MasukMaevea Collins muak dengan statusnya sebagai tunangan Liam Gilloti karena pria itu terus membuatnya menjadi bahan tertawaan orang lain dengan hobinya yang suka bermain wanita. Dengan sisa harga diri yang dia miliki Eve memutuskan pertunangan dengan Liam Gilloti, lalu kemudian menawarkan dirinya pada Rael Gilloti, paman Liam yang usianya sebelas tahun di atasnya. Bagi Eve, Rael merupakan mitra yang sempurna untuknya, terlebih pria itu adalah pemegang kekuasaan tertinggi di keluarga Gilloti. Tanpa Eve sadari dia telah menawarkan diri pada serigala tua yang akan terus memangsanya.
Lihat lebih banyakEVA
Es gibt Abende, die dich aus deinem gewöhnlichen Leben reißen. Abende, an denen das Universum sich über dich beugt und flüstert: Bist du bereit zu kippen?
Ich war auf nichts vorbereitet. Nur darauf, einen weiteren gesellschaftlichen Abend zu überstehen, unsichtbar in meinem zu engen schwarzen Kleid, die Füße brennend, der Rücken verspannt, das silberne Tablett an meinen Handflächen wie eine elegante Handschelle.
Das Hotel Bellamonte leuchtete wie ein Juwel unter den goldenen Lichtern. Riesige Kronleuchter. Dicke Teppiche. Gedämpfte Flüstertöne einer Welt, zu der ich nicht gehörte. Die Gäste? Arrogante Banker, funkelnde Frauen mit Diamanten, verweichlichte und parfümierte Erben.
Und ich, die Schattenbedienung. Ein Schatten mit einem Namensschild und einem falschen Lächeln.
Ich hatte gelernt, mich einzufügen. Zu verschwinden. Nicht zu sprechen. Keine Blicke zu kreuzen. Nur zu zirkulieren. Einschenken, mich ausblenden.
Doch in dieser Nacht konnte ich nicht wegsehen.
Sie traten lautlos ein, wie Gespenster, die zu real waren, um zu dieser Welt zu gehören.
Zwei Männer, zwei Illusionen, zwei stille Stürme in teuren Anzügen.
Der erste hatte den Mund eines Engels und die Augen eines Dämons. Der andere, das Gegenteil.
Ihre Ähnlichkeit war verstörend. Gleiches scharfes Kinn. Gleicher kalter Blick. Gleiche Ausstrahlung von Macht. Doch etwas Gegensätzliches vibrierte in ihnen. Der eine war Feuer und der andere Eis.
Sie schritten mit berechneter Langsamkeit voran. Als hätten sie alle Zeit der Welt. Als wüssten sie, dass bald die Welt sich um sie drehen würde.
Und ich konnte nicht mehr atmen.
— Kennst du sie nicht? flüsterte Clara, eine andere Kellnerin, die sich zu mir beugte, ohne ihr professionelles Lächeln loszulassen.
— Nein... hauchte ich. — Die Zwillinge Volkov. Sasha und Niko. Erben von Volkov International. Sie besitzen Hotels, Casinos, private Clubs. Sie kaufen, was sie wollen. Und vor allem… wen sie wollen.Sie verschwand zu einem anderen Tisch.
Und ich blieb wie erstarrt zurück.
Ich spürte ihren Blick, bevor ich ihn traf. Ein Brennen im Nacken. Eine Spannung in der Luft, fast elektrisch.
Dann schauten sie mich an.
Und alles erstarrte.
Der erste, Sasha, trat auf mich zu. Er hatte die Eleganz eines Raubtiers, präzise, geschmeidig. Ein Blick aus Obsidian, gelassen, berechnend.
— Wie heißt du?
Seine Stimme war tief, tiefstimmig, fast eine Berührung im Lärm des Saals.
— Eva, sagte ich mit einer raueren Stimme, als ich gewollt hätte.
— Schön. Und echt, fügte er hinzu, als hätte er gerade meine Seele gelesen.
Er nahm ein Glas von meinem Tablett, streifte dabei meine Finger. Dieser einfache Kontakt war wie ein elektrischer Schlag. Ein kalter Schauer lief mir den Rücken hoch.
Dann trat der andere Zwilling, Niko, näher. Grober, schneidender. Er hielt einige Zentimeter Abstand zu mir und flüsterte seinem Bruder etwas ins Ohr. Seine Augen ließen mich nicht los, intensiv, forschend.
— Sie ist Jungfrau. Das spüre ich. Sie verbirgt es nicht gut.
Ich wurde blass. Mein Herz raste. Eine dumpfe, viszerale Angst. Doch… auch eine seltsame, beschämende Wärme im Bauch. Als ob seine Worte etwas entzündet hätten, das ich nie gewagt hatte zu benennen.
— Ist das wahr? fragte Sasha, ruhig, fast zärtlich.
Ich antwortete nicht. Ich presste die Lippen zusammen. Ich wollte wegsehen. Doch ihre Augen hatten mich gefangen.
Er reichte mir dann einen eleganten, dicken, schwarzen Umschlag. Darin war etwas Schweres.
— Nimm. Lies heute Abend. Wenn du neugierig bist.
Ich bewegte mich nicht.
— Und warum sollte ich das tun? Und wenn ich es nicht tue? murmelte ich.
— Dann wirst du nach Hause gehen. Du wirst dein kleines Leben weiterführen. Du wirst alles vergessen. Aber eines Tages wirst du dich fragen: Was wäre, wenn ich gewagt hätte?
Sie gingen. Ohne weiter zu drängen. Als wüssten sie bereits.
Und die Luft um mich herum wurde wieder lau, harmlos. Doch nichts schmeckte mehr gleich.
Zu Hause, nach Mitternacht.
Der Umschlag lag auf dem Tisch und schien mich anzustarren.
Ich brauchte lange, um ihn zu öffnen. Ich zögerte. Zitterte. Betete vielleicht.
Aber ich tat es.
Innen: ein Scheck.
Drei Millionen Euro.Und ein handgeschriebener Brief, in einer kalten, eleganten schwarzen Tinte geschrieben.
„Wir wollen dich. Nicht für eine Nacht.
Du wählst einen von uns. Der andere schaut. Du schenkst uns dein erstes Mal, dein Vertrauen, dein Hingeben. Wir bieten dir deinen Preis, deine Freiheit, deine Verwandlung. Es ist kein Verkauf. Wir werden sanft sein. Oder nicht. Aber es wird unvergesslich sein. Wenn du akzeptierst, komm morgen Abend zu uns. Suite 77. Unterzeichnet: S. & N. Volkov“Ich blieb lange dort stehen, atemlos, mit feuchten Händen.
Es war nicht nur unanständig.
Es war… verstörend. Unwiderstehlich.Ich dachte an mein leeres Bankkonto. An mein Leben in der Schwebe. An meinen Körper, der nie berührt, nie erkundet wurde. An mein Verlangen, etwas anderes zu fühlen als Angst, als Müdigkeit, als Leere.
Und in diese Leere waren sie eingedrungen.
Mit ihren feurigen Blicken. Ihrem verstörenden Versprechen. Ihrem unmoralischen Angebot.
Und ich, das brave Mädchen. Das transparente Mädchen. Das jungfräuliche Mädchen.
Ich überraschte mich selbst dabei, ja sagen zu wollen.
