分享

Wanita Silas

last update publish date: 2026-05-12 13:28:25

Matahari pagi masih bersinar cerah, terang, saat Iris menyibak tirai jendela dan membiarkan sinarnya masuk. Namun entah mengapa, pemandangan itu seolah mengejeknya. Cuaca hari ini berlawanan dengan suasana hatinya.

Iris melamun sesaat. Menatap keadaan di luar yang begitu tenang. Suara burung bernyanyi. Dia terpaku sampai ketukan pintu terdengar. Tanpa menoleh, dia mendengar suara pelayan.

"Nona, sarapan sudah siap. Apa Anda ingin makan di sini atau—"

"Aku akan ke bawah."

Iris menoleh. Dia mel
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Tertawan oleh Don Mafia   Kunjungan Tak Terduga

    Keesokan harinya. Iris akhirnya meninggalkan area kompleks terpencil itu bersama Silas. Setelah insiden di kereta dan momen dia tidur seranjang dengan Silas, tidak ada apa pun lagi yang terjadi. Semuanya aman, meski dia tidak bisa benar-benar tidur. Lingkaran hitam di bawah mata adalah bukti Iris tidak bisa berhenti waspada. Sejak bersama Silas, kewaspadaannya naik berkali-kali lipat dan saat ini, dia sangat lelah bahkan meski hanya duduk di mobil. Melalui kaca spion, dia bisa melihat sebuah mobil di belakang mereka. Itu adalah mobil anak buah Silas yang mengawal perjalanan sejak dari kompleks. Iris tidak menampik, kalau keberadaan anak buah Silas sangat berguna sekarang. Meski perjalanan berjam-jam terasa membosankan. Dia hanya bisa menatap jalanan ketika mobil itu memasuki jalan utama. Kota Aurelian yang sibuk di siang hari. Gedung-gedung pencakar langit dan puluhan mobil melaju. Suara klakson yang mengganggu terdengar sepanjang perjalanan. Dulu, waktu seperti ini adalah saat-

  • Tertawan oleh Don Mafia   Tidur Seranjang

    Iris melangkah memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya. Seperti dugaannya, tempat itu jauh lebih sederhana dibanding manor. Warnanya didominasi putih ke abu-abuan. Tidak banyak barang di sana. Namun ada sebuah sofa panjang. Matanya juga menemukan simbol ular dalam sebuah lukisan yang dipajang di dinding. Simbol ular yang juga mirip dengan lencana milik Silas. Iris mendekat tanpa sadar. Dia melihat kalimat Latin yang sama. Saat tangannya bertumpu pada meja di bawah lukisan, dia tanpa sengaja menyentuh sesuatu. Pandangannya turun. Di sana dia menemukan sebuah buku tipis tanpa judul. Hanya sampul hitam polos. Karena penasaran, tangannya bergerak membukanya dan di sana, Iris menemukan informasi tentang keluarga lama di Valenor. Baik yang masih berdiri atau yang sudah hancur. Itu adalah buku yang tidak pernah bisa dia temukan di manor. Simbol setiap keluarga dan termasuk simbol keluarga Montclair. Sesuai tebakannya, ada gambar ular di sana. Iris tanpa sadar tergerak membaca sejarah

  • Tertawan oleh Don Mafia   Terpaksa Menginap

    Hari sudah semakin larut dan orang-orang masih bekerja di kompleks tersebut, seakan tidak boleh ada waktu yang terbuang percuma. Namun di sana, Iris tidak melihat adanya raut lelah atau mengantuk di wajah mereka. Sangat jauh berbeda dari dia dan Silas yang saat ini berjalan di lorong ditemani oleh salah seorang kepercayaan Marcus. Dia hendak diantarkan ke gedung lain untuk beristirahat. “Kenapa kita harus menginap? Kenapa tidak pulang saja?”Iris tidak tahan untuk bertanya. Dia melirik Silas yang berjalan santai di sampingnya. Pria itu tidak berhenti atau sekadar menoleh. Hanya berjalan lurus mengikuti pria yang memandu mereka. “Perjalanan kembali ke manor memakan waktu empat sampai lima jam. Kemungkinan tiba saat dini hari.”“Lalu?”Kali ini langkah Silas terhenti. Membuat Iris spontan mengikutinya dan diam ketika ditatap. “Kau ingin pulang?”Bukannya langsung mengiyakan, Iris justru mengangkat alisnya tanpa sadar. Ini baru pertama kalinya Silas bertanya soal keinginannya. Terasa

  • Tertawan oleh Don Mafia   Balas Dendam?

    "Ravenshade?"Iris yang sebelumnya diam, seketika bersuara saat nama itu disebut. Dia spontan melepaskan tangan Silas dan mendekat. Wajahnya yang masih pucat karena kekurangan oksigen, hanya bisa menatap nanar penyusup itu. Saat nama Ravenshade disebut, pikirannya langsung terkoneksi pada Octavian, Isabelle dan Lyra. Tiga orang yang pernah menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Namun satu hal yang tidak dia pahami sama sekali, Ravenshade adalah keluarga yang dekat dengan keluarga Montclair. Bagaimana mungkin mereka bisa mengganggu dan membocorkan aktivitas yang dilakukan keluarga Montclair? Iris mustahil lupa kejadian makan malam antar dua keluarga itu. Momen ketika dia dipermalukan. Mereka jelas tampak harmonis di depan, tapi sepertinya saling menusuk di belakang. "Ravenshade menyuruhmu?" Anak buah Silas kembali bertanya, tapi kali ini si penyusup menggeleng. "Tidak. Dia hanya membantu kami untuk bisa bekerjasama dengan orang kalian."Semua orang di kereta terdiam

  • Tertawan oleh Don Mafia   Motif Berbeda

    “Kenapa? Kau—“Belum sempat Iris menyelesaikan pertanyaan, suara langkah kaki terdengar disertai tepukan tangan yang santai dan berjeda. Tepukan tangan yang tidak pas untuk suasana saat ini, tapi berhasil membuat pria di belakangnya semakin tegang. “Kau mencoba menukar nyawaku dengan nyawamu?”Deg.Suara itu. Kali ini, bukan hanya pria yang menyanderanya yang tegang, tapi tubuh Iris juga ikut kaku. Dia tak sempat bereaksi, ketika tiba-tiba tubuhnya ditarik. Bergeser posisi hingga dia bisa melihat Silas di sisi kanannya dan anak buah pria itu di sisi kirinya. Ada jarak yang cukup jauh dan keduanya tidak mendekat. Silas hanya berdiri beberapa langkah di lorong kereta. Wajah pria itu tidak panik ketika melihat moncong senjata di kepalanya. Tidak mencoba mendekat. Hanya berdiri santai dengan pakaian yang masih sangat bersih dan penampilan terlampau sempurna. “B-bukan. Sial, bantu aku!”Iris mencoba berkilah. Meski dia sulit begerak. Penyusup itu masih menahannya dan senjata masih di

  • Tertawan oleh Don Mafia   Menjadi Sandera

    Iris pada akhirnya duduk berhadapan dengan Silas. Tepat di sebelah jendela. Udara saat malam hari di sana terasa lebih dingin, jauh berbeda dari saat siang. Dia tidak bisa melihat terlalu jelas area di luar jendela. Meski di dalam, cahaya lampu cukup terang dan cukup untuk memperlihatkan apa yang ada di dalamnya. Gerbong yang dia duduki saat ini, memiliki banyak kursi, tapi hampir semuanya kosong. Hanya ada beberapa penjaga yang duduk di kursi depan dan beberapa orang lainnya berpatroli tiap gerbong. Mereka adalah orang terlatih yang Silas bawa. Harusnya, dia tidak perlu terlalu khawatir kan? Sekarang dia tidak hanya berduaan dengan Silas dan orang yang bersama mereka cukup banyak. "Apa tempat tadi adalah pabrik industri? Kenapa lokasinya sangat jauh dari kota?"Iris melirik Silas yang tampak sibuk sendiri dengan ponsel di tangannya. Pria itu tidak mengangkat kepala atau sekadar meliriknya. Bahkan tidak repot-repot menjawabnya. Dia refleks berdecak pelan. Ada rasa jengkel yang ber

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status