The Family Books 1 -3 (A collection of Dark Mafia Romance)

The Family Books 1 -3 (A collection of Dark Mafia Romance)

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-29
โดย:  Emma Mountfordยังไม่จบ
ภาษา: English
goodnovel18goodnovel
8.8
6 การให้คะแนน. 6 ความคิดเห็น
74บท
7.7Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Book 1 Saints and Sinners She was the light to my dark. The saint to my sinner. with her innocent eyes and devilish curves. A Madonna that was meant to be admired but never touched. Until someone took that innocence from her. She left. The darkness in my heart was finally complete. I avenged her, I killed for her, but she never came back. Until I saw her again. An angel dancing around a pole for money. She didn’t know I owned that club. She didn’t know I was watching. This time I won’t let her escape. I will make her back into the girl I knew. Whether she likes it or not. Book 2 Judge and Jury I can’t stop watching her. I’m not even sure I want to. Taylor Lawson, blonde, beautiful, and totally oblivious to how much dangers she’s in. She’s also the one juror in my upcoming murder trial that hasn’t been bought. The one who can put me behind bars for a very long time. I know I should execute her. After all that’s what I do. I am the Judge. I eliminate threats to The Family. And Taylor is a threat. But I don’t want to kill her. Possessing her, making her love me seems like a much better plan for this particular Juror.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Before & Saints 1

Menara tiga bintang penuh sesak oleh pemuda. Hari ini adalah jadwal pertandingan antar pendekar yang diadakan setiap satu tahun sekali. 

Lanting Beruga baru saja mendatarkan dirinya, tapi langsung mendapatkan ejekan dan caci maki dari pendekar muda yang lain.

"Bagaimana kau mau bertarung, sementara tubuhmu memiliki perjuangan?"

"Berkacalah Lanting Beruga, pertandingan kali ini bukan hanya antara pemuda di desa kita saja, banyak peserta dari desa lain, bahkan katanya akan ada perwakilan dari sekte Pedang Perak!"

Sekte Pedang Perak adalah perguruan yang menguasai Kota Ranting Hijau. Mereka jarang menurunkan murid untuk mengikuti pertandingan antar pendekar muda, karena satu alasan. Mereka pasti menang.

Namun hadiah yang ditawarkan musim ini cukup menggiurkan, sebuah kitab yang mempelajari 3 dasar keinginan pedang.

Satu dasar keinginan pedang saja setara 1000 koin emas, uang yang begitu banyak, cukup untuk hidup 10 tahun tanpa bekerja.

"Kau hanya akan mempermalukan desa kita! Sadar dirilah!"

Mendapat cacian itu, Lanting Beruga hanya tersenyum ketir, kutipan teman-temannya tidak sepenuhnya salah. Tubuhnya memang cacat.

"Kembalilah ke gubuk reotmu!" salah satu pendekar muda lain mengadu, lalu tertawa kecil.

"Benar juga, merengeklah bersama orang tua bertangan buntung itu, hahaha!"

"Seno Geni, namamu saja membuat kami jijik!"

Mendengar kata-kata itu, Lanting Beruga berbalik arah, melayangkan kepalan tinjauan tepat ke wajah pemuda berambut ikal. Tidak ada orang yang menghina kakeknya.

Pukulan itu mendarat tepat di wajah, tapi selang beberapa saat kemudian, Lanting Beruga berteriak keras. Tubuh pemuda berambut ikal terasa begitu keras, dua jari tangan Lanting Beruga hampir saja patah.

"Lemah sekali!" ucap pemuda itu, lalu melayangkan kepalan yang membuat tubuh Lanting Beruga terlentang dengan darah keluar dari bagian hidungnya.

"Kau tidak mungkin menang, manusia cacat!" Lantas mereka semua pergi meninggalkan Lanting Beruga itu sendiri.

Menyeka darah yang dari lubang hidungnya, lalu berusaha berdiri dengan susah payah, Lanting Beruga akhirnya melangkah menuju jalan pulang.

