로그인“Belum, Tuan. Saya belum bisa menemukannya. Kalung itu tidak ada di mana pun di mansion ini. Jika memang ada, saat kami memindahkan semua perlengkapan Anda dan Mrs. Sullivan. Kami mungkin sudah menemukannya.”
Langkah Svanna tertahan; setidaknya dia perlu bersembunyi ketika sayup – sayup mendengar percakapan Nightroe dan Alina.Masih tentang kalung yang sama. Dia menelan ludah tanpa sadar. Antara takut jika sewaktu – waktu Nightroe menemukan keberadaan kalung itu dan akan melayangkan"Don, kami mendapatkan informasi bahwa jet pribadi yang ditumpangi Tuan besar saat akan kembali ke Italia mengalami kecelakaan.” Itu semacam berita buruk yang menjebakknya ke dalam suatu ruang kecil, kemudian ledakan bom membuat keadaan menjadi runyam. Svanna terlalu takut mendengar berita tersebut. Tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya menerobos masuk ke ruang kerja Nightroe. Tidak ada keinginan untuk menguping. Dia hanya ... kebetulan menelusuri sudut – sudut di mansion ini dan tidak sengaja melewati ruang dengan pelbagai batasan serius untuknya. Namun, mendengar kabar buruk tentang keselamatan Russol Sullivan maupun Heldfan ... semua menjadi sesuatu yang sulit dimengerti. Svanna tidak lagi peduli tentang aturan; juga tidak terlalu memikirkan saat Nightroe tampak terkejut mendapati keberadaannya, karena pria itu sendiri belum sempat menanggapi apa pun yang dikatakan Dorotheus. “Apa yang terjadi?” Kali ini Svanna memborong semua pertanyaan untuk memb
“Belum, Tuan. Saya belum bisa menemukannya. Kalung itu tidak ada di mana pun di mansion ini. Jika memang ada, saat kami memindahkan semua perlengkapan Anda dan Mrs. Sullivan. Kami mungkin sudah menemukannya.” Langkah Svanna tertahan; setidaknya dia perlu bersembunyi ketika sayup – sayup mendengar percakapan Nightroe dan Alina. Masih tentang kalung yang sama. Dia menelan ludah tanpa sadar. Antara takut jika sewaktu – waktu Nightroe menemukan keberadaan kalung itu dan akan melayangkan pelbagai macam tuduhan tidak benar. Namun, satu hal perlu dia ketahui ....Mengapa Nightroe begitu peduli? Apa yang spesial dari kalungnya? Adakah sesuatu di baliknya? Svanna tidak ingat bahwa dia pernah terlibat ke dalam kenangan isimewa bersama Nightroe tentang kalung itu.Tentu, tidak akan pernah ada jawaban, jika tidak beruaha mencari tahu langsung. Masalahnya, Svanna masih bingung harus memulai dari mana. Diam – diam, dia kembali mengintip. Merasa lega saat mendapati Nigh
“Sudah tiga hari. Aku tidak melihat Nightroe ada di mana pun dan terakhir yang kutahu ... kau membuatnya kesal dan meninggalkan mansion.”Lagi. Svanna harus menghentikan kegiatannya saat Yohana mengatakan sesuatu mengenai Nightroe. Wanita itu benar. Sejak kejadian di kolam—Nightroe pergi tanpa meninggalkan petunjuk apa pun.Namun, sebagai seseorang yang sudah terbiasa dengan pola seperti itu, Svanna berusaha terlihat tidak terpengaruh. Meski keberadaan Yohana di sini benar – benar menjadi masalah besar. Wanita tersebut sudah tidak lagi membutuhkan kursi roda. Terapi rutin selama beberapa hari setidaknya memberi efek menjanjikan.“Itu sudah kebiasaannya meninggalkan rumah berhari – hari. Tidak perlu khawatir. Lagi pula, bukan urusanmu apakah Nightroe akan pulang atau tidak. Kau tidak berhak mencampuri apa pun,” ucap Svanna seraya menaruh perhatian secara serius pada bunga – bunga yang baru mekar. Mereka indah. Andai saja dia bisa menanam lily di sini—mungkin tamannya
“Sepertinya kau merasa sangat puas sudah menjauhkan Nightroe dariku.”Jujur, Svanna ingin tenang di dapur setelah Nightroe membuatnya terkurung nyaris dua jam di dalam kamar. Bukan malah suasana seperti ini yang mendadak meninggalkan sensasi menyedihkan di benaknya. Dia sempat menarik napas dalam – dalam; mengembuskan secara kasar, lalu meletakkan pisau yang digunakan untuk memotong buah.“Itu tuduhan serius,” ucap Svanna sambil berbalik badan menghadap Yohana. Wanita itu masih di kursi roda. Setidaknya dia harus menunduk dan secara naluriah mengangkat sebelah alis tinggi setelah menemukan sesuatu yang tidak bisa.Sepertinya Yohana menangis cukup lama, sehingga meninggalkan jejak sangat jelas di mata itu. Sungguh, Svanna tidak tahu efeknya akan sangat berlebihan. Dia hanya ingin mempertahankan apa yang seharusnya dia miliki. Bukan hanya tentang Nightroe, tetapi apa yang sebaiknya seorang istri lakukan. Mengingatkan wanita lain tentang posisi mereka.“Masih tidak mau
“Nightroe.”Sampai suara Yohana mengubah sebagian momen. Pria itu nyaris menoleh, tetapi ... Svanna lebih tahu untuk melakukan ini. Menarik wajah suaminya dan merenggut bibir Nightroe. Merasakan bahwa kemarahan masih berdiam di sana, meski semua menjadi runtuh ketika perhatian pria itu teralihkan; membalas setiap sentuhan bibir mereka dengan merampas lebih kasar.Dia hampir kehabisan napas andai saja tidak memberi Nightroe petunjuk. Namun, pria itu terlalu rakus untuk membiarkan waktu berjalan lama. Svanna kembali kewalahan menghadapi lumatan demi lumatan yang penuh dengan tuntutan.“Nightroe.”Mereka hanya berhenti ketika suara Yohana kembali muncul ke permukaan. Ada perasaan tidak rela jika Nightroe akan memperhatikan wanita itu lagi. Sayangnya Svanna tidak berusaha mengatakan apa pun; cukup gengsi menunjukkan langsung kepada Nightroe bahwa keberadaan Yohana sebenarnya sangat mengganggu.“Dokter terapimu akan segera datang. Kau tidak seharusnya meminta bantuank
Lagi. Rencana serupa dari Yohana—dengan sengaja meminta Elisabeth menyampaikan pesan bahwa wanita itu ingin bertemu Nightroe merupakan sesuatu yang membuat Svanna merasa benar – benar terganggu.Dia melihat sendiri bagaimana Nightroe masih cukup kelelahan setelah semalam pamit untuk melakukan pekerjaan pribadi. Svanna tidak tahu persis pekerjaan pribadi yang Nightroe maksud, tetapi dia tidak bisa menahan pria itu; karena suaminya dapat dipastikan akan meminta waktu tambahan agar mereka bisa melakukan kegiatan seks lebih lama.Jadi, dia hanya diam menyaksikan Nightroe menyiapkan semua kebutuhan; salah satunya ... pisau yang sempat pria itu asah di kamar ini—secara harfiah Svanna harus menyebut kamar mereka.Dia cukup yakin Nightroe kembali begitu larut saat tidak sengaja terbangun karena pria itu tanpa sadar meninggalkan suara sayup. Walau memang ... dia memutuskan kembali tidur, seolah tidak terjadi apa pun. Sampai di sini ....Svanna sedang dihadapkan pada situ
Situasi tampak mengejutkan ketika Svanna harus tersentak bangun dan mendapati dirinya sudah tidak lagi berhadapan dengan lantai kamar yang dingin, tetapi ini bukan tempat tidur. Aneh. Siapa yang memindahkannya ke atas sofa? Masih di kamar yang sama. Wajah Svanna mengedar ke pelbagai arah. Ranjang
Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara
Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan
“Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar







