Share

The Empress
The Empress
Author: Lord Devil

Prolog

Author: Lord Devil
last update publish date: 2024-05-29 10:13:17

Ratu Wang Yin mengalami koma berkepanjangan setelah melahirkan anak kembarnya, Qin Lian dan  Qin Yue. Tidur panjang Sang Ratu masih menjadi misteri dan menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Entah sihir apa yang telah dirapalkan pada Sang Ratu sampai-sampai dia tertidur selama itu.

Qin Lang, selaku Raja yang berkuasa saat ini masih terus menunggu Ratu cantiknya bangun layaknya Phoenix yang bangkit dari kematian, karena semua tabib terbaik dari lima kerajaan sudah mengatakan, tidak ada harapan lagi. Namun baginya, Wang Yin tidak mungkin mati begitu saja. Cinta sejatinya akan bangkit, apa pun yang terjadi.

Kedua anak kembar mereka--Pangeran dan Putri yang kini sudah berusia lima tahun selalu saja menanyakan kapan ibu mereka akan membuka mata dan terbangun.

Qin Lang tidak tahu harus mengatakan apa lagi, tetapi dia juga tidak mau menyerah. Dia akan terus memperjuangkan cintanya. Baginya, tiada lagi orang yang akan dia cintai di dunia ini selain Sang Ratu.

"Wang Yin, bangunlah, aku dan anak kita menunggumu," bisiknya setiap hari sambil mencium bibir Wang Yin.

Sang Raja menutup seluruh akses kerajaan dan meningkatkan pertahanan melalui dua jenderal kepercayaan mereka, Jenderal Lin Wen dan Jenderal Wen Xiu. Dia percaya, Ratunya akan segera bangun dan kerajaan mereka akan tetap bertahan.

Atas perintah Qin Lang, semua orang dilarang keluar dan masuk dari kerajaan selama Wang Yin belum bangun dari tidurnya. Hal itu berkaitan dengan pemberontakan dan musuh. 

Empat kerajaan lainnya, sudah mengirimkan bantuan medis terbaik dan belum ada hasil yang memuaskan. Wang Yin tetap saja tidak merespons dan masih tertidur dalam koma.

"Kalau saja Liu Ji dan pasukannya tidak menyerang saat itu, Ratu Ying tidak akan koma dan Yang Mulia tidak perlu berduka selama ini," kata Qin Qiu sambil mengelus jenggotnya angkernya. Disebut angker karena dia tampak seperti berhala ketika mengelus janggutnya.

Satu hal yang patut disyukuri dari kejadian itu adalah kedua anak Qin Lang dan Wang Yin masih bisa lahir dengan selamat. Keduanya kini sudah berusia lima tahun.

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan mengetahui mereka berkembang dengan baik. Kedua anak itu adalah harapan lain di hati Sang Raja sambil menanti Ratunya bangkit dari tidur panjangnya.

"Kalau aku sudah besar aku akan menjadi tabib terhebat dan membangunkan ibu," kata  Qin Yue atau biasa dipanggil Putri Yue. 

"Aku akan menjadi Jenderal perang yang hebat dan kerajaan kita tidak akan bisa ditaklukkan. Aku akan menangkap Liu Ji dan pasukannya," teriak Qin Lian atau Pangeran Lian.

Qin Lang sangat senang kedua anaknya memiliki semangat seperti Ratunya. 

"Kalian boleh menjadi apa saja asalkan berguna dan membantu orang banyak," jawab Qin Qiu kepada dua cucunya.

Dia sudah kehabisan keluarga dan hanya tersisa itu saja. 

Ayahnya, Raja dan Ratu terdahulu, Qin Jun dan istrinya meninggal saat penyerangan itu. Sementara, Pangeran Pertama-- Qin Lan hingga saat ini belum diketahui apakah mati atau masih hidup. Qin Lang sebagai Putra Kedua Kerajaan terpaksa mengambil-alih kerajaan di bawah bimbingan Sang Paman, bernama Qin Qiu. Dia adalah penasihat kerajaan saat ini.

Pemberontak Liu Ji sungguh melakukan kejahatan yang tidak bisa diampuni. Sampai saat ini, Ling Wen masih menyangkal tidak ikut serta dalam rencana jahat anaknya, tetapi siapa yang tahu?

Semua kerajaan masih mencari tahu masalah itu dan berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga mereka bisa hidup dengan damai. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • The Empress   74. Surat dari Negeri Han

    Pos perbatasan tua yang menghadap jalur dagang menuju negeri han, wilayah yang selama ini tidak ikut campur dalam urusan lima kerajaan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seekor elang hitam menjatuhkan surat yang ditulis dengan tinta biru, warna yang hanya dipakai keluarga penguasa Negeri Han. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Negeri Han menawarkan bantuan, tetapi Qin Lang curiga bantuan yang datang terlalu cepat selalu membawa ha

  • The Empress   73. Mahkota Kabut

    Aula kecil kota huan yang dindingnya penuh lukisan burung api tanpa kepala, peninggalan kuil tua sebelum kota itu ditinggalkan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Hua Ning tiba-tiba bersuara lagi, tetapi kata-katanya bukan miliknya sendiri. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Menara Kabut menginginkan Mahkota Kabut, benda yang mampu meminjam nama korban untuk membuka gerbang kedua. Dalam dunia mereka, musuh jarang datang dengan waja

  • The Empress   72. Putri Phoenix

    Kemah darurat di pinggir lembah, di mana para tabib, prajurit, dan anak-anak korban dipisahkan oleh lingkaran garam penahan kabut seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun gelar putri Phoenix menyebar lebih cepat daripada perintah Qin Lang untuk merahasiakannya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena utusan dari lima kerajaan mulai melihat Wang Yin bukan hanya sebagai ratu yang bangkit, tetapi sebagai kunci politik yang bisa diperebutkan. Da

  • The Empress   71. Orang yang Mati di Balik Gerbang

    Ambang gerbang phoenix yang terbuka di lembah barat kota huan, ketika kabut merah muda menggantung rendah seperti tirai yang enggan disingkap seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seseorang yang selama ini dicatat mati dalam arsip Kerajaan Yi berdiri di balik gerbang dan memanggil Wang Yin sebagai putri Phoenix. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena rombongan Qin tidak tahu apakah sosok itu penyelamat, saksi, atau awal jebakan baru yang

  • The Empress   70. Gerbang Phoenix Terbuka

    Lembah barat kota huan yang dipenuhi kabut tipis, batu hitam, dan akar pohon merah tua yang tumbuh seperti urat di tanah seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Gerbang Phoenix tidak berdiri megah seperti legenda, melainkan terbaring di lereng batu seperti luka besar yang belum pernah dijahit. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tida

  • The Empress   69. Mahkota yang Tidak Dipakai

    Alun-alun kota huan yang berubah menjadi ruang sidang terbuka antara rakyat, prajurit yi, utusan lima kerajaan, dan anak-anak korban seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. para utusan menuntut satu orang disalahkan agar perjanjian lima kerajaan tetap terlihat bersih. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia te

  • The Empress   2. Hukuman

    Seusai melaksanakan hukuman mandiri mereka, kedua anak Qin Lang dan Wang Yin berlari ke kamar Qin Qiu. Ketidakpuasan dalam hati Qin Lian mendorong dirinya untuk terus bertanya soal ibunya.Sebelum pergi meninggalkan kamar Wang Yin, anak itu sempat mencium pipi ibunya dan berbisik agar perempuan itu

  • The Empress   15. Kuil Tua

    Kuil tua di lereng utara berdiri seperti bangkai masa lalu.Atapnya sebagian runtuh. Pilar-pilar kayunya hitam dimakan usia dan lembap, sementara lumut merayap di lantai batu yang retak. Patung dewa penjaga di gerbang masuk kehilangan satu mata, membuat wajahnya tampak seperti sedang menat

  • The Empress   6. Kunjungan

    Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y

  • The Empress   1. Awal Cerita

    Suasana hutan di belakang pusat Kerajaan Yi, Hutan Larangan begitu hening dan damai. Qin Lang, pangeran kedua kerajaan Yi berjalan-jalan untuk menenangkan hatinya.Sudah berkali-kali dia menolak untuk menikah, akan tetapi ada begitu banyak tawaran dan hadiah berupa calon istri yang diberikan kepadan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status