LOGINAluna gadis dua puluh tiga tahun harus menghadapi kehidupan yang sulit sejak ia duduk dibangku sekolah menengah pertama. Ia harus membantu kedua orang tuanya yang hanya sebagai pegawai biasanya. ia memiliki dua orang adik. Aluna memutuskan untuk bekerja disebuah perusahan yang tidak menyangka akan menjadi awal perubahan dalam hidupnya. Ia dipertemukan oleh seorang pria tampan yang akan menjadikannya istri keduanya. Pria tampan itu bernama Kainand laki-laki yang berusia tiga puluh tahun itu memiliki seorang istri yang cantik dan juga kaya raya, sama dengan Kainand yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Yang membuat Kainand mengkhianati istriny adalah sang istri menolak dengan keras saat Kainand ingin memiliki dan meminta istrinya melahirkan seorang anak untuknya.
View Moreหนึ่งสัปดาห์ก่อนหน้านี้..
@คลับ เสียงร้องของความเจ็บปวด ดังเล็ดออกมาจากห้องๆหนึ่ง ซึ่งอยู่ไม่ไกลจากโซนวีไอพี ที่มีชายฉกรรจ์สามคนนั่งอยู่เท่าไหร่นัก "ผับมึงเละเทะขนาดนี้เลยเหรอวะ เปิดห้องกระทืบคนว่างั้น?" เจ้าของคำถามตวัดสายตาไปยังห้องที่มีเสียงร้องของความเจ็บปวด ผสมผสานกับเสียงเตะต่อยดังออกมาไม่ขาดสาย เขาพ่นคันบุหรี่ออกมาจากปากหนักๆ พลางเลื่อนท่อนแขนแกร่ง วางพาดไปกับพนักโซฟา "ยังไม่ชินเหรอวะ!" เจ้าของคลับหรูร้องถามออกมา โดยที่สายตากวาดมองออกไปรอบๆคลับ เพื่อสำรวจความเรียบร้อยของสถานบันเทิง ที่เขาลงทุนสร้างมากับมือ เวลาผ่านไป.. 'อะ โอ๊ย พะ พอ พอแล้ว' ดวงตาคมสีน้ำตาลเข้ม ตวัดมองไปยังประตูห้องเดิมอีกครั้ง คิ้วหนานิ่วเข้าหากัน จากนั้นเขาก็ตวัดสายตากลับมาหาเพื่อนตัวเอง ซึ่งเป็นเจ้าของคลับอีกครั้ง "ไม่ใช่ตายแล้วเหรอวะ?" "ก็เป็นธรรมดาของพวกผีพนันปะวะ ไม่มีปัญญาจ่าย จุดจบก็เป็นแบบนี้อยู่แล้วไหม" เจ้าของคลับว่าเหมือนไม่ใส่ใจ ลึกๆก็แอบกังวลว่าจะมีใครตายเหมือนกัน "น้ำเสียงแบบนั้น อายุคงเลขสี่เลขห้าแล้วมั้ง ไม่น่าจะได้แก่ตาย" คนที่นั่งเงียบมานาน ออกความเห็นบ้าง จากนั้นเจ้าของผับก็ถึงกับร้อนรน "เลขสี่เลขห้า จะเอาอะไรไปสู้กับคนพวกนั้นวะ อย่าบอกนะ ว่าจะมาฆ่ากันตายที่ผับกู เวรแล้วไง!" เจ้าของคลับกุมหัวตัวเองทันที "เข้าไปช่วยดีไหมวะ!" ชายหนุ่มคนเดิมพูดออกมาใหม่ ตาคมมองเพื่อนรักสลับกันไปหา ก่อนที่คนที่นั่งมองประตูห้องนั้นไม่วางตา จะเป็นฝ่ายปฏิเสธออกมา "ไม่ใช่เรื่องของกู ผีพนัน ก็สมควรโดนแบบนั้น!" จบคำ เขาก็ทิ้งมวลบุหรี่ที่จานรอง ก่อนจะหยัดกายลุกจากที่นั่งทันที "แล้วมึงจะไปไหนวะภาคย์!" เจ้าของคลับร้องถามอีกครั้ง "กลับไง วันนี้แดกต่อไม่ลง รำคาญฉิบหาย" แล้วในขณะที่ขายาวภายใต้กางเกงยีนส์แบรนด์ดังขยับออกไป เสียงที่ดังเข้ามาใกล้ ก็ทำให้เขาชะงักไปทันที "ปะ ปล่อยนะ อย่ามาลากหนูแบบนี้ หนูจะเดินไปหาพ่อของหนูดีๆ ฮึก.. ฮื่อ.. ใจร้าย พวกคนใจร้าย" ณัฐภาคย์กลืนน้ำลายคงคออึกใหญ่ เขาหยุดมองเด็กสาวคนนั้นไม่วางตา ก่อนที่เธอจะถูกผู้ชายสองคน ลากเข้าไปในห้องที่เขานั่งมองอยู่ตั้งนาน "ซวยแล้วไง บานปลายจนได้" "ใคร?" คนที่ตั้งท่าจะเดินออกไปในตอนแรก