Tidak jauh dari jalanan itu, berdiri seorang gadis berbibir tipis dengan pakaian hijau muda. Lila Sari.

Gadis itu merupakan sahabat kecil Lanting Beruga, tapi menjelang remaja, Lila Sari mulai menjauh dari pemuda itu.

Di era ini, tenaga dalam menguasai hampir seluruh dataran dunia. Bocah berusia 10 tahun saja sudah mulai memahami konsep energi tersebut, lalu bagaimana mungkin Lanting Beruga yang telah berusia 15 tahun tetap tidak mengerti.

Lila Sari tidak mungkin bersahabat dengan Lanting Beruga, pemuda itu tidak memiliki masa depan.

Lanting Beruga cukup sadar diri, jadi dia membuang muka dari Lila Sari, dan terus melangkah pulang.

"Lanting!" Serua wanita tua dari dalam gubuk reot, "apa yang terjadi dengan hidungmu!"

Wanita itu tak lain adalah neneknya sendiri, Wulandari. Si nenek yang begitu cerewet tapi sangat menyayanginya.

Buru-buru Wulandari mengambil pakaian usang dari dalam lipatan, menyeka darah yang tersisa di hidung Lanting Beruga.

Ah, Lanting Beruga sudah menyeka darah ini, dan semoga baik-baik saja agar neneknya tidak khawatir, tapi usaha ternyata gagal.

"Pemuda mana yang menghajar dirimu?!" ucap Wulandari, "aku akan memukul kepalanya, bahkan menghajar ke dua orang tuanya!"

"Nenek, jangan membuat malu diriku!" ucap Lanting Beruga, "ini hanya luka kecil, lagipula tidak ada yang mengalahkan diriku!"

Wulandari menyipitkan mata, cucu di selalukan memang selalu demikian, memperhatikan-pura kuat dan menahan udara ketika sakit.

Namun Wulandari pernah menjadi seorang pendekar, -tidak terlalu hebat seperti suaminya, tapi dia begitu paham mana luka karena pukulan atau luka biasa saja?

"Dimana kakek?" tanya Lanting Beruga.

"Kakekmu sedang mengurus domba," ucap Wulandari.

Lanting Beruga menemui kakeknya di belakang gubuk.

Seorang pria tua bertangan buntung sedang duduk di atas potongan kayu seraya menghitung puluhan domba yang ada di depan dirinya. 

Ini adalah padang rumput yang cukup luas.

Banyak orang yang ingin membeli padang rumput itu, tapi Seno Geni bersikukuh untuk tidak menjualnya.

Angin laut tanpa halangan bertiup kencang di padang rumput ini, bahkan akan terdengar suara ombak menderu menghantam cadas penghalang.

"Apa kau kehilangan domba lagi, Kakek?" Lanting Beruga, kehadirannya membuat Seno Geni terkejut bukan kepalang.

Butuh tiga tarikan nafas agar pak tua terlihat tenang, tapi setelah melihat wajah cucunya, Seno Geni tertawa kecil. "Aku menghitung domba-domba ini, tapi otakku mulai tumpul. Kadang kala kembali 20 kadang kala 25, eh kadang cuman 15!"

"Itu karena Kakek sudah rabun!" Lanting Beruga bergurau kecil.

Domba-domba ini bukan milik Seno Geni, ini hanya domba Pemimpin Desa yang diurus oleh Seno Geni. Dari upah pengurusan piaraan inilah, mereka bertiga bisa makan.

Tidak jauh dari mereka berdua, ada makam cukup besar. Nisan makam itu berbentuk seperti kuku yang dibuat dari batu.

Kata Seno Geni, itu adalah makam sahabatnya, Srigala hitam yang setia. Telah meninggal ketika usia Lanting Beruga baru menginjak umur dua tahun.

Di sebelah makam itu, ada pula makam yang terlihat begitu bersih, bunga-bunga merah kuning masih basah di atas permukaan tanah.

Itu adalah makam ibu Lanting Beruga, meninggal ketika melahirkan dirinya.

Benar-benar ironi sekali nasip ini, Seno Geni kehilangan sahabat dan menantunya dalam satu bulan bersamaan.

Lalu bulan berikutnya, putra semata wayang malah pergi entah kemana.

"Kakek, aku akan mengikuti pertandingan antar pendekar muda di menara tiga bintang, katanya hadiah yang didapatkan cukup besar, 3 dasar keinginan pedang!"

Mendengar hal itu, wajah Seno Geni menjadi tegang. Lanting Beruga tidak pernah bertarung sebelumnya, lalu bagaimana dia bisa mengikuti pertandingan itu?

Dari bayi merah, Lanting Beruga memiliki hampir semua yang bisa dikatakan sangat langka. Dia tidak bisa membangkitkan tenaga di dalamnya.

Ketika dunia ini didukung dengan Tenaga Dalam, pemuda ini malah tidak memilikinya sama sekali.

"Lanting!" seru lagi suara dari belakang mereka, "Aku tidak akan mengizinkan cucu kesayanganku mengikuti pertandingan itu!"

Seno Geni saja ingin berkata, tapi Wulandari memotong ucapannya. "Lanting, kau tahu dunia persilatan itu begitu keras, terluka, pukulan adalah hal yang wajar!"

"Nenek, bagaimana aku bisa tahu dunia persilatan begitu keras, sementara aku belum memiliki!" timpal Lanting Beruga.

"Aku tahu dunia persilatan seperti apa, Kakekmu yang dijuluki sebagai dewa pedang terbaik di eranya, kini menderita."

Wulandari percaya pendekar akansakan dihari tuannya. Seno Geni adalah contoh nyata. Dia dijuluki sebagai dewa pedang terbaik, pemiliki kekuatan dewa matahari, memiliki strategi perang yang mumpuni.

Tapi sekarang, lihatlah! menghitung domba saja Seno Geni sudah tidak bisa.

Jadi sudah keputusan Wulandari, bahwa Lanting Beruga tidak akan terjun ke dunia persilatan. dia cacat.

"Tapi Nenek aku ingin menjadi Dewa Pedang-"

"Omong kosong! Jangan membantah Nenek! atau kau lebih baik pergi-"

Lanting Beruga tidak perlu mendengar lagi apa yang akan diucapkan Neneknya, dia segera berdiri dan pergi begitu saja.

Di sisi lain, Wulandari langsung menutup mulutnya. Dia memang suka marah, tapi kali ini sedikit kelewatan.

"Istriku!" Seno Geni menepuk pelan pundak Wulandari, "sepertinya kau terlalu berlebihan kepada cucu kita, kau ingin mengusir dirinya? bagaiman jika dia benar-benar pergi?"

Mendengar hal itu, Wulandari benar-benar terperanjat, dia tidak sadar dengan ucapannya. ketika mengungkapkan Lanting Beruga, sesuatu dari langit telah berdiri di hadapan pemuda itu.

"Lanting larilah!" teriak Seno Geni.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

ความคิดเห็นเพิ่มเติม

Loyce Mtonga
Loyce Mtonga
this author has just stopped writing this book just like that? it's a shame really...the story is so good.
2026-02-04 05:07:47
0
0
EvieLuxe
EvieLuxe
How can you even write this.... it's Soo good. you are definitely one of my favorite mafia authors now...
2025-08-08 18:41:16
3
0
Becky Evans
Becky Evans
Emma Mountford you have become one of my favorite authors. I love Mafia stories. Can't wait to start this series.
2025-06-10 11:14:05
1
0
Drishti Gupta
Drishti Gupta
when will be the update
2025-05-04 17:34:44
1
0
nandini2u
nandini2u
oops that was a let down... i had hoped that the 3rd story would also have an ending but it seems we the readers have been left hanging... hope the dear author will come around and finish it off soon...
2026-05-28 11:40:18
0
0
74
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status