共有

67.

last update 公開日: 2026-08-09 20:06:09

Julian memandanginya dengan pandangan yang hening, tajam dan tanpa emosi. Tak ada satu patah kata yang terucap. Pria itu bahkan tidak menawarkan tumpangan, atau juga menyapa. Hanya tatapan mata kelamnya yang mengunci manik mata Renata selama beberapa detik yang terasa menyiksa.

Sebelum Renata sempat merespon, Julian menaikkan kembali kaca jendelanya dan menekan pedal gas. Mobil maybach itu melesat cepat, meninggalkan genangan air yang terpercik ke arah trotoar.

"Apa? Dia pergi begitu saja?
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   68.

    "Oh, tidak! Dia datang?" Renata yang panik langsung membalik tubuhnya membelakangi pintu. Ia tak jadi memutar gagang pintu, namun sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya dari nomor tak dikenal: >> Jangan buka pintunya, Renata. Pria di depan pintumu itu bukan mencari ibunya untuk diselamatkan ... tapi untuk memastikan rahasia pembunuhan lima tahun lalu tidak pernah terbongkar

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   67.

    Julian memandanginya dengan pandangan yang hening, tajam dan tanpa emosi. Tak ada satu patah kata yang terucap. Pria itu bahkan tidak menawarkan tumpangan, atau juga menyapa. Hanya tatapan mata kelamnya yang mengunci manik mata Renata selama beberapa detik yang terasa menyiksa. Sebelum Renata sempat merespon, Julian menaikkan kembali kaca jendelanya dan menekan pedal gas. Mobil maybach itu melesat cepat, meninggalkan genangan air yang terpercik ke arah trotoar. "Apa? Dia pergi begitu saja?" Renata menggeram pelan, kejengkelan membakar dadanya saat melihat lampu di belakang mobil itu menghilang di balik tikungan. Dua tangannya terangkat ke udara sambil menggeleng. 'Sudah kuduga. Es batu memang dingin!' batinnya sengit. Namun sedetik kemudian, rasa sesak yang familiar kembali menyenggol dadanya. Renata sadar, kejengkelan itu sebenarnya bersumber dari kekecewaannya sendiri. Renata memang berharap tadinya Julian menawarkan tumpangan di saat dia sulit mendapatkan taksi. Kalau s

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   66.

    Nyonya Cleda nyengir. Tapi senyum itu tampak tak bahagia, justru membuat Renata merinding."Julian sering cerita soal kamu.""Julian?" Renata tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Maksudmu Julian cooper atau Julian yang mana?""Itu... Yang memakai nama belakang, Cooper. Sebelum mereka---" Nyonya Cleda berhenti. Matanya liar ke arah pintu, dia seperti was-was.Mata Renata membulat seperti kelereng. Jantungnya berdetak sangat kencang saat Nyonya Cleda menyebutkan nama suaminya. Itu tidak mungkin sebuah kebetulan. Pasti ada sesuatu yang tidak diketahui selama ini.Banyak pertanyaan muncul dalam benaknya. Ada hubungan apa Julian dengan Nyonya Cleda? Siapa Nyonya Cleda sebenarnya? Mungkinkah Julian menyembunyikan sesuatu darinya? Ya, dia harus tahu. Bagaimana caranya dia harus mengetahuinya, itu hanya bisa lewat Nyonya Cleda sendiri."Sebelum apa?" Renata menahan napas saat menunggu kelanjutannya. Dia bertanya sangat hati-hati agar wanita paruh baya itu mau memberitahu."Sebelum mereka

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   65.

    Hari itu Renata harus mengambil laporan hasil test darah neneknya di bagian laboratorium di rumah sakit. Lorong menuju laboratorium harus melewati area IGD. Renata sudah hafal jalan itu karena belakangan sering bolak-balik semenjak Ruth kontrol. Suasana rumah sakit selalu punya bau yang khas. Campuran antiseptik, lantai yang dipel disinfektan.Tetapi pagi ini ada yang berbeda. Dari kejauhan, Renata mendengar suara roda brankar berderit cepat di atas lantai keramik putih. Suara napas terengah-engah dari paramedis yang mendorong. Renata menoleh, entah kenapa dia tak pernah seterlalu penasaran dengan pasien di atas brankar itu?Seorang wanita paruh baya terbaring di atas brankar yang meluncur cepat menuju pintu ruang IGD. Rambut hitamnya berkibar acak, basah oleh keringat. Wajahnya terlihat pucat seperti kertas HVS. Tapi bukan itu yang membuat Renata bergidik. Kedua tangan wanita itu diikat ke sisi ranjang. Bukan memakai tali medis biasa, melainkan semacam strap lebar warna hitam

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   64.

    Klik, klak, klik, klak!Sepatu hak pendek Renata bergema pelan di lantai marmer. Lobi Rumah Sakit Jiwa itu ternyata elegan, tidak seram seperti bayangannya. Ada sofa putih, meja resepsionis dengan vas bunga segar. Bahkan musik instrumental pelan mengalun dari speaker tersembunyi. Tapi ….Brak!!Suara pintu darurat di ujung lorong terbanting kasar. Teriakan menggema seperti bom yang meledak, keras.“Hey, jangan lari. Berhenti!”“Aku bilang berhenti!”Langkah kaki berat berlari seperti gempa. Renata cuma sempat menengok ke kiri sebelum dua sosok perawat laki-laki berpakaian seragam biru tua mengejar seseorang yang melesat seperti anak panah. Renata melihat sedikit pasien laki-laki itu yang rambutnya acak-acakan. Matanya liar, mengenakan jubah putih pasien yang berkibar-kibar ia melaju langsung ke arah dirinya. “Bu—!”Hampir. Tubuh Renata sudah oleng ke belakang, bersiap nyungsep ke lantai marmer yang dingin itu dengan tangan otomatis mengayun ke depan untuk menahan benturanNamun

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   63.

    Tubuh Renata dihempas ke ranjang, Julian merangkak naik ke atas tubuhnya. Kedua tangan Renata lalu diangkatnya ke atas kepala hingga wanita itu tidak bisa leluasa bergerak. "Aku tidak mengizinkanmu ke mana-mana selain dalam dekapanku, Rene." Mata Renata memicing menatap Julian sampai keningnya mengerut. Posesif sekali pria satu ini. Bisa-bisanya ia juga terlena saat dicium pria itu.Pasrah begitu saja, bahkan menikmati dan mengimbangi ciumannya yang seperti menyedot bibirnya sampai tak mau lepas. Apa pria itu sedang mengguna-gunanya agar Renata mau kembali? Tapi ketika ia membuka mulut, Julian yang tau gelagatnya seperti akan memprotes. Tiba-tiba pria itu menarik tengkuknya dan membekap mulutnya dengan lumatan yang sangat ganas. "Julian—hpphh!" Mata Renata membulat seperti kelereng, ciuman Julian sampai sulit ia imbangi. Namun Renata juga tak mampu menolaknya. Tubuhnya memanas akan gairah yang menjalar ke setiap nadi darahnya, tanpa sadar membiarkan tangan Julian menyingkap rok g

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 4. Godaan Kakak Tiri

    Suara itu muncul dari bayang-bayang pilar putih. Renata menegang. Ia tidak perlu menoleh untuk tahu siapa pemilik suara serak dan penuh tekanan itu. "Pergilah, Dev! Tinggalkan aku sendiri," ucap Renata yang tak ingin diganggu. Devan tersenyum menatap siluet Renata yang seksi dari belakang samb

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 3. Perhatian Terselubung

    Satu malam panjang, berhasil Renata lewati dengan dingin dan mencekam. Ia menarik tubuhnya yang kaku di sofa tunggal itu, memijat lehernya dan menselonjorkan kakinya yang semalam terus menekuk. Kondisinya begitu kontras dengan si egois itu yang mungkin bangun kesiangan karena terlalu nyaman tidur d

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 2. Malam Pengantin

    “Sampai kapan kau mau berdiri di sana seperti manekin?!” Suara tajam Julian merobek kesunyian. Renata yang berdiri di tengah ruangan dan masih mengenakan gaun pengantinnya yang berat saat tiba di kediaman pribadi Julian itu tersentak. “Aku … aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.”Pandangann

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 1. Mahkota Berduri

    Di depan cermin setinggi plafon yang berbingkai emas murni, Renata Lurian menatap bayangannya sendiri seolah sedang melihat orang asing. Gaun pengantin off shoulder berwarna putih gading itu melekat sempurna di tubuhnya, memperlihatkan lekuk lehernya yang jenjang dan tulang selangka yang rapuh. Rat

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status