หันกลับมาร้องถามทันที "เรียกพ่อชัดขนาดนี้ ก็ต้องลูกสาวของผีพนันปะวะ" เจ้าของคลับเป็นฝ่ายตอบออกมา ก่อนที่ร่างสูงโปร่งจะขยับขาออกมาจากตรงนั้นทันที แต่ทว่า กลับตรงไปยังห้องห้องนั้นแทน . . . แกร๊ก~ เสียงปลดล็อคประตู ส่งผลให้คนที่อยู่ภายในห้องนั้น หันกลับมามองที่เขาไม่วางตา "นายครับ" ลูกน้องคนสนิทของเขาที่วิ่งตามเข้ามา แตะมือเบาๆที่แขนของเขา ซึ่งเขาไม่ได้ใส่ใจ และปัดมือนั้นออกห่างทันที ดวงตาคมสีน้ำตาลเข้ม ตวัดมองทุกคนที่อยู่ภายในห้อง ชายฉกรรจ์สามคน ที่รุมทำร้ายผู้ชายที่อายุน่าจะราวๆสี่สิบกว่าๆ ที่นั่งทรุดมีเลือดกลบปาก ส่วนของกายของผู้ชายคนนั้น มีเด็กสาวที่พึ่งจะถูกลากเข้ามา คาดว่า อายุน่าจะราวๆยี่สิบกว่าๆ ตัวเล็ก น่ารัก สเปคเขาชัดๆ "มีอะไร!" หนึ่งในชายฉกรรจ์ร้องถามมาที่เขา หน้าตาบอกว่าเอาเรื่องอยู่เหมือนกัน "เท่าไหร่?" "..." ชายฉกรรจ์กลุ่มนั้นมองหน้ากันอย่างไม่เข้าใจ "ที่คุณลุงคนนี้เป็นหนี้อยู่ เท่าไหร่!" "ยี่สิบล้าน!" ทันทีที่คำนั้นหลุดออกมา เขาก็พยักหน้ารับทันที เขามองเลยไปที่เด็กสาวคนนั้นอีกครั้ง ซึ่งในขณะที่เธอเอง ก็มองมาที่เขาเหมือนกัน แต่ถึงแม้จะเป็นแบบนั้น เธอก็กอดบิดาไม่ห่างกาย ดวงตากลมโตมีหยดน้ำใสๆคลออยู่ในนั้น และเขาก็สำรวจไปทั่วทั้งใบหน้างามนั่นแล้ว แน่นอนว่า ไม่ได้ถูกทำร้ายมาอย่างแน่นอน "ใสหัวไปซะ แล้วยี่สิบล้านที่พวกมึงอยากได้ ให้ไปเอากับกู กูจะจ่ายเอง..!" "...ณัฐภาคย์ รังสิริโรจน์ หวังว่าพวกมึงคงจะรู้จัก!" -- เปย์หนัก เพราะเหตุผลใดครับ เปิดเรื่องใหม่ อีกแล้ว555 ฝากด้วยจ้าาKarena Gerald tak kunjung pergi, akhirnya, Aluna memberanikan dirinya untuk pergi dan pulang terlebih dahulu. "Ma-maaf, Pak. Jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, saya izin untuk pulang." Ucapnya, Suami Jessica itu yang awalnya berpura-pura memainkan ponselnya, kini tatapannya beralih menatap gadis cantik yang ada dihadapannya itu. "Ok, silahkan." Jawabnya. Sebelum benar-benar beranjak dari duduknya, Aluna sekali lagi mengingatkannya kepada laki-laki tampan yang ada dihadapannya ini. "Jadi, saya tidak ada lagi hutang apa pun kepada, anda, Pak." cetusnya, dan Gerald hanya mengangguk sebagai responnya. Setelah itu, barulah Aluna beranjak dari duduknya dan menganggukan kepalanya pelan kearah Gerald, lalu ia melenggang pergi keluar cafe, meningggalkan Gerald seorang diri disana. Gadis cantik berkulit putih itu bernafas dengan lega, kini ia harus memikirkan untuk mengumpulkan uang untuk membayar hutangnya tiga bulan kedepan. "Kayaknya, aku perlu mencari pekerjaan tambaha
Aluna berdehem kecil untuk menetralkan perasaannya, sedari tadi jantungnya dibuat berdebar-debar, sesekali ia meremas ujung baju kemeja sampai terlihat kusut. "Maaf, Mbak Rini, kedatangan saya kemari ingin meminjam sejumlah uang. Itu jika, Mbak, memberikannya" ucap Aluna langsung mengutarakan maksud kedatangannya tanpa basa basi. Dengan wajah ketusnya, wanita bertubuh gempal itu sedikit mendongakan wajahnya, terlihat angkuh dan sombong. "Rata-rata semua orang yang datang kerumah ku, ya, pada pinjam uang semua. Namanya juga orang miskin." Ucapan pedas wanita gempal itu membuat Aluna menahan nafasnya, ia merasa tersinggung dengannya. Jika bukan karena dirinya terdesak, wanita cantik berambut panjang itu tidak akan sudi untuk berurusan dengan seorang rentenir. Hening, Aluna kehabisan kata-katanya. "Jadi, kamu mau pinjam berapa?" Bu Rini menatap Aluna dengan tidak suka, ia sebenarnya khawatir, takut jika sang suami tanpa sengaja melihat Aluna yang berwajah cantik lalu kepincu
"Lun, gimana? udah dapat solusinya?" tanya Putri di suapan terakhirnya, mulutnya penuh dengan makanan, ia menatap kearah wajah temannya itu dengan rasa penasaran yang menggebu. Aluna hanya menggeleng seraya mengangkat bahunya ringan sebagai responnya. "Kalian lagi ngomongin apa, sih?" tanya bella yang sejak tadi menyimak obrolan kedua temannya, ia merasa ada yang terlewatkan tentang kedua temannya itu. Bella menatap secara bergiliran Aluna dan Putri. "Panjang ceritanya" timpal Aluna dengan malas, ia masih menikmati semangkuk mie yang hanya tinggal beberapa suap lagi. Reflek Bella melirik kearah Putri, seolah meminta penjelasan kepada temannya itu. Setelah mendapatkan persetujuan dari Aluna untuk menceritakan kejadian yang menimpa temannya itu. barulah Putri berani membeberkan nasib sial yang menimpa teman keduanya. Kedua mata Bella melotot mendengar penuturan cerita dari Putri tanpa ada yang di tambah-tambahi atau dikurang-kurangi sama sekali. Hati Bella menjadi
Tangan Gerald mulai bergerlyangan diatas permukaan kulit tubuh Jessica, entak sejak kapan tangan Gerald sudah menyusup masuk kedalam bajunya. Bibir keduanya saling melumat dan bertukar saliva, suara lenguhan keluar dari mulut Jessica, membuat Gerald semakin terbakar nafsunya. Tiba-tiba, suara bunyi ponsel Gerald yang berada diatas meja kerjanya membuat keduanya menghentikan aksinya, wajah cantik Jessica terlihat tidak suka. Sedang Gerald ia hanya mendengkus keras. Ia menggeserkan posisi Jessica kesamping agar dia bisa leluasa meraih ponselnya. "Siapa, sih, Sayang?" tanyanya dengan nada kesal. "Hanya rekan bisnis, Sayang!" jawab Gerald santai, lalu kembali melanjutkan aksinya yang sempat tertunda beberapa menit lalu. Ia kembali menyerang Jessica tanpa ampun. Namun, di dalam setiap permainan ranjang mereka, Jessica lebih mengendalikannya, sebab ia takut jika sang suami tidak merasa puas dengan servisnya. Seperti malam ini, pinggulnya yang ramping bergerak lincah naik turun di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews