Share

Bab 53

Author: Liazta
last update publish date: 2026-05-30 22:27:34

Pertanyaan singkat dari Xavier itu entah mengapa memicu Liora untuk menumpahkan seluruh kegiatannya hari ini. Kalimatnya mengalir begitu saja tanpa rem. "Tadi aku bilang ingin makan bubur ayam. Terus Kak Dion langsung mengajakku sarapan di luar. Nah, setelah selesai makan, dia menawarkan aku mau pulang atau ikut ke kantornya. Karena malas di rumah, aku pilih ikut ke kantor."

Liora menjeda kalimatnya, menunggu respons. Namun, yang terdengar dari seberang telepon hanya gumaman pendek. "Hm."

Liora
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Elnathan
Thor, lama banget up nya, pengen tahu cerita lanjutannya, please.........
goodnovel comment avatar
Adfazha
Dion sm Xavier smkin kenal Liora makin takjub plus makin sayang pastinya bnr kata pepatah "Tak kenal maka tak sayang, klo udh kenal mlh jd kesayangan eaa " Liora kmn2 bw senjata ampuh yaa batubata yg bkin Xavier lsg jatuh cinta
goodnovel comment avatar
Elnathan
Liora, Liora, ambil kebahagiaanmu sebanyak mungkin sayang🩵
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 145

    "Dua titik pos utama sudah steril, Bos. Jalur menuju aula utama bersih," jawab sang pengawal seraya menundukkan kepala hormat.Xavier hanya menyunggingkan senyum miring yang teramat tipis—sebuah senyuman dingin yang memancarkan ancaman mutlak. "Bagus. Mari kita sambut tuan rumah malam ini."CLLACK.Xavier melangkah masuk ke dalam koridor kastil yang temaram, didampingi oleh John dan belasan pasukan elit Dominic Group yang bergerak dalam formasi taktis V-Shape.Namun, pergerakan mereka mendadak terhenti saat pintu samping terbuka kasar. Empat orang penjaga berbadan tegap keluar sambil membawa senapan otomatis!"Siapa kalian—"SZZZT! BUGH!Belum sempat penjaga depan menyelesaikan kalimatnya, Xavier bergerak melompati jarak dalam sekejap! Tangan tegapnya menyambar rahang pria itu, memutarnya keras ke samping hingga terdengar bunyi KRAK! yang mengerikan, !Penjaga kedua mencoba menembak, namun John meluncur di lantai beton dan menyabetkan pisau komandonya tepat ke arah pergelangan tangan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 144

    Setelah puas menatap wajah calon istrinya, Xavier memutuskan panggilan video.Seketika, senyum hangat nan lembut yang tadi menghiasi wajah tampan Xavier menguap tanpa sisa. Raut wajahnya kembali membeku, menyisakan binar mata bagaikan iblis pencabut nyawa yang siap memangsa.Xavier meletakkan ponselnya di atas meja kaca, lalu berdiri dengan elegan merapikan lengan kemeja hitamnya yang tergulung hingga siku. Pria itu berjalan menuju jendela kaca penthouse mewah tempatnya menginap di pusat kota Paris. Di luar, Menara Eiffel berpendar megah ditelan keheningan malam.Namun, Xavier berada di Paris bukan sekadar untuk menandatangani kontrak bisnis bernilai puluhan triliun rupiah. Ada alasan lain yang jauh lebih berdarah.TOK! TOK!Pintu ruangan terketuk pelan. John melangkah masuk seraya membungkuk hormat."Tuan Xavier... Orang yang Anda cari sudah berhasil kami temukan tempat persembunyiannya," lapor John dengan suara rendah. "Hanya saja, tempat persembunyiannya dijaga dengan sangat ketat

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 144

    ​Ting!​Layar ponsel Liora yang tergeletak di atas pangkuannya mendadak menyala. Nama sang tunangan tertera di sana, dan tanpa mengulur waktu, Liora langsung menggeser tombol hijau.​"Halo Sayang, kamu lagi apa?"​Suara berat nan maskulin yang sangat familier itu seketika memenuhi indra pendengaran Liora. Wajah tampan Xavier Dominic langsung mendominasi layar ponselnya. Sorot mata tajam pria itu tampak sedikit redup, menandakan betapa lelahnya pria itu. Padahal baru satu hari mereka tidak bertatap muka secara langsung, namun rasa rindu yang melilit dada Liora terasa begitu menggebu dan luar biasa.​Liora menyunggingkan senyum manisnya, memandangi raut wajah calon suaminya. "Lagi di kamar."​"Ngapain?" tanya Xavier dengan sebelah alis terangkat.​"Ya teleponan dengan calon suami lah," sahut Liora ringan.​Xavier terkekeh pelan, tawa renyah yang teramat langka itu meluncur begitu saja dari bibirnya. "Iya juga ya... kenapa aku malah bertanya konyol begitu?"​Pria itu menggelengkan kepala

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 142

    Jeritan dan raungan histeris Cynthia menggelegar menembus seluruh sudut mansion, membuat langkah-langkah kaki tergesa berhamburan menuju taman belakang.Dion yang baru saja menginjakkan kaki di rumah setelah pulang dari kantor berlari paling depan, disusul Leon, Martin, Lely, hingga beberapa pelayan yang ikut cemas.Melihat kedatangan rombongan itu, akting Cynthia seketika berada di puncak kegilaannya. Ia berguling di atas rumput sembari memegangi perut dan wajahnya yang dipenuhi bekas cakar berdarah. Air matanya bercucuran deras, meraung-raung seolah sedang meregang nyawa."Papi! Mami! Kak Dion! Tolong aku!" raung Cynthia dengan suara melengking memilu. "Liora... Liora mau membunuhku! Dia menampar wajahku berulang kali, mencakar mukaku, dan... dan dia menendang perutku sampai rasanya mau pecah! Perutku sakit sekali, Pi! Tolong..."Lely yang melihat putrinya tergeletak bersimbah darah dan acak-acakan langsung berlutut, memeluk Cynthia dengan napas memburu. "Cynthia! Ya Tuhan, anakku!

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 141

    ​Mata hari mulai terbenam. Suasana begitu tenang dan asri, dihiasi warna-warni kelopak bunga yang bermekaran basah oleh embun.​Liora duduk menyendiri di atas kursi rodanya, memejamkan mata perlahan sembari menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya. Binar bahagia terpancar jelas dari matanya saat menatap hamparan Bunga Melati dan Mawar di hadapannya.​‘Dulu... waktu di dalam tahanan yang dingin dan gelap, pemandangan sederhana seperti inilah yang paling ingin kulihat,’ batin Liora menatap ke langit biru.​Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Suara derak rumput yang diinjak kasar menghentikan lamunannya.​Cynthia berjalan dengan langkah menghentak. Matanya merah padam, wajahnya yang masih bengkak dilapisi benci dan dendam yang sudah sampai di ubun-ubun. Tampak jelas bahwa dia belum puas.​"Liora! Kau sudah puas, kan?!" jerit Cynthia penuh kemarahan yang tertahan, berdiri menjulang di depan kursi roda Liora.​Liora memutar kepala pelan, menatap Cynthia dari bawah d

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 140

    Suasana di meja makan yang semula tegang mendadak makin panas. Cynthia, yang sudah kehilangan saudara laki-lakinya dan Papi sebagai tameng utamanya, berusaha mengalihkan perhatian dan kemarahannya.Dengan napas memburu dan mata yang memerah menahan malu, Cynthia mendorong piringnya hingga berdenting nyaring."Mami! Aku tidak jadi sarapan!" jerit Cynthia histeris, jari telunjuknya yang gemetaran menunjuk lurus ke arah Liora. "Nafsu makanku langsung hilang gara-gara cewek ini!"Liora yang sedang mengunyah rotinya perlahan menghentikan kunyahannya. Ia mengerutkan kening, lalu menunjuk dirinya sendiri dengan raut wajah polos tanpa dosa."Aku?" tanya Liora tenang."Ya, kau!" bentak Cynthia dengan napas memburu, matanya melotot penuh kebencian.Liora meletakkan sisa rotinya di atas piring, lalu menatap Cynthia dengan pandangan datar. "Aku dari tadi diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Kenapa tiba-tiba menyalahkanku?"Belum sempat Cynthia menyemburkan makian berikutnya, Dion yang dud

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 14

    Xavier memandang Liora beberapa saat tanpa berbicara.Sorot matanya tenang. Namun tajam. Seolah sedang mencoba membaca isi kepala gadis di depannya.“Jadi,” ucapnya pelan, “apa kau benar-benar siap menjadi istriku?”Xavier bertanya sekali lagi, hanya untuk memastikan.“Iya.”Jawaban Liora singkat.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 9

    “Dan pria yang tidak tahu cara berterima kasih,” balas Liora datar.Beberapa tamu mulai saling berpandangan. Tidak ada yang menyangka seorang gadis muda berani berbicara dengan Xavier Dominic, tanpa ada rasa takut. Tatapan mata gadis itu juga tajam, seakan ia sedang menantang. Apakah gadis malang

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 8

    Malam itu, rumah keluarga Martin berubah total.Lampu-lampu kristal menyala terang, memantulkan cahaya ke setiap sudut ruangan. Karpet merah terbentang dari gerbang hingga pintu utama. Mobil-mobil mewah berdatangan tanpa henti, menurunkan tamu-tamu dengan pakaian elegan dan senyum penuh kepentingan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 20

    Liora melangkah masuk ke dalam rumah dengan tenang.Suasana mansion itu sangat sunyi.Terlalu sunyi.Ia membuka pintu perlahan sambil melepas heels yang sejak tadi membuat kakinya tidak nyaman.Namun—Brak!Sebuah asbak rokok melayang cepat ke arahnya.Liora bahkan belum sempat bereaksi.Seseorang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status