Mag-log in"Kamu ndak boleh belantakin puzzle nya Abang!" seru Arce kesal melihat mainan dia yang sudah tersusun rapi harus berantakan kembali ulah Aurel yang sedang main masak-masakan.
"Ndak kok, ulel lagi ain uga," ujarnya dengan suara cempreng khas Aurel. "Telus ini siapa yang belantakin?" "Ulel ndak tahu, antu kayi yang elantakinnya." Bantah Aurel, kembali main masak-masakan lagi mengabaikan Arce yang menggerutu kesal. Serina yang melihat semuanya, memijiAgatha yang sedang bercanda tawa dengan seorang pria yang dulu pernah ia tolak dan sekarang menjadi sahabat karibnya terkejut, saat tangannya di tarik pelan oleh seseorang. Melihat siapa yang menarik, wajah yang tadinya ingin marah pun tidak jadi, ia melongo. "Pak buta, ngapain kamu di sini?" Ngegas Agatha berdiri, tubuhnya tersentak saat Marcel merengkuh pinggangnya untuk lebih dekat kepada Marcel. "Bisa kamu menjauh dari Agatha?" ujar Marcel dingin, menatap pria yang tadi bercanda tawa dengan Agatha. Agatha yang sudah tersadar kembali memberontak, tapi bukannya terlepas pelukan Marcel malah semakin mengerat di pinggangnya. "Pak, Lepas! Kamu apa-apaan sih," bisik Agatha. Pria yang bersama Agatha menatap keduanya santai, ide jahil terlintas di pikirannya. "Oh, memangnya kenapa kalo saya dekat dengan Agatha, memangnya siapa kamu?" tanya pria itu, namanya Galang.
Agatha Evanora, sosok gadis yang tangguh, pejuang keras, blak-blakan, humoris. Harus berubah menjadi gadis pendiam karena kematian sahabatnya yang sudah ia anggap keluarga sendiri, bahkan Agatha pernah melakukan bunuh diri lantaran tidak sanggup kehilangan keluarga satu-satunya yang ia miliki. Rasanya Agatha ingin ikut dengan sahabat dan keluarganya yang sudah tiada, kadang ia bingung harus melakukan apa, kesepian adalah hal yang paling Agatha benci. Sekarang Agatha sedang berada di Paris bersama mantan bos buta dirinya, keduanya berada di sini gara-gara permainan konyol dari keluarga Casanova yang memberikan liburan gratis kepada pemenang dansa dan ia menjadi salah satu pemenang dansa itu karena tidak sengaja terjatuh. "Kenapa kamu resign dari kantor saya?" tanya Marcellio Neiland, dia sengaja menyetujui liburan ini karena ingin berbicara empat mata dengan Agatha yang menjauhinya tanpa sebab. "Buka
Delapan bulan kemudian… "Awss… Mas, perutku sakit banget, kayaknya aku mau melahirkan!" seru Serina histeris. Vincen yang baru mandi langsung menggendong istrinya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. "Vincen, kenapa dengan Serina?" tanya Zander. "Serina mau melahirkan, Dad, aku duluan. Nanti kalian nyusul." Vincen berlari sambil menggendong Serina menuju parkiran, saat sudah sampai parkiran Vincen mencari kunci mobil di saku jas, tapi dia lupa baru selesai mandi dan hanya memakai bathrobe saja. "Sial, kuncinya di dalam lagi," umpat Vincen. Merasa kasihan melihat Serina yang kesakitan. "Huh! Sa-sakit, mas." "Sabar sayang..." Vincen melihat mobil yang baru datang, tanpa berucap apapun Vincen masuk ke dalam mobil itu. “Woy, cepat ke rumah sakit!” seru Vincen tanpa melihat siapa yang menyetir. "Kamu nyuruh saya?" Vincen yang mengenali suaranya melihat siapa? Dan wajahnya berubah datar, ternyata Piel si makhluk menyebalkan. “Cepat, ke rumah sakit sekarang,” titah Vin
Sudah beberapa hari Keduanya menghabiskan waktu bersama di Bali dan sekarang keduanya pulang karena anaknya merindukan orang tuanya. Serina dan Vincen sudah sampai di mansion Casanova, kedatangan keduanya disambut hangat oleh mereka. "OMMY, DADDY!" seru Arce dan Aurel berlari menghampiri orang tuanya, dengan sigap Vincen dan Serina menggendongnya. "Kenapa talian lama? Ulel nunggu lamaaaa anget, tapi Ommy dan Daddy ndak ulang-ulang," ucap Aurel cemberut. Vincen mengusap-usap rambut anaknya sayang. “Maaf ya Princess, kita lagi buat adik buat kalian,” bisik Vincen. "Mas!" seru Serina mencubir pinggang suaminya. Arce yang memang mendengar karena berada di gendongan Serina pun menatap Daddy-nya heran. "Telus sekalang adiknya mana?" tanya Arce polos. "Masih launching Abang," jawab Vincen santai tanpa melihat Serina yang kesal kepada suaminya. "Ulel ndak mau unya adik, nanti talian ndak cayang agi cama Ulel." Aurel menyilangkan tangannya di dada dengan wajah menatap orang tuanya cembe
"Kamu masih mengingat istrimu, Serena?" tanya Serina yang ingin mendengar respon suaminya. "Sudah menjadi kenangan indah, kenapa bahas itu?" tanya balik Vincen menatap istrinya, dia tidak ingin menganggap Serina adalah Serena lagi. "Waktu itu kamu bilang, aku adalah Serena. Betul?" tanya Serina, Vincen mengusap rambut istrinya lembut. "Jangan bahas itu ya, aku tidak ingin menyakiti kamu." Serina tersenyum menatap suaminya misterius. "Tidak menyakiti aku sama sekali, hubby." Deg "Kamu?" Mata Vincen menatap Serina terkejut, apakah Vincen salah mendengar? Tolong, dia ingin melupakan Serena dan memulai hidup baru bersama istrinya sekarang. "Aku sudah mengingat semuanya," lirih Serina. Tadinya ia tidak akan memberitahukan kepada Vincen tapi setelah melihat ketulusan Vincen padanya, akhirnya ia memberitahunya. "Aku tidak mengerti sayang," lirih Vincen. "Kecurigaan kamu benar Mas, aku Serena. Entah kapan…" Belum selesai Serina berbicara, Vincen langsung memeluk istrinya, dia takut
Vincen dan Serina baru sampai di Bali, keduanya berbulan madu di villa hadiah pemberian Zander untuk pernikahan keduanya. Soal Arce dan Aurel mereka di titipkan ke keluarga Casanova, katanya biarlah Serina dan Vincen menghabiskan waktu berdua jika perlu tambah cicit untuk mereka. "Mewah sekali Mas," ujar Serina terpukau. Keduanya masuk ke Villa dan Serina melihat kelopak bunga mawar di sepanjang jalan menuju kamar utama. "Daddy tidak mungkin memberikan Villa yang murahan sayang, ayo kita masuk kamar." Vincen menggandeng istrinya untuk masuk. Ceklek Pintu terbuka, hal pertama yang keduanya lihat adalah kamar yang sudah didekorasi indah dengan rangkaian kelopak bunga mawar lagi yang berada di atas kasur bertuliskan l Love U, bahkan ada bebek-bebekan yang saling berhadapan. Serina tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan ini, ia melihat suaminya dengan senyum menggodanya. "Mas, sayang banget deh kalo tidur di kasur yang banyak bunganya." "Terus kamu mau tidur dimana, d







