Share

Bab 103

last update Last Updated: 2025-12-31 08:05:30

Serina cukup terhibur dengan datangnya Ajeng ke rumah. Setidaknya, Ajeng bisa mengobati perasaannya yang tegah berkecamuk sekarang. Bahkan, asinan yang dibawakan oleh Ajeng sudah habis setengah. Sungguh, Serina sangat suka dengan asinan ini karena rasanya yang sangat menyegarkan. Bahkan, Serina sama sekali tak merasa mual dan muntah.

Namun, yang membuat Serina kembali bersedih adalah Damar yang tak kunjung keluar dari kamar sejak mereka pulang tadi. Bahkan, ini sudah malah tapi Damar masih belum menunjukkan batang hidungnya lagi.

Sampai-sampai Serina makan malam sendirian di meja makan. Rasanya sangat hampa sekali karena tak ada teman yang bisa Serina ajak mengobrol.

“Bagaimana caraku minta maaf? Dia terus menghindariku seperti ini.”

Serina rapikan alat makannya dan mencucinya sendiri di dapur. Serina terus memikirkan cara bagaimana ia bisa berinteraksi dengan Damar.

“Apa aku bawakan saja makanannya ke kamar? Dengan begitu, aku bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.”

S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 111

    “Tolong proses dengan cepat. Aku sudah membawa buktinya, jadi ini cukup kuat untuk bisa menangkap dua orang itu.” pinta Damar setelah membuat laporan kepada pihak kepolisian. “Baik, Pak. Kami akan buat surat penangkapan dan akan langsung bergerak mencari pelaku.” Damar menyulam senyumnya. Meski, ia harus mengorbankan tubuhnya sendiri, tapi Damar tak masalah asalkan dua orang itu bisa di penjara. Dengan begitu, Damar bisa memanfaatkan waktu ini untuk menyadarkan sang mama dan juga neneknya. “Kalau begitu, kami permisi dulu. Tolong, laporkan perkembangannya kepadaku nanti.” “Siap, Pak.” Damar dan Felix kemudian bergegas pergi dari kantor polisi. “Apa Bapak perlu ke rumah sakit? Sepertinya, luka Bapak semakin parah.” “Tidak perlu. Ini hal normal dan mungkin akan semakin parah keesokan harinya. Aku bisa mengobatinya sendiri di rumah. Lebih baik, kita pulang karena istriku sudah menunggu di rumah.” Felix menoleh ketika Damar menyebut Serina seperti itu. Jujur saja, ini pertama

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 110

    Serina gegas membantu Damar setelah Ivanna dan yang lainnya pergi. Dengan air mata yang mengalir deras, Serina membawa Damar ke sofa dan mendudukkan sang suami disana. “Aku ambil kotak P3K dulu.” Serina langsung berlari menuju ke dapur dimana kotak itu tersimpan di lemari atas. Serina benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang. Serina sangat takut sekali karena wajah Damar yang babak belur parah. Sedangkan, Damar melihat pantulan wajahnya dari layar ponselnya. Abraham dan Aidan menghajarnya dengan parah dan ketampanannya tertutupi oleh luka lebam ini. “Si*alan. Wajahku jadi seperti ini gara-gara mereka.” runtuk Damar kesal. “Mas...” Tak lama kemudian, Serina kembali dengan membawa kotak P3K. “Jangan lari.” ujar Damar memperingatkan. Serina seolah lupa jika kondisinya tengah berbadan dua karena Serina tengah panik saat ini. “Kenapa lari-larian? Itu bisa membahayakan kehamilanmu.” omel Damar. Serina masih terisak dan membuka kotak P3K dengan cepat. Serina mengambil ka

