LOGINDemi apa pun, rasanya Svanna ingin menghindari pelbagai kemungkinan yang sedang menunggu kewarasan Nightroe hilang, maka pria itu tak akan segan – segan mengambil tindakan buruk.
Hanya tidak tahu kapan. Dokter yang membalut luka suaminya dengan perban, baru saja berpamitan pergi. Meninggalkan mereka berdua di sini; tertahan diliputi pelbagai kecanggungan menggantung. Svanna tak sanggup mentolerir saat – saat di mana Nightroe sama sekali tidak meninggalkan perhatian darinya.Setelah berpamitan pulang kepada ayahnya, Svanna mengambil langkah secara tentatif melewati lorong yang pernah membawa dia pada suatu informasi serius, meski itu adalah gambaran paling menyakitkan. Kamar rawat di sana .... Svanna menelan ludah kasar saat jarak tempuhnya sudah semakin dekat. Berharap tidak memberanikan diri sekadar terus melanjutkan, tetapi rasa ingin tahu terkadang bertindak dengan kurang ajar. Tidak dimungkiri bahwa ada keabsahan yang memberinya lebih banyak gambaran dan tingkat rasa penasaran yang membludak. Entahlah, Svanna merasa dia tidak baik – baik saja jika tidak melihat langsung sesuatu—mungkin sedang Nightroe lakukan di dalam sana, meski dia tahu risiko seperti apa yang akan diterima, jika pria itu mengetahui sikap lancangnya. Sekarang atau tidak pernah. Svanna menelan ludah kasar. Menegakkan tubuh sembari memastikan bahwa dia ternyata akan lebih siap menghadapi apa pun nanti. Mungkin hanya perlu tidak memberi Nightroe petunjuk b
“Yang kudengar dia adalah donatur untuk rumah sakit besar ini. Jadi, kupikir itu sudah menjadi kewajibannya ada di sini.” Ayahnya masih diliputi pemikiran positif tentang pria itu. Andai saja Svanna tidak pernah tahu tentang keberadaan Yohanna di rumah sakit yang sama, mungkin dia juga akan dicecoki gambaran serupa; menyanjung betapa besar empati Nightroe terhadap orang – orang di sekitar. Hal tersebut jelas adalah sesuatu yang salah. Ada niat terselubung dan semua masih menjadi motivasi rahasia bagi mereka yang hijau. Yohanna adalah alasan terbesar, mengapa Nightroe sering berkeliaran di sekitar ayahnya .... “Apa kau melihatnya selama tiga hari di sini, Papa?” Svanna tidak akan menahan diri lebih lama. Lagi—cukup dengan anggukan samar dari Heldfan, dia dapat merasakan betapa ledakan itu begitu hebat. Ledakan yang membuat banyak perpecahan dan dia masih harus memungut satu demi satu untuk menyatukan kembali sesuatu yang nyaris menyerupai rusak. “Nightroe tida
Laut Mediterania sering kali menjadi objek penantian di benak Svanna. Tenang; permukaan yang berkilau di bawah siraman cahaya matahari; dan bagian paling mengesankan adalah sapuan angin—terasa menampar wajah merupakan gambaran paling berharga—membuat dia merasa lebih betah, walau tidak dapat mengabaikan satu prospek yang mendesak dirinya supaya mempertanyakan keberadaan seseorang. Nightroe tidak pulang selama tiga hari sejak kali terakhir pria itu hampir kelepasan. Dia tidak begitu mengerti. Mungkin kata – katanya telah melukai harga diri seseorang, yang membuat mereka saling membebaskan kekacauan paling fatal. Kenangan buruk di masa lalu tidak akan pernah bisa berubah. Maksudnya, tidak akan pernah membawa mereka pada keadaan baik – baik saja. Semua telanjur. Tembok telah menjulang tinggi. Tidak akan pernah ada tempat untuk memperbaiki situasi terburuk di antara mereka. Svanna tak bisa membayangkan bagaimana dia sanggup bertahan ... memikirkan beberapa rumpang yang meng
“Apa yang membuatmu sampai berpikir aku mengatakan kebohongan?” Svanna berbalik tanya. Cukup yakin ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang merompak kebenaran di antara mereka dan tampaknya informasi di puncak kepala Nightroe diseludipi oleh kebohongan ganjil. “Apa yang kau harapkan? Kau berpikir ada sesuatu yang salah dari pernyataanku? Empat tahun lalu aku melihat sendiri warna aslimu. Jangan bersikap seperti gadis polos. Kau bukan lagi Johansson yang kukenal pertama kali.” Seolah pria itu bisa memahami apa yang sedang dia pikirkan. Apakah sekarang Svanna bisa menyebut tentang adanya kesalahan berpikir? Nightroe seperti baru saja mengungkapkan satu hal yang selama ini pria itu pendam. “Terserah, Nightroe. Aku tidak merasa wajib meyakinkan pandanganmu. Hakmu jika memang itu yang kau percayakan. Aku sudah kedinginan. Bisakah kau menyingkir sebentar?” Percuma. Ya, semua hanya akan menjadi sia – sia andai dia masih berupaya memberi pria itu pengetahuan serius. Nigh
“Apa yang kau lakukan, Orlando!” Svanna yakin suaranya terdengar tidak main – main, tetapi reaksi Orlando menunjukkan informasi sebaliknya, seolah pria itu tidak terpengaruh apa pun. Malah, diselingi tawa kecil, yang membuat dia secara naluriah mengusap wajah dengan kasar hingga menyugar rambut ke belakang. “Kau tahu tindakanmu semalam sudah cukup membuatku berada dalam masalah besar. Nightroe akan sangat marah jika dia melihatku seperti ini." Semua gambaran di benak Svanna terjun bebas ke dalam jurang saat dia menyadari bahwa pakaian-nya; dress tipis yang dia ambil semalam dan kenakan; benar – benar basah merekat, bahkan memperlihatkan dalaman kontras—dan mungkin akan meninggalkan banyak pemikiran kotor kepada semua orang. Kepada Orlando yang saat ini menatap dengan kilatan menerawang, lalu berkata, “Kau terlalu serius seperti suami bajinganmu.” Itu tidak sepenuhnya benar.Dulu Nightroe tidak terlihat sedingin, kaku, dan terlalu serius seperti saat ini. Sam
Untuk terakhir kali, senyum Nightroe terlihat lebar. Mula – mula semua agenda tergambarkan melalui cara pria itu menerima coretan canva—mereka bahkan masih membicarakan beberapa hal kecil; seperti ketika Svanna memperhatikan ke mana Nightroe akan menyimpan lukisan tersebut. Pria itu kembali mengedikkan bahu. Tampak akan mengatakan sesuatu. Namun, secara tentatif semua menjadi samar. Semua perlahan – lahan menghilang. Svanna mengerjap. Dapat dipastikan dia masih mengingat setiap detil jawaban Nightroe. “Akan kusimpan ke mana saja, asal setiap kali aku melihat coretan gambar wajahmu ... aku selalu jatuh cinta.” Sayangnya, detik ini cinta itu sudah hilang terhapuskan. Siraman cahaya lampu segera mendorong Svanna untuk merangkak ke permukaan. Dia perlu berulang kali mempelajari situasi terakhir di sekitar. Bayangan dari ketakutan di benaknya seperti meninggalkan sedikit sisi traumatis sekadar membayangkan bahwa sekarang sudah berada di suatu tempat—cukup tidak as
“Bakar semua barang yang dia bawa ke tempat ini. Pastikan tidak ada satu pun yang tersisa.” No .... Secara naluriah alarm peringatan dalam diri Svanna memberontak hebat. Nightroe tidak bisa mengambil keputusan seperti itu. Mereka tidak bisa membumi-hanguskan segala sesuatu yang menjad
Konyol membayangkan harus membawa makanan terbuang yang dipungut dari bak sampah di kamar Nightroe, lalu memasukkannya ke dalam plastik untuk dipindahkan ke tempat lebih layak—agar tidak menimbulkan kekacauan jika pria itu sampai mengetahui kebenaran di antara mereka. Svanna tak ingin memb
Suara percikan air menggema lantang sampai ke seluruh isi kamar. Meninggalkan banyak pertanyaan di benak Svanna. Dia tahu bentuk kejatuhan seperti apa di luar sana dan sedikit memahami bahwa tepat di bawah jendela dari ruang yang dia tempati, terdapat sebentuk kolam besar. Pernah ada keingi
“Bukankah tadi aku langsung memintamu pulang?” Kali pertama suara Nightroe bicara kepadanya, Svanna merasakan sesuatu yang bertumpu bertingkat – tingkat di sekujur saraf. Sulit sekadar melakukan satu tindakan. Sulit menghindari bagaimana pria itu mencoba sekadar melenyapkan sisa ketenangan







