LOGINAfter the death of her parents, the young omega female was left in the hands of her wicked aunt whom maltreated by her aunt. Her aunt willingly sold her off to be a maid at the palace when she heard they were hiring maids. She was made to serve the Alpha but it wasn't long when their wolf started reacting to each other and they feel drawn to each other every moment. It was later revealed she is the Alpha Luna.
View MoreDi sebuah restoran, terlihat sosok pria bernama Aliando Grissam yang mempunyai tubuh sixpack dan wajah tampan yang selalu menjadi idaman kaum hawa terlihat sudah duduk di kursi restoran yang terletak di sebelah belakang dan paling ujung dengan tembok, dekat dengan pintu keluar di bagian samping.
Pria yang memakai kemeja berwarna putih dengan lengan baju dilipat sampai siku, tengah menyilangkan kedua kakinya seraya tangannya bersedekap pada dadanya menunggu sosok yang ditunggunya. Tak lama menunggu, datanglah sosok orang yang dinantikannya.
Aliando sudah berada di restauran tempat dia ingin bertemu dengan Alisa mantan kekasihnya. Tak perlu waktu lama baginya menunggu kedatangan Alisa, karena baru 5 menit dia duduk di sana, wanita yang ditunggunya sudah datang menghampirinya.
"Hai Aliando." Alisa mencoba memeluk mantan pacarnya yang menurutnya masih sangat tampan. Namun, perbuatannya langsung ditolak mentah-mentah, karena pria tampan itu langsung menghindarinya.
Alisa hanya bisa tersenyum kecut dan akhirnya dia mulai mendaratkan tubuhnya pada kursi, "Aku pikir kamu ingin menemuiku karena kamu ingin kembali padaku, Al. Tapi dengan sikapmu yang menolakku, membuatku mengerti bahwa kamu hanya membutuhkan bantuanku. Apakah aku benar?" Alisa menatap kesal dengan tatapan sorot mata tajam sosok pria yang pernah menjadi kekasihnya itu.
Masih dengan wajah datarnya, Aliando menanggapi perkataan dari wanita yang pernah menjadi mantan kekasihnya ke 50. "Heem ... kamu sangat pintar Alisa. Aku memintamu bertemu, karena aku ingin memberikan penawaran kerja sama. Aku yakin kamu akan tertarik dengan penawaranku." Tangan Aliando bersedekap di dada menghadap ke Alisa.
Alisa terlihat menahutkan kedua alisnya setelah mendengar kalimat ambigu dari mantan kekasihnya. "Memangnya apa yang akan kamu tawarkan padaku, Al? Kamu kan tahu kalau aku sangat mencintaimu, aku ingin kita kembali menjalin hubungan seperti dulu. Hanya kamu yang aku inginkan Al." Alisa mencoba merayu dengan bersikap semanis mungkin dan tersenyum menggoda. Berharap pria di depannya itu akan jatuh lagi ke pelukannya.
Melihat wajah penuh tipu muslihat dari Alisa, tentu saja membuat Aliando merasa mual. "Ciiih ... aku muak dengan semua tingkahmu itu, Lisa. Kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu sekarang menjalin hubungan dengan siapa? Kamu hanya mendekati orang-orang kaya yang bisa memuaskan hasrat belanjamu itu."
"Kamu selalu menghabiskan uang dengan membeli barang-barang limited edition dan akan menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi hasrat gila belanjamu itu dengan mendekati pria-pria kaya yang sudah berumur. Apa levelmu sudah turun drastis begitu putus denganku?" Aliando tersenyum mengejek pada wanita yang berada di hadapannya. Sebuah hal mudah baginya untuk mencari tahu sepak terjang para kaum hawa yang berbuat hal memalukan untuk bisa mendapatkan sebuah kemewahan dengan mengobral tubuhnya.
Sontak raut wajah Alisa terlihat menampilkan emosinya dengan mengeratkan kepalan tangannya. "Jadi kamu meminta bertemu hanya untuk menghinaku, Al? Lebih baik aku pergi daripada mendengarkan penghinaanmu itu." Alisa bangkit berdiri dari kursinya dan berniat melangkah pergi. Namun, tangannya telah lebih dulu ditarik oleh Aliando dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Duduklah, aku akan menjelaskan apa maksudku! Apa kamu tahu perusahaan Mahendra Group? Perusahaan terbesar yang mempunyai cabang di tiap kota?"
Alisa melirik sekilas ke arah tangannya yang masih dipegang oleh Aliando. Sehingga mau tidak mau, ia kembali mendaratkan tubuhnya di atas kursi yang berada di sebelah pria yang masih enggan untuk membiarkannya pergi. "Aku sering mendengar perusahaan besar itu, tapi tidak terlalu mengikuti perkembangan dalam dunia bisnis. Memangnya kenapa?" tanya Alisa dengan sorot mata penuh pertanyaan.
"Aku ingin kamu menjebak penerus keluarga Mahendra Group untuk tidur denganmu. Aku akan mengatur semuanya, dan kamu tinggal melanjutkan sisanya. Kamu paham maksudku kan?" Aliando menatap wanita di depannya dengan sorot penuh keyakinan.
"Aku memang sering mendengar berita tentang Mahendra Group, tapi tidak pernah mendengar berita tentang penerus keluarga itu. Karena mereka tidak pernah mengungkapkan jati diri penerusnya. Jadi kau kenal dengan pewaris perusahaan yang sangat terkenal itu?"
Alisa mengangkat kedua alisnya dan kembali melanjutkan perkataannya. "Aku makin penasaran dengan alasanmu menyuruhku menjebaknya? Memangnya apa yang dilakukannya sampai kamu berniat menjebaknya? Bukan malah menghancurkannya? Sepertinya dia telah mengusik apa yang kamu miliki Al, dan kelihatannya bukan tentang uang. Apa dia mengincar wanita kampunganmu itu? Kamu lebih berniat menjebaknya bersamaku daripada menghancurkannya?"
Aliando hanya bersikap datar seraya menikmati espresso di tangannya tanpa memperdulikan beragam pertanyaann yang diungkapkan oleh Alisa. "Kamu tidak perlu tahu alasannya dan itu juga bukan urusanmu! Tugasmu hanyalah membuatnya tidur bersamamu dan jangan lupa kamu rekam saat kalian sedang bersama di ranjang."
"Kalau kamu sampai berhasil melakukannya, aku juga akan membayarmu. Bahkan kalau kamu beruntung, kamu mungkin bisa menikah dengannya dan menjadi seorang nyonya besar di keluarga Mahendra Group. Kapan lagi kamu mendapatkan kesempatan besar seperti ini, aku yakin kamu tidak akan menolaknya."
Senyuman mengembang tampak jelas dari wajah cantik Alisa begitu mendengar tawaran dari Aliando. Seolah itu bagaikan pepatah "Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui." Alisa bertepuk tangan untuk mengungkapkan rasa senangnya. "Aku sangat tertarik dengan penawaranmu Al, tapi apa rencanamu? Apa aku harus merayunya terlebih dahulu?"
Aliando refleks menggelengkan kepalanya, "Malam ini aku akan mengajaknya makan di restoran dan di dalam minumannya akan aku beri obat perangsang. Setelah dia meminum itu, kamu berpura-pura saja berjumpa denganku dan melanjutkan aksimu untuk merayunya!"
Alisa bertepuk tangan seraya tertawa begitu mendengar rencana Aliando. "Kamu memang benar-benar licik Al, tapi aku suka dengan rencanamu. Baiklah aku setuju."
Alisa mengajak Aliando untuk berjabat tangan, "Baiklah aku pergi dulu, aku harus pergi ke salon untuk merubah penampilanku agar terlihat lebih mempesona. Hubungi aku kalau kalian sudah ada di restoran!" Alisa melangkah pergi keluar dari restoran dan meninggalkan pria yang merupakan seorang manager di Perusahaan Tamtama Group yang menyamar. Karena sebenarnya ia adalah anak dari pemilik perusahaan, tapi semua orang tidak ada yang tahu.
Aliando Grissam memang menyamar menjadi seorang manager di perusahaan sang papa untuk mengawasi kinerja para pegawai yang ada di perusahaannya. Dan tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang wanita sederhana yang memiliki paras sangat cantik yang melamar di perusahaannya.
Dia adalah Xaviera Mabella, sosok gadis sederhana yang berhasil memporak-porandakan hatinya. Dulunya ia adalah seorang pria yang suka berganti-ganti wanita karena dengan ketampanannya, ia bisa menggaet banyak wanita manapun yang ia incar. Akan tetapi, saat melihat wanita yang terlihat lugu dan polos, membuat jiwa Casanova di dalam dirinya merasa tertantang.
Hingga ia selalu mendekati gadis berusia 22 tahun itu. Dan usahanya untuk mendekati Viera penuh perjuangan, karena selalu ditolak saat menyatakan cintanya. Namun, ia tidak pernah menyerah sampai cintanya diterima. Dan usahanya berhasil setelah 6 bulan selalu bersabar, karena wanita itu mau menerima cintanya meski dengan 1 syarat.
Aliando yang masih duduk di restoran, kini terlihat beberapa saat memejamkan kedua matanya. Dirinya kembali mengingat momen dimana ia menyatakan perasaannya yang ke 100 kali pada Xaviera Mabella, wanita biasa yang hanya berasal dari kampung yang merantau ke Jakarta untuk merubah nasib demi keluarganya. Karena keluarganya mempunyai banyak utang dan membuat Viera memilih untuk membayar utang-utang tersebut demi menjadi anak yang berbakti.
TBC ...
★★EVENING★★The news had gotten to everyone that the king was organising a party in his palace.Everyone had a mixed feeling about the party. While some were happy and just could not wait to enjoy the fun of it, some were curious, because it was unlike the king to throw a party.Some women gathered at a spot to gossip and also discussed how they felt.Amongst these women was madam Kate."Listen, you should not stress yourselves about this issue," a lady amongst them said."Why shouldn't we? the king is suddenly calling a party and you are happy, what party exactly?" Madan Kate scoffed."Then why are you getting yourself worked up? He might have seen us struggling and decided to ease our burden by throwing a party," another replied."You are right," the lady supported."What will party do? Instead of sharing money to us, he is busy wasting them on parties," madam Kate hissed.She moved away from them and started walking back home."Take a look at madam Kate," a lady amongst them laughe
Naya quickly stood up from her bed, she covered Enola's mouth so tight."Must you scream?" She groaned spanking her head.Enola let out a sharp wince and she let go of her mouth."Naya! A king!" She screamed again.Naya sighed in frustration feeling like killing and burying her right there.This time, she didn't bother to cover her mouth instead she just kept staring at her in frustration."I'm sorry," Enola mumbled after she had realised what she did."You are just one stupid soul I'm not ready to lose. If not senselessness, how would you not know that you stupid screams could put us in trouble, specifically me," she groaned.Enola chuckled lightly, pulling her to sit down."Tell me, did you guys get there?" She grinned naughtily."Get where?" Naya asked pretending not to understand what she meant."There, Naya. You both explore each other right?" She grinned."You naughty girl," Naya blushed hitting the pillow at her."What! You guys did it already? Then you must be pregnant," Enola
"My lord," she suddenly called like she remembered something."Yes," alpha Rohan replied, still not letting go of her waist."Why didn't you punish me earlier, I did something wrong," she mumbled under her breath."Don't mind that. I know you would not beat her up, if she didn't provoke you," he replied."Thank you my lord," Naya smiled happily."But your punishment will definitely be later," he said.The smile on her face dropped as she stared at him."Huh?" She muttered in disbelief."Yes, you won't be able to walk when I'm done with you," he winked naughtily."But my lord, will you be cutting off my leg?" She asked fearfully with widened eyes.Alpha rohan chuckled at her wild thoughts. Why will he be cutting off her legs when he is not mad."No, I won't," he replied."Then what did you mean by I won't be able to walk," she asked."Because I'm going to bury myself inside of you," he replied naughtily and she gasped."My lord," she made to pulled away from the position they were in,
Naya turned to Enola with a chuckle."Why on earth did you think I will make out with Seth. Gosh," she scoffed.She walked out of the bathroom whilst Enola followed suit having a guilty look on her face.Naya breathed in before walking to her wardrobe and she threw a long sleeve on her body.She walked back to sleep on her bed whilst turning her back against Enola.That's the sign they often give themselves anytime they are mad at each other."I'm sorry Naya, please," Enola pleaded sitting on her bed.Naya sighed before turning and sitting up on her bed."It seems you don't trust me enough to have such a thought against me. I am your friend and I'm expected to understand you the most more than anyone and that is exactly what I'm trying to do!""Did you think I can stoop that low to comfort you and give you hope of being with that guy and still go behind your back to have something to do with him? Did you think I'm that cheap of a person?!" She yelled at Enola.Enola shifted uncomforta
Naya had just finished cooking.She walked round the house checking if there was anything she needed to put in place.A Big smile formed on her face when she realized all the needed work had been done and there was also more than enough water in the house.And Kihara is not yet back from where she
PALACE**Night**Alpha Rohan was stressed after returning from a meeting at the other pack. It was an urgent meeting that demanded the attendance of all the Alpha's.It was a long journey back home and to think that he exhausted all his energy at the meeting because he was the one doing most of the
Naya was sitting at the river bank crying slowly.She had just been beaten by her aunt for pouring water on the floor and right now, all her body aches.She felt weak and empty that right now she wished for nothing but death to come.She sniffed in her tears and started singing, she loves singing b
Naya could feel a lot of people's stare on her body as she stop on her track."Why are they staring at me?"she wondered.She raised her head up to state back at them and was surprised to find herself in the middle of the circle and in front of the Alpha."what? How did I get here?" her wolf half ye












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.