Inicio / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 89 – The Night He Was Denied

Compartir

89 – The Night He Was Denied

Autor: Ivy Morfeus
last update Fecha de publicación: 2026-06-11 23:17:35

Napas Josselyn belum sepenuhnya stabil.

Punggungnya masih menempel pada dinding dingin ruang herbal, sementara kehangatan yang ditinggalkan Yorick di kulitnya belum benar-benar menghilang. Sentuhan itu… masih terasa. Terlalu nyata untuk diabaikan.

Josselyn memejamkan matanya.

“Dan hanya aku yang tahu cara menghentikannya.”

Suara itu terngiang jelas. Dan pikirannya langsung tertuju pada buku itu. Buku bersampul keras, dengan logam di setiap sudutnya.

Ia masih ingat isi yang sempat ia baca.

Penje
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • The Alchemist's Touch    90 – The Moment She Betrayed Him

    Kamar Ratu dipenuhi suara.Langkah kaki. Instruksi terburu-buru. Napas yang ditahan. Semua bercampur menjadi satu, menekan udara hingga terasa sesak.“Cepat, air hangat!”“Panggil tabib istana!”“Di mana alkemis itu?!”Suara-suara itu berloncatan tanpa arah hingga ke luar kamar. Membuat debaran jantung Josselyn bertambah keras.“Kau dengar itu? Aku harus mengecek kondisi Ratu.”Suara Killian menekan. Tapi petugas di depan pintu Ratu bergeming.Josselyn memejamkan mata—ada rasa iba menyelinap di hatinya, tapi kondisi di hadapannya ini justru membuktikan bahwa rencananya berjalan dengan baik.“Maafkan kami, Yang Mulia—”Ucapan kedua penjaga berhenti ketika akhirnya Josselyn memutuskan untuk melangkah mendekat. “Biarkan nona Josselyn masuk! Dia adalah alkemis kepercayaan Ratu!”Teriakan dari dalam pintu cukup melegakan Josselyn. Pintu sedikit terbuka. Terlihat Kepala Pelayan mengangguk ke arah Josselyn.Kedua penjaga bergeser, memberikan jalan pada Josselyn.“Kau membiarkan dia masuk, t

  • The Alchemist's Touch    89 – The Night He Was Denied

    Napas Josselyn belum sepenuhnya stabil.Punggungnya masih menempel pada dinding dingin ruang herbal, sementara kehangatan yang ditinggalkan Yorick di kulitnya belum benar-benar menghilang. Sentuhan itu… masih terasa. Terlalu nyata untuk diabaikan.Josselyn memejamkan matanya.“Dan hanya aku yang tahu cara menghentikannya.”Suara itu terngiang jelas. Dan pikirannya langsung tertuju pada buku itu. Buku bersampul keras, dengan logam di setiap sudutnya.Ia masih ingat isi yang sempat ia baca.Penjelasan tentang efek ramuan itu—tentang bagaimana ia membangkitkan sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh, memperkuatnya, memaksanya keluar.Tapi…Tidak ada bagian tentang cara menghentikannya.Tidak lengkap.Seolah—bagian paling penting sengaja dihilangkan.Josselyn membuka matanya perlahan.Dan di situlah kesadarannya jatuh dengan jelas.“Halaman yang sobek…” gumamnya pelan. Napasnya tertahan.Itu bukan kebetulan. Itu adalah jawabannya.Cara menghilangkan efek itu—cara untuk benar-benar lepas d

  • The Alchemist's Touch    88 – The Kiss That Silenced the Truth

    “Kenapa rasanya jadi mereka yang mengontrolku?”Gumaman Josselyn keluar dari mulutnya tanpa sengaja.Josselyn mengingat kejadian beberapa menit lalu, di ruang sidang, tentang kata-kata Killian,“Jangan setengah-setengah…”Ucapan Darius,“... orang yang ragu akan hancur…”Dan kalimat yang paling berbahaya dan menggangu, terngiang di kepalanya,“... Bukti bisa diciptakan.”Kalimat Yorick.Josselyn menarik napas berat.‘Aku tidak bisa diam seperti ini. Aku yang harus mengontrol situasi. Bukan mereka.’ tekadnya dalam hati.Untung saja, ucapan Yorick mengarah pada hal yang membuatnya sangat penasaran.Josselyn buru-buru melangkahkan kaki menuju Ruang Herbal.Pintu sudah sedikit terbuka saat Josselyn sampai di depan pintu.‘Oh, dia sudah datang.’Ia mengulurkan tangan mengetuk perlahan pintu di depannya, lalu masuk.***~***‘Semoga aku mengingat bahannya dengan benar.’Doa Josselyn dalam hati.Ruangan kecil itu dipenuhi aroma logam dan ramuan yang belum sepenuhnya stabil.Josselyn berdiri

  • The Alchemist's Touch    87 – Trapped Between Them 

    “Apa maksudnya?”“Ada hubungan apa gadis alkemis itu dengan Putra Mahkota?”Bisik-bisik itu mulai memenuhi udara yang makin sesak di ruang pemeriksaan. Josselyn tidak bergerak.Tapi napasnya terhenti sejenak ketika bisikan itu membawa namanya.Jari-jarinya perlahan mengepal, sampai kuku-kukunya menekan kulit telapak tangan.Ia tidak menoleh. Tidak perlu.Ia tahu… mereka sedang membicarakannya.Suara tawa Killian masih terngiang di telinganya. Terlebih cara dia menatapnya.Seolah… melihat sesuatu yang bahkan Josselyn sendiri belum berani akui.“Sidang akan dilanjutkan nanti.”Suara Inkuisitor akhirnya memecah sisa-sisa kekakuan di ruangan.“Untuk saat ini, Putra Mahkota akan tetap berada dalam pengawasan.”Kalimat itu sederhana. Tapi artinya jelas. Bukan bebas. Tapi juga belum jatuh.Para dewan menteri mulai bergerak. Ada yang langsung berbisik, ada yang bergegas keluar untuk menyebarkan kabar, ada pula yang masih menatap Killian dengan ekspresi sulit ditebak.Josselyn menelan ludahny

  • The Alchemist's Touch    86 – You Were Suppose to Destroy Me

    Udara di ruang pemeriksaan terasa terlalu tegang. Bahkan semua orang menahan napas.Josselyn berdiri di sisi ruangan, sedikit di belakang barisan bangsawan. Posisi yang cukup aman—tidak mencolok, tapi masih bisa melihat segalanya dengan jelas.Di tengah ruangan, kursi kayu tinggi ditempatkan seperti singgasana kecil.Dan di sanalah Killian duduk.Tegak.Tenang.Seolah ini bukan sidang yang bisa menghancurkannya.Tatapan orang-orang di sekitarnya berbeda dari biasanya. Tidak ada rasa hormat yang tulus. Tidak ada kehangatan.Hanya pengamatan, kecurigaan dan bisik-bisik.Josselyn menelan pelan.‘Ini yang aku inginkan.’Namun entah kenapa, kenyataannya terasa berbeda dari bayangannya.“Putra Mahkota Killian.”Suara Inkuisitor memecah keheningan.Pria tua itu berdiri dengan jubah hitam panjang, matanya tajam dan penuh perhitungan.“Apakah Anda memahami alasan Anda berada di sini hari ini?”Killian tidak langsung menjawab. Hingga beberapa detik berlalu. Baru kemudian ia berkata,“Rumor yang

  • The Alchemist's Touch    85 – The Men Who Would Destroy Each Other for Her

    Killian terbangun dengan napas berat.Kepalanya terasa lebih ringan. Tubuhnya juga terasa lebih baik. Ia sadar, semalam adalah tidurnya yang paling nyenyak dalam beberapa hari ini.Ia mengerjap pelan, mencoba mengumpulkan kesadarannya.Langit-langit kamarnya menyambutnya.Lalu—ingatan semalam datang, pecah dalam potongan-potongan yang tidak utuh.Bibir.Napas yang saling bertabrakan.Tubuh yang terlalu dekat.Josselyn.Killian langsung bangkit setengah duduk. Tatapannya menyapu ruangan.Kosong.Ranjang di sisinya tidak berantakan. Tidak ada siapa pun.Rahangnya mengeras.“...dia pergi?”Suara itu keluar rendah, hampir seperti gumaman.Tatapannya bergerak lagi—lebih teliti kali ini.Sofa di sudut ruangan. Kain yang sedikit kusut. Bekas seseorang yang tidak tidur nyenyak.Killian terdiam.‘Ah, dia tidur semalam di sini.’Sudut bibirnya tertarik sedikit. Ada perasaan senang menyelinap di hatinya.Tapi tak perlu waktu lama, ingatannya berpindah, saat mereka saling berciuman. Atmosfernya t

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status