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 109

    Air mata Serina menetes begitu saja setelah mendengar ucapan Damar. Sungguh, ini adalah kalimat menyakitkan yang pernah Serina dengar dari mulut Damar. Asal Damar tahu, Serina sudah melibatkan perasaannya dalam hubungan ini. Serina tak bisa membendung perasaannya untuk tidak jatuh cinta kepada Damar. Sikap perhatian Damar dan tentunya kebaikan-kebaikan Damar sudah menyentuh hati Serina dan akhirnya membuat Serina jatuh cinta. Apakah itu salah? Sedangkan, Damar adalah suaminya sendiri. Tapi, Serina ingin menarik dirinya dari perasaan semu yang tak akan pernah terbalas. Harusnya, Serina sadar jika sejak awal pernikahan ini terjadi bukan atas dasar cinta.“Bodoh kamu, Serina! Bodoh banget sih!”Serina mengumpati dirinya sendiri. Damar tak akan mungkin mencintai gadis kampungan seperti dirinya. Karena di hati Damar hanya ada satu nama yaitu Hanna. Dan selamanya, tak akan ada wanita yang bisa menggantikan tempat Hanna di hati Damar. “Damar! Keluar kamu!”Baru juga, Serina akan memejamk

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 108

    Setelah mendapatkan keputusan dari dokter, akhirnya Serina langsung diperbolehkan untuk pulang mengingat kondisinya yang menunjukkan grafik postif. Sore harinya, Damar langsung membawa Serina pulang ke rumah agar sang istri bisa kembali istirahat.Meski, keduanya masih sama-sama canggung, tapi hubungan keduanya sedikit lebih cair. Damar mulai menunjukkan perhatiannya kembali kepada Serina setelah dalam dua hari ini, Damar mengacuhkan Serina. Sedangkan, Serina pun sudah mulai berani mengajak Damar untuk mengobrol. Meski hanya pembahasan yang tak terlalu penting, tapi setidaknya Damar mau menanggapi. Dan setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di kediaman Damar. Namun, ada yang mengejutkan bagi mereka yaitu keberadaan Ajeng dan Vero yang sudah menunggu di teras rumah Damar. Deg!Serina tentunya terkejut. Ajeng bilang memang akan datang dan Serina mengijinkan. Tapi, Serina tak tahu jika Ajeng akan mengajak Vero. Sedangkan, wajah Damar sudah berubah kecut k

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 107

    “Serina!” Damar berteriak spontan dan langsung menghampiri Serina yang sudah tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Damar menopangkan kepala Serina di pangkuannya dan mencoba menyadarkan Serina. Wajah Serina sangat pucat sekali dan telapak tangannya terasa sangat dingin. “Serina, bangun! Serina!” Damar menepuk pelan kedua pipi Serina, tapi sang istri tak kunjung sadar. Hingga akhirnya, Damar tak punya pilihan lagi. Damar menggendong tubuh Serina dan membawanya keluar dari kamar mandi. “Ronald!” panggil Damar ketika seorang mahasiswanya melintas. “I-iya, Pak?” “Datanglah ke ruang dosen. Kabarkan pada mereka, untuk menggantikanku jaga di ruang ujian. Aku harus membawa Serina ke rumah sakit karena dia pingsan.” Ronald pun mengangguk dengan tatapan mengarah pada Serina yang berada di gendongan Dmaar. “Dan satu lagi. Minta Ajeng untuk membereskan barang-barang Serina di ruang ujian. Minta Ajeng menyimpannya. Mengerti?” “I-iya, Pak.” Setelah itu, Damar langsung berlari untu

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 106

    Bahkan sampai keesokan harinya pun, Damar tak kunjung pulang. Semalam, Serina hampir saja ketiduran di meja makan karena menunggu kepulangan Damar. Namun, orang yang ditunggu Serina sama sekali tak ada kabar bahkan tak muncul sampai keesokan harinya. Serina sudah mencoba untuk menghubungi Felix, namun pria itu hanya mengatakan jika Damar tak mengatakan apapun padanya. Felix tahu nya Damar pulang ke rumah setelah bekerja.Hal itu semakin membuat Serina sedih tentunya. Serina pikir, kesalahannya tak sefatal itu hingga membuat Damar harus merajuk seperti sekarang. Toh, Serina juga mau minta maaf jika memang Damar memberinya kesempatan. Tapi, nampaknya pria itu benar-benar menghindari dirinya sekarang. Alhasil, Serina berangkat ke kampus dengan perasaan galau. Ia terus mengirimkan pesan kepada Damar. Entah sudah pesan ke berapa puluh kalinya. Tapi, satupun Damar tak pernah membaca pesan Serina. Telponnya pun, dianggurkan begitu saja.Semangat Serina benar-benar luntur. Entah bagaimana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status