Suara tangis bayi memecah keheningan ruangan itu. Rasa sakit yang dirasakan oleh Maevea karena kontraksi kini telah terbayarkan. Dia begitu emosional sampai akhirnya dia mengeluarkan air mata. Dia dan putrinya telah berjuang bersama-sama, dan perjuangan mereka berhasil.Semakin dekat dengan waktu melahirkan Maevea merasa sedikit takut. Dia bukan takut melahirkan, tapi takut jika dia tidak cukup kuat untuk melahirkan putrinya.“Sayang, kau telah melakukannya dengan sangat baik.” Rael mengecup puncak kepala Maevea dengan lembut. Setelah melihat perjuangan istrinya melahirkan, dengan semua rasa sakit, keringat dan darah. Rael semakin berjanji pada dirinya sendiri bahwa tidak akan pernah menyakiti atau mengecewakan istrinya.Rael menghapus air mata istrinya yang jatuh. “Terima kasih karena telah berjuang untuk putri kita. Terima kasih karena telah melahirkan putri yang cantik untukku. Istriku, aku sangat mencintaimu.”Hati Maevea sangat tersentuh karena kata-kata suaminya. “Aku juga sanga
“Nona, bolehkah saya mendapatkan nomor ponsel Anda?” Seorang pria muda berdiri di sebelah Maevea. Pria itu memiliki penampilan yang baik.Adele yang duduk di seberang Maevea sudah siap siaga, wanita itu akan mematahkan leher pria di dekatnya jika berani menyakiti nyonyanya.Maevea meletakan segelas kopi yang baru sedikit ia minum. Wanita itu menggerakan coat yang ia kenakan. Dia kemudian menunjuk ke perutnya.Tanpa mengatakan apa-apa, pria yang tadi meminta nomor ponsel segera menyingkir.Adele tersenyum kecil melihat itu. Nyonyanya tidak mengatakan apapun, tapi dia berhasil mengusir pria yang mendekat ke arahnya. Ini bukan pertama kalinya ada pria yang meminta nomor ponsel nyonyanya, tapi seperti hari ini nyonyanya selalu menolak mereka semua.Maevea kembali menyesap kopinya, dia menikmati setiap teguknya. Setelah selesai wanita itu segera meninggalkan cafe di pinggiran kota yang nyaman dan tenang.Maevea sering mengunjungi cafe ini ketika dia masih lajang, dibandingkan dengan restor
Kehamilan Maevea saat ini sudah memasuki minggu ke dua puluh empat. Wanita itu kini sedang berada di pusat perbelanjaan bersama dengan Azuela yang sudah resmi menjadi kakak iparnya sejak satu bulan lalu.“Zue, lihat bukankah gaun ini sangat lucu.” Maevea menatap gemas ke gaun berwarna merah muda yang ada di depannya. Saat ini Maevea dan Azuela berada di toko pakaian anak.Maevea sebenarnya tidak ingin membeli pakaian anak, tapi ketika dia melewati toko itu kakinya melangkah masuk ke sana karena pakaian-pakaian yang menarik perhatiannya.“Ya, itu benar-benar menggemaskan, Eve.” Azuela menatap gaun itu dengan berbinar. Dia juga menyukainya.“Yang ini juga lucu, Zue. Ini juga. Astaga, aku menyukai semuanya.” Maevea sangat bersemangat. Dia ingin membeli semuanya sekarang.“Putrimu akan berganti pakaian setiap menit jika kau membeli semua gaun di toko ini, Eve.” Azuela menatap Maevea geli.“Tidak, aku harus tenang. Aku tidak boleh membeli pakaian yang nanti tidak terpakai oleh putriku.” Ma
Satu minggu berlalu, Rael yang seharusnya kembali hari ini tidak bisa kembali karena cuaca buruk di sana. Mungkin Rael masih harus berada di sana untuk beberapa hari lagi.Selama satu minggu ini Maevea sulit tidur, bahkan setelah dia melakukan panggilan video dengan Rael dia masih tidak bisa memejamkan matanya.Maevea selalu berharap Rael cepat kembali, tapi hari ini Rael memberitahunya bahwa pria itu tidak bisa kembali. Maevea tidak mengeluh ketika Rael memberitahunya, tapi ketika panggilan selesai dia mulai menangis seperti anak kecil.Maevea tidak mengerti apa yang salah dengannya. Dia sepertinya begitu ketergantungan dengan Rael.Setelah menangis untuk beberapa saat, Maevea meninggalkan sofa. Dia pergi ke meja rias dan melihat wajahnya yang sembab.Mata Maevea yang awalnya fokus pada cermin, kini tertuju tanggalan yang ada di atas meja rias. Detik selanjutnya wanita itu membuka laci dan mengambil sesuatu dari sana lalu bergegar ke kamar mandi.Beberapa saat kemudian dia keluar dar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak