LOGIN“Kau sudah dapat kabar tentang Nightroe?”
Hanya Alina yang setidaknya bisa Svanna harapkan sekadar diam – diam mengumpulkan informasi, karena wanita itu cukup dekat—sebagai teman, dengan Alex—supir pribadi, yang biasa bersama Nightroe.Lagi pula, sejak Nightroe melangkah keluar dari mansion, Svanna tidak dapat menemukan apa pun. Dia menyerah dan akhirnya terdampar di sini. Menunggu saat – saat Alina menoleh ke arahnya, lalu tersenyum dan berkata, “Saya tidak mendapat banyak informasi,“Ms, Anda yakin akan melakukan ini?”Berulang kali, pertanyaan yang sama selalu keluar dari mulut Alina. Wanita itu tampak begitu takut sambil memperhatikan suasana hening di sekitar dapur. Svanna mengerti tentang kekhawatiran yang sangat mendesak. Adalah risiko besar saat mereka memilih tidak mengindahkan perintah Nightroe. Pria itu mungkin akan melakukan hal gila yang tak pernah mereka bayangkan.Namun, Svanna akan menghadapi apa pun sebagai bentuk dasar keberanian. Dia tidak bisa membiarkan ayahnya mati kelaparan. Sejak semalam, Nightroe tidak mengizinkan siapa pun pergi ke ruang bawah tanah sekadar membawakan sesuatu—atau setidaknya segelas air untuk diminum.Ya, Svanna harap tekadnya dapat—tak apa - apa sedikit membuahkan hasil. Karena dia akan lebih menyesal jika tidak mencobanya sekali.“Kau tenanglah. Semua akan baik – baik saja,” ucap Svanna setelah semua makanan, buah, berikut beberapa botol minum sudah disajikan teratur di atas nampan. Dia tersenyum kepada
“Kau sudah dapat kabar tentang Nightroe?”Hanya Alina yang setidaknya bisa Svanna harapkan sekadar diam – diam mengumpulkan informasi, karena wanita itu cukup dekat—sebagai teman, dengan Alex—supir pribadi, yang biasa bersama Nightroe.Lagi pula, sejak Nightroe melangkah keluar dari mansion, Svanna tidak dapat menemukan apa pun. Dia menyerah dan akhirnya terdampar di sini. Menunggu saat – saat Alina menoleh ke arahnya, lalu tersenyum dan berkata, “Saya tidak mendapat banyak informasi, Ms. Tapi yang saya tahu, Tuan Nightroe akan segera kembali.”Suatu kebetulan ketika Svanna mendeteksi bunyi suara mesin dari luar. Mereka memang sedang berada di ruang tamu. Dia segera mengintip. Sedikit terkejut saat melihat sendiri bagaimana bawahan Nightroe memaksa Heldfan keluar dari mobil, kemudian menyeret pria paruh baya itu masuk lewat pintu utama, seolah ayahnya tertangkap basah melakukan kejahatan. Svanna tidak bisa membiarkan hal tersebut terus terjadi. Langsung menyusul dan
"Don, kami mendapatkan informasi bahwa jet pribadi yang ditumpangi Tuan besar saat akan kembali ke Italia mengalami kecelakaan.” Itu semacam berita buruk yang menjebakknya ke dalam suatu ruang kecil, kemudian ledakan bom membuat keadaan menjadi runyam. Svanna terlalu takut mendengar berita tersebut. Tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya menerobos masuk ke ruang kerja Nightroe. Tidak ada keinginan untuk menguping. Dia hanya ... kebetulan menelusuri sudut – sudut di mansion ini dan tidak sengaja melewati ruang dengan pelbagai batasan serius untuknya. Namun, mendengar kabar buruk tentang keselamatan Russol Sullivan maupun Heldfan ... semua menjadi sesuatu yang sulit dimengerti. Svanna tidak lagi peduli tentang aturan; juga tidak terlalu memikirkan saat Nightroe tampak terkejut mendapati keberadaannya, karena pria itu sendiri belum sempat menanggapi apa pun yang dikatakan Dorotheus. “Apa yang terjadi?” Kali ini Svanna memborong semua pertanyaan untuk memb
“Belum, Tuan. Saya belum bisa menemukannya. Kalung itu tidak ada di mana pun di mansion ini. Jika memang ada, saat kami memindahkan semua perlengkapan Anda dan Mrs. Sullivan. Kami mungkin sudah menemukannya.” Langkah Svanna tertahan; setidaknya dia perlu bersembunyi ketika sayup – sayup mendengar percakapan Nightroe dan Alina. Masih tentang kalung yang sama. Dia menelan ludah tanpa sadar. Antara takut jika sewaktu – waktu Nightroe menemukan keberadaan kalung itu dan akan melayangkan pelbagai macam tuduhan tidak benar. Namun, satu hal perlu dia ketahui ....Mengapa Nightroe begitu peduli? Apa yang spesial dari kalungnya? Adakah sesuatu di baliknya? Svanna tidak ingat bahwa dia pernah terlibat ke dalam kenangan isimewa bersama Nightroe tentang kalung itu.Tentu, tidak akan pernah ada jawaban, jika tidak beruaha mencari tahu langsung. Masalahnya, Svanna masih bingung harus memulai dari mana. Diam – diam, dia kembali mengintip. Merasa lega saat mendapati Nigh
“Sudah tiga hari. Aku tidak melihat Nightroe ada di mana pun dan terakhir yang kutahu ... kau membuatnya kesal dan meninggalkan mansion.”Lagi. Svanna harus menghentikan kegiatannya saat Yohana mengatakan sesuatu mengenai Nightroe. Wanita itu benar. Sejak kejadian di kolam—Nightroe pergi tanpa meninggalkan petunjuk apa pun.Namun, sebagai seseorang yang sudah terbiasa dengan pola seperti itu, Svanna berusaha terlihat tidak terpengaruh. Meski keberadaan Yohana di sini benar – benar menjadi masalah besar. Wanita tersebut sudah tidak lagi membutuhkan kursi roda. Terapi rutin selama beberapa hari setidaknya memberi efek menjanjikan.“Itu sudah kebiasaannya meninggalkan rumah berhari – hari. Tidak perlu khawatir. Lagi pula, bukan urusanmu apakah Nightroe akan pulang atau tidak. Kau tidak berhak mencampuri apa pun,” ucap Svanna seraya menaruh perhatian secara serius pada bunga – bunga yang baru mekar. Mereka indah. Andai saja dia bisa menanam lily di sini—mungkin tamannya
“Sepertinya kau merasa sangat puas sudah menjauhkan Nightroe dariku.”Jujur, Svanna ingin tenang di dapur setelah Nightroe membuatnya terkurung nyaris dua jam di dalam kamar. Bukan malah suasana seperti ini yang mendadak meninggalkan sensasi menyedihkan di benaknya. Dia sempat menarik napas dalam – dalam; mengembuskan secara kasar, lalu meletakkan pisau yang digunakan untuk memotong buah.“Itu tuduhan serius,” ucap Svanna sambil berbalik badan menghadap Yohana. Wanita itu masih di kursi roda. Setidaknya dia harus menunduk dan secara naluriah mengangkat sebelah alis tinggi setelah menemukan sesuatu yang tidak bisa.Sepertinya Yohana menangis cukup lama, sehingga meninggalkan jejak sangat jelas di mata itu. Sungguh, Svanna tidak tahu efeknya akan sangat berlebihan. Dia hanya ingin mempertahankan apa yang seharusnya dia miliki. Bukan hanya tentang Nightroe, tetapi apa yang sebaiknya seorang istri lakukan. Mengingatkan wanita lain tentang posisi mereka.“Masih tidak mau
Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara
Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang
Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan
“Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg







