan kerjar yang menjadi partnernya di Penang. Kejadian beberapa hari itu sebenarnya ingin Alisha lupakan saja, namun ternyata tak bisa, karena bayangan wajah congkak Ibas terus berkelebat di benaknya.“Anaknya Pak Adiyatma itu kan?” sambung Ibas membuat Alisha melirik sekilas ke arah pria berkulit kecokelatan itu. Kalimat yang dilontarkan sebenarnya hanya pertanyaan biasa. Namun terdengar aneh ketika Ibas yang menanyakan. Karena, sebagaimana yang Alisha tahu, Ibas sangat jarang membahas hal-hal pribadi di luar pekerjaan mereka."Ya begitulah," jawab Alisha tersenyum tipis. "Anak-anak udah banyak yang tahu juga kok,""Tapi gue nggak tahu tuh," sahut Ibas sembari menambahkan saus sambal ke dalam burgernya.Pembicaraan itu terjadi ketika Alisha, Ibas dan Kadek sedang menikmati makan malam di salah satu resto yang tak terlalu jauh dari apartment

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status