Beranda / Mafia / The Mafia's Deceptive Bride / BAB 11 - DEBU DAN KEPUTUSAN CEPAT

Share

BAB 11 - DEBU DAN KEPUTUSAN CEPAT

Penulis: Shiva Jodi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-26 22:33:07

Alana terhuyung maju. Kakinya menemukan pijakan samar di antara puing-puing lempengan beton yang merangkak miring, bagian dari balkon luar yang baru saja diledakkan lima meter dari tempatnya berpijak. Debu batu kapur pedih menyergap paru-paru dan mata, menghapus pandangan, namun ia harus menahan batuk.

"Mereka di atap timur," jerit suara terdistorsi melalui radio Atlas yang terjepit di saku seragam tidurnya yang kini compang-camping.

“Tutup mulut, Rio!” Alana balas membentak melalui mikrofon, suara sirkuitnya diputus-sambung oleh guncangan yang konstan. Ini bukan hanya tembakan—ini adalah gempuran artileri kecil yang menargetkan titik evakuasi yang didesain Atlas untuknya. Julian tahu rutenya. Tidak, Agra yang tahu. Tapi bagaimana?

Kepalanya berdenyut, bukan karena kaget, tetapi karena ketakutan yang dingin. Ini nyata. Bangunan megah yang ia nikahi dan tinggali beberapa bulan terakhir kini menjadi pemandangan neraka; fasad batu hancur seperti gigi patah. Ia berjarak sepuluh meter dari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
maraka
musuh atau teman ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 38 - Proyek Monumen

    Sejumlah alat berat mengerang di latar belakang, merobek sisa-sisa reruntuhan bekas benteng utama Bogor. Debu dari bebatuan yang dihancurkan bercampur dengan kabut pagi yang lembap. Alana berdiri di area yang dulunya merupakan sayap timur perpustakaan Atlas, kini ditandai dengan kerangka baja baru yang mengkilap dan garis-garis modern. Enam minggu telah berlalu sejak serangan Collective yang terselubung dan konfrontasi sengit Alana dengan Matriark di pelabuhan; Matriark menarik pasukannya di detik-detik terakhir sebelum Collective bisa menjamin Alana tewas, membeli keamanan Seroja. Nomar Baru selamat, namun nyaris. Selama enam minggu itu, Alana mengubur setiap sentimeter penderitaan yang ia alami, menuangkannya ke dalam konstruksi baru yang megah. Dia mengenakan sepatu bot baja dan topi keras dengan lambang Nomar, memancarkan aura Komandan Lapangan yang teliti, jauh dari citra artis yang rapuh. “Aku sudah memperingatkanmu, Alana,” desis Atlas Varma, berdiri di sampingnya dengan jas m

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 37 - Senjata Kelemahan

    “RISA!” raung Alana, amarah akibat pengkhianatan dan teror itu pecah dalam kendaraan anti-balistik, saat mereka melaju dari Jakarta Pusat menuju Koperasi Laut Selatan--pusat operasi kotor Agra yang kini diincar Collective. Atlas, yang mencengkeram Datapad itu, hampir melumpuhkan jarinya karena ketegangan. “Risa? Nenekku menanam Risa ke dalam jaringan kita sejak kapan? Sialan! Ini berarti seluruh skema Nomar Baru kita—uang yang kita gerakkan, dokumen yang kita bakar—diketahui Matriark!” “Dia pandai sekali pura-pura taat dan setia,” kata Alana, nafasnya sesak. Mata tajamnya menatap ke spion, yang memperlihatkan mobil-mobil Syndicate mengekori mereka. “Matriark membiarkan kita berkuasa. Dia membiarkan kita bergerak, meyakinkan Agra kita berbahaya, dan Matriark mengumpulkan intel tentang strategi Cleaner-ku melalui Risa. Itu sebabnya dia menawari aku janji kemitraan domestik.” “Danu pasti tahu!” tukas Atlas, memutar Datapad. “Ayahmu selalu tahu, atau dia paranoid dan telah memasang p

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 36 - Negosiasi Darah Dingin

    Alana Nareswari melangkah keluar dari mobil, wajahnya sedingin baja, kakinya menginjak genangan air kotor, ia siap berhadapan langsung dengan Pemilik Sindikat Asia. “Justru aku akan menggunakan kartu liar terakhirku, Nomar.” Ia berjalan, mengenakan pantsuit couture Varma yang baru. Berbeda dari gaya Varma sebelumnya, pakaiannya sekarang dipotong dengan presisi fungsional yang memungkinkan pergerakan bebas. Suasana di depan Four Seasons Jakarta terasa ganjil, dipenuhi suara sirene samar dari lalu lintas yang jauh dan keheningan brutal yang dipancarkan oleh tiga mobil van hitam. Semua bayangan tersaring; tidak ada pejalan kaki yang lewat. Atlas menyentuh pergelangan tangannya. "Sialan, Alana! Mereka sudah punya perwakilan di Jakarta! Kita belum punya kontak intel lokal. Aku bisa menemani kamu dengan identitas Risa yang kita tangani—” “Aku pergi sendiri. Sebagai Nyonya Varma, pewaris Danu Nareswari yang tak terbantahkan.” Alana menyentakkan tangannya. Matanya berkilat, dingin seperti

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 35 - Mengais Sisa Perang

    “Apa rencanamu!” tanya Atlas. Panik karena kehilangan besar.Alana mengangguk dingin, air matanya (atau mungkin hanya tetesan bius Dasa) mengering di sudut matanya, meninggalkan jejak kekejaman di kulitnya. Mobil Vantage anti-balistik yang mereka gunakan bergetar di tengah pelarian mendesak itu, menembus kabut lembap dari Bogor ke Jakarta. Mereka memegang semua data Varma lama, dan tidak memiliki satupun uang tunai yang bersih untuk memulai ulang, tetapi Atlas tahu ancaman terbesar adalah yang diculik Seroja.“Aku butuh peta keuangan Kolektif sekarang. Kita tidak melawan faksi domestik lagi, Nomar,” kata Alana, memutar tangannya di sekitar kepala Atlas. Matanya berkilauan dalam pantulan lampu jalan yang basah. Dia memaksakan kedekatan fisik saat strategis. “Aku harus mendapatkan aset Agra Varma sebesar USD 87 juta di Koperasi Laut Selatan sebelum Collective merebutnya. Mereka sudah tahu aset Agra itu penting bagi Nomar Baru.”“Mengambil aset Agra saat Collective mencurinya di markas A

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 34 - Abu dan Singgasana

    “Sesuai aturanku,” kata Alana, tangannya melingkar kuat di belakang leher Atlas, memastikan suaminya tunduk, saat Matriark Varma tanpa diduga mengaktifkan darurat ‘Fire-Exit’ di gedung mereka, memaksa Alana menyadari Matriark sedang memposisikan dirinya di atas reruntuhan yang baru mereka ciptakan.Alana tersentak. Alarm Fire-Exit itu bukan ancaman ledakan; itu kode darurat keamanan tertinggi, yang menandakan bahwa ruang itu harus dibersihkan, didukung oleh Matriark. Itu perintah politik, bukan militer. Mereka disuruh bergerak. Lagi-lagi. Seolah Alana dan Atlas hanyalah bidak catur yang diizinkan untuk membersihkan Dewan, tetapi tidak diizinkan untuk berdiam di singgasananya terlalu lama.“Kita diusir dari zona abu kita, Nareswari.” Atlas memiringkan kepala, meskipun matanya dipenuhi gairah setelah ciuman penguasaan itu, naluri pengawalnya sudah bereaksi. “Kita berhasil mengamankan Seroja dan melumpuhkan Ayah, tapi kita tidak diperbolehkan tinggal. Itu kehendak Matriark. Matriark sela

  • The Mafia's Deceptive Bride   Bab 33 - Kursi yang Dikosongkan

    Alana mengawasi asap yang mengepul perlahan dari sudut balkon yang retak di Safe House Menteng. Satu minggu. Tujuh hari sejak ia berdiri berlumuran darah di Perpustakaan Arsip Agra Varma, berdarah dari tikaman pisau dan kepanikan Atlas mengetahui Seroja diculik. Api telah dipadamkan, bau mesiu telah menghilang, dan tukang bersih profesional sudah membersihkan sisa-sisa peluru Varma lama.Ruangan itu sekarang dihiasi karpet beludru abu-abu, meredam suara, membuat keadaan menjadi sepi dan waspada. Seminggu telah berlalu sejak perang Varma antara saudara. Julian diserahkan, identitasnya dienkripsi dan diamankan dalam kekuasaan Matriark Varma. Varma yang tidak kompeten dan mentalnya pun hancur. Agra? Hilang. Ia melarikan diri dari Jakarta, menjadi hantu tanpa dana, dikejar Matriark dan Jaringan Mafia Internasional. Mereka terkejut karena Pembongkaran BAP yang dilalukan oleh Alana. Tim Collective yang menculik Seroja kini memiliki kekuatan negosiasi, tetapi belum menang. Sedangkan Alana be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status